22 research outputs found
AN ANALYSIS OF TRANSLATION TECHNIQUES AND QUALITY OF EUPHEMISM IN THE TV SERIES GAME OF THRONES: SEASON 1
ABSTRACT Muhamad Reza Pahlevi. C0310039. An Analysis of Translation Techniques and Quality of Euphemism in the TV Series Game of Thrones: Season 1. Thesis. English Department. Faculty of Cultural Sciences. Sebelas Maret University. Surakarta. 2017 This research focuses on the translation techniques and quality of euphemism in the TV series Game of Thrones: Season 1. The aims of this research are 1) To discover the types of euphemism used in the TV series Game of Thrones: Season 1, 2) To discover what kind of techniques used by the translator to translate the euphemism, and 3) To find out the impact of the techniques used by the translator toward the translation quality of euphemism. This research belongs to descriptive qualitative research. The source data were document: TV series Game of Thrones: Season 1 and its translation in Indonesian and informants: Raters who assessed the translation quality. All of the informants were chosen by purposive sampling technique. There were 47 data of euphemisms in the forms of words and phrases found in the data source. The analysis indicates that there are 7 types of euphemism found in the source text in the form of semantic innovation. They are; (1) Particularization, 1 datum; (2) Implication, 20 data; (3) Metaphor, 13 data; (4) Metonymy, 3 data; (5) Reversal, 1 datum; (6) Understatement, 8 data; (7) Overstatement, 1 datum. There are 9 translation techniques applied by the translator. These types of translation techniques are applied in single technique and combination of multiple techniques. They are: (1) Amplification, (2) Established Equivalent, (3) Literal, (4) Modulation, (5) Reduction, (6) Established Equivalent + Variation, (7) Established Equivalent + Amplification, (8) Transposition + Amplification + Modulation, (9) Established Equivalent + Modulation, (10) Established Equivalent + Reduction, (11) Established Equivalent + Amplification + Variation, (12) Established Equivalent + Particularization + Variation, (13) Established Equivalent + Reduction + Variation, (14) Established Equivalent + Borrowing + Variation, (15) Established Equivalent + Variation + Literal, (16) Established Equivalent + Variation + Reduction + Modulation. In the aspect of accuracy the findings shows that 41 (87.23%) data were classified into accurate, 3 (6.38%) less accurate, and 3 (6.38%) inaccurate. In the aspect of acceptability the findings shows that 40 (85.11%) data were classified into acceptable, 4 (8.51%) less acceptable, and 3 (6.38%) unacceptable. Techniques which produce translations with high level of accuracy, and acceptability are established equivalent and amplification. Technique which produces translations with low level of accuracy and acceptability is literal translation. Keywords: euphemism, translation technique, translation quality, accuracy, acceptability, readability
ANALISA SPASIAL UNTUK MELIHAT TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI PROVINSI BANTEN: Muhamad Jafar Elly, Reza Pahlevi
Banten Province is an expantion area of the mother province, West Java. It is adjacent to the nation’s capital have an impact on the welfare of the surrounding community either in the district or municipality. So far, the data and information about the well-being of Banten area has not been distributed spatially. This is not less effective and informative when local government wants to make a policy that related to increased welfare at the district. This study was conducted to see the level of welfare in Banten through geographic information system approach. Data used in the process of spatial analysis includes the human development index, population density, dependency ratio and livelihood. The method used to process spatial analysis is weighted and overlay. The result of analysis showed that the average level of prosperity in Banten Province was in middle category which covers 116 districts out of the 155 districts spread across Banten. The rest was categorized quite high. The percentage of welfare level “Medium”and “High Enough” amounted to 74.83% and 25.17%. The sub districts have the status of “High Enough” majority owned by Tangerang district namely as many as 24 sub districts with 15.48%. These results are expected to be used as input for the Banten Provincial Government or the related parties in order to make a policies for improving the quality of life in society
faktor yang mempengaruhi perilaku remaja putri dalam penggunaan cream acne wajah di klinik skin care kabupaten banyuwangi
ABSTRAK
Indroduksi: Masa remaja, dengan perubahan fisik dan psikologisnya, seringkali memicu ketidakpuasan citra tubuh dan masalah kulit seperti jerawat, yang mendorong penggunaan krim jerawat. Klinik AMC di Banyuwangi, dengan banyak pelanggan remaja, mengalami peningkatan permintaan acne cream. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi dan model cross-sectional. Sampel sebanyak 58 responden dipilih melalui purposive sampling dari populasi 68 responden, dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat (frekuensi) dan bivariat (chi square). Result: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 15-17 tahun (32,8%), telah menggunakan acne cream selama 1 – 3 bulan dan 4 – 6 bulan (25,9%), memiliki pengetahuan (94,8%), akses media (87,9%), motivasi (94,8%), dan perilaku penggunaan acne cream yang baik (94,8%). Diskusi: Pengetahuan, penggunaan media massa dan motivasi berhubungan secara signifikan terhadap penggunaan acne cream wajah (Sig < 0,05). Penelitian ini menyarankan agar klinik kecantikan memberikan edukasi yang jelas tentang perawatan kulit berjerawat, remaja putri tidak mudah terpengaruh iklan dan berkonsultasi dengan ahli, serta peneliti selanjutnya meneliti faktor lain dan efektivitas berbagai acne cream.
Kata kunci: Acne Cream; Remaja Putri; Perilak
PENGUJIAN SISTEM CLEANING IN PLACE PADA MESIN FILLING
Produk olahan makanan dan minuman adalah sumber potensi dari mikroorganisme pembusuk dan pathogen yang menciptakan bakteri. Dalam memenuhi kebersihan produk yang baik maka perlu adanya improvisasi sistem pembersihan otomatis atau dengan istilah lain disebut Cleaning in place (CIP). CIP bertujuan meningkatkan kebersihan produk yang akan produksi. Perancangan sebuah sistem CIP merupakan usaha dalam memenuhi kebersihan produk ,bentuk improvisasi sistemnya dengan cara dibuat otomatis agar tidak dilakukakan pembongkaran pada saat pencucian. Metode pengujian yang dilakukan meliputi pengujian pompa booster, solenoid valve, sensor flow dan Ph air sebagai acuan akhir sistem. Hasil pengujian pompa booster dan solenoid valve menunjukan nilai sesuai spesifikasi alat dengan tegangan 12,19 Vdc arus 1,17 A dan penggunaan daya 14,263 watt pada pompa booster dan tegangan solenoid valve sebesar 222 volt . Sensor flow menunjukan pembacaan yang sesuai dengan aktual dengan nilai 2000ml. pengujian Ph air menunjukan nilai 7,1 Ph dengan komposisi sabun 750ml, air 8 liter, bilasan air 12 liter dan waktu pencucian 300 detik. Maka seluruh perangkat berfungsi secara optimal untuk mendukung sistem CIP berjalan dengan baik serta mendapatkan hasil kebersihan sesuai standa
PENGARUH SEREH WANGI DAN CENDAWAN TRICHODERMA SP DALAM MENGENDALIKAN LAYU FUSARIUM PADA BAWANG MERAH
Penyakit layu Fusarium yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum
merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya bawang merah karena dapat
menyebabkan kerugian hasil hingga 40%. Selama ini pengendalian penyakit ini
lebih banyak bergantung pada fungisida kimia yang kurang efektif dan berpotensi
mencemari lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan alternatif yang ramah
lingkungan menjadi penting. Penelitian ini mengeksplorasi potensi sereh wangi
(Cymbopogon nardus) dan cendawan Trichoderma sp. sebagai biofungisida yang
mampu menekan perkembangan patogen tersebut, baik melalui aktivitas
antifungal maupun kompetisi biologis di tanah.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu uji in vitro di Laboratorium
Proteksi Tanaman Universitas Bengkulu dan uji in vivo di lahan pertanian Dinas
Pertanian Kota Lubuklinggau. Uji in vitro melibatkan pengujian daya hambat
sereh wangi dan Trichoderma sp. terhadap pertumbuhan F. oxysporum. Uji in vivo
menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor: jenis
biofungisida dan frekuensi aplikasi. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan
tanaman, kejadian dan intensitas penyakit, serta kandungan senyawa ketahanan
tanaman seperti asam salisilat dan fenol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sereh wangi dengan konsentrasi 5% dan
Trichoderma sp. dengan kerapatan spora 10⁸ memberikan daya hambat tertinggi
terhadap Fusarium oxysporum secara in vitro. Secara in vivo, perlakuan
biofungisida menurunkan intensitas penyakit secara signifikan, di mana perlakuan
Trichoderma 10⁸ menghasilkan intensitas penyakit terendah (9,44%)
dibandingkan kontrol (76,66%). Perlakuan juga meningkatkan pertumbuhan
tanaman, jumlah anakan, dan hasil umbi bawang merah secara nyata. Hal ini
menunjukkan bahwa sereh wangi dan Trichoderma sp. berpotensi menjadi
alternatif biofungisida ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit layu
Fusarium pada tanaman bawang merah
Pelatihan Dasar Kepemimpinan Berbasis Alqur’an Dan Skill Abad 21 Bagi Remaja Santri
Disrupsi revolusi industry 4.0 menghadapkan para santri pada realita kehidupan abad 21 yang penuh dengan uncertainly (ketidakpastian), complexity (kerumitan), fluctuity (fluktuasi), ambiguity (kemenduaan) yang berdampak terhadap kehidupan manusia. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah membentuk jiwa kepemimpinan yang bertujuan agar santri mampu melaksanakan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an disertai kecakapan abad 21 (4 C). Pengabdian dilaksanakan melalui metode pelatihan kepada 20 santri Pondok Pesantren Al-Hidayah Purwakarta dengan menerapkan protocol kesehatan. Materi terbagi menjadi lima sesi mengenai: 1) Way of My Life and Be My Self: Konsep hidup Bahagia berlandaskan Al-Qur’an); 2) Tantangan Global dan skill abad 21; 3) Kepemimpinan Transformasional; 4) Dinamika Kelompok; dan 5) Sharing dan tanya jawab. Pelatihan dilaksanakan secara edukatif dengan penuh humor, interaktif dan menyenangkan disertai beberapa contoh kasus yang melatih kemampuan peserta menganalisis dan mengembangkan keterampilan 4 C. Penyampaian materi disertai dasar ayat Al-Qur’an sebagai landasan ilahiyah dan spiritual. Peserta secara umum merasa sangat puas dengan pelatihan dan merasakan kebermanfaatan bagi pengembangan pengetahuan, skill, motivasi, dan semangat untuk siap menghadapi tantangan di abad 21 dengan menjadi pribadi yang ber-Qur’an. Lebih lanjut, 80% peserta menilai sangat perlu adanya keberlanjutan pelatihan di masa mendatan
LUKISAN EKSPRESIONISTIK DAVAREZA : Ekspresi Wajah dan Gerakan Anak dalam Penciptaan Karya Lukis
Gambaran sosok anak sering diartikan alami, polos, ceria, aktif dan unik. Karakter seorang anak cenderung spontan dengan tingkat luapan emosional yang sangat tinggi dan berakhir dengan cara yang tiba-tiba. Ekspresi pikiran, perasaan dan keinginan seorang anak secara visual seperti tertawa, menangis, marah, serta gerakan ekspresif anak menjadi karakter sangat lucu, unik, dan menggemaskan. Pada karya penciptaan lukisan ini penulis terinspirasi dari ketertarikan penulis terhadap perilaku anak-anak di lingkungan penulis sendiri dan sebagai bentuk kasih sayang yang sangat besar terhadap anaknya Davareza. Penulis mencoba mengabadikan kebersamaan serta keunikan berekspresi Davareza ke dalam sebuah karya lukisan, ekspresi wajah dan gerakan spontan anak dijadikan subject matter dalam sebuah karya lukisan, serta kepolosan anak dalam meluapkan emosi perasaannya melalui ekspresi wajah dan gerakan menjadi keunikan karakter pada anak. Dengan tujuan memvisualisasikan berbagai ekspresi wajah dan gerak tubuh anak ke dalam penciptaan lukisan dalam tugas akhir ini, penulis menggunakan metode penciptaan karya yang dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu, proses pengolahan ide, kontemplasi dan stimulasi, sampai proses kreasi dan teknik berkarya. Visual yang ditampilkan dalam lukisan yaitu ekspresi wajah yang mewakili perasaan emosional anak dalam berekspresi serta gerak spontan anak dengan visual gerakan menggunakan efek sapuan kuas tegas. Selain itu, warna latar pada lukisan disesuaikan dengan suasana hati anak ketika berekspresi. Hasil karya berupa enam buah karya lukisan ekspresi wajah dan gerak anak yang dibuat dengan berbagai ukuran dengan objek anak bernama Davareza, semoga hasil karya penciptaan ini diharapkan dapat menambah semangat apresiasi berkesenirupaan dan motivasi dalam berkarya seni lukis bagi pendidikan seni rupa maupun masyarakat umum.
Kata Kunci : Ekspresi dan Gerak Anak, Seni Lukis.
Image of a child often means natural, plain, cheerful, active and unique. The character of a child tends to spontaneous emotional overflow level is very high and ends in a way that suddenly. Expression of thoughts, feelings and desires of a child visually like laughing, crying, angry, and expressive movement into character very funny kid, unique, and adorable. In this painting the author's creative work inspired by the author's interest on the behavior of children in the author's own and as a form of very great affection towards his son Davareza. The author tries to perpetuate the unity and uniqueness of expression Davareza into a masterpiece painting, facial expressions and movement of children spontaneously used the subject matter in a work of painting, and the innocence of a child in the vent emotions feelings through facial expressions and movements into a unique character in children. With the aim of visualizing various facial expressions and gestures of children into the creation of paintings in this thesis, the author uses the method of creating the work done by several stages, namely, the processing of ideas, contemplation and stimulation, through the process of creation and engineering work. Visually displayed in the painting that facial expressions that represent feelings in the child's emotional expression and spontaneous motion using the motion of children with visual effects firm brush strokes. In addition, the background color in the painting adapted to the child's mood when expression. The work of six paintings in the form of facial expressions and gestures made by the child objects of various sizes with a child named Davareza, hopefully the work of creation is expected to add to the spirit of appreciation berkesenirupaan and motivation in the work of art for art education and the general public.
Keywords: Expression and Motion Child, Art
Pembuatan Website Desa Lembang untuk Branding dan Promosi UMKM
Transformasi digital di desa merupakan strategi penting untuk meningkatkan kinerja pelayanan publik, keterbukaan informasi, serta pemberdayaan masyarakat. Desa Lembang, yang memiliki potensi sumber daya alam dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), belum memiliki platform digital yang dapat memasarkan potensi tersebut secara luas. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan membuat website resmi Desa Lembang sebagai sarana branding dan promosi UMKM lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan sistem perancangan berdasarkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Website ini dikembangkan menggunakan framework Laravel serta dilengkapi dengan fitur-fitur utama seperti profil desa, direktori UMKM, galeri, dan dashboard untuk admin. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa website yang dibuat berhasil memenuhi kebutuhan informasi dan promosi desa, serta dapat dikelola secara mandiri oleh aparat desa berkat adanya pelatihan yang diberikan. Website ini mendukung pencapaian visi desa yang lebih maju dan mandiri melalui peningkatan visibilitas UMKM dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, pengembangan situs ini membawa dampak positif dalam menciptakan branding digital untuk Desa Lembang, meskipun masih diperlukan pengembangan lebih lanjut seperti integrasi fitur e-commerce dan perluasan jangkauan melalui aplikasi selule
PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK SELF- INSTRUCTION DALAM MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK DI SMK NEGERI 5 BANDAR LAMPUNG
ABSTRAK
Kepercayaan diri adalah suatu proses yang sangat penting dalam
pengembangan diri, yang dapat dicapai ketika seseorang memiliki
tekad yang kuat untuk menunjukkan kreativitas serta kemampuan yang
dimilikinya. Kepercayaan diri ini bukan sekadar perasaan positif, tetapi
merupakan keyakinan yang muncul dari dalam diri individu, mencakup
berbagai aspek, seperti emosional, perilaku, dan spiritual. Di sisi lain,
bimbingan kelompok adalah layanan konseling yang memberikan
kesempatan kepada sekelompok peserta didik untuk belajar dan
berinteraksi bersama melalui dinamika kelompok Melalui proses
bimbingan ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk
mendiskusikan berbagai topik yang bermanfaat, seperti keterampilan
sosial, manajemen stres, dan perencanaan karier, yang tidak hanya
meningkatkan pemahaman mereka, tetapi juga kualitas kehidupan
sehari-hari. Bimbingan kelompok ini juga berfungsi untuk mendukung
perkembangan diri peserta didik, baik sebagai individu maupun sebagai
pelajar. Dalam lingkungan yang mendukung ini, mereka dapat
mengembangkan kemampuan interpersonal dan empati, belajar untuk
bekerja sama, serta meningkatkan rasa saling percaya di antara teman
teman sebaya. Dengan demikian, kepercayaan diri dan bimbingan
kelompok saling berhubungan erat, di mana proses bimbingan dapat
berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kepercayaan diri
peserta didik, sehingga mereka siap menghadapi tantangan di masa
depan dengan lebih percaya diri dan proaktif.
Jenis penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan
kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan peneliti bersifat deskriptif
naratif, Jenis penelitian yang digunakan peneliti bersifat deskriptif
naratif, karena peneliti bermaksud mendeskripsikan, mengambil, dan
menganalisis kesimpulan secara umum. Penelitian deskriptif
(descrptive research) ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan
atau fenomena-fenomena apa adanya. Teknik pengumpulan data
kualitatif dikumpulkan melalui natural setting dengan teknik
wawancara pengamatan dan dokumentasi. Dalam penelitian ini peneliti
i
menggunakan teknik analisis data bahwa aktivitas dalam analisis data
kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus dan
tuntas.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis
lakukan, kondisi kepercayaan diri peserta didik menunjukkan
perkembangan yang baik dan optimal. Peserta didik mulai
memperlihatkan perubahan positif secara bertahap dalam sikap dan
perilaku mereka. Mereka yang sebelumnya merasa kurang percaya diri
dan tidak yakin akan kemampuan diri mulai menunjukkan keberanian
untuk tampil di depan kelas, berpartisipasi aktif dalam diskusi, dan
menyampaikan pendapat mereka tanpa rasa ragu. Perubahan ini sangat
signifikan dan berdampak positif pada proses belajar, karena peserta
didik menjadi lebih terbuka untuk berdiskusi dan bertanya, yang pada
gilirannya meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi
pelajaran. Peningkatan kepercayaan diri ini juga berkontribusi pada
prestasi akademik mereka, karena mereka lebih termotivasi untuk
berusaha dan menghadapi tantangan di kelas. Penulis menyimpulkan
bahwa guru Bimbingan Konseling (BK) telah menjalankan perannya
dengan cukup baik dan profesional dalam memberikan layanan
bimbingan kelompok. Guru BK berhasil menciptakan suasana yang
mendukung dan aman, sehingga peserta didik merasa nyaman untuk
berpartisipasi. Pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok dilakukan di
dalam kelas, mengikuti empat tahapan utama yang terdiri dari tahap
pembentukan, tahap peralihan, tahap kegiatan, dan tahap
pengakhiran.Pada tahap pembentukan, sebagian besar peserta didik
tampak antusias dan bersemangat untuk terlibat, meskipun masih ada
beberapa yang merasa malu dan belum berani mengungkapkan
permasalahan pribadi mereka. Dengan demikian, kegiatan bimbingan
kelompok ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri, tetapi juga
menciptakan rasa kebersamaan dan saling mendukung di antara peserta
didik.
Kata Kunci : Bimbingan Kelompok, Kepercayan diri, Peserta
didik
ii
ABSTRACT
Self-confidence is a very important process in self
development, which can be achieved when someone has a strong
determination to show their creativity and abilities. This self
confidence is not just a positive feeling, but is a belief that arises from
within the individual, covering various aspects, such as emotional,
behavioral and spiritual. On the other hand, group guidance is a
counseling service that provides an opportunity for a group of students
to learn and interact together through group dynamics. Through this
guidance process, students have the opportunity to discuss various
useful topics, such as social skills, stress management, and career
planning, which not only improves their understanding, but also the
quality of everyday life. This group guidance also functions to support
students' personal development, both as individuals and as students. In
this supportive environment, they can develop interpersonal skills and
empathy, learn to work together, and increase mutual trust among
peers. Thus, self-confidence and group guidance are closely related,
where the guidance process can contribute significantly to increasing
students' self-confidence, so that they are ready to face future
challenges more confidently and proactively.
The type of research used is a qualitative approach. The type
of research used by researchers is descriptive narrative. The type of
research used by researchers is descriptive narrative, because the
researcher intends to describe, draw and analyze general conclusions.
Descriptive research is aimed at describing a situation or phenomena
as they are. Qualitative data collection techniques were collected
through natural settings with observation and documentation interview
iii
techniques. In this study, the researcher used data analysis techniques,
namely that activities in qualitative data analysis were carried out
interactively and took place continuously and completely.
Based on the results of research and discussions that the author
has conducted, the condition of students' self-confidence shows good
and optimal development. Students begin to show gradual positive
changes in their attitudes and behavior. Those who previously felt less
confident and unsure of their abilities began to show the courage to
appear in front of the class, participate actively in discussions, and
express their opinions without hesitation. This change is very
significant and has a positive impact on the learning process, because
students become more open to discussing and asking questions, which
in turn increases their understanding of the subject matter. This
increase in self-confidence also contributes to their academic
performance, as they are more motivated to try and face challenges in
class. The author concludes that the Guidance Counseling (BK) teacher
has carried out his role quite well and professionally in providing group
guidance services. The guidance and counseling teacher succeeded in
creating a supportive and safe atmosphere, so that students felt
comfortable participating. The implementation of group guidance
activities is carried out in the classroom, following four main stages
consisting of the formation stage, transition stage, activity stage, and
ending stage. At the formation stage, the majority of students seemed
enthusiastic and eager to be involved, although there were still some
who felt embarrassed and do not dare to reveal their personal
problems. Thus, this group guidance activity not only increases self
iv
confidence, but also creates a sense of togetherness and mutual support
among students.
Keywords: Group Guidance, Self-confidence, Student
