Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
Not a member yet
    434 research outputs found

    Peningkatan Kompetensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Melalui Workshop Interaktif bagi Siswa SMKN 6 Malang: Analisis Dampak dan Implementasi Media Edukatif

    No full text
    Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan kompetensi esensial bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia industri melalui program magang. Rendahnya pemahaman siswa terhadap prinsip-prinsip K3 dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Untuk menjawab tantangan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Workshop Edukatif K3 bagi siswa kelas X Teknik Permesinan SMKN 6 Malang. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam mengenali bahaya kerja, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), serta mencegah kecelakaan kerja. Metode pelaksanaan mencakup penyampaian materi secara interaktif, praktik penggunaan APD, diskusi kelompok, serta produksi media edukatif berbasis partisipatif berupa poster dan video animasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, serta observasi keaktifan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman siswa sebesar 15% (dari skor 21,46 menjadi 25.81) dan sebanyak 90% siswa mengalami peningkatan signifikan dalam aspek kognitif dan afektif. Kontribusi ilmiah dari kegiatan ini terletak pada pengembangan media edukatif berbasis partisipatif yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar berkelanjutan di lingkungan sekolah. Dengan demikian, workshop ini terbukti efektif dalam mendukung kesiapan siswa menghadapi lingkungan kerja yang aman, sadar risiko, dan professional. Improvement of Occupational Safety and Health (OSH) Competence Through an Interactive Workshop for SMKN 6 Malang Students: An Analysis of the Impact and the Implementation of Educational Media Occupational Safety and Health (OSH) is an essential competency for vocational high school (SMK) students, especially in preparing for industrial internships. A lack of understanding of OSH principles increases the risk of workplace accidents. To address this issue, a community service activity was carried out in the form of an Educational OSH Workshop for Grade 10 Mechanical Engineering students at SMKN 6 Malang. The workshop aimed to raise students’ awareness and skills in identifying workplace hazards, using Personal Protective Equipment (PPE), and preventing accidents. The methods included interactive lectures, PPE practice, group discussions, and the participatory creation of educational media such as posters and animated videos. Evaluation through pre-tests, post-tests, and observation of student engagement showed a 15% increase in understanding (from 21,46 to 25,81) and significant cognitive and affective improvement in 90% of participants. This workshop contributed scientifically by producing participatory educational media as sustainable learning resources and proved effective in preparing students for a safe, risk-aware, and professional work environment

    Edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Paroki St. Maria Theresia, Klaten

    No full text
    Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan isu global yang erat kaitannya dengan pola konsumsi dan produksi masyarakat. Menyikapi hal ini, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Paroki St. Maria Theresia difokuskan pada upaya peningkatan kapasitas warga dalam memanfaatkan limbah rumah tangga secara produktif. Program ini menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), yang mencakup pelatihan konsep dasar dan teknik pengolahan limbah, serta pendampingan dalam pembuatan produk daur ulang bernilai ekonomis. Pelatihan mendorong partisipasi aktif warga, sementara pendampingan memfasilitasi eksplorasi kreativitas dan pemanfaatan limbah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Hasil program menunjukkan dampak positif, yaitu berkurangnya volume sampah dan meningkatnya pendapatan rumah tangga melalui penjualan produk hasil daur ulang, baik di komunitas gereja maupun secara daring. Selain itu, program ini memperkuat solidaritas sosial dan gotong royong. Sebanyak 85% peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan sampah. Dengan demikian, pendekatan edukatif-partisipatif terbukti efektif sebagai solusi berkelanjutan untuk mendukung ekonomi lokal dan pelestarian lingkungan. Education on Household Waste Management and Utilization to Improve the Community Economy in the St. Maria Theresia Parish, Klaten  Household waste is a global environmental issue largely driven by patterns of consumption and production. In response, a community service initiative was implemented in the St. Maria Theresia Parish to enhance residents' capacity to manage and repurpose household waste in economically productive ways. The program adopted an educational and participatory approach based on the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle), combining training sessions with hands-on mentoring. Training focused on introducing the 3R concept and basic waste processing techniques, while mentoring supported creative recycling practices and helped participants identify the economic potential of their products. The outcomes demonstrated positive impacts: waste volume was reduced, and household incomes increased through the sale of recycled products via church community events and digital platforms. Additionally, the initiative fostered social cohesion through collaborative efforts. Notably, 85% of participants showed improved understanding and creativity in utilizing household waste. This educational-participatory model has proven to be an effective and sustainable solution, supporting local economic resilience and environmental preservation

    Peningkatan Literasi Bagi Siswa SD di Desa Watumaeta, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso

    No full text
    Kesenjangan pendidikan di wilayah terpencil yang disebabkan oleh keterbatasan akses dan ekonomi menghalangi anak-anak memperoleh pendidikan dasar yang layak, padahal pendidikan merupakan fondasi penting untuk membentuk karakter dan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945. Kemampuan literasi merupakan keterampilan dasar yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan siswa pada jenjang pendidikan berikutnya. Namun, siswa sekolah dasar di daerah pedesaan, termasuk di Desa Watumaeta, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, masih menghadapi tantangan serius dalam keterampilan membaca dan memahami teks. Keterbatasan bahan bacaan, minimnya sarana literasi, metode pengajaran yang konvensional, serta rendahnya dukungan dari lingkungan keluarga menjadi faktor utama yang menghambat perkembangan literasi anak. Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi siswa melalui penyediaan bahan bacaan tambahan, pembangunan sudut baca di kelas, serta penerapan metode pembelajaran interaktif berupa storytelling, membaca bersama, diskusi, permainan edukatif, dan literasi digital sederhana. Kegiatan dilaksanakan di SDN Watumaeta dengan melibatkan 35 siswa, guru, dan orang tua. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test kemampuan membaca. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 45,7 pada pre-test menjadi 70,1 pada post-test, dengan rata-rata peningkatan 24,4 poin. Selain capaian kuantitatif, temuan kualitatif memperlihatkan meningkatnya minat baca siswa, partisipasi aktif dalam kegiatan literasi, serta dukungan positif dari guru dan orang tua. Hasil ini membuktikan bahwa intervensi sederhana berbasis sarana baca dan metode interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa di daerah pedesaan. Enhancing Literacy Skills Among Elementary School Students in Watumaeta Village, Lore Utara District, Poso Regency Educational disparities in remote areas caused by limited access and economic constraints prevent children from obtaining adequate basic education, even though education is a crucial foundation for character building and advancing the nation's intellectual life in accordance with the mandate of the 1945 Constitution. Literacy skills are a fundamental competence that plays a crucial role in supporting students’ success in higher levels of education. However, elementary school students in rural areas, including Watumaeta Village, North Lore District, Poso Regency, still face serious challenges in reading and text comprehension. Limited reading materials, inadequate literacy facilities, conventional teaching methods, and lack of family support are major factors that hinder children’s literacy development. To address these issues, this community service program was implemented to improve students’ literacy through the provision of additional reading materials, the establishment of classroom reading corners, and the application of interactive learning methods such as storytelling, shared reading, group discussions, educational games, and simple digital literacy activities. The program was carried out at SDN Watumaeta involving 35 students, teachers, and parents. Evaluation was conducted using pre-test and post-test reading ability assessments. The results showed an increase in the average score from 45.7 in the pre-test to 70.1 in the post-test, with an average gain of 24.4 points. In addition to the quantitative results, qualitative findings indicated improved reading interest, more active participation in literacy activities, and strong support from teachers and parents. These outcomes demonstrate that simple interventions based on reading facilities and interactive methods are effective in enhancing students’ literacy skills in rural elementary schools.Kemampuan literasi merupakan keterampilan dasar yang berperan penting dalam mendukung keberhasilan siswa pada jenjang pendidikan berikutnya. Namun, siswa sekolah dasar di daerah pedesaan, termasuk di Desa Watumaeta, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, masih menghadapi tantangan serius dalam keterampilan membaca dan memahami teks. Keterbatasan bahan bacaan, minimnya sarana literasi, metode pengajaran yang konvensional, serta rendahnya dukungan dari lingkungan keluarga menjadi faktor utama yang menghambat perkembangan literasi anak. Untuk mengatasi masalah tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi siswa melalui penyediaan bahan bacaan tambahan, pembangunan sudut baca di kelas, serta penerapan metode pembelajaran interaktif berupa storytelling, membaca bersama, diskusi, permainan edukatif, dan literasi digital sederhana. Kegiatan dilaksanakan di SDN Watumaeta dengan melibatkan 35 siswa, guru, dan orang tua. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest kemampuan membaca. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 45,7 pada pretest menjadi 70,1 pada posttest, dengan rata-rata peningkatan 24,4 poin. Selain capaian kuantitatif, temuan kualitatif memperlihatkan meningkatnya minat baca siswa, partisipasi aktif dalam kegiatan literasi, serta dukungan positif dari guru dan orang tua. Hasil ini membuktikan bahwa intervensi sederhana berbasis sarana baca dan metode interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi siswa di daerah pedesaan

    Pemberdayaan Inklusivitas Kepada Aparatur Sipil Negara Disdukcapil Palangka Raya: Pembekalan Ilmu Bahasa Isyarat

    No full text
    Inclusive civil registration services for deaf persons are a critical prerequisite for equitable public service delivery and for advancing SDG 10 and SDG 16. At the Civil Registration Office (Disdukcapil) of Palangka Raya, physical accessibility has begun to receive attention, but staff capacity to communicate with deaf citizens remains limited and relies largely on written notes or family members as intermediaries. This community service programme aimed to strengthen the capacity of civil servants to provide more inclusive services through a short training on basic sign language and disability awareness. The intervention was implemented as a face-to-face workshop with three stages: preparation (needs mapping and development of a concise training module), implementation (presentation of disability-related regulations and inclusive service principles, introduction to SIBI and BISINDO manual alphabets, and role-plays simulating interactions at the service counter), and simple evaluation using written reflection sheets and group discussion. The findings indicate increased awareness among participants of deaf citizens’ communication rights, a more critical view of previous communication strategies, and greater confidence to initiate interaction using a combination of sign language, writing, and gestures. Participants also began to recognise the need for institutional support, such as Standard Operating Procedures and follow-up training, so that inclusive practice does not depend solely on individual goodwill. Although short in duration and limited to basic competencies, the programme illustrates how sign language training can serve as a practical entry point for strengthening disability-inclusive civil registration services for deaf citizens.Inklusivitas dan penerapan pelayanan publik yang merata merupakan akar kepercayaan publik kepada pemerintah. Aparatur sipil negara memiliki kewajiban untuk bersikap seadil-adilnya dalam melayani masyarakat sesuai dengan asas pelayanan. Keadilan ini tentu seharusnya tidak mengecualikan masyarakat penyandang disabiilitas khususnya difabel pendengaran dan difabel netra. Aksesibilitas pelayanan publik kepada penyandang disabilitas sebagai bagian dari realisasi keadilan dapat dimulai melalui adanya penanaman rasa untuk melayani serta pembekalan ilmu menggunakan bahasa isyarat dan braille yang berlaku secara nasional serta melakukan pendekatan empati untuk memperlakukan kesamaan pelayanan. Adanya kegiatan pembekalan untuk mengikutsertakan kebutuhan bagi penyandang disabilitas dalam pelaksanaan pelayanan publik diturunkan kepada aparatur sipil negara diharapkan dapat menjadi penilaian bagi masyarakat kepada sektor publik di Indonesia, khususnya Palangka Raya

    Penggunaan Media Dinding Kata untuk Meningkatkan Pembendaharaan Kosakata Siswa

    No full text
    Pelatihan penggunaan media dinding kata dilaksanakan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Indraprasta PGRI di Rumah Belajar Sepuluh Dua, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, untuk meningkatkan pembendaharaan kosakata siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh minimnya variasi metode dan media pembelajaran yang digunakan tutor relawan, yang sebagian besar berasal dari latar belakang non-pendidikan. Padahal, penguasaan kosakata merupakan salah satu komponen penting dalam pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar, terutama untuk mendukung keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara. Pelatihan mencakup dua fokus utama, yaitu perencanaan pembelajaran yang baik serta pemanfaatan media dinding kata secara kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tutor lebih terampil menyusun rencana pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, serta mampu mendesain media dinding kata yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Dampak positif yang terlihat meliputi meningkatnya motivasi belajar siswa dan kesiapan tutor untuk mempraktikkan metode interaktif di kelas. Implikasi dari kegiatan ini adalah pentingnya pemberdayaan tutor melalui pelatihan berkelanjutan, pemanfaatan media sederhana yang efektif, serta keterlibatan aktif berbagai pihak di lingkungan sekitar agar tercipta ekosistem pembelajaran yang lebih kreatif, menyenangkan, dan berkelanjutan. The Use of Word Wall Media to Improve Students’ Vocabulary Mastery  The training on the use of word wall media was conducted by the Community Service (PkM) team of Universitas Indraprasta PGRI at the Sepuluh Dua Learning House, Tanjung Barat, South Jakarta, aiming to improve the vocabulary mastery of elementary school students. This activity was motivated by the lack of variety in teaching methods and media used by volunteer tutors, most of whom come from non-education backgrounds. In fact, vocabulary mastery is one of the crucial components in English language learning at the elementary level, particularly to support reading, writing, listening, and speaking skills. The training focused on two main areas: effective lesson planning and the creative use of word wall media. The results showed that tutors became more skilled in preparing lesson plans that actively engage students and were able to design word wall media suited to the students’ developmental levels. Positive impacts observed included increased student motivation and improved tutor readiness to implement interactive methods in the classroom. The implications of this program highlight the importance of empowering tutors through ongoing training, utilizing simple yet effective learning media, and fostering active involvement from various local stakeholders to create a more creative, enjoyable, and sustainable learning ecosyste

    Peran Pencatatan Laporan Keuangan Dalam Pengelolaan Keuangan dan Modal Kerja Koperasi

    No full text
    Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengurus koperasi dalam pengelolaan keuangan dan modal kerja melalui pendampingan penyusunan laporan keuangan sesuai Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Kegiatan ini melibatkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul bekerja sama dengan Pengurus Koperasi Jawa Barat, dengan jumlah mitra sebanyak 30 pengurus koperasi. Metode pelaksanaan terdiri dari koordinasi awal dengan mitra, survei lokasi, penyampaian materi melalui ceramah dan diskusi, serta evaluasi hasil pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga sesi yang mencakup konsep dasar pengelolaan keuangan, manajemen modal kerja, dan penyusunan laporan keuangan berbasis PSAK. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dalam pencatatan keuangan, meskipun masih ditemukan kendala seperti perbedaan latar belakang pendidikan dan kesulitan memahami istilah akuntansi. Kesimpulannya, koperasi masih memerlukan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan. Sebagai rekomendasi, program serupa perlu diperluas, dengan materi yang lebih sederhana agar mudah dipahami oleh pengurus koperasi. The Role of Financial Reporting in Financial Management and Cooperative Working Capital This Community Service Program (PKM) aims to enhance the financial management and working capital capacity of cooperative administrators through mentoring in financial report preparation based on the Financial Accounting Standards Guidelines (PSAK). The program involves the Faculty of Economics and Business at Esa Unggul University in collaboration with the West Java Cooperative Administrators, with a total of 30 cooperative administrators participating. The implementation method includes initial coordination with partners, location surveys, material delivery through lectures and discussions, and evaluation of mentoring outcomes. The program was conducted in three sessions covering the basics of financial management, effective working capital management, and financial reporting based on PSAK. The results indicate an improvement in participants' understanding of financial recording, although challenges such as differences in educational backgrounds and difficulties in comprehending accounting terms remain. In conclusion, cooperatives still require continuous mentoring to improve financial transparency and accountability. As a recommendation, similar programs should be expanded, with simplified materials to ensure better comprehension by cooperative administrator

    Strategi Menarik Pelanggan Melalui Media Sosial bagi Pelaku UMKM di Manggar Belitung Timur

    No full text
    Pemasaran produk melalui media sosial menjadi strategi pemasaran termudah dan termurah dibandingkan dengan strategi konvensional karena tidak harus memiliki toko secara fisik. Akan tetapi, pelaku usaha memerlukan pemahaman yang baik mengenai strategi penggunaan media sosial agar sukses menarik pelanggan. Tujuan utama pengabdian masyarakat ini ialah mengedukasi para pengusaha UMKM di Manggar, Belitung Timur agar mampu bersaing di pasar digital. Metode pengabdian masyarakat ini berupa metode FGD, ceramah (pelatihan) dan diskusi. Strategi yang diberikan mencakup pemahaman tentang suhu pasar, tatacara posting, giveaway dan list building. Setelah pelatihan ini, berdasarkan hasil kuesioner pelaku UMKM di Manggar, Belitung Timur mendapatkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mengenai strategi pemasaran melalui media sosial. Strategies to Attract Customers Through Social Media for UMKM Actors in Manggar East Belitung Marketing products through social media is the easiest and cheapest marketing strategy compared to conventional strategies because it does not need a physical store. However, business actors need a good understanding of social media strategies to successfully attract their customers. The main objective of this community service is to educate MSME actors in Manggar, East Belitung so that they can compete in the digital market. The community service method was done in the form of FGD, lectures (training) and discussions. The strategies provided for the training include an understanding of market temperature, posting procedures, giveaways and list building. After this training, based on the questionnaire result MSME actors in Manggar, East Belitung experienced a significant increase in participants' understanding of marketing strategies through social media. In addition, their products are known widely, not only in the national market but also in the international marke

    Pelatihan Penerapan AI ChatGPT dalam Pembelajaran Mendalam bagi Guru Sekolah Menengah

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kecerdasan buatan (AI) di kalangan guru sekolah menengah melalui pelatihan berbasis praktik tentang pemanfaatan ChatGPT dalam pembelajaran mendalam. Kegiatan dilaksanakan secara luring di SMA Negeri 1 Seririt dengan melibatkan 60 guru dari berbagai mata pelajaran. Pelatihan dirancang berdasarkan strategi REACT (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) untuk mendorong keterlibatan aktif, pengalaman langsung, dan transfer keterampilan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, dan kuesioner reflektif. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 5,30 menjadi 7,25 dengan nilai N-Gain sebesar 0,453 (kategori sedang). Partisipasi aktif peserta terutama terlihat dalam praktik langsung dan penyelesaian tugas, namun partisipasi verbal masih tergolong rendah. Refleksi peserta mengungkapkan kebutuhan akan pelatihan lanjutan, peningkatan infrastruktur digital, dan dukungan komunitas belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan semacam ini dapat menjadi strategi efektif untuk menjembatani kesenjangan literasi AI di daerah dan mendukung integrasi teknologi dalam pembelajaran secara berkelanjutan Training on the Application of AI ChatGPT in Deep Learning for Secondary School Teachers This community service initiative aimed to enhance artificial intelligence (AI) literacy among secondary school teachers through hands-on training focused on the use of ChatGPT in deep learning instruction. The activity was conducted offline at SMA Negeri 1 Seririt and involved 60 teachers from various subject areas. The training was designed based on the REACT strategy (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring) to promote active engagement, direct experience, and skill transfer. Evaluation methods included pre-tests, post-tests, observations, and reflective questionnaires. The results showed an increase in the average score from 5.30 to 7.25, with an N-Gain value of 0.453 (medium category). Active participation was particularly evident in hands-on practice and task completion, although verbal participation remained relatively low. Participants’ reflections highlighted the need for follow-up training, improved digital infrastructure, and learning community support. These findings suggest that such training programs can serve as an effective strategy to bridge the AI literacy gap in rural areas and support the sustainable integration of technology into teaching and learning

    Optimalisasi Strategi Pemasaran BLUE untuk Meningkatkan Keberlanjutan Produk Perikanan UMKM Mami Sera

    No full text
    Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM Mamisera di Kelurahan Mangunharjo melalui pelatihan digital marketing dan penerapan teknologi pengolahan ikan bandeng menggunakan mesin meat-floss fryer. Kegiatan dilaksanakan selama dua bulan dengan pendekatan partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mitra memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce (Shopee, TikTok, Instagram) untuk promosi produk serta peningkatan efisiensi dan kualitas produksi abon ikan bandeng. Penggunaan mesin meat-floss fryer mempercepat proses produksi dan menghasilkan produk yang lebih higienis dan bernilai jual tinggi. Program ini juga memperkuat kemandirian usaha kecil pesisir dalam mengembangkan strategi pemasaran berbasis Blue Marketing yang berorientasi pada keberlanjutan ekonomi dan lingkungan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap daya saing dan keberlanjutan UMKM perikanan lokal. Optimizing the BLUE Marketing Strategy to Improve the Sustainability of Mami Sera's MSME Fishery Products This Community Service Program aimed to enhance the capacity of Mamisera MSME actors in Mangunharjo Village through digital marketing training and the application of fish-processing technology using a meat-floss fryer machine. The program was implemented over two months using a participatory approach that included socialization, training, mentoring, and evaluation stages. The results showed a significant improvement in participants’ ability to utilize social media and e-commerce platforms (Shopee, TikTok, Instagram) for product promotion, as well as increased production efficiency and quality of milkfish floss products. The use of the meat-floss fryer machine accelerated the production process and produced more hygienic, evenly cooked, and high-value products. This program also strengthened the independence of coastal small enterprises in developing Blue Marketing strategies oriented toward economic and environmental sustainability. Overall, the program had a positive impact on the competitiveness and long-term sustainability of local fishery-based MSMEs

    Promosi Kesehatan PHBS di Pesantren dan Pemanfaatan Limbah Organik Sebagai Ecoenzym dalam Upaya Peningkatan Kesehatan di Pondok Pesantren Raudhatul Firdaus

    No full text
    Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudhatul Firdaus, Sungai Ambawang, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku santri terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta keterampilan dalam mengolah limbah dapur menjadi eco enzyme sebagai bahan pembuatan sanitizer. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan 30 santri melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan dengan uji t berpasangan dan Wilcoxon signed-rank test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 36,9% pada kegiatan PHBS dan 70% pada praktik eco enzyme, serta peningkatan sikap sebesar 9,3% dan 83,3%. Program ini berkontribusi terhadap SDGs 3 (Good Health and Well-being) dan SDGs 12 (Responsible Consumption and Production). Edukasi berbasis partisipatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan keterampilan pengelolaan limbah di lingkungan pesantren menuju kehidupan sehat dan berkelanjutan. Promotion of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and Utilization of Kitchen Waste as Eco-Enzymes at Raudhatul Firdaus Islamic Boarding School  This Community Service Program (PKM) was conducted at Raudhatul Firdaus Islamic Boarding School, Sungai Ambawang, aiming to improve students’ knowledge and behavior regarding Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and enhance their skills in processing kitchen waste into eco enzymes for sanitizer production. The method used was the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, involving 30 students through stages of socialization, training, practice, and mentoring. Evaluation was conducted using paired t-tests and Wilcoxon signed-rank tests. Results showed an increase in knowledge by 36.9% in PHBS activities and 70% in eco enzyme practice, as well as an improvement in attitude by 9.3% and 83.3%. The program contributes to SDGs 3 (Good Health and Well-being) and SDGs 12 (Responsible Consumption and Production). Participatory education proved effective in building awareness and skills in waste management within the boarding school environment, promoting healthy and sustainable living  Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudhatul Firdaus, Sungai Ambawang, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku santri terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta keterampilan dalam mengolah limbah dapur menjadi eco enzyme sebagai bahan pembuatan sanitizer. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), melibatkan 30 santri melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan sikap santri. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 36,9% pada kegiatan PHBS dan 70% pada praktik pengolahan eco enzyme, sedangkan sikap meningkat sebesar 9,3% dan 83,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesadaran serta kemampuan santri dalam menjaga kebersihan diri dan mengelola limbah organik secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk pesantren yang sehat dan ramah lingkungan. Kata Kunci: PHBS; Eco Enzym; Sanitizer; PKM; Pondok Pesantren Abstrak: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Raudhatul Firdaus, Sungai Ambawang, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku santri terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta keterampilan dalam mengolah limbah dapur menjadi eco enzyme sebagai bahan pembuatan sanitizer. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA), melibatkan 30 santri melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik, dan pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan dan sikap santri. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat sebesar 36,9% pada kegiatan PHBS dan 70% pada praktik pengolahan eco enzyme, sedangkan sikap meningkat sebesar 9,3% dan 83,3%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kesadaran serta kemampuan santri dalam menjaga kebersihan diri dan mengelola limbah organik secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk pesantren yang sehat dan ramah lingkungan. Kata Kunci: PHBS; Eco Enzym; Sanitizer; PKM; Pondok Pesantre

    0

    full texts

    434

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇