1,720,964 research outputs found

    Pengembangan video animasi matematika berbantuan Animaker untuk meningkatkan pemahaman matematis siswa

    Full text link
    Pemahaman matematis menjadi salah satu faktor yang penting untuk diperhatikan siswa selama pembelajaran. Dalam penelitian ini, untuk mendukung proses kegiatan belajar supaya berjalan maksimal maka diperlukan adanya pengembangan media pembelajaran berbentuk video animasi pada materi statistika sub bab regresi linear.  Media berbasis video animasi menjadi salah satu bentuk media pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman matematis siswa. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dan Pre Exploratory Plan dengan model Pretest-Posttest Control Gathering Configuration. Dengan demikian, didapat hasil pretest dan posttest yang termasuk dalam desain penelitian sehingga hasil percobaan dapat dibandingkan dengan hasil sebelum percobaan. Dasar pengumpulan data pada penelitian ini yaitu validasi penilaian video animasi animaker ahli media dan guru matematika, dan tes pemahaman matematis siswa. Hasil akhir penelitian ini menyatakan bahwa pemahaman matematis siswa meningkat setelah diajarkan menggunakan media video animasi animaker. Hal ini diperoleh melalui hasil presentase layak ahli media pertama 96%, dan ahli media kedua juga 96%. Sedangkan perolehan persentase kelayakan dari guru matematika memperoleh 80%. Hasil analisis perhitungan penggunaan video animasi animaker dilakukan melalui uji-t satu pihak kanan pemahaman matematis dengan . dan  sehingga  maka Ho ditolak dengan kesimpulan terdapat peningkatan pemahaman matematis siswa. Hasil analisis perhitungan berikutnya menggunakan uji N-Gain yang menunjukkan bahwa N-Gain skor pemahaman matematis adalah 0,35 dan masuk dalam kategori sedang.Kata kunci: Pengembangan Video ; Animaker ; Pemahaman Matematis; Statistik

    PENGEMBANGAN MEDIA MATEMATIKA ENSIKLOPEDIA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI SEKOLAH DASAR

    Full text link
    Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah ?óÔé¼?ôBagaimana mengembangkan media matiklopedia dengan pendekatan matematika realistik yang valid?, apakah pembelajaran matiklopedia dengan pendekatan matematika realistik efektif ??óÔé¼?Ø. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas 6 semester 1 tahun ajaran 2013/2014. Sedangkan subjek penelitian ini adalah terdiri dari 2 kelas yang masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Banyaknya subjek penelitian untuk masing-masing kelas ada 35 orang.?é?á Pemilihan dan penentuan subyek penelitian ini diambil dengan teknik sampel bertujuan (purposive sampling). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Pengembangan. Perangkat yang dikembangkan adalah media pembelajaran matematika berbasis matiklopedia dengan model RME untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik yang memenuhi kriteria valid dan efektif. Prosedur penelitian ini, mengacu pada pengembangan borg and gall dengan 10 tahapan. Dari hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pengembangan media pembelajaran matematika berbasis matiklopedia telah mencapai indikator valid dan efektif, yaitu: (1) media pembelajaran mencapai valid dengan uji kevaaildan produk oleh ahli materi dan media dengan nilai rata-rata 80,05% dengan kategori layak (2) Terdapat pengaruh positif kreativitas siswa terhadap prestasi belajar siswa yang ditunjukkan kontribusi pengaruh respon siswa terhadap matiklopedia sebesar 80,7%. (3) Prestasi belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibanding prestasi belajar kelas kontrol yang ditunjukkan dengan rata ?óÔé¼ÔÇ£ ratanya yaitu rata ?óÔé¼ÔÇ£ rata kelas eksperimen sebesar 80,34 dan rata ?óÔé¼ÔÇ£ rata kelas kontrol sebesar 75,54. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru untuk mencoba melakukan pengembangan media pembelajaran matematika baik online dan offline?é?á serta dapat memanfaatkan teknologi terbarukan untuk pembelajaran, sehingga akan menambah wawasan bagi guru maupun siswa.</jats:p

    Pengembangan Bahan Ajar Berdasarkan Pendekatan RME Ditinjau dari Gaya Belajar Peserta Didik Kelas VI SD

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menghasilkan media pembelajaran berupa bahan ajar materi operasi bilangan bulat berdasarkan pendekatan RME ditinjau dari gaya belajar peserta didik sekolah dasar kelas enam SDN di Gugus Bahari Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan  Research and Development. Metode penelitian Research and Development yang digunakan adalah model yang dikembangkan oleh Borg &amp; Gall. Uji coba pertama adalah uji coba awal untuk mengetahui kelayakan produk sebelum uji coba lapangan utama, dan diperoleh hasil bahan ajar memenuhi kriteria kelayakan dengan kategori “Sangat Baik” yang didapat dari hasil angket respon guru memperoleh skor 324 dan masuk ke dalam kategori “Sangat Setuju” dan observasi respon peserta didik memperoleh skor 4689 dan masuk kategori “Sangat Setuju”.  Selanjutnya adalah uji coba lapangan operasional, hal ini dibuktikan dengan hasil uji t- test independen dengan hasil lebih kecil dari 0,05 yaitu nilai sig 0,001 yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap tersimulusnya hasil belajar peserta didik

    Analysis the Ability of Mathematic Connection With Cooperative Learning Model Thinking Pair Share and Thinking Pair Square

    No full text
    The study aims to determine the better mathematical connection capabilities between those taught using cooperative learning models of the type of Think Pair Share or Think Pair Square, and describe the mathematical connection ability of students taught by cooperative learning models of Think Pair Share and Think Pair Square types. The population in this study were all students of class VIII of SMP Negeri 2 Adiwerna in the academic year of 2017/2018. Quantitative samples use 2 experimental classes. While the qualitative sample is 12 high, medium and low ability students. Data collection was carried out quantitatively, namely by tests, and qualitative by observation, documentation, and interviews. The results of this study showed that the mathematical connection ability taught with the Think Pair Share type of cooperative learning model was better than Think Pair Square, the mathematical connection ability of students taught by Think Pair Share and Think Pair Square learning models was partly achieved by the low group students , medium, and high

    Analisis butir soal penilaian akhir tahun mata pelajaran matematika menggunakan software anates

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat kesukaran, daya pembeda, dan keefektifan pengecoh butir soal Penilaian Akhir Tahun mata pelajaran matematika menggunakan software Anates di SMK Nurul Islam, (2) mendeskripsikan persentase kualitas tingkat kesukaran, daya pembeda, dan keefektifan pengecoh butir soal Penilaian Akhir Tahun mata pelajaran matematika menggunakan software Anates di SMK Nurul Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Data penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan software anates. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Butir soal penilaian akhir tahun mata pelajaran matematika menggunakan Software Anates untuk tingkat kesukaran cenderung dalam kategori sukar, daya pembeda cenderung dalam kategori sangat buruk, dan untuk keefektifan pengecoh cenderung ke dalam kategori baik. (2) Dari total 40 butir soal penilaian akhir tahun dari segi tingkat kesukaran bahwa 6 butir soal (15%) dalam kategori sukar, 22 butir soal (55%) dalam kategori sedang, dan 12 butir soal (30%) masuk dalam kategori sangat sukar. Dari segi daya pembeda, 14 butir soal (35%) kategori sangat buruk, 5 butir soal (12%) kategori buruk, 2 butir soal (5%) kategori cukup, 11 butir soal (28) kategori baik, dan 8 butir soal (20%) kategori sangat baik. Serta dari segi keefektifan pengecoh bahwa 8 butir soal (20%) dalam kategori kurang baik, 12 butir soal (30%) dalam kategori cukup baik, 17 butir soal (42%) dalam kategori baik, dan terdapat 3 butir soal (8%) dalam kategori sangat baik

    Keefektifan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp terhadap prestasi belajar peserta didik

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) Prestasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp dapat melampaui KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) lebih dari 50%. (2) Keefektifan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp terhadap prestasi belajar peserta didik. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII Full Day School MTs N 2 Tegal tahun pelajaran 2020/2021 yang terdiri dari 5 kelas yang berjumlah 148 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel yang diambil sebanyak satu kelas sebagai kelas eksperimen yaitu kelas VIII Full Day School 2 dengan jumlah 29 peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Data dianalisis dengan uji proporsi satu pihak kanan, uji Paired Sample t test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Prestasi belajar peserta didik kelas VIII MTs N 2 Tegal Tahun Pelajaran 2020/2021 yang diajar menggunakan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp, nilainya dapat melampaui KKM 75 lebih dari 50%. Karena data yang digunakan dari soal tes yang sama yaitu menggunakan pretest dan posttest. Pretest (peserta didik belum diajar menggunakan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp), sedangkan posttest (peserta didik sudah diajar menggunakan pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp). Karena hal tersebut maka nilainya dapat melampaui KKM 75 lebih dari 50% (2) Pembelajaran berbantuan aplikasi WhatsApp cukup efektif terhadap prestasi belajar peserta didik. Ada beberapa hal yang membuat pembelajaran ini cukup efektif, yaitu pendidik dan peserta didik dapat bertanya jawab maupun berdiskusi tanpa harus berpusat pada pendidik seperti pembelajaran di kelas, yang menimbulkan rasa takut, salah, dan malu pada peserta didik. Selain itu, peserta didik lebih mudah untuk mengirimkan atau mengumpulkan hasil pekerjaannya

    Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam Peningkatan Pemahaman Teks dengan Metode Membaca Nyaring Terpadu Siswa SD

    Full text link
    Hasil raport pendidikan sekolah, menunjukan kondisi satuan pendidikan yang datanya diambil dari hasil asesmen dan survei-survei nasional yang melibatkan satuan pendidikan dan daerah. Hasil Literasi raport Pendidikan sekolah dasar kecamatan Margasari belum semuanya mengalami kenaikan, Masih ada beberapa sekolah yang Literasi nya masih rendah. Penelitian ini untuk mengetahui validitas pengembangan LKPD dengan menggunakan model ADDI dalam meningkatkan pemahaman teks siswa SD Kecamatan Margasari. Metode penelitian dalam peneltiian  menggunakan desain  penelitian pengembangan atau R&amp;D (Reseach and Development) untuk memperoleh suatu metode, khususnya metode pembelajaran tertentu sekaligus menguji efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan Untuk keseluruan hasil validasi ahli materi dengan persentase 88% termasuk dalam kategori sangat valid. Sedangkan untuk rata-rata jumlah skor 4. Hasil angket respon siswa pada uji coba yang melibatkan 41 responden, diperoleh skor rata-rata aspek LKPD dengan presentase sebesar 88% dan mencapai kriteria sangat tertarik. Kriteria ini karena tampilan, warna dan gambar pada LKPD menarik. Hasil angket respon guru pada uji coba yang melibatkan 6 responden, diperoleh skor rata-rata aspek LKPD dengan presentase sebesar 91,5% dan mencapai kriteria sangat tertarik. Kriteria ini karena tampilan, warna dan gambar pada LKPD menarik. Seluruh hasil validasi materi memiliki hasil sangat valid sedangkan guru dan siswa memiliki kategori sangat menarik sehingga LKPD dengan metode membaca nyaring ini mampu diterapkan dalam pembelajaran siswa

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore