1,720,954 research outputs found
PENGARUH EXISTENSI PEMATAHAN SINAR PADA FASADE BANGUNAN TERHADAP EFISIENSI PEMATAHAN BEBAN ENERGI AC DI DAERAH TROPIS LEMBAB (Studi Kasus Gedung Kantor Sekwilda TK. I Jawa Tengah Semarang)
Perkembangan bentuk Arsitektur di Indonesia telah maju dengan pesat seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diiringi dengan bidang rekayasa dan produk material.
Bentuk-bentuk arsitektur, modern, post modern,
internasional style yang menganut faham : "Form Follows Function" sangat berkembang dengan cepat sehingga kebera-daannya mendominasi wajah arsitektur perkotaan di negara kita, penampilan bentuk "Box" (Kotak), dan mengexpresikan dinding kaca merupakan ciri khas dari penampilan bangunan ini. Secara lugas Bapak Eko Budiharjo Anggota Dewan Riset Nasional mengatakan bahwa bentuk penampilan arsitektur ini • adalah Arsitektur Porno seperti manusia berdiri tanpa Busana.
Kekeliruan lain yang barns kita atasi bahwa bentuk¬bentuk tersebut dirancang tanpa memperhatikan kondisi iklim setempat. Bangunan yang dibalut dinding kaca tanpa diberi penghalang masuknya radiasi sinar matahari, pengetahuan klasik tentang "Efek Rumah Kaca" tidak banyak diperhatikan, gelombang pendek yang masuk melalui dinding kaca akan berubah menjadi gelombang panjang sesampai didalam ruangan dan ini tidak dapat ditranmisikan lagi keluar dinding kaca (keluar bangunan), akibatnya akan terjadi akumulasi panas didalam bangunan.
Penggunaan dinding kaca sebagai pembalut kulit
bangunan atau sebagai atrium banyak dijumpai pada negara
yang beriklim moderat seperti Eropa. Hal ini banyak
membentu dalam usaha efisiensi energi penerangan dan
pemanas ruangan, terutama pada mu•im dingin dimana akumulasi panas dalam bangunan akibat dari efek rumah kaca diharapkan terjadi dan ruangan menjadi hangat.
Seandainya ide tersebut diterapkan pada bangunan di daerah yang beriklim tropis seperti di Indonesia hasilyatidak akan menguntungkan, ruang dalam bangunan akan terasa
panas, seandainya bangunan tersebut dilengkapi dengan
sistem tata udara secara aktif (memakai AC) energi pendinginan yang diperlukan akan menjadi besar, akibat aknmulasi panas dalam bangunan sebagai hasil efek rumah kaca itu. Akibat lain yang akan terjadi luar bangunan efek Binding kaca akan menaikkan suhu di sekitar bangunan, serta menimbulkan efek silau terhadap manusia yang ada di ling-kungannya.
Untuk mengatasi hal tersebut diatas sangatlah arif dan bijaksana jika kita memakai prinsip-prinsip perencanaan berdasarkan iklim untuk negara kita yang terletak dikawasan tropis lembab, sinar matahari yang menyinari dalam bangunan harus diberi pematahan sinar sehingga panas yang masuk kedalam bangunan melalui dinding kaca dan material lainnya tidak berlebihan.
Dari fenomena yang timbul pada saat ini terlihat adanya penyimpangan makna bentuk arsitektur jika ditinjau dari sudut pandang iklim lingkungannya terutama pada penam-pilan fasade bangunan. Kiranya dari tesis ini penulis mencoba mensiasati makna sebuah bentuk fasade bangunan melalui kondisi iklim lingkungannya yang bertitik tolak dari arsitektur dan energi melalui faktor perambatan energi sinar matahari kedalam bangunan, sedangkan fasade bangunan sebagai media penghantar energi energi matahari.
Untuk membuktikan hal tersebut penulis mengambil studi kasus bangunan Gedung Kantor Sekwilda Daerah Tingkat
Jawa Tengah di Semarang yang mempunyai sistim pematahan sinar pada fasade bangunannya
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Perencanaan Pola Tata Ruang Gedung CTC Centralized Traffic Control Kereta Api Di Area Divre III Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan.
Perencanaan tata ruang Gedung CTC (Centralized Traffic Control) memiliki peran yang sangat penting dalam optimalisasi kendali lalu lintas perekereta-apian terutama di Wilayah Divre 3 Palembang Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan matriks pola tata ruang Gedung CTC di Kabupaten Muara Enim yang menjadi titik transit utama rangkaian Kereta Api Panjang atau Babarangjang yang mengangkut hasil pertambangan Batu Bara di Wilayah Sumatera Selatan. Adapun metode yang digunakan dalam penilitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mencangkup kajian Pustaka, teknik wawancara, dan observasi lokasi pembangunan. Yang mana hasil dari proses pengumpulan data akan dianalisa dan dielaborasi secara sistematis untuk menemukan pola tata ruang ideal untuk Gedung CTC. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa pola tata ruang Gedung CTC sangat menekankan aspek mekanikal dan elektrikal yang sangat erat kaitannya dengan persinyalan elektrik lalu lintas kereta api. Sehingga dalam perencanaanya perlu direncanakan ruang khusus dengan desain spesifik seperti ruang pengendali utama (Command Centre), Ruang Fasopka, dan Ruang UPS. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa bangunan CTC adalah bangunan utilitas persinyalan elektrik yang terbagi menjadi empat zona utama yaitu public, semi-publik, semi-privat, dan privat. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu adanya kajian riset lanjutan terutama yang berkaitan dengan sistem struktur dan interior CTC dalam rangka pengoptimalisasian fungsi dan sistem bangunan secara keseluruhan
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
