1,720,987 research outputs found

    MORFOLOGI NEMATOSIT DARI DUA SPESIES KARANG SCLERACTINIA (Seriatopora hystrix dan Seriatopora caliendrum)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah membandingkan dimensi nematosit, yaitu panjang dan lebar kapsul serta panjang tangkai) antara kedua karang Scleractinia, S. hystrix dan S. caliendrum yang dikumpulkan dari terumbu karang pantai Malalayang Kota Manado. Pengamatan nematosit dilakukan dengan menggunakan Mikroskop tipe Olympus CX41, sedangkang pengukuran dimensi nematosit digunakan jangka sorong stainless steel (manual) dalam satuan mm, kemudian dikonversi kedalam μm. S. hystrix dan S. caliendrum, masing-masing memiliki tipe nematosit yang sama, yaitu microbasic p-mastigophore (MpM) dan holotrichous isorhiza (HI). Panjang dan lebar kapsul, serta panjang tangkai nematosit dari kedua spesies melalui analisis statistik (uji-t) memperlihatkan hasil tidak berbeda nyata (P > 0.05). Penelitian ini menyatakan bahwa tipe dan morfologi nematosit dari kedua spesies uji adalah sama dan menyarankan bahwa S. hystrix dan S. caliendrum adalah spesies yang sama. Bagaimanapun perlu dilakukan uji lanjut tentang habitat dan lingkungannya dimana fauna-fauna ini berada dan uji DNA apakah perbedaan atau persamaan dari kedua spesies merupakan faktor lingkungan atau genetika atau gabungan dari kedua faktor tersebut.Kata kunci: Seriatopora hystrix; Seriatopora caliendrum, nematosit, MpM, H

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    PERAN UNSRAT DALAM PENELITIAN PENGEMBANGAN EKONOMI MARITIM DAN KELAUTAN DI SULAWESI UTARA MENGHADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: a) mengidentifikasi riset-riset bidang kemaritiman/kelautan yang dilakukan Unsrat sepanjang 3 (tiga) tahun terakhir (2012-2014), b) mengidentifikasi riset-riset Unsrat yang mendukung sektor-sektor prioritas pelaksanaan MEA 2015, khususnya produk industri berbasis perikanan di Sulut. Penelitian ini mengacu pada metode deskriptif dengan menggunakan studi survei. Data diperoleh melalui studi pustaka, penelusuran laman terkait, wawancara (kuisioner) dan observasi kepada informan/responden yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Penelitian ini menggunakan analisis AHP dan deskriptif. Kegiatan penelitian pada indikator kemaritiman pengembangan ekonomi maritim yang dilakukan oleh Unsrat selama tahun 2012-2014 adalah terpusat pada indikator produksi hasil perikanan, yaitu berkisar 13-26 judul/kegiatan, peningkatan luas kawasan konservasi laut 2-5 judul/kegiatan, sedangkan pengembangan pelabuhan perikanan hanya 1 judul kegiatan yang ditemukan pada tahun 2014 saja. Kegiatan penelitian pada indikator produksi hasil perikanan berasal dari bidang ilmu MSP, IK, ABP, BDP, PSP, dan THP, selanjutnya kegiatan penelitian pada pengembangan pelabuhan perikanan berasal dari bidang ilmu PSP, sedangkan kegiatan penelitian pada peningkatan luas kawasan konservasi laut berasal dari bidang ilmu MSP dan IK. Biaya kegiatan penelitian di bidang kemaritiman yang diperoleh oleh Unsrat tahun 2012-2014, yaitu bervariasi dari Rp. 15.000.000-Rp. 1.644.358.433 berasal dari anggaran pemerintah pusat, Unsrat (PNBP), dan perusahaan swasta. Biaya kegiatan penelitian yang diperoleh oleh Unsrat selama tahun 2012-2014 masih terpusat pembiayaannya pada kegiatan penelitian pengembangan ekonomi maritim dari indikator produksi hasil perikanan, sebesar Rp. 6.136.358.433 (91,95%), sedangkan biaya kegiatan pada pengembangan pelabuhan perikanan hanya sebesar Rp. 50.000.000 (0,75%) dan peningkatan luas kawasan konservasi laut sebesar Rp. 487.500.000 (7,30%). Lokasi kegiatan penelitian pengembangan ekonomi maritim yang telah dilakukan oleh Unsrat selama tahun 2012-2014, tersebar di hampir semua kabupaten/kota pesisir yang ada di Sulut, yaitu Manado, Bitung, Minut, Minahasa, Minsel, Mitra, Sangihe, Talaud, Bolsel, dan Bolmong, sedangkan untuk Boltim, Bolmut dan Sitaro belum pernah dilakukan kegiatan penelitian pengembangan ekonomi maritim oleh Unsrat. Ada 9 (sembilan) judul penelitian yang unggul dan berdaya saing di bidang maritim dari Unsrat, yang telah berproses memperoleh Hak Paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Sembilan judul penelitian tersebut berasal dari penelitian Rispro LPDP Kemenkeu RI tahun 2014 dengan judul utama, yaitu “Produksi dan komersialisasi penyedap rasa alami kaya iodium berbasis ikan asap serta pemanfaatan biopolimer dari rumput laut dan limbah industri perikanan sebagai Edible Sachet Filmâ€. Disarankan bahwa peran Unsrat kedepan dalam strategi penelitian pengembangan ekonomi maritim di Sulut, tidak hanya terfokus pada indikator kemaritiman produksi hasil perikanan, melainkan juga pada pengembangan pelabuhan perikanan dan peningkatan luas kawasan konservasi laut dalam menunjang program pemerintah mencapai target di bidang kemaritiman/kelautan dalam RPJMN 2015-2019. Unsrat perlu penelitian lanjut menetapkan strategi penelitian pengembangan ekonomi maritim di Sulut dengan menggunakan analisis SWOT. 9 judul penelitian Paten berbasis produk unggulan berdaya saing di bidang kemaritiman yang berasal dari FPIK Unsrat perlu dikembangkan menjadi produk ber-SNI menghadapi MEA

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Nematosit Dan Tiga Macam Warna Karang Galaxea Fascicularis (Linnaeus) Ditemukan Di Terumbu Karang Pantai Malalayang Kota Manado

    Full text link
    Nematosit dan tiga macam warna karang G. fascicularis (Gs, B dan Wt) ditemukan berlimpah di terumbu karang sekitar Nusantara Diving Center (NDC) lama di pantai Malalayang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, diteliti di Laboratorium Biologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi. Tiga dari 25 nematosit yang dikenal dalam filum Cnidaria, diamati dalam tiga macam warna karang G. fascicularis, yaitu MpM, MbM dan HI. Tipe MpM ditemukan paling dominan terdapat dalam bagian ujung tentakel normal dari tiga macam warna karang spesies ini. MpM dari warna karang Wt memiliki bentuk kapsul nematosit yang lebih kecil dan tangkai-tangkai lebih pendek dibandingkan dengan yang ada pada warna karang Gs atau B, sedangkan yang dari Gs dan B adalah mirip. Penelitian sekarang ini memperlihatkan bahwa tipe nematosit dan karakteristik tubuh dari tiga macam warna karang G. fascicularis adalah berbeda antara Gs atau B dengan Wt, sedangkan yang dari Gs dan B adalah mirip. Penelitian sekarang ini mengusulkan bahwa ketiga macam warna karang G. fascicuaris (Gs atau B dengan Wt) adalah spesies yang berbeda berdasarkan morfologi nematosit dan karakteristik tubuhnya. Penelitian selanjutnya tentang dimensi dan komposisi nematosit, DNA dan pengaruh faktor lingkungan habitat terhadap bermacam warna karang G. fascicularis adalah penting untuk memastikan apakah mereka spesies yang sama atau berbeda

    NEMATOSIT KARANG Montipora undata (SCLERACTINIA) DARI PANTAI MALALAYANG TELUK MANADO

    Full text link
    The aim of this study was to know the nematocysts composition of Montipora undata (Scleractinia) which was collected in the Malalayang coastal coral reef, Manado Bay. This research was conducted for three months, from October to December 2020.  Observation of nematocysts was done under an Olympus CX41 microscope with a magnification of x100 objective lens connected to a computer equipped with the application of Optica view 7 at the Laboratory of Fish Health, Environment and Toxicology, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, UNSRAT.  The results showed that  M. undata had the main nematocyst composition, namely microbasic b-mastigophore (MbM) of 60.0 %, small microbasic p-mastigophore type II (sMpM-II) 26.67 %, small holotrichous isorhiza (sHI) 6 ,67 %, large holotrichous isorhiza (lHI) 4.44 %, and large microbasic p-mastigophore type II (lMpM-II) 2.22 %.  MbM is the dominant type of nematocyst for this coral species.  Further studies are suggested to investigate the function of MbM and morphology of nematocysts of various types of corals in the genus Montipora.Keywords: Composition, Manado Bay, Montipora undata, nematocyst, Scleractini

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore