1,721,235 research outputs found
HUBUNGAN INTENSITAS BERMAIN VIDEO GAME DENGAN KAPASITAS MEMORI KERJA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DI SURAKARTA
Pratiwi Indah Palupi, G0012162, 2015. Hubungan Intensitas Bermain Video
Game dengan Kapasitas Memori Kerja pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran di
Surakarta.
Latar Belakang: Meningkatnya popularitas video game telah menarik kalangan
peneliti untuk melakukan penelitian mengenai efek dari video game. Penelitian
mengenai efek positif dari bermain video game menunjukan adanya peningkatan
fungsi kognitif yaitu memori kerja. Kapasitas memori kerja merupakan konsep
dasar dalam psikologi kognitif modern yang memegang peranan penting dalam
melakukan aktivitas sehari-hari, akademik, dan profesional. Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara intensitas bermain
video game dengan kapasitas memori kerja pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik
dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan di Fakultas Kedokteran
Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampel terdiri dari 109 mahasiswa yang
diambil dengan teknik total sampling dengan restriksi kriteria inklusi dan
eksklusi. Semua responden diminta mengisi kuesioner Lie Scale Minnesota
Mu
ltiphasic Personality Inventory (L-MMPI) untuk menilai tingkat kejujurannya,
Scale for the Assessment of Pathological Computer-Gaming (CSV-S) untuk
mengukur intensitas bermain video game, dan Reading span test untuk mengukur
kapasitas memori kerja. Metode analisis yang digunakan adalah uji chi square dan
regresi logistik.
Hasil Penelitian: Terdapat 20 mahasiswa (18,3%) yang bermain video game
dengan intensitas kuat dan memiliki kapasitas memori kerja tinggi. Dari analisis
data dengan chi square didapatkan p=0,000 dengan Odds Ratio 16,364. Dari hasil
analisis data dengan uji regresi logistik variabel intensitas bermain video game
merupakan faktor risiko dan variabel yang paling signifikan terhadap tingkat
kapasitas memori kerja.
Simpulan: Intensitas bermain video game memiliki hubungan positif terhadap
kapasitas memori kerja pada Mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas
Sebelas Maret
Process and Circumstances in The Katy Perry’s Songs Lyrics
This study deals with Process and Circumstances in the Katy Perry’s songs lyrics. The
objectives of the study are to describe the types of Process and Circumstances, to find
the dominant type of Process and Circumstances. The source of data for this research
was taken from Katy Perry’s songs lyrics. The research design of this study was
qualitative research. The technique of data collection was collecting the lyrics, reading
the lyrics, marking the lyrics, identifying the lyrics and classifying types of process and
circumstance of Katy Perry’s songs that has relation with the problem discussed. The
researcher was applied the theory of Miles & Huberman to analyzed this study. They
were data reduction, data display and drawing and verifying conclusions. The result
show that the types process in the Katy Perry’s songs lyrics found that: material was 19
(19%), mental was 30 (30%), relational was 45 (45%), verbal 3 (3%), behavioural was 2
(2%), existential was 1 (1%) and the types of Circumstances were found that: location
was 13 (50%) and manner was 11 (42,31%), cause was 2 (7,69%). The dominant type
of process was relational and the dominant type of circumstances was location that
occur in the Katy Perry’s songs lyrics
Analisis Efektivitas Pemungutan Dan Perhitungan Pajak BEA Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Dalam Rangka Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Batu Bara
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemungutan dan perhitungan pajak BPHTB dalam rangka peningkatan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten BatuBara. Penelitian ini yang dimaksud ialah bagaimana pelaksanaan pemungutan BPHTB di Kabupaten Batubara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, data yang diperoleh melalui interview, dokumentasi, observasi serta data sekunder yang membantu dalam melengkapi data penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas pajak BPHTB selama tahun 2013-2016 tidak efektiv. Hal ini tidak terlepas dari keinginan pemetintah Kabupaten Batubara untuk memperbaiki kebijakan sesuai dengan kondisi daerahnya, Terbukti dari penyelesaian permasalahan yang terjadi ketika ada permasalahan dari peniadaan validasi sesuai Surat Edaran BPN Nomor 5/SE/IV/2013. Adapun kualitan serta jumlah SDM yang kurang, terutama dibidang appraisal dan pengecekan lapangan membuat terhambarnya kecepatan dari pelaksanaan Pemungutan BPHTB. Sesuai dengan hal tersebut maka perlu adanya pelatihan dan peningkatan kualitas dan jumlah SDM yang memiliki keahlian di bidang penilai, bidang pengecekan lapang mengingat peningkatan pelayanan yang baik kepada Wajib Pajak mempunyai peranan dalam meningkatkan potensi dari pajak BPHTB
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Dan Kinerja Karyawan Pada PT. Pln (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis
pengarug kepemimpinan transfromasional dan lingkungan kerja terhadap
kepuasan kerja dan kinerja karyawan. Untuk mengetahui dan menganalisis apakah
kepuasan kerja memediasi pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap
kinerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh karyawan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah
Sumatera Utara, berjumlah 168 karyawan. Jumlah sampel yang digunakan dalam
penelitian ini berjumlah 118 karyawan menggunakan metode sampel jenuh dan
untuk mengetahui berapa banyak sampel minimum yang diperlukan jika populasi
diketahui menggunakan rumus Slovin. Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data primer, yaitu dengan membagikan kuesioner. Skala pengukuran yang
digunakan adalah skala likert. Teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah teknik analisis data kuantitatif dengan menggunkana metode
statistik. Metode statistik yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, kepemimpinan transformasional
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, kepuasan kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap kinerja, lingkungan kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan kerja, lingkungan kerja berpengaruh negatif dan
tidak signifikan terhadap kinerja, kepuasan kerja tidak dapat memediasi atau
memperantarai pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja, dan
kepuasan kerja dapat memediasi atau memperantarai pengaruh lingkungan kerja
terhadap kinerja karyawan
Perbedaan Hasil Belajar dan Metakognitif Siswa SMK Matapelajaran Pemrograman Web Menggunakan Project Based Learning dan Think Pair Share
ABSTRAK Sari, Pratiwi Indah. 2013. Perbedaan Hasil Belajar dan Metakognitif Siswa SMK Matapelajaran Pemrograman Web Menggunakan Project Based Learning dan Think Pair Share. Skripsi. Program Studi S1 Pendidikan Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Slamet Wibawanto, M.T. (2) Heru Wahyu Herwanto, S.T., M.Kom. Kata Kunci : Hasil belajar, metakognitif, project based learning, think pair share. Kegiatan inti belajar merupakan proses pembelajaran untuk mencapai Kompetensi Dasar. Pada program studi keahlian Teknik Komputer dan Informatika, salah satu matapelajaran yang harus ditempuh adalah Pemrograman Web. Dengan kompetensi dasar yang terdapat dalam matapelajaran tersebut memberikan pemahaman bagaimana prosedur membangun sebuah halaman web dan menghasilkan suatu produk halaman web yang menarik. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan yaitu Project Based Learning (PBL). Melalui kerja proyek, siswa dituntut untuk merancang, memecahkan masalah, membuat keputusan, melakukan investigasi, serta memberikan kesempatan siswa bekerja mandiri. Sehinggahasil belajardan metakognitif siswa dapat meningkat karena siswa didorong menjadi penilai atas pemikiran dan pembelajarannya sendiri. Model pembelajaran lain yang digunakan yaitu Think Pair Share (TPS).Siswa diberitugas kelompok dikerjakan mulai tahap perencanaan (think), proses pengerjaan (pair), presentasi (share), dan penilaian akhir berupa hasil pembuatan halaman web. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan yang signifikan antara hasil belajar dan metakognitif siswa SMK dalam matapelajaran pemrograman web menggunakan Project Based Learning (PBL) dan Think Pair Share (TPS) di SMK PGRI 3 Malang. Kelas eksperimen menggunakan PBL dan kelas kontrol menggunakan TPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran Think Pair Share.Rata-rata hasil belajar kelas eksperimen (PBL) lebih tinggi daripada kelas kontrol (TPS). Hal ini dikarenakan PBL menuntut siswa siswa harus memiliki keterampilan berpikir bagaimana mengerjakan tugas tersebut dan belajar bagaimana caranya untuk memecahkan masalah pada tugas yang diberikan. Sehingga pada akhir pembelajaran akan menghasilkan sebuah produk. (2) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara metakognitif kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran Think Pair Share. Hal ini dikarenakan secara statistik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak ada perbedaan metakognitifnya.
Norma dan standar laboratorium/bengkel SMK kompetensi keahlian tata busana
Norma dan standar peralatan praktik ini dirancang berlandaskan pada kebutuhan kurikulum, kerangka kualifikasi dan standar kompetensi kerja nasional Indonesia, relevan dengan jabatan lulusan SMK di industri, kebutuhan pedagogis dan berorientasi industri 4.0 memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Norma, standar, prosedur, dan kriteria peralatan praktik SMK ini dikembangkan berlandaskan dokumen standar sarana prasarana dalam SNP SMK 2018 dan struktur kurikulum SMK 2018 untuk menjabarkan lebih spesifik seperangkat peralatan praktik yang menunjang kompetensi keahlian. Untuk memenuhi kebutuhan SDM di era revolusi 4.0 diperlukan mengupgrade peralatan sesuai dengan spesifikasi terbaru dan atau menambah ruang praktik baru sebagai pengembangan dari SNP SMK 2018.Norma, standar, prosedur, dan kriteria peralatan praktik SMK ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan seperangkat peralatan praktik yang menunjang untuk kompetensi keahlian Tata Busana untuk menghasilkan profil lulusan seperti dijelaskan dalam gambar 1
Norma dan standar laboratorium/bengkel SMK kompetensi keqahlian SPA dan beauty therapy
Norma dan standar peralatan praktik ini dirancang berlandaskan pada kebutuhan kurikulum, kerangka kualifikasi dan standar kompetensi kerja nasional Indonesia, relevan dengan jabatan lulusan SMK di industri, kebutuhan pedagogis dan berorientasi industri 4.0 memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Norma, standar, prosedur, dan kriteria peralatan praktik SMK ini dikembangkan berlandaskan dokumen standar sarana prasarana dalam SNP SMK 2018 dan struktur kurikulum SMK 2018 untuk menjabarkan lebih spesifik seperangkat peralatan praktik yang menunjang kompetensi keahlian. Untuk memenuhi kebutuhan SDM di era re-volusi 4.0 diperlukan mengupgrade peralatan sesuai dengan spesifikasi terbaru dan atau menambah ruang praktik baru sebagai pengembangan dari SNP SMK 2018.Norma, standar, prosedur, dan kriteria peralatan praktik SMK ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan seperangkat peralatan praktik yang menunjang untuk kompetensi keahlian Spa dan Beauty Therapy untuk menghasilkan profil lulusan seperti dijelaskan dalam gambar 1
Norma dan standar laboratorium/bengkel SMK kompetensi keahlian desain komunikasi visual
Norma dan standar peralatan praktik ini dirancang berlandaskan pada kebutuhan kurikulum, kerangka kualifikasi dan standar kompetensi kerja nasional Indonesia, relevan dengan jabatan lulusan SMK di industri, kebutuhan pedagogis dan berorientasi industri 4.0 memenuhi persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja. Norma, standar, prosedur, dan kriteria peralatan praktik SMK ini dikembangkan berlandaskan dokumen standar sarana prasarana dalam SNP SMK 2018 dan struktur kurikulum SMK 2018 untuk menjabarkan lebih spesifik seperangkat peralatan praktik yang menunjang kompetensi keahlian. Untuk memenuhi kebutuhan SDM di era revolusi 4.0 diperlukan meningkatkan peralatan sesuai dengan spesifikasi terbaru dan atau menambah ruang praktik baru sebagai pengembangan dari SNP SMK 2018. Norma, standar, prosedur, dan kriteria peralatan praktik SMK ini dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan seperangkat peralatan praktik yang menunjang untuk kompetensi keahlian Seni Patung untuk menghasilkan profil lulusan seperti dijelaskan dalam kegiatan teaching factory SMK dalam menumbuhkan kemandirian dan kewirausahaa
- …
