1,720,991 research outputs found

    KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KOTEKSTUAL TIPE INKUIRI TERHADAP MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 MAKASSAR

    Get PDF
    This study aims to examined the learning of writing descriptions text by using the model of learning pictures and pictures of students’ class X in SMA Negeri 3 Makassar and proved the effectiveness of contextual learning model type inquiry in writing description text of students’ class X in SMA Negeri 3 Makassar. The type of this research was a quasi-experimental design. This research used Pretest-Posttest Control Group design, using experimental group and control group. This research was conducted in SMA Negeri 3 Makassar. The population in this study were all students of Class X which were 246 students. Sampling was done by Random Sampling or random grouping. The selected sample was Class X1 as the experiment class that matches 29 students and class X2 as the control class. The collected data was analyzed by using descriptive statistics and inferential statistics. Statistical analysis techniques used are descriptive statistical techniques and inferential analysis (parametric). The results showed that students' ability in experimental class in applying contextual learning model of inquiry type showed very good result. Students able to obtain interval value of 90-100 that is equal to 10,3% or as many as 3 students, interval value of 80-89 that is equal to 69% or as many as 20 students and that there is interval value of 65-79 that is equal to 20,7% or as many as 6 students. Students' ability in control class in writing description text by applying picture and picture model shows inadequate result. Students who achieve and are in the interval value of 80-89 of 10.3% or as many as 3 students and who are at the interval value of 65-79 that is 89.7% or as many as 26 students. Thus, based on the results of these studies, it shows that the use of inquiry-type contextual models is effectively applied in the learning of writing descriptive text. This is shown in the result of hypothesis test using inferential statistics analysis of test type tt independent samples test obtained t-count equal to -6,954 and t-table equal to 2,003 because t-count value> t-table, then null hypothesis (H0) rejected and alternative hypothesis (H1) accepted. This shows that the inquiry model of inquiry type is effectively applied in learning text writing description of students’ class X in SMA Negeri 3 MakassarPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture siswa kelas X SMA Negeri 3 Makassar dan membuktikan keefektifan model pembelajaran kontekstual tipe inkuiri dalam pembejaran menulis karangan deskripsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Makassar. Jenis Penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian ini menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group Design, dengan menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Makassar. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa Kelas X yang berjumlah 246 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Random Sampling atau acak berkelompok. Sampel yang terpilih yaitu Kelas X1 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 29 siswa dan Kelas X2 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 29 siswa. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Teknik analisis statistik yang digunakan yaitu teknik statistik deskriptif dan analisis inferensial (parametrik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kemampuan siswa pada kelas eksperimen dalam menulis teks deskripsi dengan menerapkan model kontekstual tipe inkuiri menunjukkan hasil yang sangat mampu. Siswa yang mampu memperoleh interval nilai 90-100 yaitu sebesar 10,3 % atau sebanyak 3 siswa, interval nilai 80-89 yaitu sebesar 69% atau sebanyak 20 siswa dan yang berada interval nilai 65-79 yaitu sebesar 20,7% atau sebanyak 6 siswa. Kemampuan siswa pada kelas kontrol dalam menulis teks deskripsi dengan menerapkan model picture and picture menunjukkan hasil yang kurang memadai. Siswa yang berhasil mencapai dan berada pada interval nilai 80-89 sebesar 10,3% atau sebanyak 3 siswa dan yang berada pada interval nilai 65-79 yaitu sebesar 89,7% atau sebanyak 26 siswa. Jadi, berdasarkan hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa penggunaan model kontekstual tipe inkuiri efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi. Hal ini ditunjukkan pada hasil uji hipotesis menggunakan analisis statistik inferensial jenis uji –t independent samples test diperoleh nilai thitung sebesar -6,954 dan ttabel sebesar 2,003 karena nilai thitung> ttabel, maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (H1) diterima. Hal ini menunjukkan bahwa model kontekstual tipe inkuiri efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis teks deskripsi siswa kelas X SMA Negeri 3 Makassa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PEMBANGUNAN PERTANIAN PADA ERA BOOM MINYAK : KAJIAN SEJARAH PERTANIAN PADI DI DESA URASO (1974-1982)

    Get PDF
    Hadirnya program intensifikasi Padi di Desa Uraso tidak terlepas dari peristiwa Boom Minyak. Melonjaknya harga Minya dunia menyebabkan Indonesia menjadi negara yang kaya secara mendadak saat itu karena pendapatan ekspor migas. Pendapatan negara yang besar ini kemudian dimanfaatkan Pemerintah untuk membangun di bidan Pertanian, kesehatan, dan pendidikan. Untuk bidang pertanian. pemerintah melaksanakan program Intensifikasi pertanian, demi tercapainya kenaikan produksi pangan hingga menuju swasembada beras. Program intensifikasi yang awalnya hanya di Pulau Jawa dan Bali, diperluas keseluruh Indonesia, hingga kepelosok termasuk di Desa Uraso. program Intensifikasi pertanian yang dilaksanakan di Desa Uraso mengikuti program Nasioanal yang telah ditetapkan. Mengintensifkan pertanian padi dengan menerapkan panca usaha tani, bertujuan agar petani yang masih menggunakan cara tradisional bisa beralih pada cara dan peralatan yang lebih modern. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produksi padi secara Nasional dan mencapai target swasembada beras. Juga tentunya bisa meningkatkan perekonomian dan kesejatraan keluarga petani. Langkah-langkah strategi yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyukseskan program intensifikasi padi di Desa Uraso, yakni dengan membangun sistem irigasi yang lebih baik,menghadirkan petugas pentuluh lapangan (PPL), mendirikan Koperasi Unit Desa (KUD), dan menjadi Uraso sebagai salah satu lokasi penerimaan transmigrasi dari Pulau Bali. Kata Kunci: Pembangunan pertanian, era boom minyak,pertanian padi di desa uras

    Evaluasi Pelaksanaan Program Training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) pada Peserta Didik di Pondok Pesantren

    No full text
    Persoalan karakter budaya bangsa menjadi isu strategis dalam dunia pendidikan, sehingga sudah saatnya pendidikan karakter dilaksanakan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Training ESQ (Emotional Spiritual Quotient) pada peserta didik di Pondok Pesantren Nurul Jadid Bua berdasarkan evaluasi model Kirck Patrick. Penelitian  merupakan model penelitian evaluasi dengan subjek penelitian yang digunakan yaitu 74 orang Peserta Didik, 1 orang Kepala Sekolah dan 12 orang Guru yang ada di Pondok Pesantren Nurul Jadid Bua Kabupaten Luwu. Instrumen pengumuplan data dengan angket dan wawancara sebagai data pendukung. Analisis data pada penelitian ini ada dua yaitu untuk data kuantitatif menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) dan untuk data kualitatif menggunakan analisis Model Miles dan Humberman. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa pelaksanaan program trainin ESQ (Emotional Spiritual Quotient) pada peserta didik di Pondok Pesantren Nurul Jadid Bua, berdasarkan analisis tingkat kesesuaian diperoleh: level reaksi (reaction) 93% “sesuai”, level pembelajaran (learning) 91% “sesuai”, level perilaku (behaviour) 82% “cukup sesuai”, dan level hasil (result) 87% “sesuai”. Secara keseluruhan evaluasi kualitas pelaksanaan Program Training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) pada Peserta didik di Pondok Pesantren Nurul Jadid Bua Kabupaten Luwu diperoleh tingkat kesesuaian 88% masuk dalam kategori “sesuai”

    Revitalization of South Sulawesi socio-cultural values relating to democracy in the era of regional autonomy

    Get PDF
    This research aims to understand the principles of democracy enforcement in the implementation of regional autonomy, to promote and to revitalize the South Sulawesi socio-cultural values relating to the issue of democracy in the era of regional autonomy, the development of the region potency and the diversity of community to achieve regional and national progress. South Sulawesi since the empire era has posessed socio-cultural values that are closely related to the principles of democracy enforcement. The Socio-cultural values are potential for the regional development, especially in the era of regional autonomy. Social values, one of them are embedded in the democracy principles and foundations in South Sulawesi as the legal basis for organizing the kingdom in South Sulawesi: "rusa' taro datu, ten rusa' taro ade', rusa' taro ade' ten rusa' taro anang, rusa' anang  ten rusa' taro tomaegae".means that the decision of datu / king can be canceled by ade ' (council) but the decision of  ade' can not be canceled by the king / datu, the decision of ade' can be canceled by public figures, but the willingness of public figures can not be canceled by public figures, the willingness of public figures can be canceled by the society, but the willingness of the society can not be canceled by public figures. This means the highest decision belongs to the society. Keywords: Socio-Cultural Values and Democracy in the era of regional Autonomy

    Orang Duri Di Laikang Biringkanaya Kota Makassar (1983-2017)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang latar belakang kedatangan, kehidupan ekonomi, sosial-budaya, politik, dan dampak keberadaan orang Duri di Laikang Biringkanaya Kota Makassar.Penelitian ini adalah penelitian sejarah, yaitu Sejarah Sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah dengan tahapan yaitu: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang kedatangan orang Duri di Laikang Biringkanaya Kota Makassar didasarkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong daerah asal yang meliputi alasan ekonomi, keamanan dan pendidikan dan faktor penarik meliputi tingginya pendapatan, ketersediaan lapangan pekerjaan dan alasan keluarga. Orang Duri dalam menjalani kehidupan ekonominya berprofesi sebagai pedagang, pegawai negeri sipil, wirausaha dan pegawai swasta. Kehidupan sosial-budaya orang Duri terjalin dengan baik antara sesama orang Massenrempulu, pendatang dari kabupaten lain maupun masyarakat lokal di wilayah Laikang, sedangkan orang Duri masih menggunakan kebudayaan daerah asalnya. Kehidupan Politik orang Duri terlibat aktif baik sebagai pemilih maupun calon terpilih.Hubungan interaksi orang Duri dengan masyarakat lokal maupun pendatang terjalin dengan harmonis.Hal ini terlihat ketika orang Duri membangun rumah masyarakat lokal dan pendatang ikut serta membantu. Kata Kunci : Orang Duri, Migrasi, LaikangBiringkanay

    Modernisasi Masyarakat Nelayan Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai, 1960 – 2018

    Get PDF
    Penelitian dan penulisan skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan, menguraikan kondisi kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Kecamatan Pulau Sembilan sebelum dan sesudah modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan ilmu sejarah, sehingga tahap penelitian yang dilakukan adalah (1) Heuristik atau pengumpulan data, (2) Kritik (3) Interprtasi dan (4) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik, pola hubungan kerja dan interaksi masyarakat antar pulau adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat nelayan di kecamatan pulau sembilan. Sebelum masuknya pengaruh modernisasi, kehidupan nelayan tradisional di Kecamatan Pulau Sembilan memiliki banyak keterbatasan baik dari segi alat tangkap yang masih sangat sederhana begitupun dengan daerah jangkauan penangkapan yang masih terbatas. Alat tangkap yang digunakan berupa pancing, panah, bubuh,bagang tancap dan bagang rakit dengan orientasi penangkapan yang masih bersifat subsisten. Kondisi seperti ini mulai berubah ketika nelayan mulai mengenal modernisasi pada tahun 1970 yang di tandai dengan pengunaan mesin sebagai alat penggerak perahu yang pada akhirnya menyebabkan daerah jangkauan penangkapan menjadi lebih luas. Pengaruh modernisasi telah mengubah pola pikir masyarakat nelayan di Kecamatan Pulau Sembilan untuk beralih mejadi nelayan pembudidaya rumput laut. Peralihan ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan sosial ekonomi nelayan, yang ditandai dengan perubahan orientasi ekonomi dari subsiten menjadi komersil

    Pasar Tradisional Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu (2002-2017)

    Get PDF
    Penelitian dan penulisan ini bertujuan utuk mengetahui latar belakang berdirinya Pasar Padang Sappa, mengetahui perkembangan Pasar Padang Sappa serta dampak keberadaan Pasar Padang Sappa bagi masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengkaji permasalahan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang meliputi beberapa tahapan yaitu, heuristik (mencari dan engumpulkan sumber), kritik sumber (kritik ekstern dan intern, interpretasi atau penafsiran sumber, dan isoriografi (penulisan sejarah). Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan penelitian lapangan (wawancara) dan mengumpulkan sumber arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang berdirinya Pasar Padang Sappa karena adanya konflik sosial yang terjadi tahun 2000, sehingga pasar tersebut dipindahkan sementara di Lapangan Sepak Bola Padang Sappa. Karena lokasi lapangan yang memang tidak memadai untuk berjualan, pemerintah akhirnya menemukan lokasi pasar baru di Padang Sappa samping Kantor Polres Ponrang dan memindahkan pasar tersebut pada tahun 2002. Dalam perkembangan Pasar Padang Sappa kondisi fisik pasar yang awalnya menggunakan tenda-tenda darurat, saat ini telah menggunakan tempat yang layak untuk melakukan transaksi jual-beli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Keberadaan Pasar Padang Sappa ini dapat memberikan dampak ekonomi, sosial dan budaya yaitu sebagai sumber pendapatan daerah, sebagai penyedia lapangan pekerjaan dan sumber penghasilan bagi masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa Pasar Tradisional Padang Sappa resmi dipindahkan pada tahun 2002 dan mulai dijadikan tempat jual-beli. Pasar Tradisional Padang Sappa muncul sebagai pasar kecamatan yang menyediakan berbagai kebutuhan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya.. Kata Kunci : Pasar, Padang Sappa, Ponran

    Pengaruh Lingkungan Keluarga dan Lingkungan Sekolah Terhadap Minat Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Siswa

    Get PDF
    This study aims to discover: (1) the influence of the family environment on students’ learning interest in IPS in SD Murhum subdistrict in Baubau City, (2) the Influence of schoolenvironment on students' learning interest in IPS in SD Murhum subdistrict in Baubau City, and (3) the Influence of family environment and school environment on students' learning interest in IPS at SD Murhum subdistrict in Baubau City. This type of research is a quantitative study with a sampleof 186 students consisted of grades IV and V in all SD in Murhum subdistrict in Baubau City. Data collection techniques employed questionnaire and documentation. Data analysis technique employed descriptive analysis which included the mean, mode, median, mean, and standard deviation. As well as inferential statistical analysis, which included classical assumption test and hypothesis testing in the form of regression analysis, t test, and F test. The results of the study show that: (1) there is an influence of family environment on students' learning interest in IPS in SD Murhum subdistrict in Baubau City with a probability value (Sig.) of 0.004 less than 0.05,(2) there is an influence of school environment on students’ learning interest in IPS in SD Murhum subdistrict in Baubau City with a probability value (Sig.) 0.000 less than 0.05, (3)there is an influence of family environment and school environment on students’ learning interest in IPS in SD Murhum subdistrict in Baubau City. The contribution of the influence is shown by the value of R Square or R2 of 23.1% and the rest is 76.9%. Therefore, it can be concluded that there is anInfluence of family environment and school environment on students' learning interest in IPS in SDin Murhum subdistrict in Baubau City
    corecore