164 research outputs found

    MOTIF PRIORITAS KEBIJAKAN PERTAHANAN ERA JOKOWI DALAM MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN NKRI TAHUN 2014 -2020

    No full text
    Abstract The change in the direction of defense  policy  that  took  place  during  the  Jokowi  Government  era has changed a little. As a decision, the priority motives of Jokowi's defense policy in the second period became the highlight. As the  fourth  civilian president,  with  a  previous leader  who  could  not  be in full power made the biggest challenge in how to keep the NKRI defense from external threats. Therefore, the question arises as to  what  makes  the decision-making background.  This  paper uses  the theory of State Sovereignty (Jean Bodin), Security (Paul D. William) and Balance Of Power, whether there are internal indicators of military actors also in the decision. In addition, this  article explains the priority motives of defense policy in the Jokowi era as  an  effort  to  protect  the sovereignty of the homeland from the Chinese threat (South China Sea) in  Indonesian  waters,  and other factors are discussed in this paper. The author concludes that the perspective of realism / military power is still  a  traditional  force,  with  civilian  supremacy  over  military  power  as  an  effort in dealing with external threats to Indonesian territorial security from external threats in the era of Jokowi's leadership.Keywords: Jokowi’s Defense Policy Priorities, South  China  Sea  Issues,  Indonesian  Military- Politics.  Abstrak Perubahan arah kebijakan pertahanan yang terjadi pada era Pemerintahan Jokowi sedikit banyak memiliki perubahan.  Sebagai  sebuah  keputusan,  motif  prioritas  kebijakan  pertahanan Jokowi di periode ke II menjadi sorotan. Sebagai presiden sipil keempat, dengan pemimpin sebelumnya yang tidak dapat berkuasa penuh menjadikan tantangan terbesar dalam  bagaimana menjaga pertahanan NKRI dari ancaman luar. Oleh karena itu, munculah pertanyaan apa yang menjadikan latar belakang pengambilan keputusan  tersebut.  Tulisan  ini  menggunakan  teori Kedaulatan Negara (Jean Bodin), Security (Paul D. William) dan Balance Of Power, apakah ada indikator internal dari  aktor  militer  juga  dalam  keputusan  tersebut.  Selain  itu,  tulisan  ini menjelaskan motif prioritas kebijakan  pertahanan di era  Jokowi  sebagai   upaya  penjagaan kedaulatan NKRI dari ancaman Cina (Laut Cina Selatan) di perairan Indonesia, dan faktor-faktor lainnya  dibahas  pada  makalah  ini..  Metode  penelitian  ini   menggunakan   metode   penelitian kualitatif.  Penulis  menyimpulkan bahwa  perspektif  realisme/kekuatan militer  masih   menjadi kekuatan tradisional, dengan supremasi sipil terhadap kekuatan militer sebagai upaya dalam penanganan ancaman luar pada keamanan territorial Indonesia dari ancaman luar di  era Kepemimpinan Jokowi.Kata Kunci: Prioritas Kebijakan  Pertahanan Jokowi, Isu  Laut Cina Selatan,  Politik-Militer Indonesi

    PERBERHENTIAN IMPOR KELAPA SAWIT INDONESIA OLEH UNI EROPA DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK ( NATIONAL INTEREST

    No full text
    Era globalisasi sekarang ini tidak menutup kemungkinan laju kerjasama antar negara semakin meluas dan dinamis, didukung oleh kecanggihan teknologi tak mulanya membuat semua orang dapat berkomunikasi secara lancar dan tanpa hambatan, hal tersebut pula berdampak pada lancarnya laju perekonomian dunia internasional, yaitu ekspor dan impor. Pemberhentian sepihak dalam perdagangan khususnya dalam kasus Import Minyak Kelapa Sawit UE ( Uni Eropa) dari Indonesia merupakan salah satu bentuk ketimpangan. Sehingga perlunya pengkajian dalam perspektif ekonomi politik dalam kasus ini. Hasil penelitian ini menunjukan bentuk pengimplikasian dari proses nasionalisasi (national interest) yang dilakukan UE terhadap Indonesia untuk menjaga kepentingan ekonomi nasional negara-negara anggota UE.Kata Kunci : Impor, Kelapa Sawit, EU, Ekonomi Politik, Kepentingan Nasional

    Nalisis Penerapan Akuntansi Keuangan Pada Pemerintahan Desa Harapan Jaya Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan

    No full text
    This research was conducted at Harapan Jaya Village, Pangkalan Kuras District, Pelalawan District, which aims to find out how the suitability of the accounting application in Harapan Jaya Village, Pangkalan Kuras District, Pelalawan Regency with Accounting Principles Accepted Generally.The type of data used by researchers is Primary Data and Secondary Data. Primary Data is data obtained from direct interviews with the treasurer of Harapan Jaya Village regarding the history of the establishment of Harapan Jaya Village, and the process of preparing village finances. Secondary data is data obtained from documents relating to Harapan Jaya Village, for example the village mission vision, notebooks and village financial reports. Data collection techniques used by the author is to use the survey method, namely by means of observation and interviews. While the analysis of this study uses Descriptive Methods.The results of this study are that the implementation of Financial Accounting in the Government of Harapan Jaya Village, Pangkalan Kuras District, Pelalawan Regency is not fully in accordance with the Generally Accepted Accounting Principles, because Harapan Jaya Village, Pangkalan Kuras District, Pelalawan Regency does not separate cash receipts and expenditure journals. , does not make a trial balance and does not make adjustments to depreciation of fixed assets and consumables

    ISOLASI DAN IDENTIFIKASI FUNGI ENDOFIT DARI TANAMAN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) SERTA SUMBANGSIHNYA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA/MA

    No full text
    Tanaman mengkudu memiliki berbagai manfaat dalam bidang kesehatan karena memiliki kandungan metabolit sekunder. Fungi endofit adalah mikroorganisme yang terdapat di dalam jaringan tumbuhan tanpa menimbulkan kerusakan pada tanaman inangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus fungi endofit apa saja yang terdapat di dalam tanaman mengkudu (Morinda citrifolia L.) di kota Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplorasi dengan cara mengisolasi dan mengidentifikasi fungi endofit pada tanaman ini. Penelitian dilakukan di laboratorium terpadu Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang ruang mikrobiologi E303 dan ruang Genetika E302. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 12 isolat fungi endofit yang di isolasi dari daun, buah, batang, kulit batang, dan akar tanaman. Berdasarkan hasil pengamatan secara mikroskopis 12 isolat termasuk ke dalam 9 genus yang berbeda antara lain, Acremonium, Aspergillus, Candida, Fumago, Fusarium, Mucor, Pythium, Trichoderma, dan Verticillium. Hasil pengembangan produk media ensiklopedia sebagai sumbangsih penelitian yang telah divalidasi oleh ahli materi didapatkan hasil sebesar 95,83%, ahli media sebesar 92,85%, dan ahli bahasa sebesar 91,66%. Sehingga mendapatkan hasil validasi akhir sebesar 94,54% yang dikategorikan sangat valid. The Noni plant has various benefits in the health sector because it contains secondary metebolites. Endophytic fungi are microorganisms that are found in plant tissues without causing damage to their host plants. This study aims to determine which endophytic fungi are found in noni (Morinda citrifolia L.) in Palembang city. The method used in this study was exploration by isolating and identifying the endophytic fungi in this plant. The research was conducted in the integrated laboratory of Raden Fatah State Islamic University Palembang, microbiology room E303 and genetics room E302. Based on the research results, 12 isolates of endophytic fungi were isolated from leaves, fruits, stems, bark, and roots of plants. Based on microscopic observations, 12 isolates belong to 9 different genera including, Acremonium, Aspergillus, Candida, Fumago, Fusarium, Mucor, Pythium, Trichoderma, and Verticillium. The results of the development of encyclopedia media products as research contributions have been validated by material experts obtained the results of 95,83%, media experts 92,85%, and linguist 91,66%. So that the final validation results is 94,54% which is categorized as very valid

    Hubungan Persepsi Seksual dengan Perilaku Seksual Masa Kehamilan pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Banguntapan III Bantul Yogyakarta

    No full text
    Latar Belakang : Perilaku seksual yang tetap dilakukan bersama pasangan selama\ud kehamilan termasuk suatu bentuk perhatian, rasa cinta, dan kasih sayang suami\ud terhadap istrinya yang sedang hamil untuk membuktikan bahwa ibu hamil tetap\ud berarti dan dihargai. Persepsi melakukan hubungan seksual selama hamil yang\ud beredar di masyarakat mengakibatkan ibu hamil dan pasangannya takut untuk\ud melakukan hubungan seksual selama kehamilan yang akan berdampak terhadap\ud keharmonisan rumah tangga yang dapat mengakibatkan perselingkuhan, perceraian,\ud tekanan psikologis ibu berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan janin.\ud Tujuan : Untuk mengetahui hubungan persepsi seksual dengan perilaku seksual\ud selama kehamilan trimester I pada pasangan suami istri di Puskesmas Banguntapan\ud III Bantul Yogyakarta.\ud Metode : Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan\ud waktu cross sectional pada 30 responden ibu hamil. Data dikumpulkan dengan\ud menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji statistik Kendall Tau.\ud Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki persepsi\ud yang cukup sebesar (80,0%) dan sebagian besar responden memiliki perilaku seksual\ud yang cukup baik selama kehamilan trimester I yaitu sebesar (66,7%). Analisis\ud statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antara persepsi seksual dengan\ud perilaku seksual pada ibu hamil trimester I dengan nilai significancy p 0,043 < 0,05\ud dengan keeratan hubungan rendah (r = 0,367).\ud Simpulan : Ada hubungan antara persepsi seksual dengan perilaku seksual pada ibu\ud hamil trimester I di Puskesmas Banguntapan III Bantul Yogyakarta.\ud Saran : Ibu hamil trimester I dan pasangan diharapkan memiliki persepsi seksual\ud yang benar agar kebutuhan seksual selama kehamilan tetap terpenuhi

    PENINGKATAN PATIENT SAFETY DENGAN KOMUNIKASI SBAR

    No full text
    Hospital patient safety is a system where hospitals make patient care safer. The system includes: risk assessment, identification and treatment related to patient risk. One of the six programs targeting patient safety is effective communication. Effective communication is the key for nurses to achieve patient safety based on the standards of patient safety in hospitals. One method of effective communication is communication SBAR. SBAR communication (Introduction, Situation, Background, Assessment, Recommendation) is communication using a logical tool to organize information so it can be transferred to others accurately and efficiently. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the SBAR communication on patient safety. Used literature search using keywords comunication SBAR, pastient safety, is the independent variable and the dependent variable comunication SBAR is patient safety. Searches performed on the website Proquest, PMC, PubMed, or other websites which use the Google Scholar. From the search results in getting as much as ten journals related to the theme. From the tenth to the journal is a journal of clinical research. Results of the literature review found that of the ten journals mention SBAR communication can improve patient safety.Keywords: Comunication SBAR, Patient safety

    Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar pada mata pelajaran IPS dalam meningkatkan minat baca siswa di SMPN 13 Malang

    No full text
    INDONESIA: Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar tentunya akan menambah ilmu pengetahuan bagi siswa, karena di perpustakaan terdapat berbagai macam sumber informasi yang dapat dibaca oleh siswa. Lebih dari itu, pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar tentunya akan membuat siswa sering berkunjung ke perpustakaan sehingga minat baca siswa akan meningkat. Upaya dari guru dan kepala perpustakaan tentunya sangat berpengaruh bagi peningkatan minat baca siswa. Guru berperan sebagai mediator dan fasilitator yang mengarahkan siswa untuk belajar di perpustakaan dan kepala sekolah berperan dalam menarik kunjungan siswa ke perpustakan. Kerjasama yang baik antar seluruh pihak sekolah tentunya akan membuat pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar dalam meningkatkan belajar siswa akan berjalan dengan baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles dan Huberman yaitu dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian saya menunjukkan bahwa (1) upaya guru dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar pada mata pelajaran IPS dalam meningkatkan minat baca siswa di SMPN 13 Malang adalah dengan cara memberikan tugas kepada siswa yang mengharuskan siswa untuk mencari sumber informasinya di perpustakaan dan mengarahkan siswa untuk belajar di perpustakaan untuk membaca materi yang tidak tersedia di buku paket siswa. (2) upaya kepala perpustakaan dalam menarik kunjungan siswa ke perpustakaan SMPN 13 Malang adalah dengan cara menata sudut baca di Perpustakaan SMPN 13 Malang, memperkenalkan buku-buku terbaru di Perpustakaan SMPN 13 Malang, menyediakan komputer untuk mengakses informasi secara digital, menyediakan proyektor untuk menampilkan film/video pembelajaran, membangun gallery perpustakaan untuk menampung karya-karya siswa. (3) faktor penghambat dalam memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar pada mata pelajaran IPS dalam meningkatkan minat baca siswa di SMPN 13 Malang adalah koleksi buku IPS kurang bervariasi, rendahnya minat baca siswa, proses pelayanan di perpustakaan yang masih manual. ENGLISH: The use of libraries as learning resources will certainly add knowledge to students, because in the library there are various kinds of information sources that can be read by students. More than that, the use of libraries as learning resources will certainly make students often visit the library so that students' interest in reading will increase. The efforts of the teacher and the head of the library are certainly very influential in increasing students' interest in reading. The teacher acts as a mediator and facilitator who directs students to study in the library and the principal plays a role in attracting student visits to the library. Good collaboration between all schools will certainly make the use of libraries as a source of learning in improving student learning going well. This study uses qualitative research methods with the type of case study research. Data collection in this study uses observation, interview, and documentation techniques. Analysis of the data used in this study is the model of Miles and Huberman, namely by collecting data, reducing data, presenting data, drawing conclusions. Based on the results of research shows that (1) the efforts of teachers in utilizing school libraries as a source of learning in social studies subjects in increasing student reading interest in SMPN 13 Malang are by giving assignments to students that require students to look for sources of information in the library and direct students to study in the library to read material not available in student textbooks. (2) the effort of the head of the library in attracting student visits to the library of SMPN 13 Malang is by arranging reading angles in the Library of SMPN 13 Malang, introducing the latest books in the Library of SMPN 13 Malang, providing computers to access information digitally, providing projectors to display learning films / videos, building a library gallery to accommodate student work. (3) the inhibiting factor in utilizing the school library as a source of learning in social studies subjects in increasing students 'reading interest in SMPN 13 Malang is the collection of social studies books is less varied, students' lack of interest in reading, service processes in the library are still manual. ARABIC: إن استخدام المكتبات كمصادر تعليمية سيضيف بالتأكيد المعرفة للطلاب ، لأنه في المكتبة توجد أنواع مختلفة من مصادر المعلومات التي يمكن للطلاب قراءتها. وأكثر من ذلك ، فإن استخدام المكتبات كمصادر تعليمية سيجعل الطلاب يزورون المكتبة في كثير من الأحيان حتى يزيد اهتمام الطلاب بالقراءة. من المؤكد أن جهود المعلم ورئيس المكتبة لها تأثير كبير في زيادة اهتمام الطلاب بالقراءة. يعمل المعلم كوسيط وميسر يوجه الطلاب للدراسة في المكتبة ويلعب المدير دورًا في جذب زيارات الطلاب إلى المكتبة. إن التعاون الجيد بين جميع المدارس سيجعل بالتأكيد استخدام المكتبات كمصدر للتعلم في تحسين تعلم الطلاب جيدًا. تستخدم هذه الدراسة طرق البحث النوعي مع نوع بحث دراسة الحالة. يستخدم جمع البيانات في هذه الدراسة تقنيات الملاحظة والمقابلة والتوثيق. تحليل البيانات المستخدمة في هذه الدراسة هو نموذج مايلز وهوبرمان ، أي عن طريق جمع البيانات ، وتقليل البيانات ، وتقديم البيانات ، واستخلاص النتائج. بناءً على نتائج البحث حول استخدام المكتبة كمصدر للتعلم في مواضيع الدراسات الاجتماعية في زيادة الاهتمام بالقراءة لدى الطلاب في المدرسة المتوسطة ١٣ الحكومية بمالانج ، يظهر أن (١) جهود المعلمين في استخدام المكتبات المدرسية كمصدر للتعلم في مواضيع الدراسات الاجتماعية في زيادة اهتمام الطلاب بالقراءة في المدرسة المتوسطة ١٣ الحكومية بمالانج من خلال إعطاء مهام للطلاب تتطلب من الطلاب البحث عن مصادر المعلومات في المكتبة وتوجيه الطلاب للدراسة في المكتبة لقراءة المواد غير المتاحة في الكتب الدراسية للطلاب. (٢) جهد رئيس المكتبة في جذب زيارات الطلاب إلى مكتبة المدرسة المتوسطة ١٣ الحكومية بمالانج هو من خلال ترتيب زوايا القراءة في مكتبة المدرسة المتوسطة ١٣ الحكومية بمالانج ، وإدخال أحدث الكتب في مكتبة المدرسة المتوسطة ١٣ الحكومية بمالانج ، وتوفير أجهزة كمبيوتر للوصول إلى المعلومات رقميًا ، وتوفير أجهزة العرض لعرضها تعلم الأفلام / مقاطع الفيديو ، وبناء معرض مكتبة لاستيعاب عمل الطلاب. (٣) العامل المثبط لاستخدام مكتبة المدرسة كمصدر للتعلم في مواضيع الدراسات الاجتماعية في زيادة اهتمام الطلاب بالقراءة في المدرسة المتوسطة ١٣ الحكومية بمالانج هو مجموعة كتب الدراسات الاجتماعية أقل تنوعًا ، وعدم اهتمام الطلاب بالقراءة ، ولا تزال عمليات الخدمة في المكتبة يدوية

    Faktor-Faktor yang Berkontribusi terhadap Interdialytic Weight Gains pada Pasien Chronic Kidney Diseases yang Menjalani Hemodialisis

    No full text
    Interdialytic Body Weight Gains (IDWG) adalah peningkatan volume cairan yang dimanifestasikan dengan peningkatan berat badan sebagai indikator untuk mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialitik dan kepatuhan pasien terhadap pengaturan cairan pada pasien yang mendapatkan terapi hemodialisis. Peningkatan IDWG melebihi 5% dari berat badan kering dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi seperti hipertensi, hipotensi intradialisis, gagal jantung kiri, asites, pleural effusion, gagal jantung kongestif, bahkan kematian. Berbagai faktor penyebab IDWG baik internal (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, rasa haus, stres, self efficacy), maupun eksternal (dukungan keluarga, sosial dan jumlah intake cairan). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berkontribusi terhadap IDWG pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Responden adalah 48 pasien dari 79 pasien yang menjalani hemodialisis (HD). Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis dengan regresi linear sederhana menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara masukan cairan dengan IDWG (r=0,541, p-value = 0,000), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, rasa haus, dukungan keluarga dan sosial, self efficacy serta stres dengan IDWG. Disimpulkan bahwa  masukan cairan merupakan faktor yang berkontribusi secara signifikan terhadap IDWG

    The Many Colorways of Sneakerheads with Bobbito Garcia

    No full text
    Calling all sneaker fanatics, sneaker enthusiasts, sneakerheads, and sneaker fans. Legendary air personality, sneaker author/designer/historian, award-winning filmmaker and former professional basketball player in Puerto Rico, New York City native Bobbito Garcia is a freelance creative who has put an indelible footprint on multiple urban movements including the sneakerhead culture. Bobbito, aka Kool Bob Love, will discuss the early days of sneaker collecting, with Accessories Design faculty members Ellen Goldstein-Lynch and Gregg Woodcock and Social Sciences faculty members Yuni Kawamura and Dan Levinson Wilk.Sponsored by the UCE of FIT and the schools of Liberal Arts and Art and Design

    PELAKSANAAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 242/PMK.03/2014 TENTANG TATA CARA PEMBAYARAN DAN PENYETORAN PAJAK (Studi di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan)

    No full text
    Yuni Puspitasari, Agus Yulianto, S.H., M.H., Bahrul Ulum Annafi, SH., M.H. Fakultas Hukum, Universitas Brawijaya [email protected]  ABSTRAK Dalam penulisan skripsi ini penulis membahas mengenai pelaksanaan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 242/PMK.03/2014 Tentang Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Pajak yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pamekasan dimana untuk mengetahui hambatan  dalam pelaksanaan peraturan menteri keuangan dan memberikan solusi dalam mengatasi hambatan tersebut. Hal ini dilatarbelakangi dengan diberlakukannya sistem pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik dengan menggunakan e-biling. Mengingat  dalam pelaksanaannya diharapkan untuk memudahkan wajib pajak dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak.  namun pada kenyataannya dalam pelaksanaan ini masih terdapat beberapa wajib pajak yang masih belum memahami akan penggunaan e-billing. Sehingga permasalahan terkait pelaksanaan pembayaran pajak secara elektronik dapat dianggap ringan apabila terdapat sosialisasi dari instansi tersebut terhadap wajib pajak terdaftar mengenai pemahaman dan penggunaan e-billing dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak secara elektronik. Kata Kunci : pelaksanaan, wajib pajak, e_billing  ABSTRACT In writing of this thesis, the author discusses about the implementation of Minister of Finance Regulation Number 242/PMK.03/ 2014 concerning Procedures of Payment and Tax Deposit conducted at Pratama Pamekasan Tax Service Office which aimed to understand obstacles in the implementation of Minister of Finance Regulation and its solution to overcome those obstacles.  It was motivated by the enactment of payment and deposit system using e-billing. Considering that the implementation was expected to facilitate taxpayers in making payment and deposit of taxes.  In reality, however, this implementation shows that some taxpayers still did not understand how to use e-billing. Therefore, the obstacles related to the implementation of tax payment electronically can be understandable if there is a socialization from the institution towards registered tax payers related to understanding and using e-billing in order to handle payment and deposit of taxes electronically. Keywords: implementation, taxpayer, e-billin
    corecore