1,721,149 research outputs found
VISUALISASI MOTIF ITIAK PULANG PATANG PADA KRIYA KAYU
Bentuk motif Minangkabau yang beragam jenis, dan memiliki makna menjadikan pengkarya tertarik untuk mengangkat salah satu dari motif Minangkabau yaitu motif Itiak Pulang Patang sebagai ide penggarapan karya seni. Ketertarikan pengkarya mengangkat motif itiak pulang patang karena motif tersebut terlihat seperti susunan bentuk yang harmonis dan selaras. Diambil dari gerak irama itiak ketika berbaris pulang dari tempat mencari makannya, kemudian motif itiak pulang patang bermakna santai dan kekompakkan. Bentuk motif itiak pulang patang ini akan pengkarya visualisasikan kedalam bentuk karya seni berupa lampu hias duduk</jats:p
Tradisi Patang Puloan pada Masyarakat di Desa Pekalobean Kecamatan Anggeraja
Hasil penelitian ini menunjukkan kepada masyarakat bahwa proses pelaksanaan
Tradisi Patang Puloan di mulai dari malam pertama, malam ketiga, malam ketujuh dan
puncak acara empat puluh hari. Dalam proses pelaksanaan Tradisi Patang Puloan ini
terbentuk nilai sosial dalam masyarakat yaitu nilai kebersamaan, nilai solidaritas, nilai kerja
sama dan nilai kepercayaan. Adanya berbagai pendapat masyarakat Desa Pekalobean
terhadap Tradisi Patang Puloan bahwa tradisi ini dilaksanakan secara turun-temurun dari
generasi nenek moyang terdahulu dan sampai sekarang masih dipertahankan, dan
merupakan bentuk do‟a kepada Allah swt agar arwah orang meninggal diterima disisinya,
penghormatan masyarakat kepada leluhurnya dan Tradisi Patang Puloan ini dianggap
bertolak belakang dari ajaran Islam dikarenakan tradisi ini merupakan perbuatan Bid’ah
yang membuat perkara baru yang tidak ada asalnya
Potret Kehidupan Sosial Masyarakat Minangkabau dalam Teks Syair Bada Mudiak dan Itiak Pulang Patang
This study aimed to describe the following two points. (1) The meaning of poetry Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang on carving patterns Rumah Gadang Minangkabau. (2) A description of social life in the text of the poem Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang. Ian Watt sociological theory is the approach used in this study. Object of study that is used is the text of the poem Bada Mudiak, poem Itiak Pulang Patang, and Natural Tambo Minangkabau. The method used in the achievement of these objectives is content analysis with an interdisciplinary approach to comparative literature. The study concluded that the meaning of the poem is the image of Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang order Minangkabau harmonious community life, promoting mutual interests, and put the word consensus. Comparison of the meaning of Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang with Tambo Minangkabau Society shows that Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang is a portrait of social life Minangkabau
Makna dari Ukiran Bermotif ’Itiak Pulang Patang’ dalam Budaya Minangkabau
Ukiran bermotif ‘Itiak Pulang Patang’ merupakah salah satu motif yang mengandung unsur kearifan lokal dan mengandung sebuah makna yang kuat dan berhubungan dengan Tuhan, manusia, dan alam. Hanya saja, masih banyak orang yang belum paham tentang makna motif ini. Motif ini salah satu motif yang banyak digunakan tidak hanya di ukiran rumah gadang, songket dan sebagainya, tetapi juga pada ukiran lainnya. Tujuan dari artikel ini adalah ingin memperkenalkan lebih dalam tentang makna pada sebuah motif ‘Itiak Pulang Patang’. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data menggunakan studi literatur. Dari penelitian berdasarkan studi literature ini ditemukan hasil bahwa makna dari ukiran bermotif ’Itiak Pulang Patang,’ di antaranya keselarasan dan keharmonisan, kehidupan bersama, ketekunan dan kerja keras, dan filosfi alam. Dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, motif Itiak Pulang Patang digunakan untuk menggambarkan hubungan sinergis, harmoni, dan nilai-nilai masyarakat yang memiliki agama Islam. Motif ini dapat ditemukan pada berbagai aspek, seperti rumah gadang, songket, museum, dan tangga
The Taxonomy of Traditional Surface Design Patterns in Patang
The Patang is considered the most advanced kind of kites when it comes to expert opinion. The professional kite players consider the Patang as a hallmark of expertise in kite flying. Given this importance, the Patang is prepared with exquisite surface design patterns and color schemes that refer to a thriving tradition of the Subcontinent. The design patterns range from basic to complex combinations with use of symbols and motifs and the reflect in the titles of Patangs. Moreover, the surface design patterns and their taxonomy are expressive of the Muslim and Hindu culture and show strong culturalinfluences. This study describes various surface design patterns used in the Patangs in terms of their intricacies and calculations
Potret Kehidupan Sosial Masyarakat Minangkabau dalam Teks Syair Bada Mudiak dan Itiak Pulang Patang
This study aimed to describe the following two points. (1) The meaning of poetry Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang on carving patterns Rumah Gadang Minangkabau. (2) A description of social life in the text of the poem Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang. Ian Watt sociological theory is the approach used in this study. Object of study that is used is the text of the poem Bada Mudiak, poem Itiak Pulang Patang, and Natural Tambo Minangkabau. The method used in the achievement of these objectives is content analysis with an interdisciplinary approach to comparative literature. The study concluded that the meaning of the poem is the image of Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang order Minangkabau harmonious community life, promoting mutual interests, and put the word consensus. Comparison of the meaning of Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang with Tambo Minangkabau Society shows that Bada Mudiak and Itiak Pulang Patang is a portrait of social life Minangkabau
The Taxonomy of Traditional Surface Design Patterns in Patang
The Patang is considered the most advanced kind of kites when it comes to expert opinion. The professional kite players consider the Patang as a hallmark of expertise in kite flying. Given this importance, the Patang is prepared with exquisite surface design patterns and color schemes that refer to a thriving tradition of the Subcontinent. The design patterns range from basic to complex combinations with use of symbols and motifs and the reflect in the titles of Patangs. Moreover, the surface design patterns and their taxonomy are expressive of the Muslim and Hindu culture and show strong culturalinfluences. This study describes various surface design patterns used in the Patangs in terms of their intricacies and calculations
The Taxonomy of Traditional Surface Design Patterns in Patang
The Patang is considered the most advanced kind of kites when it comes to expert opinion. The professional kite players consider the Patang as a hallmark of expertise in kite flying. Given this importance, the Patang is prepared with exquisite surface design patterns and color schemes that refer to a thriving tradition of the Subcontinent. The design patterns range from basic to complex combinations with use of symbols and motifs and the reflect in the titles of Patangs. Moreover, the surface design patterns and their taxonomy are expressive of the Muslim and Hindu culture and show strong culturalinfluences. This study describes various surface design patterns used in the Patangs in terms of their intricacies and calculations
Rekonkretisasi Pendekatan Komunikatif Via Model “Patang Go, Unine” Pembelajaran Paramasastra di SD Masa Pandemi Covid-19: Reconcretization of Communicative Approach Via Model “Patang Go, Unine” Paramasastra Learning in Elementary School During the Covid-19 Pandemic
Abstrak: Covid-19 menurunkan semangat belajar siswa pada pembelajaran online. Guru harus mempunyai model pembelajaran yang menyenangkan. Penelitian ini memberikan sebuah nama model pembelajaran yang baru yang dikemas secara menyenangkan yang disebut dengan istilah model “patang go, unine”. Model ini terdiri dari go-wa (golek swara), go-bung (golek tembung), go-kar (golek ukara), go-bar (golek gambar), dan unine (bunyinya). Model “patang go, unine” disajikan dalam tataran linguistik dan keterampilan berbahasa, yaitu golek swara fonologi dan membaca, golek tembung pada morfologi dan mendengarkan-menulis, golek ukara pada sintaksis dan membaca-menulis, golek gambar pada aspek melihat, unine berada pada tataran morfologi dan sintaksis, serta berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi konkretisasi pendekatan komunikatif pada pembelajaran bahasa Jawa melalui model “patang go, unine”. Penelitian ini berfokus pada paramasastra ‘tata bahasa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini ialah siswa merasa tertarik dan antusias. Itu karena model “patang go, unine” dikemas dalam suatu permainan mencari bentuk satuan lingual dan dikombinasikan dengan e-modul dan video conference. Selain itu, siswa dapat meningkatkan penguasaan kosakata sehingga lebih memahami bacaan; meningkatkan keterampilan berbahasa dan analisis fungsi sintaksis; membentuk pola pikir tentang pengetahuan paramasastra; membantu dalam penilaian satuan lingual; dan memperkenalkan budaya Jawa.
Abstract: Covid-19 reduces students' enthusiasm for learning in online learning. Teachers must have a fun learning model. This research gives a name for a new learning model that is packaged in a fun way called the "patang go, unine" model. This model consists of go-wa (golek swara), go-bung (golek tembung), go-kar (golek ukara), go-bar (golek picture), and unine (golek). The “patang go, unine” model is presented at the level of linguistics and language skills, namely phonology and reading swara golek, tembung golek on morphology and listening-writing, ukara golek on syntax and reading-writing, picture show on seeing aspect, unine on the level of morphology and syntax, and speech. This study aims to describe the concretization innovation of a communicative approach to Javanese language learning through the "patang go, unine" model. This study focuses on paramasastra 'grammar'. This research uses classroom action research method. The results of this study are students feel interested and enthusiastic. That's because the “patang go, unine” model is packaged in a game to find the form of a lingual unit and is combined with e-modules and video conferencing. In addition, students can improve vocabulary mastery so that they better understand the reading; improve language skills and analysis of syntactic functions; form a mindset about paramasastra knowledge; assist in the assessment of lingual units; and introduce Javanese culture.Abstrak: Covid-19 menurunkan semangat belajar siswa pada pembelajaran online. Guru harus mempunyai model pembelajaran yang menyenangkan. Penelitian ini memberikan sebuah nama model pembelajaran yang baru yang dikemas secara menyenangkan yang disebut dengan istilah model “patang go, unine”. Model ini terdiri dari go-wa (golek swara), go-bung (golek tembung), go-kar (golek ukara), go-bar (golek gambar), dan unine (bunyinya). Model “patang go, unine” disajikan dalam tataran linguistik dan keterampilan berbahasa, yaitu golek swara fonologi dan membaca, golek tembung pada morfologi dan mendengarkan-menulis, golek ukara pada sintaksis dan membaca-menulis, golek gambar pada aspek melihat, unine berada pada tataran morfologi dan sintaksis, serta berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi konkretisasi pendekatan komunikatif pada pembelajaran bahasa Jawa melalui model “patang go, unine”. Penelitian ini berfokus pada paramasastra ‘tata bahasa’. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini ialah siswa merasa tertarik dan antusias. Itu karena model “patang go, unine” dikemas dalam suatu permainan mencari bentuk satuan lingual dan dikombinasikan dengan e-modul dan video conference. Selain itu, siswa dapat meningkatkan penguasaan kosakata sehingga lebih memahami bacaan; meningkatkan keterampilan berbahasa dan analisis fungsi sintaksis; membentuk pola pikir tentang pengetahuan paramasastra; membantu dalam penilaian satuan lingual; dan memperkenalkan budaya Jawa
PENGARUH ISLAM PADA BENTUK ORNAMEN UKIRAN ‘ITIK PULANG PATANG’ SUMATERA BARAT
ABSTRACTCarving is decorative ornament on a side. For the ancestors of Minangkabau people, every side that carved is artwork that hass special meaning. That meaning can not be separated from indigenous and natural philosophy were embraced by the Minangkabau people. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah is a reflection that Islam is a falsifies religion for the Minangkabau people. Nowadays more and more people who think carvings solely displayed as decoration complements. This research took one type of engraving the most typical of West Sumatra, namely Itik Pulang Patang. This research uses qualitative to analyze whether there is influence of Islam on the carving. The research results is not a number.The research results showed that Itik Pulang Patang has meaning where it is based on tradition and the prevailing philosophy in Minangkabau. There is an Islamic education in Minangkabau so that it also affects the shape of carved ornaments Itik Pulang Patang.AbstrakUkiran merupakan ornamen ragam hiasan pada suatu bidang. Bagi nenek moyang masyarakat Minangkabau, setiap bidang yang diukir merupakan karya seni yang bermakna khusus. Makna tersebut tidak lepas dari adat dan falsafah alam yang dianut oleh masyarakat Minangkabau. Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah merupakan cerminan bahwa Islam adalah agama penyempurna bagi masyarakat Sumatera Barat. Dewasa ini semakin banyak masyarakat yang menganggap ukiran semata hanya ditampilkan sebagai hiasan pelengkap. Penelitian ini mengambil salah satu jenis ukiran Sumatera Barat yang paling khas, yakni ukiran Itik Pulang Patang. Penelitian ini menggunakan kualitatif untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh Islam terhadap ukiran tersebut. Data hasil penelitian tidak berupa angka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukiran Itik Pulang Patang memiliki makna di mana hal tersebut berdasarkan pada adat dan falsafah yang berlaku di Minangkabau. Terdapat pendidikan agama Islam dalam adat Minangkabau sehingga hal ini turut mempengaruhi bentuk dari ornamen ukiran Itik Pulang Patan
- …
