1,721,009 research outputs found
EVALUASI KEMAMPUAN SERVIS PADA ATLET IMCT PT PIM TAHUN 2014
ABSTRAKKata Kunci : Evaluasi Kemampuan Servis Atas TenisTenis juga merupakan salah satu jenis olah raga yang popular dan banyak digemari semua lapisan masyarakat di dunia khususnya di Indonesia. pukulan Servis adalah pukulan yang paling sering dilakukan dalam suatu permainan. Seseorang petenis yang memiliki pukulan Servis yang baik dimungkinkan dapat memegang kendali permainan dan juga dapat mempertahankan bola bahkan bisa memenangkan suatu permainan. Untuk dapat melakukan pukulan Servis yang baik pelatih harus tahu unsur apa saja yang dapat menunjang tercapainya hasil pukulan Servis yang baik, akurat dan terkontrol. Evaluasi merupakan kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan sesuatu obyek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan tolak ukur untuk memperoleh kesimpulan. Petanyaan penelitiannya adalah bagaimana tingkat kemampuan Servis pada atlet IMCT PT PIM Tahun 2014? Dan Apakah atlet IMCT PT PIM Tahun 2014 mampu melakukan Servis dengan baik dan benar? Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan servis Atas Atlet IMCT PT PIM yang dimiliki atlet maka perlu dilakukan evaluasi kemampuan servis Atas Atlet IMCT PT PIM. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui bagaimana kemampuan servis Atas Atlet IMCT PT PIM. Adapun penelitian ini termasuk jenis penelitian diskriptif, populasi dalam penelitan ini adalah seluruh atlet IMCT PT PIM Tahun 2014. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan item tes servis. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini adalah atlet IMCT PT PIM Tahun 2014memliki nilai rata-rata pada kemampuan kemampuan servis pada tenis sebesar 7,91, dengan rincian sebagai berikut; (1) sebanyak 3 orang (25%) berada pada kategori baik sekali, (2) sebanyak 8 orang (66,66%) berada pada kategori baik, dan (3) sebanyak 1 orang (8,33%) berada pada kategori cuku
Analisis Tax Compliance Melalui Tax Review Atas Pajak Penghasilan Badan Lebih Bayar Di Pt. Pim
Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus yang dilakukan pada perusahaan
swasta PT. PIM yang berada di kawasan Surabaya Barat. Secara umum penelitian ini
bertujuan untuk memperoleh hasil analisis tax compliance melalui tax review atas pajak
penghasilan badan lebih bayar tahun 2017.
Penelitian menggunakan metode kualitatif yang mengarah pada sebuah metode
riset yang sifatnya deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder
yang berhubungan dengan perhitungan PPh Badan tahun pajak 2017. Analisis data
dilakukan dengan mereview perhitungan pajak penghasilan badan tahun 2017,
menganalisa kebenaran koreksi fiskal, serta unsur objek pajak yang belum sesuai
dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tax compliance PT. PIM adalah under
comply, dikarenakan terdapat biaya operasional yang belum dilakukan koreksi fiskal
dan ditemukan objek PPN yang belum dilakukan penyetoran, sehingga laba fiskal
semula Rp. 22.898.892.984 setelah dilakukan tax review laba fiskal menjadi Rp.
23.139.295.320 dan terdapat objek PPN yang tidak dilakukan penyetoran atas
penyerahaan pengadaan material borrow. Dari hasil analisa diatas dapat disimpulkan
bahwa dengan adanya tax review dapat menelaah potensi aspek-aspek perpajakan pada
transaksi bisnis sesuai aturan perpajakan yang berlaku dan mencegah terjadinya sanksi
administrasi perpajakan. Berdasarkan kesimpulan diatas, penulis menyarankan
sebaiknya PT. PIM perlu mengkaji informasi dan penjelasan aturan perpajakan serta
perlu meningkatkan ketelitian dalam pencatatan akuntansi sebab PT. PIM
menyelenggarakan pembukuan secara terpisah yaitu memisahkan antara pendapatan,
biaya final dan non final
Penjadwalan Produksi Di PT. PIM Pharmaceutical Pandaan.
PT. PIM Pharmaceutical adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam
bidang industri obat-obatan, yang salah satu hasil produksinya adalah obat-obatan yang berbentuk tablet dan kaplet Dalam memproduksi obat, perusahaan menerapkan sistem job order sedangkan proses produksinya sendiri berdasarkan aliran kerja flow shop.
Selama ini penjadwalan yang dilakukan perusahaan adalah dengan menggunakan metode FCFS (First Come First Serve) untuk mengurutkan job. Hal ini menyebabkan perusahaan harus melakukan waktu lembur yang cukup besar pada hari-hari terakhir menjelang due date atau bahkan terjadi keterlambatan dari due date yang telah disepakati dengan konsumen.
Maka untuk mengatasi hal ini perlu dibuatkan suatu sistem pengurutan penjadwalan produksi yang baru sehingga dapat meminimalkan lama keterlambatan atau setidaknya mengurangi jumlah jam kerja lembur yang dipakai untuk menyelesaikan job.
Sistem Penjadwalan usulan mempertimbangkan pengurutan job dengan menggunakan metode EDD (Earliest Due Date) dan SPT (Shortest Processing Time) dan juga mempertimbangkan untuk menggabung job yang mempunyai jenis dan due date yang sama ataupun due date yang berbeda, asalkan tidak menyebabkan keterlambatan dari job yang lain.
Hasil dari penjadwalan usulan dibandingkan dengan penjadwalan awal perusahaan, ternyata dengan diterapkannya metode penjadwalan usulan, maka dapat mengurangi mean lateness sebesar 80,15%, mengurangi maximum lateness sebesar 75%, mengurangi mean tardiness sebesar 87,93%, mengurangi jumlah job yang terlambat sebesar 76,19%, mengurangi makespan sebesar 10,47%, dan mengurangi jam kerja lembur sebesar 33,54%
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
ANALISIS TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN PADA DEHYDROGEN UNIT UREA-2 PT PIM
Dalam sebuah plant, seperti LNG plant, petrochemical plant, fertilizer plant, nuclear plant,geothermal plant, gas plant, baik di on-shore maupun di offshore, semuanya mempunyai danmembutuhkan perpipaan. Perpipaan (piping) adalah jalur perpipaan yang menghubungkan antaraline dalam satu plant produksi. Piping mempunyai fungsi untuk mengalirkan fluida dari satutempat ke tempat lainnya. Pada perpipaan ada beberapa tegangan yang diakibatkan oleh bebansustain, beban ekspansi dan beban occasional yang mana dapat mengganggu pengoperasian padasistem perpipaan. Tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan tepatnya di Dehydrogen UnitArea-2, PT PIM, dianalisa dengan menggunakan pendekatan numerik. Hasil simulasimenunjukkan bahwa pada kondisi desain, tegangan akibat beban sustain maksimum yang terjadiadalah sebesar 9486,016 kg/cm2 dan tegangan akibat beban ekspansi sebesar 1143,7 kg/cm2. Padakondisi operasi, tegangan akibat beban sustain maksimum yang terjadi sebesar 9451,6 kg/cm2 dantegangan akibat beban ekspansi sebesar 9451,6 kg/cm2. Tegangan yang terjadi akibat beban sustaindan ekspansi masih berada pada batas aman yang diizinkan sesuai dengan jenis material yangtertera pada ASTM (American Standart of Testing Material)
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
