JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
Not a member yet
140 research outputs found
Sort by
Desain dan Konstruksi Alat Desalinasi Air Laut Dengan Menggunakan Metode Destilasi Konvektif Dipaksakan
Kebutuhan akan air bersih telah menjadi perhatian utama bagi banyak negara di seluruh dunia. Indonesia, sebagai salah satu negara yang memiliki risiko tinggi (probabilitas tinggi sekitar 40-80%) terkait kelangkaan sumber daya air tawar, menduduki peringkat ke-51 secara global. Teknologi desalinasi hadir dan memberikan solusi yang sangat efektif dalam mengatasi masalah kelangkaan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, menghitung rasio kecepatan proses produksi, dan melakukan analisis pada air hasil desalinasi. Teknologi desalinasi air laut menggunakan metode konvektif dipaksakan berfungsi secara optimal, dimensi komponen inti: volume boiler (36.000 cm³), volume pipa kondensor dalam (1.353,39 cm³) dan volume pipa kondensor luar (1.594,67 cm³). Dimensi komponen pelengkap: statif dengan panjang 82 cm, lebar 50 cm dan tinggi 117 cm, serta dimensi stop kran 0,5 inch dengan panjang 10 cm. Dalam penggunaan pompa udara sebagai peningkat tekanan, waktu proses mencapai 66 menit dengan rasio kecepatan proses produksi sebesar 98,48% dan debit air sebesar 36,37cc/min saat pompa udara digunakan setelah uap air berhasil terkondensasi setelah pemanasan dengan heater. Hasil analisis air desalinasi menunjukkan bahwa air laut telah berhasil bebas dari kandungan garam dengan tingkat salinitas 0 ppt pada pengujian parameter salinitas.
Kata kunci : Desain, Konstruksi, Desalinasi, Air Bersih
PEMODELAN PENJALARAN GELOMBANG TSUNAMI DAN INUNDASI DI DAERAH BOLAANG MONGONDOW SELATAN SEBAGAI AKIBAT GEMPA PADA ZONA SELATAN SUBDUKSI GANDA LAUT MALUKU (STUDI KASUS : DESA SALONGO DAN DESA PINOLOSIAN)
Abstrak
Telah dilakukan penelitian untuk mengestimasikan waktu penjalaran gelombang tsunami dan tinggi gelombang tsunami serta pembuatan peta penjalaran gelombang tsunami yang dapat menerjang Desa Salongo dan Desa Pinolosian dengan menggunakan software TUNAMI-N2. Simulasi menggunakan skenario gempabumi yang berkekuatan pada 2 lokasi penelitian dengan titik koordinat Desa Salongo dan dan Desa Pinolosian dan diberikan 4 titik pengamatan atau tide gauge pada setiap lokasi penelitian untuk mendapatkan waktu penjalaran dan tinggi gelombang tsunami. Hasilnya menunjukkan bahwa tsunami dengan perkiraan kekuatan gempabumi pada lokasi penelitian memiliki ketinggian maksimum penjalaran gelombang tsunami mencapai ketinggian 0,74 m pada Desa Salongo yang di kategorikan rendah dan ketinggian 1,15 m pada Desa Pinolosian di kategorikan sedang.
Kata kunci: Gelombang Tsunami, Inundasi, TUNAMI-N2
Studi Produksi Enzim Lipase Toleran Kadar Garam Staphylococcus sp. TL9
Telah dilakukan penelitian optimasi untuk menentukan beberapa parameter optimum yang berperan dalam produksi lipase oleh Staphylococcus sp. TL9, strain yang diisolasi dari terasi udang fermentasi terasi. Strain ini dipilih karena memiliki aktivitas lipase yang tinggi serta sifat-sifat teknologi yang lebih baik dibandingkan dengan empat bakteri penghasil lipase lain yang telah diisolasi sebelumnya. Metode one-factor-at-time (OFAT) telah dilakukan untuk memilih parameter yang tepat yang memengaruhi produksi lipasenya. Suhu dan pH awal optimum untuk produksi lipase adalah 37 oC dan 7,0. Selain itu, konsentrasi inokulum 2,0% (b/v) minyak zaitun, 10% (b/v) NaCl, dan 1,5% (v/v) semuanya memberikan produksi lipase tertinggi serta kecepatan agitasi pada 150 rpm. Sementara itu, percobaan time course menggunakan kondisi optimum terpilih menunjukkan bahwa pada waktu inkubasi 48 jam produksi lipase paling tinggi (2,27 U/mL) yang mengindikasikan 3,34 kali lipat dari produksi awal (0,67 U/mL). Lebih jauh, lipase ini juga menunjukkan halotoleran karena aktivitas lipase stabil pada rentang konsentrasi NaCl yang lebih luas (0–20%, b/v).
Kata kunci: Kapi, lipase, Staphylococcus sp. TL9, optimasi
Analisis Regresi Logistik Untuk Menentukan Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) di Kota Manado
Kartu Tanda Masyarakat Elektronik (E-KTP) merupakan dokumen kemasyarakatan yang didalamnya berisikan identitas diri sebagai tanda pengenal seseorang yang berlaku diseluruh wilayah Indonesia. E-KTP digunakan pada hampir setiap kepentingan dalam administrasi. Pada masa sekarang E-KTP telah berlaku untuk seumur hidup dan tempat pembuatan E-KTP yaitu Dinas Kemasyarakatan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL). Telah dilakukan penelitian terhadap tingkat kepuasan masyarakat dalam pembuatan E-KTP di kota Manado dengan mengambil sampel sebanyak 110 orang. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis dilakukan dengan metode regresi logistik biner dengan dua variabel respon (Y) yaitu kategori puas diberikan nilai (1) dan kategori tidak puas diberikan nilai (0). Menggunakan 5 variabel prediktor yaitu bukti fisik (X_1 ), kehandalan (X_2 ), daya tanggap (X_3 ), jaminan (X_4 ) dan empati (X_5 ). Dari hasil analisis diperoleh model regresi logistik biner yaitu logit π(x)=-15,260+0,325X_1-1,205X_2+0,157X_3+0,797X_4+1,454X_5. Kualitas pelayanan yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kecenderungan masyarakat untuk dapat memiliki kepuasan terhadap pelayanan pembuatan E-KTP adalah kehandalan (X_2 ), jaminan (X_4 ) dan empati (X_5 ). Uji kesesuaian menyatakan model telah sesuai dengan ketepatan klasifikasi sebesar 96,4%
Karakterisasi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan Penambahan Sari Tomat
Telah dilakukan penelitian tentang Karakterisasi Virgin Coconut Oil (VCO) dengan penambahan sari tomat. Penelitian diawali dengan pembuatan santan kelapa dari buah kelapa segar yang diparut, dicampur dengan air bersuhu 70 oC dan diperas. Santan kelapa didiamkan selama 2 jam untuk mendapatkan krim santan. Selanjutnya, krim santan dicampur dengan sari tomat (buah tomat yang di-juice) dengan 4 variasi rasio volume krim santan dan sari tomat, yaitu 10:0, 7:3, 5:5, dan 3:7. Campuran krim santan dan sari tomat didiamkan selama 18 jam, lalu dilakukan pemisahan minyak (VCO+tmt) dari air dan blondo. VCO+tmt yang dihasilkan diukur rendemen, kadar air (metode AOAC), keadaan fisik dan kandungan karotenoidnya (metode spektrofotometri). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio 10:0 menghasilkan rendemen minyak tertinggi. Kadar air dari VCO+tmt yang memenuhi SNI ada pada rasio 3:7, dan kandungan karotenoid tertinggi pada VCO+tmt rasio 3:7 dan terendah VCO+tmt rasio 7:3
Adsorpsi Simultan Ion Cd(II) pada Abu Dasar Batubara Teraktivasi
Telah dilakukan penelitian tentang adsorpsi simultan ion Cd(II) menggunakan abu dasar batubara teraktivasi. Penelitian dilakukan dengan mengaktivasi abu dasar batubara menggunakan HCl pekat. Karakterisasi abu dasar batubara teraktivasi dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer infra merah dan difraktometer sinar-X. Parameter yang dipelajari meliputi pengaruh pH dan variasi waktu konta. Mekanisme adsorpsi diketahui melalui desorpsi dengan menggunakan pelarut aquades dan KNO3. Konsentrasi ion logam yang tersisa setelah adsorpsi dan desorpsi ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa abu dasar batubara teraktivasi telah terbentuk dengan baik. Kondisi optimum adsorpsi ion logam Cd(II) abu dasar batu bara teraktivasi adalah pH 5 dan waktu kontak 60 menit. Parameter kinetika adsorpsi abu dasar terakteraktivasi mengikuti persamaan kinetika pseudo orde dua dengan nilai konstanta laju pada ion Cd (II) 0,209 dan 1,734 g.mg-1.min-1. Model isoterm adsorpsi mengikuti model isoterm Langmuir dengan konstanta kesetimbangan sebesar 13125,6 L.mol-1. Kapasitas adsorpsi sebesar 1,0433 x 10-5 dan melibatkan energi adsorpsi sebesar 23,49. Mekanisme adsorpsi simultan ion Cd(II) dipengaruhi oleh berbagai interaksi yaitu: mekanisme pemerangkapan (28,26), mekanisme pertukaran ion (23,06)
Karakteristik Kimiawi dan Uji Sensori Makanan Ringan Berbahan Dasar Sagu, Kacang Merah, dan Tempe
Sagu (Metroxylon sago Rottb.) merupakan sumber bahan pangan utama di daerah pesisir Papua. Kandungan pati sagu kaya akan amilosa dan amilopektin dengan nilai indeks glikemik sagu sebesar 28, berpotensi menjadi makanan selingan bagi penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik dalam pembuatan makan ringan berbahan dasar sagu, kacang merah, dan tempe, serta mengkarakterisasi sifat-sifat kimiawi dan melakukan uji sensori terhadap makanan ringan yang dibuat. Penelitan ini terbagi dalam tiga kegiatan utama yaitu pembuatan makanan ringan, analisis kimia, dan uji organoleptik. Pembuatan makanan ringan dilakukan dengan memformulasikan bahan dasar tepung sagu, kacang merah dan tempe dengan perbandingan terbaik 8 : 1 : 1. Uji analisis kimia menunjukkan potensi formulasi makanan ringan untuk penderita diabetes melitus dengan kadar amilosa 28,78% dan amilopektin 71,22%, gula pereduksi 0,75%, protein 6,80%, dan kalori sebesar 490 kal. Uji sensoris dengan parameter warna, rasa, aroma dan tekstur menunjukkan panelis menyukai makanan ringan berbahan dasar sagu, kacang merah dan tempe pada formulasi terbaik
Pengelompokan Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe Berdasarkan Luas Panen dan Produksi Hortikultura Menggunakan Metode K-Means
Penelitian ini bertujuan untuk mengelompokkan kecamatan-kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe berdasarkan luas panen dan produksi hortikultura, serta mengetahui variabel penelitian apa saja yang mempengaruhi dimensi komponen utama pembentuk gerombol. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder tahun 2020 yaitu data luas panen dan produksi hortikultura yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sangihe. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Komponen Utama dan Analisis Gerombol dengan metode k-means. Hasil Analisis Komponen Utama yaitu KU1 dan KU2 yang mewakili 86,1% variabilitasnya dan terbentuk 2 kelompok dengan menggunakan Analisis Gerombol. Gerombol pertama terdiri dari 4 Kecamatan dan gerombol kedua terdiri dari 11 kecamatan. KU1 dipengaruhi oleh variabel luas panen cabai rawit, luas panen tomat, luas panen ketimun, produksi cabai rawit, produksi tomat, dan produksi ketimun. Sedangkan, KU2 dipengaruhi oleh variabel luas panen cabai besar, luas panen kangkung, produksi cabai besar, dan produksi kangkung.
Kata kunci : Analisis Komponen Utama, Analisis Gerombol, K-Means
Peramalan Banyaknya Pasien yang Berobat di Puskesmas Bengkol dengan Menggunakan Metode ARIMA
Penelitian ini bertujuan untuk meramalkan banyaknya pasien yang berobat di Puskesmas Bengkol. Data yang digunakan dalam penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari Puskesmas Bengkol. Selain itu, data yang diambil hanya banyaknya pasien yang berobat di Puskesmas Bengkol dari bulan Januari 2017 sampai Desember 2022. Metode yang digunakan yaitu metode ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Setelah dilakukan analisis, diperoleh peramalan banyaknya pasien yang berobat di Puskesmas Bengkol pada bulan Januari sampai Desember 2023. Berdasarkan hasil peramalan, banyaknya pasien yang berobat paling banyak ada pada bulan Januari, yaitu sebanyak 706 orang atau diramalkan banyaknya pasien meningkat dari bulan sebelumnya. Sedangkan peramalan banyaknya pasien paling sedikit ada pada bulan Mei, yaitu 562 orang. Model terbaik berdasarkan nilai Mean square Error (MSE) yaitu Model ARIMA (3,1,1) dengan nilai MSE ialah 5610.
Kata kunci : Puskesmas, Autoregressive Integrated Moving Average, Peramala
Control of White Rust Disease (Puccinia Horiana Henn.) in Chrysanthemum Plants using a Greenhouse Control System Based on Ardunio Uno
Research has been conducted to produce an Arduino Uno-based control system in improving the quality of chrysanthemum production. Data on the state of the greenhouse environment are taken from the DHT22 sensor (air temperature and humidity meter), and BH1750 sensor (light intensity meter). To determine the ability of the control system as a means of controlling white rust disease in chrysanthemums, a comparison of the percentage of white rust disease in greenhouses measuring (5 × 10) m each applied by the control system and without a control system.
The results of this study show the response of the control system can work well in the two phases of chrysanthemum growth. The created system is able to automate regular watering of plants and the addition of light according to the needs of chrysanthemums. White rust disease control using a control system was able to produce 14.94% better quality of chrysanthemum crop production than without using a control system. With this control system, it has an impact on the cost of maintaining chrysanthemums such as the use of pesticides in dealing with white rust disease.
Keywords: Chrysanthemum Plant, Control System, Greenhouse, White Rust Disease