Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
434 research outputs found
Sort by
Pendampingan Kurasi Mandiri Bacaan Sastra Siswa bagi Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Wachid Hasyim Kota Malang
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia di SMP Wachid Hasyim Kota Malang dalam melakukan kurasi bacaan sastra siswa. Berdasarkan analisis situasi, sebagian besar guru belum memahami kebijakan sastra dalam kurikulum dan kesulitan memilih bahan bacaan sesuai karakteristik siswa. Kegiatan diikuti oleh empat guru dengan tahapan pre-test, pendampingan, dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman dari 68 menjadi 86. Guru menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memilih bacaan yang relevan dan menyusun RPP yang lebih kreatif dan kontekstual. Kegiatan ini membuktikan efektivitas pendampingan kurasi bacaan dalam memperkuat literasi sastra dan mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Literary Reading Curation Assistance for Indonesian Language Teachers at Wachid Hasyim Junior High School, Malang City
This community service activity aims to improve the competence of Indonesian language teachers at Wachid Hasyim Junior High School, Malang City in curating students' literary readings. Based on the analysis of the situation, most teachers do not understand the literary policy in the curriculum and have difficulty choosing reading materials according to the characteristics of students. The activity was attended by four teachers with pre-test, mentoring, and post-test stages. The results showed an increase in the average comprehension score from 68 to 86. Teachers show improved ability to choose relevant readings and prepare more creative and contextual lesson plans. This activity proves the effectiveness of reading curation assistance in strengthening literary literacy and supporting SDG 4 (Quality Education).
Literary Reading Curation Assistance for Indonesian Language Teachers at Wachid Hasyim Junior High School, Malang City
This community service activity aims to improve the competence of Indonesian language teachers at Wachid Hasyim Junior High School, Malang City in curating students' literary readings. Based on the analysis of the situation, most teachers do not understand the literary policy in the curriculum and have difficulty choosing reading materials according to the characteristics of students. The activity was attended by four teachers with pre-test, mentoring, and post-test stages. The results showed an increase in the average comprehension score from 68 to 86. Teachers show improved ability to choose relevant readings and prepare more creative and contextual lesson plans. This activity proves the effectiveness of reading curation assistance in strengthening literary literacy and supporting SDG 4 (Quality Education).Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia di SMP Wachid Hasyim Kota Malang dalam melakukan kurasi mandiri bacaan sastra siswa. Berdasarkan hasil analisis situasi, ditemukan bahwa sebagian besar guru belum memahami kebijakan sastra dalam kurikulum serta masih mengalami kesulitan dalam memilih bahan bacaan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahap, meliputi pemberian kuesioner awal (pre-test), pendampingan kurasi bacaan sastra menggunakan metode ceramah dan diskusi, pendampingan pembelajaran sastra di sekolah, serta evaluasi melalui post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan guru memilih bacaan sastra yang relevan dan menarik, serta peningkatan kualitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun. Selain itu, para guru menunjukkan antusiasme tinggi dan sikap positif terhadap pengembangan metode pembelajaran sastra yang lebih kreatif dan kontekstual. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendampingan kurasi mandiri efektif dalam memperkuat literasi sastra di sekolah dan berkontribusi pada pembentukan karakter serta kemampuan berpikir kritis siswa
Peningkatan Literasi Hukum Melalui Pemanfaatan ChatGPT dan Grammarly dalam Penulisan Esai Hukum pada Siswa SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hukum dan keterampilan menulis esai hukum siswa SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke melalui pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT dan Grammarly. Pelaksanaan berlangsung pada Agustus–September 2025 melalui tahapan sosialisasi, pelatihan menulis, penerapan teknologi, monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan menulis siswa, terutama dalam aspek argumentasi hukum, struktur esai, dan penggunaan bahasa akademik. Dari 30 peserta, 18 siswa (60%) mampu menghasilkan esai dengan struktur sistematis dan argumen hukum relevan. Kendala seperti gangguan jaringan internet diatasi dengan Starlink, sedangkan rendahnya kemampuan awal siswa diatasi melalui peer review. Luaran mencakup peningkatan keterampilan menulis, terbentuknya komunitas literasi hukum, serta publikasi hasil berupa video, poster, dan draft artikel ilmiah. Program ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah lain di Papua Selatan untuk memperluas dampak positif terhadap kesadaran hukum generasi muda.Top of Form
Peningkatan Literasi Hukum Melalui Pemanfaatan ChatGPT dan Grammarly dalam Penulisan Esai Hukum pada Siswa SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke
This community service activity aims to improve law-related literacy and law-related essay writing skills among students of SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke using artificial intelligence–based technology, particularly ChatGPT and Grammarly. The program was carried out from August to September 2025 through several stages: socialization, writing training, technology implementation, monitoring, evaluation, and program sustainability. The results showed a significant improvement in students’ writing abilities, especially in law-related argumentation, essay structure, and academic language use. Out of 30 participants, 18 students (60%) successfully produced essays with systematic structures and relevant law-related arguments. Challenges such as unstable internet connections were overcome by using Starlink, while students’ low initial abilities were addressed through a peer review approach. The program outputs included enhanced essay writing skills, the establishment of a law-related literacy community, and publications in the form of videos, posters, and a draft scientific article. This program is expected to be replicated in other schools in South Papua to expand its positive impact on young people’s awareness of the law.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi hukum dan keterampilan menulis esai hukum siswa SMA Negeri KPG Khas Papua Merauke melalui pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT dan Grammarly. Pelaksanaan berlangsung pada Agustus–September 2025 melalui tahapan sosialisasi, pelatihan menulis, penerapan teknologi, monitoring, evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan menulis siswa, terutama dalam aspek argumentasi hukum, struktur esai, dan penggunaan bahasa akademik. Dari 30 peserta, 18 siswa (60%) mampu menghasilkan esai dengan struktur sistematis dan argumen hukum relevan. Kendala seperti gangguan jaringan internet diatasi dengan Starlink, sedangkan rendahnya kemampuan awal siswa diatasi melalui peer review. Luaran mencakup peningkatan keterampilan menulis, terbentuknya komunitas literasi hukum, serta publikasi hasil berupa video, poster, dan draft artikel ilmiah. Program ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah lain di Papua Selatan untuk memperluas dampak positif terhadap kesadaran hukum generasi muda.Top of For
Edukasi Teknologi Silase Melalui Pendampingan Partisipatif untuk Meningkatkan Ketersediaan Pakan Ternak di Desa Bonto Bulaeng
Komoditas utama para peternak sapi adalah daging, yang mereka berikan kepada penduduk sebagai sumber pangan. Kecenderungan penurunan populasi sapi menjadi permasalahannya. Khususnya pada musim kemarau, pertimbangan pakan mempengaruhi peningkatan populasi sapi. Untuk meningkatkan produksi sapi, pakan ternak yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi harus tersedia. Para peternak sapi di Desa Bonto Bulaeng sedang menghadapi permasalahan ini. Para peternak kesulitan mendapatkan pakan pada musim kemarau karena kurangnya persiapan, sedangkan para peternak sangat bergantung pada pakan ternak yang melimpah pada musim hujan. Selain itu, petani belum mempunyai keahlian dalam menangani limbah pertanian, seperti jerami padi dan daun jagung, yang dibakar atau dibuang, bukan dijadikan pakan ternak. Hal ini membantu memastikan pakan ternak tersedia secara konsisten selama musim kemarau. Melalui penerapan teknik silase dan teknologi mesin pemotong hijauan, program pengabdian ini berupaya meningkatkan produktivitas ternak. Kegiatan pengabdian ini menggunakan konseling dan instruksi praktis langsung dalam persiapan pakan. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pemahaman, keahlian, dan pengetahuan peternak sebesar 96,225% dalam mengelola pakan ternak sehingga meningkatkan produktivitas sapi. Untuk menjamin ketersediaan pakan pada musim kemarau, anggota kelompok ternak mempunyai kemampuan untuk secara mandiri menyiapkan pakan ternak yang dikonservasi dari hijauan.
Education on Silage Technology Through Participatory Assistance to Increase the Availability of Animal Feed in Bonto Bulaeng Village
The main commodity of cattle breeders is meat, which they provide to the population as a food source. The trend of decreasing cattle population is the problem. Especially in the dry season, feed considerations influence the increase in cattle population. To increase cattle production, sustainable and high-quality animal feed must be available. Cattle breeders in Bonto Bulaeng Village are facing this problem. Farmers have difficulty getting feed in the dry season due to lack of preparation, while breeders are very dependent on abundant livestock feed in the rainy season. In addition, farmers do not have the expertise to handle agricultural waste, such as rice straw and corn leaves, which are burned or thrown away, rather than used as animal feed. This helps ensure animal feed is consistently available during the dry season. Through the application of silage techniques and forage cutting machine technology, this service program seeks to increase livestock productivity. This service activity uses counseling and direct practical instruction in feed preparation. The result of this activity is an increase in farmers' understanding, skills and knowledge in managing animal feed thereby increasing cow productivity. To ensure the availability of feed during the dry season, livestock group members have the ability to independently prepare livestock feed that is conserved from forage
Pendidikan Anti-Bullying terhadap Siswa Sekolah Dasar Dalam Rangka Meningkatkan Solidaritas
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi perilaku anti-bullying kepada siswa sekolah dasar. Mitra tempat kegiatan pengabdian masyarakat adalah Madrasah Ibtidaiyah Raudhotul Mubtadi'in di Desa Buaran Kecamatan Serpong, Tangerang selatan dengan melibatkan siswa 95 orang. Metode pengabdian masyarakat dengan ceramah, simulasi dan permainan. Hasil pengabdian masyarakat terbukti dapat meningkatkan pengetahuan siswa terhadap antibulliying, dimana sebelum kegiatan dilakukan rata-rata pengetahuan siswa 66.89 dan setelah kegiatan pengabdian dilakukan terdapat kenaikan pengetahuan siswa menjadi 81.47, artinya terdapat kenaikan sebesar 14.58. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat Siswa memperoleh pemahaman terhadap bahaya bulliying dan dampak hukum bagi pelaku. Kami memberikan rekomendasi pendidikan anti bulliying dimasukkan dalam kurikulum di sekolah dasar.
Anti-Bullying Education for Elementary School Students in Order to Increase Solidarity
Anti-bullying education is an important approach in creating a safe learning atmosphere for students, especially at the elementary school level. Bullying not only has a negative impact, but also affects students' overall behavior in the classroom. This community service aims to educate elementary school students about anti-bullying behavior. Through community service methods, this activity involves students and teachers. The results of the service are proven to provide students with an understanding of the dangers of bullying and the legal impact on the perpetrators. We recommend that anti-bullying education be included in the curriculum in elementary schools.
Peningkatan Kualitas SDM melalui Pelatihan Produksi dan Digital Marketing dengan Metode Learning by Practice di UMKM Desa Gonoharjo
Desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis produk lokal, khususnya kopi. Namun, pelaku UMKM kopi di desa ini masih menghadapi berbagai tantangan dalam aspek softskill, hardskill, dan pemanfaatan teknologi digital. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas UMKM kopi melalui pelatihan terintegrasi yang mencakup tiga aspek utama: penguatan softskill kewirausahaan, peningkatan hardskill produksi dan pengemasan kopi, serta optimalisasi digital marketing. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, pelatihan partisipatif, dan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra dalam pengelolaan usaha, mulai dari perencanaan bisnis, peningkatan kualitas produk, hingga promosi digital melalui media sosial dan e-commerce. Selain itu, pelatihan ini juga berhasil menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem UMKM kopi yang kuat, inovatif, dan berdaya saing tinggi di Desa Gonoharjo.
Improving of Human Resource Quality through Production and Digital Marketing Training using the Learning by Practice Method of MSMEs’ at Gonoharjo Village
Gonoharjo Village, located in Limbangan District, Kendal Regency, has significant potential for developing micro, small, and medium enterprises (MSMEs) based on local coffee products. However, coffee-based MSME actors in the village still face challenges in terms of soft skills, hard skills, and the use of digital technology. This community service program aims to improve the quality and competitiveness of coffee MSMEs through an integrated training approach focusing on three key areas: entrepreneurial soft skills, production and packaging hard skills, and digital marketing optimization. The methods used include field observation, participatory training, and direct mentoring with MSME actors. The results show a significant improvement in participants’ understanding and skills in business planning, product quality enhancement, and digital promotion through social media and e-commerce platforms. Furthermore, the training successfully fostered motivation and self-confidence among MSME actors to independently and sustainably grow their businesses. This initiative is expected to be a starting point for building a strong, innovative, and competitive coffee MSME ecosystem in Gonoharjo Village
Strategi Peningkatan Kualitas Tilawah dan Hifzhil Qur’an Qari-Qariah melalui Seleksi Tilawatil Qur’an XXVIII Kota Jayapura
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas tilawah dan hafalan Al-Qur’an para qari/qariah serta hafizh/hafizhah Kota Jayapura yang akan mewakili pada STQ XXVIII tingkat Provinsi Papua. Masalah utama mitra adalah rendahnya prestasi peserta STQ Kota Jayapura di tingkat provinsi dan nasional, akibat keterbatasan waktu pembinaan dan tidak adanya sistem pelatihan terpusat. Program dilaksanakan dalam tiga tahapan: (1) koordinasi dan perencanaan dengan lima mitra, yaitu LPTQ Kota Jayapura, pemerintah kota, Kementerian Agama, lima LPTQ distrik, dan universitas mitra; (2) seleksi peserta STQ tingkat kota sebanyak 48 peserta dari lima distrik; (3) pelatihan terpusat berbasis metode talaqqi dan murajaah dengan evaluasi terstruktur menggunakan rubrik standar nasional. Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada tajwid, fashahah, hafalan, serta kepercayaan diri peserta sebesar 35%. Dukungan terpadu mitra menjadi kunci keberhasilan, menjadikan program ini model pembinaan Qur’ani berkelanjutan yang dapat direplikasi dan mendorong generasi Qur’ani unggul.
Strategic Efforts to Enhance the Tilawah and Hifzhil Qur’an Competence of Qari-Qariah through the 28th Tilawatil Qur’an Selection at the Jayapura City Level
This community service program aims to improve the quality of Qur’anic recitation and memorization among qari/qariah and hafizh/hafizhah representing Jayapura City at the 28th Provincial STQ (Tilawatil Qur’an Selection) in Papua. The main issue faced by partners is the low achievement of Jayapura participants at provincial and national levels, caused by limited training time and the absence of a centralized coaching system. The program was carried out in three phases: (1) coordination and planning involving five partners — Jayapura City LPTQ, the city government, the Ministry of Religious Affairs, five district LPTQs, and a partner university; (2) city-level participant selection, involving 48 participants from five districts; and (3) centralized training using talaqqi and murajaah methods combined with structured evaluations based on national standard rubrics. Quantitative evaluation showed significant improvements in tajwid, fashahah, memorization, and a 35% boost in participant confidence. The integrated support of partners was key to this program’s success and its potential as a replicable, sustainable Qur’anic coaching mode
Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah untuk Penguatan Agribisnis Hortikultura di Desa Sumberkeldung
Desa Sumberkledung, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, merupakan salah satu sentra produksi bawang merah dengan produktivitas rata-rata lebih dari 9 ton/ha setiap musim. Aktivitas ini menghasilkan limbah kulit bawang merah dalam jumlah besar yang selama ini dibuang atau dibakar, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Limbah tersebut sebenarnya mengandung senyawa organik dan mineral yang potensial diolah menjadi pupuk organik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kelompok tani dalam mengolah limbah kulit bawang merah menjadi pupuk organik bernilai tambah serta mendorong lahirnya peluang usaha ramah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi awal, pelatihan teknis, praktik pembuatan pupuk organik bubuk dan cair, pendampingan kewirausahaan, serta evaluasi. Program diikuti oleh 15 petani anggota kelompok tani Desa Sumberkledung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar 36% (dari skor 58,7 menjadi 79,9), seluruh peserta mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri, dan terbentuk prototipe pupuk organik bubuk dengan kadar air 12% serta pupuk cair dengan pH 6,5 yang sesuai standar hortikultura. Selain itu, beberapa peserta mulai mengaplikasikan produk pada lahan mereka. Pendekatan yang digunakan tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis, tetapi juga memperkuat keterampilan kewirausahaan dan strategi pemasaran, sehingga mampu mendorong diversifikasi pendapatan petani sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 2 (Ketahanan Pangan), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 12 (Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab).
Utilization of Shallot Skin Waste for Strengthening Horticultural Agribusiness in Sumberkledung Village
Sumberkledung Village, Tegalsiwalan District, Probolinggo Regency, is one of the main shallot production centers with an average productivity of more than 9 tons/ha per season. This activity generates large amounts of shallot skin waste, which is commonly discarded or burned, causing environmental pollution. In fact, this waste contains organic compounds and minerals that can be processed into organic fertilizers. This community service program aimed to enhance farmers’ skills and knowledge in converting shallot skin waste into value-added organic fertilizers while creating environmentally friendly business opportunities. The implementation consisted of initial coordination, technical training, hands-on practice in producing powdered and liquid organic fertilizers, entrepreneurship assistance, and evaluation. The program involved 15 members of the local farmer group. The results revealed an average knowledge increase of 36% (from 58.7 to 79.9), successful independent production of fertilizers by all participants, and the development of prototype powdered organic fertilizer with 12% moisture content and liquid fertilizer with a pH of 6.5, both meeting horticultural standards. Furthermore, some participants began applying the products to their fields. The adopted approach not only improved technical capacity but also strengthened entrepreneurship and marketing skills, thereby encouraging income diversification and reducing environmental pollution. This program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 2 (Zero Hunger), Goal 8 (Decent Work and Econ
Pembekalan KKN Kewirausahaan: Strategi Menanamkan Jiwa Wirausaha bagi Mahasiswa Universitas Yapis Papua
Program pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kewirausahaan merupakan strategi yang diterapkan Universitas Yapis Papua untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman praktis sebelum mereka terjun langsung ke masyarakat. Kegiatan ini menyasar sebanyak 384 mahasiswa semester VI dari berbagai program studi yang akan melaksanakan KKN di wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura. Tujuan utama pembekalan adalah menumbuhkan kemampuan mahasiswa dalam merancang program kewirausahaan berbasis potensi lokal serta membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Metode pelaksanaan terdiri dari sesi teori, sesi praktik berbasis proyek, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan kompetensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata sebesar 35% dalam skor pemahaman konsep kewirausahaan serta peningkatan signifikan dalam aspek pemetaan potensi, penyusunan rencana kerja, dan komunikasi strategis dengan stakeholder. Namun, terdapat beberapa keterbatasan seperti durasi pelaksanaan yang singkat, pendekatan yang masih teoritis, serta kurangnya pendampingan lanjutan. Rekomendasi pengembangan ke depan mencakup perluasan durasi, penambahan materi kontekstual, dan integrasi pembekalan lanjutan pasca-KKN. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kesiapan mahasiswa sebagai agen perubahan dan mendukung pengembangan ekosistem kewirausahaan lokal yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)
Entrepreneurship Community Service Program Orientation: Strategies for Instilling an Entrepreneurial Spirit among Yapis Papua University Students
The Entrepreneurship Community Service Program (KKN Kewirausahaan) is a strategy implemented by Universitas Yapis Papua to equip students with knowledge, skills, and practical experience before they engage directly with the community. This program involved 384 sixth-semester students from various study programs who carried out their community service in Jayapura City and Regency. The main objective of the training is to foster students’ ability to design entrepreneurship programs based on local potential and to build collaboration with stakeholders. The implementation method consisted of theoretical sessions, project-based practical sessions, and a pre-test and post-test evaluation to measure the learning outcomes. The results indicate a 35% average increase in entrepreneurial competence scores, including potential mapping, work plan development, and strategic communication with stakeholders. However, several limitations were identified, such as the short duration of implementation, the predominantly theoretical approach, and the lack of follow-up mentoring. Future recommendations include extending the program duration, adding more contextual materials, and integrating post-KKN training. Overall, this activity contributes to strengthening students’ readiness as agents of change and supports the development of the local entrepreneurial ecosystem in line with Sustainable Development Goal (SDG) 8: Decent Work and Economic Growth
Transformasi Digital UMKM Budidaya Ikan Rundan Ali Sejahtera untuk Pengelolaan Manajemen dan Peningkatan Produktivitas
Pengabdian kepada masyarakat dengan judul Transformasi Digital UMKM Budidaya Ikan Rundan Ali Sejahtera Untuk Pengelolaan Manajemen dan Peningkatan Produktivitas bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses bisnis yang terjadi pada UMKM tersebut. Adapun hasil yang diharapkan pada program pengabdian ini adalah tercapainya tujuan untuk menerapkan transformasi digital pada UMKM Rundan Ali Sejahtera untuk pengelolaan manajemen dan peningkatan produktivitas. Transformasi digital yang dilakukan adalah: (i) Pendigitalan proses. (ii) Kolaborasi digital. (iii) Peningkatan keterampilan digital. Sistem manajemen yang dibuat sangat membantu para anggota untuk melakukan pencatatan keuangan. Selain itu sistem juga dapat dimanfaatkan untuk pemesanan tempat dan waktu untuk memancing. Kegiatan ini juga memperkenalkan platform E-Fishery dan sosial media Instagram. Sedangkan sosial media Instagram digunakan sebagai media promosi kolam pemancingan. Dibuatkan pula alat pemberi pakan ikan otomatis yang diberi nama WFish Feeder. Peningkatan keterampilan digital oleh anggota POKDAKAN Rundan Ali Sejahtera rata-rata berkisar antara 20% - 50%. Pertanyaan terkait penggunaan perangkat digital dalam pekerjaan sehari-hari serta kepercayaan diri dalam menggunakan aplikasi online mengalami peningkatan sekitar 25%. Pertanyaan yang terkait dengan akses internet untuk informasi budidaya dan kemampuan mengiklankan produk secara online memiliki persentase peningkatan sekitar 30%. Keterampilan membuat konten digital dan menggunakan aplikasi keuangan sederhana menunjukkan peningkatan sekitar 25%.
Digital Transformation of Rundan Ali Sejahtera Fish Farming UMKM for Management and Increasing Productivity
Community service entitled Digital Transformation of Rundan Ali Sejahtera Fish Farming UMKM for Management and Increased Productivity aims to increase the effectiveness and efficiency of business processes that occur in the UMKM. The expected results of this community service program are the achievement of the goal of implementing digital transformation in Rundan Ali Sejahtera UMKM for management and increased productivity. The digital transformation carried out is: (i) Process digitization. (ii) Digital collaboration. (iii) Improving digital skills. The management system created is very helpful for members to record finances. In addition, the system can also be used to book places and times for fishing. This activity also introduced the E-Fishery platform and Instagram social media. While Instagram social media is used as a promotional media for fishing ponds. An automatic fish feeder was also made, named WFish Feeder. The improvement of digital skills by members of POKDAKAN Rundan Ali Sejahtera averaged between 20% - 50%. Questions related to the use of digital devices in daily work and confidence in using online applications increased by around 25%. Questions related to internet access for cultivation information and the ability to advertise products online have increased by about 30%. Skills in creating digital content and using simple financial applications have increased by about 25%
Penguatan Sikap dan Perilaku Pro-Lingkungan Melalui Pendidikan Lingkungan di Sekolah Adiwiyata
Program Adiwiyata merupakan upaya strategis untuk mengembangkan siswa yang bertanggung jawab dalam menjaga dan mengelola lingkungan melalui tata kelola sekolah berbasis pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan program Adiwiyata melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan edukasi teori dan praktik langsung dalam tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama tim Adiwiyata, workshop zonasi pemanfaatan lahan berbasis lanskap, dan pendampingan guru dalam penyusunan RPP berwawasan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan program pendampingan penerapan pendidikan lingkungan dalam menyusun rencana pengelolaan reboisasi berbasis lanskap yang sesuai termasuk mengintegrasikan nilai keberlanjutan ke dalam dokumen kurikulum secara lintas mata pelajaran. Program PBLHS berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam praktik pro-lingkungan dengan indikator aktivitas gerakan lingkungan mencapai nilai rata-rata tertinggi (4,49) dan praktik sederhana seperti mematikan lampu serta mengumpulkan sampah sesuai jenisnya menunjukkan tingkat kepatuhan di atas 75%. Temuan ini mendukung implementasi pendidikan berbasis lingkungan sebagai model yang dapat diadopsi oleh sekolah lain untuk mendukung pencapaian SDGs, khususnya pendidikan berkualitas dan penanganan perubahan iklim.
Strengthening Pro-Environmental Attitudes and Behaviors Through Environmental Education in Adiwiyata School
The Adiwiyata Program is a strategic initiative aimed at developing students' responsibility to preserve and manage the environment through school governance based on sustainable development. This study aims to analyze the strengthening of the Adiwiyata Program through a participatory approach that integrates theoretical education and hands-on practice across three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning of the School-Based Environmental Care and Culture Program (PBLHS) is conducted through Focus Group Discussions (FGDs) with the Adiwiyata team, workshops on zoning for landscape-based land use, and teacher mentoring in the development of environmentally oriented lesson plans (RPP). The research findings indicate the mentoring program's success in implementing environmental education, particularly in formulating landscape-based reforestation management plans and integrating sustainability values into cross-curricular documents. The PBLHS program has effectively enhanced students' awareness and participation in pro-environmental practices, with environmental movement activities achieving the highest average score (4.49) and simple practices such as turning off lights and sorting waste, demonstrating compliance rates above 75%. These findings support implementing environment-based education as a model other schools can adopt to achieve the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in quality education and climate action.