952 research outputs found

    Interview with Indra Das

    No full text
    Indra Das is most well-recognized as the author of The Devourers (2015), a novel that won the Lambda Literary Award for straddling the genres of sci-fi, speculative, and fantasy fiction alongside LGBT themes. Das’s short fiction is widely published is horror and sci-fi anthologies, as well as magazines like Tor.com, Strange Horizons, and Asimov’s Science Fiction. He spoke candidly with Alok Amatya over email about the current literary landscape, the work of writing transgressive genre fiction, and his own experiences as an upcoming global author

    Pengaruh Penambahan Surfaktan Sodium Lignosulfonat (SLS) dalam Proses Pengendapan Nano Calcium Silicate (NCS) dari Geothermal Brine

    No full text
    High concentration of dissolved silica in geothermal brine frequently causes operational problem in production of steam for electric generation.  Mitigation of silica scaling is necessary to reduce the risk of steam production failure. In the present work, silicic acid in Dieng geothermal brine was reduced by introduction of calcium hydroxide that lead to formation of insoluble nano calcium silicates (NCS).The purpose of this work was to control size of the precipitated NCS by introducing surfactant sodium lignosulfonate (SLS) as surfactant in the Ca(OH)2 added geothermal brine. The effect of temperature (30, 50 and 70°C), pH (7, 8 and 9), and surfactant concentration (0.05, 0.15 and 0.30% (w/v)) on the particle size of the resulting NCS was studied to obtain the optimum operating condition. The precipitation-sedimentation behavior of the resulting particles was measured in a vertical tube. Having measured the solid density and solution density and viscosity, average diameter of the precipitated particles was determined using stoke’s principle. The calculated particle size was the compared with measurement result using particle size analyzer (PSA). The soluble silica concentration in the solution was measured using spectroscopy method while composition of the resulting solid particles was measured using EDX and FTIR. Experimental results showed that the dissolve silica in Dieng geothermal brine can be reduced and controlled with the addition of Ca(OH)2 and surfactant SLS. The greater the concentration of surfactant SLS, the smaller the resulting particle size. It was found that the formation of NCS particles was accompanied with precipitation of silica and salts. The optimum condition of NCS formation was at temperature 30°C and pH 9 while the concentration of surfactant SLS added to the brine was 0.3 % (w/v).ABSTRAKKonsentrasi yang tinggi dari kelarutan silika dalam larutan geothermal menyebabkan masalah dalam pengoperasian produksi uap di PLTP Dieng. Mitigasi silika scaling diperlukan untuk mengurangi resiko kegagalan produksi uap. Dalam penelitian ini, asam silika dalam larutan geothermal direaksikan dengan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) membentuk n ano calcium silicate (NCS). Tujuan penelitian ini adalah membentuk endapan NCS dari surfaktan SLS dan Ca(OH)2 ke dalam larutan geothermal. Mempelajari perubahan suhu (30, 50 dan 70°C), pH (7, 8 dan 9), dan konsentrasi surfaktan (0,05, 0,15 and 0,30% (w/v) serta mengetahui kondisi optimum. Pengujian yang dilakukan yaitu pengendapan partikel yang dilakukan di gelas ukur vertical, densitas padatan, densitas larutan, viskositas, dan diameter rata-rata partikel yang mengendap ditentukan dari persamaan diameter stokes. Kemudian membandingkan hasil perhitungan dari diameter stokes dengan particle size analyzer (PSA). Konsentrasi silika yang terlarut dapat diukur dengan metode spectroscopy dan komposisi padatan di uji dengan instrumen EDX dan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silika terlarut dalam larutan geothermal berkurang dan dapat dikontrol dengan penambahan Ca(OH)2 dan penambahan surfaktan SLS. Semakin besar konsentrasi surfaktan maka ukuran partikel akan semakin kecil. Pembentukan NCS dapat dihasilkan dan disertai juga dengan partikel silika dan garam. Kondisi optimum pembentukan NCS terjadi pada suhu 30 oC pH 9 dan konsentrasi surfaktan SLS 0,30 %w/v

    PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN PERDANA KOMPUTER DI BONDOWOSO

    No full text
    Perkembangan usaha dewasa ini terjadi sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya perusahaan yang berdiri, sehingga dunia usaha khususnya perusahaan jasa komputer telah menjadi ajang persaingan. Salah satunya perusahaan Perdana Komputer di Bondowoso, dari masalah tersebut maka peneliti bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat pada perusahaan Perdana Kompter di Bondowoso. Analisis faktor - faktor internal perusahaan akan mengetahui adanya kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada perusahaan. Selain itu perusahaan juga harus menganalisis faktor – faktor eksternal mengetahui peluang dan ancaman. Salah satu instrumen yang dapat di gunakan untuk menganalisis faktor – faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan tujuan untuk mengahasilkan strategi pemasaran perusahaan adalah analisis SWOT. Berdasrkan hasil wawancara dengan responden yang ditunjuk maka kedua faktor strategi internal dan eksternal akan diketahui kekuatan yang dimiliki perusahaan dalam persaingan pasar bernilai lebih tinggi di bandingkan ancaman yang akan datang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil analisis SWOT perusahaan Perdana Komputer di Bondowoso berada pada posisi kuadran I yaitu kuadran yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif, maka strategi pemasaran yang tepat pada perushaan Perdana Komputer di Bondowoso sebagai berikut 1) Pemberian pelayanan yang baik oleh karyawan terhadap konsumen agar konsumen merasa lebih nyaman untuk menggunakan jasa komputer di perusahaan Perdana Komputer. 2) Pemberian harga relatif murah agar konsumen lebih memilih perusahaan perdana komputer dalam penggunaan jasa komputer khususnya dan dalam perdagangan. 3) Meningkatkan kinerja promosi sehingga konsumen lebih mengenal perusahaan Perdana Komputer

    PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN PERDANA KOMPUTER DI BONDOWOSO

    No full text
    Perkembangan usaha dewasa ini terjadi sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya perusahaan yang berdiri, sehingga dunia usaha khususnya perusahaan jasa komputer telah menjadi ajang persaingan. Salah satunya perusahaan Perdana Komputer di Bondowoso, dari masalah tersebut maka peneliti bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat pada perusahaan Perdana Kompter di Bondowoso. Analisis faktor - faktor internal perusahaan akan mengetahui adanya kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada perusahaan. Selain itu perusahaan juga harus menganalisis faktor – faktor eksternal mengetahui peluang dan ancaman. Salah satu instrumen yang dapat di gunakan untuk menganalisis faktor – faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan tujuan untuk mengahasilkan strategi pemasaran perusahaan adalah analisis SWOT. Berdasrkan hasil wawancara dengan responden yang ditunjuk maka kedua faktor strategi internal dan eksternal akan diketahui kekuatan yang dimiliki perusahaan dalam persaingan pasar bernilai lebih tinggi di bandingkan ancaman yang akan datang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil analisis SWOT perusahaan Perdana Komputer di Bondowoso berada pada posisi kuadran I yaitu kuadran yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif, maka strategi pemasaran yang tepat pada perushaan Perdana Komputer di Bondowoso sebagai berikut 1) Pemberian pelayanan yang baik oleh karyawan terhadap konsumen agar konsumen merasa lebih nyaman untuk menggunakan jasa komputer di perusahaan Perdana Komputer. 2) Pemberian harga relatif murah agar konsumen lebih memilih perusahaan perdana komputer dalam penggunaan jasa komputer khususnya dan dalam perdagangan. 3) Meningkatkan kinerja promosi sehingga konsumen lebih mengenal perusahaan Perdana Komputer

    PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN PERDANA KOMPUTER DI BONDOWOSO

    No full text
    Perkembangan usaha dewasa ini terjadi sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya perusahaan yang berdiri, sehingga dunia usaha khususnya perusahaan jasa komputer telah menjadi ajang persaingan. Salah satunya perusahaan Perdana Komputer di Bondowoso, dari masalah tersebut maka peneliti bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat pada perusahaan Perdana Kompter di Bondowoso. Analisis faktor - faktor internal perusahaan akan mengetahui adanya kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada perusahaan. Selain itu perusahaan juga harus menganalisis faktor – faktor eksternal mengetahui peluang dan ancaman. Salah satu instrumen yang dapat di gunakan untuk menganalisis faktor – faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan tujuan untuk mengahasilkan strategi pemasaran perusahaan adalah analisis SWOT. Berdasrkan hasil wawancara dengan responden yang ditunjuk maka kedua faktor strategi internal dan eksternal akan diketahui kekuatan yang dimiliki perusahaan dalam persaingan pasar bernilai lebih tinggi di bandingkan ancaman yang akan datang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil analisis SWOT perusahaan Perdana Komputer di Bondowoso berada pada posisi kuadran I yaitu kuadran yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif, maka strategi pemasaran yang tepat pada perushaan Perdana Komputer di Bondowoso sebagai berikut 1) Pemberian pelayanan yang baik oleh karyawan terhadap konsumen agar konsumen merasa lebih nyaman untuk menggunakan jasa komputer di perusahaan Perdana Komputer. 2) Pemberian harga relatif murah agar konsumen lebih memilih perusahaan perdana komputer dalam penggunaan jasa komputer khususnya dan dalam perdagangan. 3) Meningkatkan kinerja promosi sehingga konsumen lebih mengenal perusahaan Perdana Komputer

    PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN PADA PERUSAHAAN PERDANA KOMPUTER DI BONDOWOSO

    No full text
    Perkembangan usaha dewasa ini terjadi sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dengan semakin banyaknya perusahaan yang berdiri, sehingga dunia usaha khususnya perusahaan jasa komputer telah menjadi ajang persaingan. Salah satunya perusahaan Perdana Komputer di Bondowoso, dari masalah tersebut maka peneliti bertujuan untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat pada perusahaan Perdana Kompter di Bondowoso. Analisis faktor - faktor internal perusahaan akan mengetahui adanya kekuatan dan kelemahan yang terdapat pada perusahaan. Selain itu perusahaan juga harus menganalisis faktor – faktor eksternal mengetahui peluang dan ancaman. Salah satu instrumen yang dapat di gunakan untuk menganalisis faktor – faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dengan tujuan untuk mengahasilkan strategi pemasaran perusahaan adalah analisis SWOT. Berdasrkan hasil wawancara dengan responden yang ditunjuk maka kedua faktor strategi internal dan eksternal akan diketahui kekuatan yang dimiliki perusahaan dalam persaingan pasar bernilai lebih tinggi di bandingkan ancaman yang akan datang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dari hasil analisis SWOT perusahaan Perdana Komputer di Bondowoso berada pada posisi kuadran I yaitu kuadran yang mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif, maka strategi pemasaran yang tepat pada perushaan Perdana Komputer di Bondowoso sebagai berikut 1) Pemberian pelayanan yang baik oleh karyawan terhadap konsumen agar konsumen merasa lebih nyaman untuk menggunakan jasa komputer di perusahaan Perdana Komputer. 2) Pemberian harga relatif murah agar konsumen lebih memilih perusahaan perdana komputer dalam penggunaan jasa komputer khususnya dan dalam perdagangan. 3) Meningkatkan kinerja promosi sehingga konsumen lebih mengenal perusahaan Perdana Komputer

    Pemanfaatan Tepung Limbah Ikan Gabus Pasir (Butis amboinensis) Sebagai Substitusi Tepung Ikan dalam Ransum Terhadap Peformans Itik Lokal Umur 35 Minggu

    No full text
    INDRA DAT PERDANA TARIGAN, 2015: “ Utilization of Waste Fish Meal Gabus Pasir (Butis amboinensis) In Ration Against Peformance of Laying Duck Age 35 Weeks”, guided by R. EDHY MIRWANDHONO and TRI HESTI WAHYUNI. This research was conducted at Desa Lama Kecamatam Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang from Mart to June 2015. This study aimed to determine the effect of fish waste cork flour sand (Butis amboinensi) in the ration on duckday, egg mass and conversion laying duck rations. The design used in this research is completely randomized design (CRD) with three treatments and 6 replications, each replication consisted of 4 laying ducks. Treatmen consists of P0 (feed with fish waste cork flour sand as much as 0%); P1 (feed with fish waste cork flour sand as much as 5%); P2 The results showed the average of duck-day percentage in consecutive to treatment P (feed the fish waste cork flour as much as 10%). 0, P1 and P2 at Keywords: Waste Fish Meal Gabus Pasir, Peformance of Laying duck 55,87; 58,52 dan 61,17. Egg mass (g) consecutive at 63,73; 64,09 and 64,22. Feed convertion in consecutive at 5,98; 5,66 and 5,34. The results showed that the treatment was not significant effect on duck-day, egg mass and feed conversion. The conclusion of this research that the fish wasted cork flour sand can be used in ration to the level of 10%.36 HalamanSkripsi Sarjan

    PERANAN WAITER ATAU WAITRESS DALAM MELAYANI TAMU DI CANTING RESTAURANT ATRIA HOTEL MALANG

    No full text
    Food and Beverage Department adalah bagian dari hotel yang mengurus dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan pelayanan makanan dan minuman serta kebutuhan lain yang terkait, dari para tamu yang tinggal maupun yang tidak tinggal di hotel tersebut dan dikelola secara komersial serta profesional. Food and beverage department merupakan departemen yang sangat mutlak diperlukan di hotel dalam penyediaan, pelayanan makanan dan minuman dalam menjalankan tugasnya food and beverage department terbagi menjadi dua bagian yang saling bergantung satu sama lain dan harus saling bekerjasama. Dua bagian tersebut adalah Food and beverage service dan food and beverage product. Food and beverage service terbagi menjadi beberapa bagian, di antaranya food and beverage manager, outlet manager, food and beverage administration, assistent restaurant manager, food and beverage supervisor, food and beverage captain, waiter/waitress yang bertujuan untuk memaksimalkan program kerja yang telah dilaksanakan oleh food and beverage departmen

    ANALISIS EFISIENSI BIAYA DENGAN MENERAPKAN METODE TRANSPORTASI DAN DECISION TREE PADA DISTRIBUSI BARANG PT. PERDANA JATIPUTRA

    No full text
    ANALISIS EFISIENSI BIAYA DENGAN MENERAPKAN METODE TRANSPORTASI DAN DECISION TREE PADA DISTRIBUSI BARANG PT. PERDANA JATIPUTRA

    ASPEK HUKUM PRINSIP KETERBUKAAN PERDAGANGAN SAHAM OLEH PROFESI PENUNJANG PASAR MODAL

    No full text
    Keterbukaan adalah suatu prinsip transparansi yang dilakukan perusahaan melalui suatu jasa penilaian dalam penawaran saham perdana dan merupakan sebab hal mengambil keputusan bagi investor sangat penting untuk membeli saham, efek dari itu menjadikan ivestor mau membeli atau tidak dari suatu perusahaan go public berdasarkan atas laporan yang disampaikan oleh perusahaan jasa penilai dari hasil penilaiannya terhadap harta perusahaan tersebut yang dilampirkan dalam dokumen propektus secara transparan. Hal inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan prinsip keterbukaan, hingga mengenai pelaksanaan pekerjaan profesi penilai dalam penawaran saham perdana. Namun, seiring dengan pelaksanaan tugas penilaian oleh profesi penilai yang seringkali mengabaikan prinsip transparansi, kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab hukum penilai dalam implementasi prinsip transparansi di penawaran saham perdana. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dan bersifat deskriptif. Data-data yang dipakai dalam penelitian ini ialah data  sekunder. keseluruhan data tersebut disatukan memakai  studi kepustakaan. Setelah itu data yang telah terkumpul tersebut dianalisis secara normatif kualitatif. Penilai adalah pihak yang menerbitkan dan menandatangani laporan penilaian atas nilai aktiva, yang disusun berdasarkan pemeriksaan menurut keahlian dari penilai. Profesi maupun usaha jasa peniiai masih menyimpan berbagai problematika, masalah satu problematika terpenting adalah mengenai penerapan prinsip transparansi. Laporan yang dibuat oleh jasa penilai menjadi sumber informasi utama dan salah satu tolak ukur bagi investor mengenai potensi dari perusahaan yang akan menjadi tempat berinvestasi baginya. Untuk itulah ditekankan perlunya prinsip transparansi untuk melindungi semua pihak yang terkait dalam penawaran saham perdana, terutama investor. Kata Kunci : prinsip keterbukaan, saham dagang, pasar moda
    corecore