9 research outputs found
Is Tax the Same as Zakat? A Netnographic Study of Public Perceptions on TikTok
Social media platforms in Indonesia, a country with a large Muslim population, have become important spaces for public debate on the relationship between religion and government policy. This study examines public reactions to a statement by the Minister of Finance that framed tax payments as comparable to Islamic zakat obligations, using a qualitative netnographic approach to analyze 29,014 comments from viral TikTok post by a news outlet. The analysis explores how digital publics interpret fiscal claims through moral and religious reasoning, express dissent, and assess governmental legitimacy. Grounded theory inspired coding identifies three dominant patterns: emotional resistance expressed through humor and outrage; moral and religious contestation emphasizing the distinction between sacred obligations and civic duties; and socioeconomic distrust linked to perceptions of inequality and corruption. These reactions indicate a crisis of fiscal legitimacy in the digital sphere, driven by a mismatch between state communication and deeply held public values. The findings suggest that effective fiscal governance requires transparent and value sensitive communication that respects religious boundaries rather than asserting equivalence. This study contributes to debates on legitimacy and moral economy in digital contexts and offers practical insights for improving public finance communication in religiously diverse societies
Penguatan Kompetensi Wasit Juri Pencak Silat Melalui Pelatihan Partisipatif Berbasis Praktik Kontekstual Di IPSI Kota Jayapura
Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas wasit juri pencak silat di bawah naungan IPSI Kota Jayapura, seiring dengan meningkatnya kembali penyelenggaraan pertandingan setelah vakum akibat pandemi. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah keterbatasan jumlah wasit juri aktif serta belum meratanya pemahaman terhadap regulasi terbaru pencak silat. Kegiatan ini menggunakan metode pelatihan partisipatif melalui pendekatan experiential learning berbasis lokal yang menggabungkan ceramah interaktif, simulasi pertandingan, studi kasus, dan diskusi kelompok. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dan diikuti oleh 25 peserta dari berbagai perguruan di Jayapura. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai peserta dari 81,12 (pre-test) menjadi 88,44 (post-test). Selain peningkatan kognitif, peserta juga menunjukkan kemampuan teknis dan etika yang baik selama simulasi pertandingan. Dampak langsung dari kegiatan ini adalah bertambahnya jumlah wasit juri aktif dari 15 menjadi 40 orang. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik kontekstual efektif untuk peningkatan kapasitas perwasitan di daerah. Kegiatan ini juga memperkuat jejaring antarlembaga pencak silat dan mendorong kolaborasi dalam pembinaan sumber daya manusia olahraga. Oleh karena itu, model pelatihan ini dapat direkomendasikan sebagai solusi penguatan kelembagaan olahraga daerah yang mendukung pencapaian SDGs poin 4 dan 16.
Strengthening the Competence of Pencak Silat Referees Through a Contextual Practice-Based Participatory Training in IPSI Jayapura
Abstract
This community service program aims to improve the quality and quantity of pencak silat referees and judges under the auspices of the Indonesian Pencak Silat Association (IPSI) of Jayapura City, in line with the resurgence of competitions after a hiatus due to the pandemic. The main issues faced by the partner include the limited number of active referees and judges, as well as uneven understanding of the latest pencak silat regulations. The program employed a participatory training method through a locally based experiential learning approach, combining interactive lectures, match simulations, case studies, and group discussions. The training was conducted over three days and attended by 25 participants from various pencak silat schools in Jayapura. Evaluation results showed an increase in the participants’ average score from 81.12 (pre-test) to 88.44 (post-test). In addition to cognitive improvement, participants demonstrated good technical skills and ethics during match simulations. A direct impact of this program was the increase in the number of active referees and judges from 15 to 40. These findings indicate that a context-based practical training approach is effective for enhancing refereeing capacity at the regional level. Furthermore, the program strengthened networking among pencak silat institutions and fostered collaboration in sports human resource development. Therefore, this training model can be recommended as a solution for strengthening regional sports institutions, contributing to the achievement of SDG Goals 4 and 16
MANIFESTASI HEN TECAHI YO ONOMI T’MAR NI HANASED DALAM PENCEGAHAN KORUPSI
Abstrak - Manifestasi Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased dalam Pencegahan Korupsi
Tujuan Utama - Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana manifestasi nilai Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased untuk meningkatkan kualitas praktik akuntansi dalam pencegahan korupsi.
Metode – Penelitian ini menggunakan metode biografi. Beberapa pejabat pemerintahan daerah menjadi informan dalam penelitian ini.
Temuan Utama – Penerapan nilai Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased dapat meningkatkan kualitas praktik akuntansi dalam pencegahan korupsi. Penerapan nilai-nilai ini, memberikan transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik. Nilai ini juga berperan dalam memperkuat integritas aparatur negara.
Implikasi Teori dan Kebijakan – Nilai Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased menjadi pilar kebijakan penyelenggaraan pemerintahan. Nilai ini menguatkan pentingnya religiusitas serta komitmen pemimpin dalam pencegahan korupsi.
Kebaruan Penelitian – Penelitian ini memaknai sebuah nilai moral lokal yang diciptakan oleh seorang pemimpin daerah dalam mencegah korupsi.
Abstract - Manifestation “Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased” in Corruption Prevention
Main Purpose - This research aims to understand how the manifestation of “Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased” value improves the quality of accounting practices in corruption prevention.
Method - This research used biography method as a tool analysis. Several regional officials became informants in this study.
Main Findings - Implementing “Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased” values can improve the quality of accounting practices in corruption prevention. The application of these values provides better transparency and accountability. This value also plays a role in strengthening the integrity of the state apparatus.
Theory and Practical Implications - The value of “Hen Tecahi Yo Onomi T’mar Ni Hanased” is a pillar of governance policy. This value reinforces the importance of religiosity and leader commitment in preventing corruption.
Novelty - This research interprets a local moral value created by a regional leader in preventing corruption
Strategi Peningkatan Kualitas Tilawah dan Hifzhil Qur’an Qari-Qariah melalui Seleksi Tilawatil Qur’an XXVIII Kota Jayapura
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas tilawah dan hafalan Al-Qur’an para qari/qariah serta hafizh/hafizhah Kota Jayapura yang akan mewakili pada STQ XXVIII tingkat Provinsi Papua. Masalah utama mitra adalah rendahnya prestasi peserta STQ Kota Jayapura di tingkat provinsi dan nasional, akibat keterbatasan waktu pembinaan dan tidak adanya sistem pelatihan terpusat. Program dilaksanakan dalam tiga tahapan: (1) koordinasi dan perencanaan dengan lima mitra, yaitu LPTQ Kota Jayapura, pemerintah kota, Kementerian Agama, lima LPTQ distrik, dan universitas mitra; (2) seleksi peserta STQ tingkat kota sebanyak 48 peserta dari lima distrik; (3) pelatihan terpusat berbasis metode talaqqi dan murajaah dengan evaluasi terstruktur menggunakan rubrik standar nasional. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tajwid, fashahah, hafalan, serta kepercayaan diri peserta sebesar 35%. Dukungan terpadu mitra menjadi kunci keberhasilan, menjadikan program ini model pembinaan Qur’ani berkelanjutan yang dapat direplikasi dan mendorong generasi Qur’ani unggul.
Strategic Efforts to Enhance the Tilawah and Hifzhil Qur’an Competence of Qari-Qariah through the 28th Tilawatil Qur’an Selection at the Jayapura City Level
This community service program aims to improve the quality of Qur’anic recitation and memorization among qari/qariah and hafizh/hafizhah representing Jayapura City at the 28th Provincial STQ (Tilawatil Qur’an Selection) in Papua. The main issue faced by partners is the low achievement of Jayapura participants at provincial and national levels, caused by limited training time and the absence of a centralized coaching system. The program was carried out in three phases: (1) coordination and planning involving five partners — Jayapura City LPTQ, the city government, the Ministry of Religious Affairs, five district LPTQs, and a partner university; (2) city-level participant selection, involving 48 participants from five districts; and (3) centralized training using talaqqi and murajaah methods combined with structured evaluations based on national standard rubrics. Quantitative evaluation showed significant improvements in tajwid, fashahah, memorization, and a 35% boost in participant confidence. The integrated support of partners was key to this program’s success and its potential as a replicable, sustainable Qur’anic coaching mode
The factors of financial report transparency in the regional government
This research is aimed at investigating the empirical factors affecting the financial report transparency in the regional government of Papua province. The quantitative approach was used in this research. 92 comprehensive questionnaires were analyzed quantitatively. The double linear regression analysis shows that the financial report presentation, accessibility, and internal control significantly affect the financial report transparency in the regional government. This research implies important contribution that the empirical findings of the effect of financial report presentation, accessibility, and internal control system on the financial report transparency in the regional government are expected to foster constructive recommendations in the form of policy related to the financial report transparency in the regional government
STUDI EMPIRIS KUALITAS AUDIT INTERNAL PEMERINTAH : MELALUI BATASAN WAKTU AUDIT DAN SKEPTISME PROFESIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bukti empiris berupa variabel batasan waktu audit dan skeptisme profesional pengaruhnya terhadap kualitas audit internal pemerintah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh auditor internal pemerintah yang merupakan ASN dan bekerja pada Kantor Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan kreteria auditor yang telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Auditor (JFA), data penelitian diperoleh menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner yang didistribuskan secara langsung maupun via email kepada responden yang berisi 28 item pertanyaan diukur dengan menggunakan skala likert. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil Penelitian menunjukan bukti empiris bahwa Batasan waktu audit dan Skeptisme profesional secara parsial berpengaruh terhadap Kualitas audit internal pemerintah. Kontribusi dari hasil penelitian ini dapat memperoleh bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hasil audit internal pemerintah, yang dapat memberikan informasi kepada pengambil kebijakan maupun auditor internal pemerintah sehingga dapat menjaga mutu serta meningkatkan kualitas audit internal pemerinta
Analisis Pengaruh Partisipasi Anggaran dan TQM Terhadap Kinerja Manajerial
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji serta mengetahui pengaruh partisipasi anggaran dan total quality management terhadap kinerja manajerial. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Akam yakni sebesar 65 responden. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 65 responden yang ditentukan menggunakan Teknik sampling jenuh. Sumber data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti dari responden dengan menggunakan instrumen kuesioner. Metode analisis data yang akan dilakukan terdiri dari analisis statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, multikolinieritas, autokorelasi, heteroskedastisitas, serta pengujian hipotesis melalui analisis regersi linear berganda, uji parsial, uji simultan dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa partisipasi anggaran dan total quality management mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja manajerial pada PT. Akam Jayapura.
Kata Kunci: partisipasi anggaran; total quality management; kinerja manajerial
Determinan kualitas laporan keuangan pemerintah Kota Jayapura dengan komitmen organisasi sebagai pemoderasi
Kualitas Laporan Keuangan Pemerintah menjadi hal yang penting dalam laporan pertanggungjawaban pemerintah. Terdapat beberapa faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah. Penelitian ini menguji secara empiris determinan kualitas laporan keuangan pemerintah kota Jayapura dengan komitmen organisasi sebagai Pemoderasi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis data dilakukan berdasarkan penyebaran kuisioner kepada 30 Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan pemerintah Kota Jayapura selama Oktober 2021 sampai dengan Juni 2022. Variabel Independen penelitian ini adalah kualitas laporan keuangan. Sedangkan variabel dependennya adalah penerapan standar akuntansi pemerintah, sistem pengendalian internal, pemanfaatan tekhnologi informasi serta komitmen organisasi sebagai variabel moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komitmen organisasi mampu memoderasi pengaruh penerapan standar akuntansi, sistem pengendalian internal atas kualitas laporan keuangan. Namun, tidak mampu memoderasi pemanfaatan tekhnologi. Penelitian ini memiliki kontribusi penting dalam menemukan determinan kualitas laporan keuangan pada pemerintah kota Jayapura, dan menjadi evaluasi perbaikan pada masa depan
Sistem Pengukuran Kinerja Karyawan (Studi Pada PT Bank Papua)
Studi ini meneliti bagaimana pengukuran kinerja dan organisasi sektor publik untuk menguji keberadaan teori institusional isomorphisme pada pengukuran kinerja organisasi di Bank Pemerintah Daerah, khususnya PT Bank Papua. Penelitian ini menggunakan metode campuran yang menggabungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif. Alat analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square dan dikombinasikan dengan hasil wawancara. Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Papua pusat dan responden manajer baik dari tingkat strategis dan manajerial. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pelaksanaan pengukuran kinerja di PT Bank Papua mengadopsi pengukuran kinerja Balanced Scorecard untuk mendapatkan akurasi pengukuran. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada institusional isomorfisma pada pelaksanaan pengukuran kinerja di PT. Bank Papua, terutama mimetic isomorfisma. Kata kunci: Pengukuran Kinerja, Teori Institusional, Pengukuran Kinerja Sektor Publik, Mimetic Isomorfism
