19 research outputs found
MUHAMMAD IQBAL’S ISLAMIC EDUCATION PHILOSOPHY
: Education and curriculum are a unity to support human life for the better, where the formulation of the curriculum must be based on physiological, sociological, and anthropological foundations to create good and perfect educational goals. Adjusting the curriculum to the times is a response so that education remains relevant and useful for human life. The Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) curriculum is one of the answers to efforts to adapt to the times, where, in its implementation, the MBKM curriculum provides flexibility to educational institutions and students in the learning process to achieve the desired academic goals. In this study, the author will analyze the MBKM curriculum from the point of view of Islamic philosophy initiated by Muhammad Iqbal, namely Islamic educational reconstructionism and theistic existentialism. Although Muhammad Iqbal never wrote a specific work on education, his philosophical values can be used as a foundation in education because they contain a lot of meaning on how to make a complete human being in life. This research uses the library research method by collecting data from scientific journal articles related to the discussion of research and analyzing the data collected and interpreting it in a discussion. The result of this study is that the MBKM curriculum upholds the principles of independence and self-reliance, but in the view of Muhammad Iqbal’s reconstructionism and existentialism philosophy, there are shortcomings, namely the cultivation of intense spiritual values, individual and community relationships, and a sense of responsibility after freedom of choice. So that from Muhammad Iqbal’s point of view, which is based on creativity, freedom, and spirituality, the MBKM curriculum requires a review to create a holistic education to realize an insān kāmil person who is not only proficient in the field of worldly knowledge but also balanced with religious knowledge
MUHAMMAD IQBAL’S ISLAMIC EDUCATION PHILOSOPHY: CRITICAL ANALYSIS MBKM CURRICULUM
: Education and curriculum are a unity to support human life for the better, where the formulation of the curriculum must be based on physiological, sociological, and anthropological foundations to create good and perfect educational goals. Adjusting the curriculum to the times is a response so that education remains relevant and useful for human life. The Merdeka Learning Campus Merdeka (MBKM) curriculum is one of the answers to efforts to adapt to the times, where, in its implementation, the MBKM curriculum provides flexibility to educational institutions and students in the learning process to achieve the desired academic goals. In this study, the author will analyze the MBKM curriculum from the point of view of Islamic philosophy initiated by Muhammad Iqbal, namely Islamic educational reconstructionism and theistic existentialism. Although Muhammad Iqbal never wrote a specific work on education, his philosophical values can be used as a foundation in education because they contain a lot of meaning on how to make a complete human being in life. This research uses the library research method by collecting data from scientific journal articles related to the discussion of research and analyzing the data collected and interpreting it in a discussion. The result of this study is that the MBKM curriculum upholds the principles of independence and self-reliance, but in the view of Muhammad Iqbal’s reconstructionism and existentialism philosophy, there are shortcomings, namely the cultivation of intense spiritual values, individual and community relationships, and a sense of responsibility after freedom of choice. So that from Muhammad Iqbal’s point of view, which is based on creativity, freedom, and spirituality, the MBKM curriculum requires a review to create a holistic education to realize an insān kāmil person who is not only proficient in the field of worldly knowledge but also balanced with religious knowledge
A Study of Predominantly Learning Styles of the Second Year Students of SMK Jakarta Pusat 1
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya belajar apa yang dominan digunakan oleh siswa kelas II SMK Jakarta Pusat 1. Penelitian ini bersifat deskriptif, populasi penelitian ini adalah siswa tahun kedua SMK Jakarta Pusat 1. Penelitian ini menggunakan purposing sample yaitu siswa tahun kedua dari XI AK2. Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukann bahwa gaya belajar yang dominan digunakan oleh siswa kelas II SMK Jakarta Pusat 1 adalah gaya belajar kinestetik. Sedangkan gaya belajar siswa berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa 75% siswa laki-laki memiliki gaya belajar kinestetik. Selain itu, ada 9 dari 17 siswi atau 58,8% juga termasuk dalam gaya belajar kinestetik. Sedangkan gaya belajar siswa berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa 75% siswa laki-laki memiliki gaya belajar kinestetik. Selain itu, ada 9 dari 17 siswi atau 58,8% juga termasuk dalam gaya belajar kinestetik. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan preferensi gaya belajar utama antara siswa laki-laki dan perempuan
TANGGUNG JAWAB PIDANA BAGI PARPOL YANG MEREKRUT ANAK UNTUK MELAKUKAN KAMPANYE
Didalam setiap rangkaian kegiatan Pemilu, tentu para Partai Politik selalu melibatkan anak kegiatan publikasipartai politik. Hal ini kerap merupakan bahan yang tidak sehat. Adakalanya, para Partai Politik berpikirbahwa partisipasi anak-anak dalam kampanye adalah tahapan awal pelatihan mereka dalam berpolitik yangseharusnya pada usia anak-anak sanggup menegakkan akar sopan, jujur, dan saling menghormatikebedaan.Pengertian anak dalam UU NO.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjelaskan bahwa anak adalahseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk janin yang masih dalam kandungan. Mengikut sertakan anakdalam kegiatan kampanye telah melanggar hak-hak anak sebagaimana yang diatur dalampasal 15 butir (a)dan pasal 13 ayat 1 (b) UU RI NO.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan anak karena anak berhak untukmemperoleh perlindungan dari “penyalahgunaan dalam kegiatan politik”dan bebas dari “eksploitasi”.DalamUU Pemilu pasal 280 ayat 2 (k) juga mengatur suatu ketentuan dalam kegiatan PEMILU diantaranyamelarang tim sukses untuk merekrut WNI yang belum 17 dan belum memiliki kartu identitas. Pelibatan anakdalam kampanye bukan hanya merenggut hak anak namun diakui sebagai sebuah bentuk eksploitasiterhadap anak. Dalam faktor psikologi juga ketika anak-anak yang sudah terlibat dalam kegiatan politik,tentunya juga akan mengkawatirkan dalam perilaku mereka, misal dengan perbedaan pendapat di ranahsekolahan akan menimbulkan bentrok antara golongan satu dan golongan lainnya. Karena di ranah sekolahatau pendidikan, anak-anak sangat mudah untuk terpancing secara emosi
Multimodal Discourse Analysis for Video of Learning
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik siswa dalam menyampaikan idenya tentang materi pembelajaran dan untuk mengetahui perasaan dan kondisi siswa. Penulis menggunakan monolog siswa di Kelas Bahasa Inggris. Video dianalisis berdasarkan teori dalam analisis multimodal discourse. Prosedur dalam menganalisis data mengacu pada beberapa sumber semiotik seperti ucapan dan fitur kinetik seperti tatapan, gerak tubuh dan postur tubuh siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukan siswa menyampaikan materi pembelajaran yang baik. Untuk fitur kinetik, siswa menunjukkan mencoba untuk mengingat dengan keras; itu mengacu pada tatapan siswa. Untuk gerak tubuh dan postur tubuh siswa, keduanya menunjukkan kurangnya kepercayaan diri siswa ketika menyampaikan idenya dan memiliki sesuatu untuk disembunyikan. Artinya siswa memahami materi pembelajaran tetapi perasaan dan kondisinya tidak percaya diri. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat membantu para mengajar untuk tidak hanya mengetahui kemampuan akan tetapi juga kondisi siswa saat belajar, sehingga dapat membuat proses penyampaian materi berjalan lancar
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PELAKSANAAN MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN DESA DI DESA TITIAN MODANG KOPAH KECAMATAN KUANTAN TENGAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TAHUN 2017
Village as a government that directly related to the community is the main focus in government development, because most of Indonesia's territory is in the countryside. Therefore, in village development it needs to be directed at the realization of an "independent village". In order to encourage and awaken the ability of the community, especially rural communities, many programs have been made by the government. One of them is through empowering rural communities by involving the community and elements of government that have more reactive development policies that give priority to the needs of village communities in budget allocation so that they are able to exploit the potential of their respective regions. This study aims to determine: 1) community participation in the implementation of Musrenbang Desa in Titian Modang Kopah Village, Kuantan Tengah District, Kuantan Singingi District; and 2) know the obstacles. Meanwhile, the research method used is qualitative research with a descriptive approach, and data collection techniques through interviews, observation and documentation. The results of this study concluded that: 1) The level of community participation in the Musrenbangdes was very lacking, so the Musrenbangdes implementation activities in Titian Modang Kopah Village were only a formality; and 2) The obstacle in the implementation of the Musrenbangdes in Titian Modang Kopah Village is the difficulty in making decisions regarding the prioritized program which has not been realized, the community is less able to express their aspirations because they still have weak analytical power to the development needs due to weak resource factors the community and the lack of synergy between the various development funding sources owned by Titian Modang Kopah Village. As a consequence of these obstacles, many government programs are not based on the potentials and uniqueness of the Region, causing many potential in Titian Modang Kopah is ineffective
MEMAHAMI KEMBALI PEMAKNAAN HADIS QUDSI
The scholars of hadith have different viewpoints in understanding the meaning of hadith Qudsi. The differences are affected by understanding of the concept of hadith Qudsi that is the the word of Allah conveyed through the words of the Prophet Muhammad. However, Hadith Qudsi is not like the Qur'an. This article will briefly show an understanding of hadith Qudsi and the Qur'an; and hadith Qudsi and Hadith Nabawi. The author agree with a view of the scholars of hadith who says that, the Hadith Qudsi is a special Hadith verbalized by Prophet both meaning and pronunciation. Therefore, there are no differences between Hadith Qudsi and the sayings of the Prophet in general. The Prophetic Hadith is classified into authentic hadith, hasan and da’eef; can also be found in hadith Qudsi. There may be some differences, in which Hadith Qudsi is not wider than Hadith Nabawi. Hadith Qudsi is not direct words of God, but only the ideas and then verbalized by the prophet himself.<br />---<br /><br />Para ulama hadis memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memahami makna hadits Qudsi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh pemahaman konsep hadis Qudsi yaitu firman Allah yang disampaikan melalui firman Nabi Muhammad SAW. Namun, Hadis Qudsi tidak seperti Alquran. Artikel ini akan secara singkat menunjukkan pemahaman tentang hadits Qudsi dan Alquran; Dan hadis Qudsi dan Hadis Nabawi. Penulis setuju dengan pandangan para ulama hadis yang mengatakan bahwa, Hadis Qudsi adalah Hadis khusus yang diucapkan secara verbal oleh Nabi baik makna maupun pengucapannya. Oleh karena itu, tidak ada perbedaan antara Hadis Qudsi dan perkataan Nabi pada umumnya. Hadis Nabi diklasifikasikan ke dalam hadits, hasan dan da'eef yang otentik; Bisa juga ditemukan dalam hadis Qudsi. Mungkin ada beberapa perbedaan, di mana Hadis Qudsi tidak lebih luas dari Hadis Nabawi. Hadits Qudsi bukanlah kata-kata langsung dari Tuhan, tapi hanya gagasan dan kemudian diucapkan secara verbal oleh nabi sendiri.</jats:p
ANALISIS FUEL SYSTEM PADA TOYOTA FORTUNER ENGINE 2TR - FE
Tugas akhir ini bertujuan untuk mebahasan sistem bahan bakar pada ENGINE 2TR-FE Toyota Fortuner, serta Mengetahui troubleshooting dari sistem bahan bakar pada ENGINE 2TR-FE Toyota Fortuner. Metode yang di gunakan adalah tes dan dokumentasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan oleh penulis. Hasil yang diperoleh menunjukan kondisi sistem bahan bakar dalam keadaan masih baik tetapi ada part yang perlu di perhatikan seperti filter bahan bakar yang sudah kotor bisa di ganti atau pun di bersihkan. Cara kerja sistem bahan bakar ENGINE 2TR-FE Toyota Fortuner yaitu bahan bakar dari tangki bahan bakar dipompa oleh pompa bahan bakar dengan tekanan tinggi untuk disalurkan ke saringan bahan bakar, kemudian disaring oleh saringan bahan bakar agar kotoran atau partikel-partikel asing yang ada pada bahan bakar tidak ikut terbawa yang nantinya akan masuk ke dalam injektor, kemudian disalurkan oleh pipa penyalur bahan bakar menuju injektor untuk disemprotkan ke masing-masing silinder dengan tekanan yang terlebih dulu akan diatur oleh pressure regulator dan juga pulsation damper, dengan jumlah bahan bakar yang disemprotkan telah diatur sebelumnya oleh Electronic Control Unit (ECU). Gangguan atau kerusakan yang sereing terjadi pada ENGINE 2TR-FE Toyota Fortuner diantaranya mesin mati setelah start, mesin susah start, putaran idle tidak stabil, tersendat waktu akselerasi, tidak ada tenaga, dan putaran naik turun. Gangguan-gangguan tersebut dapat diatasi/ditangani dengan memperbaiki komponen-komponen yang berhubungan dengan gangguan tersebut atau dengan cara menggantinya.;-- This final project aims to discuss the fuel system on the Toyota Fortuner ENTRINE 2TR-FE, as well as find out the troubleshooting of the fuel system on the Toyota Fortuner ENTRINE 2TR-FE. The method used is a test and documentation to obtain data needed by the author. The results obtained indicate the condition of the fuel system is still in good condition but there are parts that need to be considered such as a dirty fuel filter that can be replaced or even cleaned. How the Toyota Fortuner ENGINE 2TR-FE fuel system works, the fuel from the fuel tank is pumped by a high-pressure fuel pump to be distributed to the fuel filter, then filtered by the fuel filter so that dirt or foreign particles present in the material The fuel does not carry over, which will then be entered into the injector, then channeled by the fuel delivery pipe to the injector to be sprayed into each cylinder with a pressure that will be regulated first by the pressure regulator and pulsation damper, with the amount of fuel sprayed already pre-arranged by the Electronic Control Unit (ECU). Sereing disturbances or damage occurs in the Toyota Fortuner 2TR-FE ENGINE including the engine stalled after starting, the engine is hard to start, the idle rotation is unstable, stalled during acceleration, there is no power, and the up and down turns. These disturbances can be overcome / handled by repairing the components associated with the disorder or by replacing them
ADAPTABILITAS HUKUM ISLAM TERHADAP PERUBAHAN SOSIO-KULTURAL (STUDI ATAS PEMIKIRAN MOHAMMED ARKOUN DAN MUHAMMAD SYAHRUR)
Paradigma hukum Islam yang ada sekarang dirasakan kian berat untuk menyahuti berbagai problem kontemporer. Hal ini karena ditandai dengan pesatnya perkembangan sains dan teknologi (saintek) yang telah membuai peta dunia berubah. Tak pelak, perubahan ini membuat pranata pranata dalam berbagai aspek harus direinterpretasi. Hukum Islam yang dianggap telah mapan ternyata tidak mampu berdialektika dengan sains modern yang bercorak scientific-antropologis. Tentunya, dalam menghadapi dinamika perubahan sosial seperti ini, dibutuhkan kajian universalistik dengan menafsir-ulangkan (rethinking) kembali terhadap al-Quran, Sunnah dan pemikiran ijtihadi atas karya-karya mereka secara kritis, konstruktif dan dinamis, guna proses penemuan hukum dan bentuk final produknya selaras dengan tuntutan zaman.
Upaya dekonstruksi atas nalar (episteme) klasik penting dilakukan Sebab, nalar klasik -dengan segala kebesarannya- bukanlah produk pemikiran yang suci, sakral dan harus diterapkan dalam segala ruang dan waktu. Hal ini disebabkan, jarak waktu yang terlampau jauh antara "dulu dan "sekarang", juga karena produk pemikiran klasik banyak yang tidak relevan dengan konteks sekarang. Untuk menjawab persoalan tersebut, tentunya dibutuhkan kembali kajian serius terhadap pesan teks al-Quran dan Sunnah sebagai hukum Islam serta aspek historis-sosiologis yang melatarbelakangi terjadinya pewahyuan. Suatu bentuk interpretasi terhadap teks, baik secara eksplisit maupun implisit, dengan melibatkan konteks
sosiologis turunnya teks tersebut.
Adapun dalam mengkaji dan menganalisis perubahan sosial dalam kaitannya dengan hukum Islam -dalam hal ini digunakan teori sosiologi, khususnya sosiologi hukum Islam. Pentingnya sosiologi sebagai alat untuk mengkaji hukum Islam karena, (1) sosiologi hukum merupakan suatu ilmu pengetahuan yang secara teoritis empiris dan analitis menyoroti pengaruh gejala sosial lain terhadap hukum dan begitu pula sebaliknya, dan (2) sosiologi hukum bertujuan untuk memberi penjelasan terhadap praktek praktek hukum
Tujuan penelitian ini tiada lain adalah untuk menggali khazanah pemikiran Islam, khususnya perdebatan mengenai konsep adaptabilitas hukum Islam yang diwakili oleh sarjana Muslim kontemporer dewasa ini, yakni Mohammed Arkoun dan Muhammad Syahrur guna memperkaya upaya modem dalam rangka memperbaharui pemikiran hakum Islam yang kian banyak mendapai tantangan. Paradigma Arkoun dan Syahrur diharapkan dapat memberikan suatu landasan paradigma penemuan hukum Islam yang lebih feasible di dalam konteks masyarakat Muslim modem yang tengah merindukan untuk kembali kepada ajaran agama yang orsinil.
Mohammed Arkoun adalah seorang pemikir Muslim kontroversial Aljazair Dengan kritik nalar Islamnya (critique de la raison Islamique), Arkoun mengajukan sebuah tesis metodologis komprehensif dalam upaya melakukan pembaharuan hukum Islam. Arkoun dalam memahami al-Quran membedakan tiga tingkat anggitan wahyu, yakni (1) wahyu sebagai firman Allah swt yang transenden dan tidak terbatas yang tidak diketahui manusia. aka dalam menunjuk relitas wahyu semacam ini, dipakai anggitan al-lauch al-mahfuüz atau umm al-Kitab, (2) menunjuk pada penampakkan wahyu dalam sejarah. Dengan demikian, anggitan ini menunjuk pada realitas firman Allah swt sebagaimana diwahyukan kepada Muhammad dalam bahasa Arab selama kurang lebih dua puluh tahun, dan (3) menunjuk wahyu sebagaimana tertulis dalam mushaf dengan huruf dan berbagai macam tarda yang ada di dalamnya. Tentunya, enggitan ini menunjuk pada al-mushaf al usmani yang dipakai umat Muslim hingga dewasa ini. Dengan demikian, menurutnya, al-Quran adalah fenomena bacaan, bukan yang dibaca. Hal ini karena -sebelum ditransformasikan menjadi bahasa tulis- al-Quran adalah pernyataan lisan Sehingga, dalam proses tersebut terdapat tiga tahapan, yakni pengarang (author), penyampai dan penerima. Arkoun juga mengkritik, bahwa wahyu yang menjelma menjadi mushaf atau istilah lain apa yang disebut teks, telah menutup ruang ijtihad karena pada tahap ini wahyu al Quran menjadi korpus resmi tertutup (corpus officiel close), terbatas, final dan terbuka dari ujaran-ujaran yang tidak lagi mempunyai jalan masuk kepadanya kecuali melalui teks.
Adapun pembaruan Muhammad Syahrur berangkat dari sintesis rasionalitas modernis. Hal ini terlihat dari gerakannya dalam merespon perkembangan hukum Islam ketika dihadapkan pada kompleksitas persoalan-persoalan kontemporer yang dihadapi umat Muslim. Syahrur adalah seorang intelektual Muslim kenamaan Syiria, yang mengembangkan teori batas (huchid) dalam mengapresiasi pesan teks al-Quran dan Sunnah. Dalam memahami wahyu, ada tiga hal menurut Syahrur yang harus diperhatikan. Pertama, Syahrur menolak sinonimitas antara dua istilah inzál dan tanzil, yang secara umum digunakan untuk menggambarkan proses "turunnya" al-Quran sebagai wahyu kepada Nabi Muhammad saw. Kedua, Syahrur menegaskan perlunya pembedaan antara dua istilah berdasarkan pembagian teks ke dalam beberapa bagian, yang tema dan statusnya berbeda, yang pembagian utamanya adalah antara ayat-ayat kenabian (ayat an Nubucat) dan ayat-ayat kerasulan (ayat ar-Risalah). Ketiga, ia menetapkan pembagian ini dengan mengacu pada komposisi linguistik dengan menunjukkan seluruh referensi penggunaan dua kata tersebut dalam al Quran, dan membandingkan sifat semantis perbedaan itu antara bentuk kedua dari kata nazala (tanzil) dan bentuk keempatnya (inzal). Oleh karena itu, al-Quran atau dalam bahasa Syanrur al-Kitab merupakan subject of interpretation. Dalam melakukan aktivitas eksegetik ini, Syahrur mengatakan umat Islam saat ini tidak harus terkungkung oleh hasil penafsiran para mufasir masa lalu, karena merupakan produk historis yang tidak sesuai lagi dengan masa kini.
Dengan demikian, baik Arkoun maupun Syahrur sama-sama menggunakan suatu metode pembaruan hukum Islam yang berangkat dari hasil penggabungan antara tradisi klasik dengan tradisi modern
Pengaruh Desain Produk, Harga, Fitur, dan Daya Tahan terhadap Keputusan Pembelian melalui Kualitas Produk sebagai Variabel Intervening
Pada penelitian ini mencerminkan tantangan bisnis pada era kompetisi global yang ketat, terutama dalam menghadapi perubahan sikap konsumen dan dinamika teknologi. Perusahaan dituntut untuk memiliki strategi yang tepat dalam mencapai target penjualan dan mempertahankan pelanggan. Faktor-faktor seperti desain produk, fitur, harga, dan daya tahan menjadi kritis dalam memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin selektif. Studi ini fokus pada Vario 150 eSP, kendaraan roda dua dengan fitur canggih, termasuk CBS, fitur ECO Smart, dan desain yang memenuhi ekspektasi konsumen modern. Daya tahan produk juga menjadi perhatian, seiring dengan persaingan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan mengukur pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap keputusan pembelian melalui kualitas produk sebagai variabel intervening. Metode yang digunakan adalah pemodelan SEM dengan menggunakan beberapa variabel yang bertujuan untuk mengetahui seberapa berpengaruh variabel tersebut terhadap keputusan pembelian Vario 150 eSP. Hasil dari pengujian dengan model SEM didapatkan nilai P-value sebesar 0,943 untuk keseluruhan model, dan untuk hubungan setiap variabel antara desain dengan kualitas produk didapatkan nilai P-value sebesar 0,597 dengan CR -0,529, hubungan antara fitur dengan kualitas produk didapatkan nilai P-value sebesar 0,624 dengan CR 0,490, hubungan antara harga dengan kualitas produk didapatkan nilai P-value sebesar 0,049 dengan CR 1,964, dan yang terakhir hubungan antara kualitas produk dengan keputusan pembelian didapatkan nilai P-value sebesar ***/kurang dari 0,001 dengan CR 5,633. Dari hasil berikut dapat disimpulkan bahwa hanya variabel harga yang berpengaruh terhadap kualitas produk dan kualitas produk memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian
