1,721,095 research outputs found

    . Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA Diponegoro Tumpang

    No full text
    RINGKASANWulansari, Putri Agustina. 2019. Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SMA Diponegoro Tumpang. Skripsi. Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbung: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Tingkat TinggiKemampuan berpikir tingkat tinggi sangat penting untuk dimiliki oleh siswa. Hal tersebut dikarenakan siswa dituntut untuk tidak sekedar menerima dan menghafal materi, namun juga harus memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kemampuan berpikir tingkat tinggi dapat dikembangkan melalui model pembelajaran yang tepat salah satunya yaitu Problem Based Learning. Melalui model Problem Based Learning dapat mendorong siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikirnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam mata pelajaran geografi materi Mitigasi Bencana Alam. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experiment with Posttest Only Control Group Design dengan dua kelompok subjek penelitian yang memiliki kemampuan sama. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 4 sebagai kelas kontrol. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMA Diponegoro Tumpang. Instrumen yang digunakan berupa soal tes objektif dan subjektif kemampuan berpikir tingkat tinggi yang diberikan setelah pemberian perlakuan dan untuk teknik analisis data yang digunakan yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa SMA Diponegoro. Hal ini dibuktikan dengan perolehan rata-rata nilai kelas yang menggunakan model Problem Based Learning lebih besar (80,07) dibandingkan dengan kelas yang tidak menggunakan model Problem Based Learning (75,93). Hasil signifikasi uji-t sebesar 0.007 < 0.05 yang menandakan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning dapat digunakan sebagai referensi model pembelajaran oleh guru mata pelajaran geografi.SUMMARYWulansari, Putri Agustina. 2019. The Effect of Problem Based Learning towards the Higher Order Thinking Skills of the Students SMA Diponegoro Tumpang. Thesis. Geography Major, Faculty of Social Science of Universitas Negeri Malang. Advisors: (1) Dr. Budi Handoyo, M.Si. (2) Drs. Rudi Hartono, M.Si. Keywords: Problem Based Learning, Higher Order Thinking SkillsHigher Order Thinking Skill is a very important skill to be owned by students. This happens because students are required not only to accept and memorize materials, but also have a a higher order thinking skill. Higher order thinking skills can be developed through appropriate learning models, one of which is Problem Based Learning. Problem Based Learning model can encourage students to develop their thinking skills. This research was conducted with the aim to determine the effect of Problem Based Learning on the higher order thinking skills students in geography subjects in The Mitigation of Natural Disaster.This research uses a research design Quasi-Experiment with Posttest Only Control Group Design with two group of study objects who have the same capabilities. The objects of this study were the XI IPS (Social Science) 2 class as the experimental class and XI IPS 4 class as the control class. Location of the study was conducted at SMA Diponegoro Tumpang. The instruments used are objective and subjective tests to determine the higher order thinking skill, and the data analysis technique is using the t-test.The result shows that Problem Based Learning affect the higher order thinking skill of SMA Diponegoro Tumpang. This is proved by the acquisition of the average class scores which uses Problem Based Learning model is greater (80.07) compared to the other class that does not use Problem Based Learning model (75.93). Moreover, the result of the t-test significance is 0.00

    RETORIKA DAKWAH UMI HANNAH MELALUI AKUN YOUTUBE NU ONLINE PADA TAYANGAN SUARA MUSLIMAH

    Full text link
    Caecy Lia Putri Agustina, 2024 : Retorika Dakwah Umi Hannah Melalui Akun YouTube NU Online Pada Tayangan Suara Muslimah. Kata Kunci: Retorika Dakwah, Gaya Retorika, Youtube. Kemajuan teknologi, yang ditandai dengan mudahnya menjangkau dan mengetahui berbagai macam pengetahuan serta akses yang juga memudahkan untuk mencari informasi melalui internet. Seorang dai yang mana ia dapat berkarya melalui video contohnya melalui konten pada media Youtube untuk sarana dalam menyampaikan pesan dakwah. Penelitian ini bermanfaat untuk menjawab rumusan masalah yang telah dibuat yakni: Bagaimana gaya retorika yang digunakan Umi Hannah dalam dakwahnya melalui YouTube NU Online, kita perlu melihat dalam melakukan gaya bahasa, gaya bicara, dan gerak tubuh? Serta Bagaimana tantangan dakwah pada media Youtube? Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, jenis dalam penelitian ini menggunakan analisa dan juga library research. Pendekatan kualitatif adalah untuk menyelidiki dan mengungkapkan berbagai aspek kehidupan tersebut sehingga dapat memberikan kontribusi dalam pembentukan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Hasil dari penelitian ini ialah dalam dakwanya Umi Hannah menggunakan gaya bahasa yang terkesan santai bisa menarik perhatian audiens. Kemudian dengan olah vokal atau gaya suaranya bagus, ada mungkin satu dua kali Umi menyebutkan kata-kata asing namun terkesan mudah dipahami dan dimengerti oleh penonton, karena pihak NU Online juga menyertakan subtitle. Kemudian mendukung poin-poin yang penting dan konteksnya dapat meningkatkan pemahaman audiens terkait topik yang dibahas. Selanjutnya, untuk tantangan dakwah pada media Youtube itu terletak pada kualitas konten yang dibuat serta kenyamanan konten yang diberikan

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    FENOMENA PERKAWINAN ANAK DI BAWAH UMUR PASCA BERLAKUNYA UNDANG UNDANG PERKAWINAN NO. 16 TAHUN 2019 TENTANG PERKAWINAN (Studi Kasus di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung)

    Full text link
    Putri Agustina, NIM. 12102173095. “Fenomena Perkawinan Anak di Bawah Umur Pasca Berlakunya Undang Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan (Studi Kasus di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung)”. Jurusan Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Syariah UIN SATU Tulungagung. Pembimbing: Dr. H. Ahmad Muhtadi Anshor, M.Ag. Kata kunci: Fenomena Perkawinan Anak, Undang-Undang Perkawinan No. 16 Tahun 2019 Kasus pernikahan dini di Kabupaten Tulungagung masih cukup tinggi. Sejak Januari hingga Februari 2021 telah tercatat 86 kasus pernikahan dini. Angka pernikahan usia dini di Kabupaten Tulungagung masih didominasi warga yang berada di daerah pegunungan termasuk Desa Sendang. Pernikahan dini sangatlah rawan dalam mengarungi bahtera rumah tangga, sebab tingkat emosional yang terlalu tinggi dalam masa-masa muda dapat memicu pecahnya sebuah ikatan perkawinan. Rumusan masalah penelitian ini 1) Bagaimana penyebab maraknya perkawinan anak di bawah umur di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung ?, 2) pemahaman masyarakat terhadap praktik perkawinan anak di bawah umur di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung ? Penelitian menggunakan model penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus (Case Research). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview (wawancara), dan dokumentasi, sedangkan analisis data melalui tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Penyebab maraknya perkawinan anak di bawah umur di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung 1) Tingginya jumlah pernikahan dini di Desa Sendang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung karena tradisi turun temurun, pendidikan, dan perekonomian. 2) Dampak yang ditimbulkan dari tingginya kasus pernikahan dini di Desa Sendang Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung adalah secara positif pernikahan dini dapat mendewasakan diri pasangan dan menghindari dari zina. Sedangkan dampak negatif dari pernikahan dini adalah terjadinya percekcokan karena emosi dan psikologi yang belum matang. 2) Pemahaman masyarakat terhadap praktik perkawinan anak di bawah umur di Kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung, mayoritas setuju dengan syarat restu orang tua dan ijin dari pengadilan Agama Islam. Adapun menurut UU Nomor 16 Tahun 2019, harus sesuai dengan usia pria dan wanita yang mencapai umur sembilan belas tahun, jika di bawah 19 tahun orang tua pihak pria dan/atau orang tua pihak wanita dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan, dan sesuai dengan keadaan seorang atau kedua orang tua

    Hubungan Kadar Gula Buah Salak dengan Elevasi, P Tersedia, C Organik, Tekstur Tanah dan Suhu Udara di Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan

    No full text
    PUTRI AGUSTINA HARAHAP: Hubungan Kadar Gula Buah Salak Dengan Elevasi, P Tersedia, C Organik, Tekstur Tanah Dan Suhu Udara Di Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan dibimbing oleh Mukhlis dan M. Madjid B. Damanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan kadar gula buah salak dengan elevasi, tekstur tanah, P tersedia, C organik dan suhu udara di Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan. Analisis tanah dilakukan di PT Socfin Indonesia dan analisis buah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian, Uiversitas Sumatera Utara.Dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2020.Penelitian ini mengambil 8 sampel tanah salak dan buah salak sebagai bahan penelitian.Penelitian Survei dengan pengambilan sampel dengan menggunakan Metode Stratified Sampling. Analisis data tekstur tanah dengan metode Hydrometer, P tersedia dengan metode Bray II, dan kandungan bahan organik tanah dengan metode Walkley and Black dan analisis buah dengan menggunakan Hand Refractrometer ATC 0-32 % Brix. Hasil penelitian pada areal pertanaman salak dataran tinggi menunjukkan bahwa semakin tinggi elevasi dan suhu udara rendah menyebabkan meningkatkan kadar gula buah salak. Tekstur tanah yang dominan pasir dengan kadar liat yang rendah dapat meningkatkan kadar gula buah salak.PUTRI AGUSTINA HARAHAP: The Relationship between Salak Fruit Sugar Levels with Elevation, Available P, Organic C, Soil Texture and Air Temperature in the West Angkola District, South Tapanuli Regency, guided by Mukhlis and M. Madjid B. Damanik. This study aims to examine the relationship between salak fruit sugar levels with elevation, soil texture, available P, organic C and air temperature in the West Angkola District, South Tapanuli Regency. Soil analysis was carried out in PT Socfin Indonesia and fruit analysis was carried out at the Laboratory of Chemistry and Soil Fertility, Faculty of Agriculture, University of North Sumatra. Conducted from March to May 2020. This study took 8 samples of salak soil and salak fruit as research materials. Survey research with sampling using the Stratified Sampling Method. Soil texture data analysis using the Hydrometer method, P available using the Bray II method, and soil organic matter content using the Walkley and Black method and fruit analysis using the ATC 0-32% Brix Hand Refractrometer. The results of the research in the highland salak planting area showed that the higher the elevation and the low air temperature caused the fruit sugar levels to increase. The dominant sandy soil texture with low clay content can increase the sugar content of the salak fruits.44 HalamanSkripsi Sarjan

    PENGARUH NILAI PENERBITAN OBLIGASI SYARIAH, RATING PENERBITAN OBLIGASI SYARIAH, UMUR OBLIGASI SYARIAH, DAN RISIKO OBLIGASI SYARIAH TERHADAP REAKSI PASAR MODAL DI INDONESIA (Studi Kasus pada Perusahaan yang Menerbitkan Obligasi Syariah dan Terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2017-2019)

    Full text link
    ABSTRAK Skripsi dengan judul “Pengaruh Nilai Penerbitan Obligasi Syariah, Rating Penerbitan Obligasi Syariah, Umur Obligasi Syariah, dan Risiko Obligasi Syariah terhadap Reaksi Pasar Modal di Indonesia (Studi Kasus pada Perusahaan yang Menerbitkan Obligasi Syariah dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia 2017-2019)”ini ditulis oleh Putri Agustina Nurcahyanti, NIM.12406173050, pembimbing Hj. Amalia Nuril Hidayati, S.E.,M.Sy. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi pasar dalam Indonesia, industri perbankan dan keuangan syariah tumbuh dengan pesat. Kelebihan permintaan atas obligasi syariah (sukuk) global yang cukup besar ini menjadi sinyal prospek obligasi syariah (sukuk) sebagai alternatif sumber pembiayaan untuk membiayai pembangunan dalam negeri, khususnya pembangunan infrastruktur. Fakta pesatnya pertumbuhan ekonomi syariah ini tentu membawa dampak positif bagi para pelaku ekonomi, tidak terkecuali pelaku ekonomi di pasar keuangan. Khusus untuk obligasi syariah (sukuk) perusahaan, ini menjadi peluang dan alternatif yang bagus bagi perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dananya. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Apakah nilai penerbitan obligasi syariah berpengaruh terhadap reaksi pasar modal di Indonesia? (2) Apakah rating penerbitan obligasi syariah berpengaruh terhadap reaksi pasar modal di Indonesia? (3) Apakah umur obligasi syariah berpengaruh terhadap reaksi pasar modal di Indonesia? (4) Apakah Risiko Obligasi Syariah berpengaruh terhadap reaksi pasar modal di Indonesia? (5) Apakah nilai penerbitan, rating penerbitan, umur dan risiko obligasi syariah secara bersama-sama berpengaruh terhadap reaksi pasar modal di Indonesia? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian asosiatif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda dengan reaksi pasar modal sebagai variabel dependen, dan nilai penerbitan obligasi syariah, rating penerbitan obligasi syariah, umur obligasi syariah, dan risiko obligasi syariah sebagai variabel independen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling. Pengolahan data menggunakan program komputer SPSS 20.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Variabel nilai penerbitan obligasi syariah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap reaksi pasar modal di Indonesia, (2) Variabel rating penerbitan obligasi syariah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap reaksi pasar modal di Indonesia,(3) Variabel umur obligasi syariah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap reaksi pasar modal di Indonesia, (4)Variabel risiko obligasi syariah memiliki pengaruh negatif tidak signifikan terhadap reaksi pasar modal di Indonesia, (5) Variabel nilai penerbitan obligasi syariah, rating penerbitan obligasi syariah, umur obligasi syariah, dan risiko obligasi syariah secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap reaksi pasar modal di Indonesia. Kata kunci : Nilai Penerbitan Obligasi Syariah, Rating Obligasi Syariah, Umur Obligasi Syariah, Risiko Obligasi Syariah, dan Reaksi Pasar Moda

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore