1,720,968 research outputs found

    Partoyo PARTOYO's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Partoyo PARTOYO's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    ANALISA DATA TRANSAKSIONAL PADA E-COMMERCE DENGAN TEKNOLOGI OLAP (ON-LINE ANALYTICAL PROCESS )

    Get PDF
    Salah satu faktor kemajuan sebuah perusahaan adalah kemampuannya di dalam menganaliasa pasar dengan baik. Perilaku dari konsumen dapat harus mampu di tangkap dengan baik oleh perusahaan dalam hal ini tentunya pihak menajerial untuk dapat dievaluasi, dianalisia sehingga menghasilkan suatu kebijakan strategis Kegiatan evaluasi, perencanaan, dan pengambilan keputusan akan dapat dilakukan dengan lebih baik jika sebuah organisasi atau perusahaan memiliki informasi yang lengkap, cepat, tepat, dan akurat. Untuk sebuah perusahaan penjulan yang sudah memiliki sistem informasi penjualan yang berbasis OLTP (On-Line Transactional Process) atau E-Commerce, informasi yang dibutuhkan dapat diekstrak dari data operasional yang tersimpan dalam database transaksional. Penelitian ini mengkaji ekstraksi data operasional ke dalam sebuah datawarehouse untuk kemudian dilanjutkan dengan kegiatan analisis menggunakan teknologi OLAP. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi OLAP (On-Line Analytical Process) yang disajikan melalui sebuah halaman web. Output dari penerapan teknologi OLAP adalah dihasilkannya pola karakteristik konsumen dalam melakukan pembelian terahadap suatu produk. Kata kunci : OLAP,OLTP,Datawarehous

    BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH SAWAH ATAS PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK DENGAN KURUN WAKTU BERBEDA DI SAYEGAN, SLEMAN

    Get PDF
    Pemberian pupuk organik dalam jangka pendek atau jangka panjang ke tanah sawah dapat berpengaruh terhadap peningkatan bahan organik tanah sawah, sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara tanah sawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa sifat kimia tanah sawah pada pemberian pupuk organik yang berbeda kurun waktunya. Penelitian dilakukan di tanah sawah jenis Latosol di Desa Margoluwih, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, di tanah sawah yang sudah dipupuk organik selama kurun waktu berbeda, yaitu: 3, 7, dan 13 tahun. Pengambilan sampel tanah di ketiga lokasi penelitian dilakukan di kedalaman 0-20 cm. Sifat kimia tanah yang dianalisis adalah pH (H2O dan KCl), Daya Hantar Listrik (DHL), Potensial Redoks (Eh), C- Organik, P-Tersedia, K-Tersedia, N-Total. Beda rerata antar perlakuan untuk setiap parameter di Uji t-Test pada taraf α =5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan pupuk organik meningkatkan nilai rerata tertinggi C-Organik, K Tersedia, dan N Total tanah pada pemberian kontinyu selama 13 tahun.

    KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PISANG DI DESA JETIS KEPANEWON SAPTOSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA

    Get PDF
    Kabupaten Gunungkidul memiliki sebagian wilayah yang mempunyai karakteristik lahan yang unik, yaitu termasuk kawasan karst. Kawasan karst pada umumnya tandus,  sulit untuk dilakukan kegiatan bercocok tanam. Hal tersebut terjadi karena sedikitnya air dipermukaan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kesesuaian lahan untuk tanaman pisang di Desa Jetis, Kepanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta dan mempelajari faktor pembatas untuk budidaya tanaman pisang serta mengusulkan upaya untuk peningkatan kesesuaian lahan di daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan (PSL) yang dibuat dengan overlay peta tata guna lahan, peta jenis tanah, dan peta kemiringan lereng. Hasil dari overlay didapatkan 22 satuan lahan dan dipilih untuk titik sampel sebanyak 11 satuan lahan. Satuan lahan yang dipilih meliputi tegalan/ladang, kebun, dan semak belukar. Satuan lahan yang tidak diambil meliputi hutan konservasi, pemukiman, dan  hutan produksi. Analisis kesesuaian lahan menggunakan metode matching berdasarkan tabel kriteria kesesuaian lahan untuk tanaman pisang menurut Djaenudin et al., (2011). Parameter yang diamati meliputi tekstur, KPK tanah, kejenuhan basa, pH H2O, temperatur udara, curah hujan, kelembaban udara, drainase tanah, kedalaman tanah, C-Organik, kemiringan lereng, batuan dipermukaan, dan singkapan batuan besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan di wilayah penelitian untuk tanaman pisang termasuk kelas S3 (re, nr) seluas 105,78 ha (10,75 %), S3 (re) seluas 217,66 ha (22,13 %) dan N (re) seluas 556,07 ha (56,55 %). Perbaikan yang dapat dilakukan adalah memperbaiki saluran drainase di saat musim hujan dan memperkirakan waktu penanaman, serta membuat terasering

    PENILAIAN POTENSI DAN STATUS DEGRADASI LAHAN PERTANIAN DI KELURAHAN NGALANG, KAPANEWON GEDANGSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL

    Get PDF
    Peningkatan penggunaan lahan untuk pertanian yang tidak diikuti dengan kaidah konservasi dapat menyebabkan degradasi lahan. Meningkatnya penggunaan lahan harus diikuti dengan informasi mengenai sebaran potensi dan status degradasi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap potensi dan status degradasi lahan pertanian dan menyusun peta status degradasi lahan pertanian. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah skoring untuk penentuan potensi dan status degradasi lahan pertanian, dan survai untuk pengamatan kondisi lapangan. Lokasi pengamatan lapangan ditentukan secara purposif berdasarkan peta potensi degradasi lahan. Analisis status degradasi lahan dilakukan menggunakan kriteria sesuai PP No.150 tahun 2000 serta PERMEN LH No.07 tahun 2006. Penentuan status degradasi lahan dilakukan dengan matching dan skoring. Parameter yang digunakan yaitu ketebalan solum, kebatuan permukaan, komposisi fraksi, berat volume (BV), porositas total, permeabilitas, pH, daya hantar listrik (DHL), potensial redoks, dan jumlah mikroba. Hasil penentuan potensi degradasi lahan di Kelurahan Ngalang menunjukkan 2 (dua) kelas potensi. Potensi degradasi rendah (PR II) seluas 438 ha (10,49%) dan potensi degradasi sedang (PR III) seluas 822 ha (55,8%). Hasil penentuan status degradasi lahan di Kelurahan Ngalang menunjukkan 2 (dua) kelas degradasi lahan yaitu Tidak Terdegradasi (N) seluas 76 ha (5,25%). Degradasi Ringan (R.I) dengan faktor yang tergolong kriteria rusak yaitu kebatuan permukaan (b), permeabilitas (p), dan komposisi fraksi (f). Status degradasi R.I-b seluas 440 ha (30,44%); R.I-b,p seluas 436 ha (30,17%); dan R.I-b,f,p seluas 308 ha (21,31%)

    EVALUASI STATUS KERUSAKAN TANAH UNTUK PRODUKSI BIOMASSA DI DESA HARGOMULYO KECAMATAN GEDANGSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

    Get PDF
    Pengelolaan tanah yang kurang memperhatikan kelestariannya menyebabkan kerusakan tanah dalam memproduksi biomassa. Sebagian besar wilayah Desa Hargomulyo digunakan sebagai lahan pertanian, namun masyarakat belum menerapkan teknik konservasi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi status kerusakan tanah di Desa Hargomulyo, serta menyajikan hasilnya dalam bentuk peta. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan pengamatan langsung pada titik sampel berdasarkan kondisi wilayah di Desa Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul. Pelaksanaan penelitian ini mengacu pada PP No. 150 Tahun 2000 dan PERMEN LH No. 07 Tahun 2006. Parameter yang diamati yaitu ketebalan solum, kebatuan permukaan, persentase fraksi pasir, berat isi, porositas total, derajat pelulusan air, pH, DHL, nilai redoks, serta jumlah mikroba tanah. Hasil prediksi kerusakan tanah di Desa Hargomulyo ditemukan 3 kelas, yaitu PR.I (sangat rendah) seluas 313,72 ha; PR.II (rendah) seluas 1.699,86 ha; dan PR.III (sedang) seluas 8.548,39 ha. Hasil status kerusakan tanah untuk produksi biomassa di Desa Hargomulyo ditemukan 1 status kerusakan tanah yaitu R.I (rusak ringan) dengan faktor pembatas kebatuan permukaan (b) dan derajat pelulusan air (p). Status kerusakan tanah R.I-b seluas 1.348,91 ha; R.I-p seluas 4.002,24 ha; dan R.I-b,p seluas 5.210,82 ha

    KESESUAIAN LAHAN UNTUK KEDELAI EDAMAME DI DESA PURWOBINANGUN KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN

    Get PDF
    Tanaman kedelai edamame merupakan tanaman yang memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Banyaknya permintaan akan kedelai edamame menjadikan pemerintah memberikan alternatif tanaman pangan bagi para petani untuk membudidayakan. Tanaman kedelai edamame dapat menghasilkan produksi yang optimal jika sesuai dengan syarat tumbuhya. Oleh sebab itu penelitian ini penting untuk mengetahui bagaimana kriteria kelas kesesuaian lahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan untuk budidaya tanaman kedelai edamame di  Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan metode survey untuk mengetahui kondisi umum wilayah dan metode purposive untuk penentuan titik sampel berdasarkan SPL (Satuan Peta Lahan) yang diperoleh dari hasil overlay peta kemiringan lereng, peta ketinggian tempat dan peta tata guna lahan. Analisis kesesuaian lahan dilakukan menurut kerangka FAO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kedelai edamame adalah S3 (sesuai marjinal) dengan faktor pembatas yaitu drainase, tekstur tanah, N-total, P2O5, pH, C-organik, dan kemiringan lereng. Upaya untuk meningkatkan kelas kesesuaian lahan adalah dengan memperbaiki drainase, pemberian bahan organik, pemupukan dan pembuatan terasering

    LAND SUITABILITY EVALUATION FOR SUGARCANE IN SEGOROMULYO VILLAGE, PAMOTAN SUBDISTRICT, REMBANG REGENCY

    Get PDF
    Sugarcane planting in Pamotan Subdistrict, Rembang Regency took place before 2000, but in recent years farmers have complained of declining yields. Data from the Central Statistics Agency for Rembang Regency shows that the productivity of sugarcane in Pamotan Subdistrict in 2011 produced 6,000 kg/ha, 2014 produced 4,597 kg/ha, and 2017 produced 4,200 kg/ha. This study aims to determine the characteristics of the land and land suitability class for sugar cane in Segoromulyo Village. The method used is the matching method, the determination of sample points is carried out using a purposive method based on the land system which is determined from the overlay of soil type maps, slope maps, and land use maps. The parameters measured include average temperature, water availability/rainfall, drainage, texture, coarse material, soil depth, soil CEC, base saturation, pH, C-organic, salinity, erosion hazard, slope, flood/puddle hazard, rock on the surface, and rock outcrops. The results showed that Segoromulyo Village has several land suitability classes for sugar cane, namely S2 with a limiting factor of water availability and oxygen availability of 198.08 ha or around 32.84%, S2 with a limiting factor of water availability, oxygen availability and salinity of 207 .77 ha or around 34.44%, and S3 with a salinity limiting factor of 197.41 ha or around 32.72%
    corecore