1,720,995 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Efektivitas Solution-Focused Brief Counseling untuk Membantu Meningkatkan Sikap Asertif Siswa SMP
ABSTRAK Pahlevy, Syahnaz. 2014. Efektivitas Solution-Focused Brief Counseling untuk Membantu Meningkatkan Sikap Asertif Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. M. Ramli, M. A, (2) Dr. Imam Hambali, M. Pd. Kata Kunci: Efektivitas, Solution-Focused Brief Counseling, Asertif, Siswa SMP Masa transisi dari anak-anak menuju dewasa merupakan masa individu mengalami berbagai perubahan dan permasalahan di dalamnya. Bersikap non-asertif sering menjadi awal permasalahan yang dialami remaja. Bentuk sikap non-asertif siswa antara lain memendam perasaan, berpura-pura, menahan perbedaan pendapat, dan tidak mampu menolak ajakan teman karena takut menyakiti perasaan. Salah satu fungsi bimbingan dan konseling di sekolah adalah pengentasan. Salah satu contohnya adalah mengentaskan siswa dari perilaku non-asertif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Solution Focused Brief Counseling (SFBC) dalam meningkatkan perilaku asertif siswa SMP. SFBC merupakan salah satu pendekatan yang efektif digunakan dalam meningkatkan asertivitas siswa. Konseling singkat, berfokus pada solusi, memiliki tujuan yang spesifik, dan meyakini perubahan kecil mengarahkan pada perubahan lebih besar membuat individu memiliki keyakinan pada diri secara positif tentang kemampuannya bersikap asertif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu, dengan pola one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP yang berjumlah lima siswa.Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dengan menggunakan skala asertif yang diberikan sebelum diberikan perlakuan (pre-test) dan setelah diberikan perlakuan (post-test). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan SPSS 20.00 melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Solution-Focused Brief Counseling efektif untuk meningkatkan asertivitas siswa dengan Z -2,023 (sig. 0,04
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Mutu Kinerja Pustakawan dalam Pelayanan Jasa di Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang
ABSTRAK Pahlevy, Ahmad 2018. Mutu Kinerja Pustakawan dalam Pelayanan Jasa di Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang. Skripsi. Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan, Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Titik Harsiati, M.Pd., (II) Setiawan, S.Sos., M.IP. Kata Kunci: perpustakaan, pelayanan jasa, mutu kinerja pustakawan Perpustakaan adalah institusi yang mengelola koleksi nasional. Kegiatan pengelolaan perpustakaan berkaitan dengan administrasi, pengembangan, pengawasan, pelayanan teknis, dan jasa. Segala penyediaan layanan bersifat jasa mengandalkan sebuah produk yang berorientasi pada kebutuhan pengguna. Sebagai tolak ukur kualitas layanan perpustakaan terdiri dari kualitas akses informasi, sarana prasarana dan kinerja pustakawan dalam pelayanan. Pustakawan memiliki peran penting dalam pelayanan jasa. Pustakawan harus memiliki kompetensi dasar, etika, sikap kepedulian, ketanggapan, kepastian, dan keandalan sehingga pengunjung merasa nyaman dan puas dengan layanan perpustakaan. Oleh karena itu, perlu adanya pengukuran mutu kinerja pustakawan diperpustakaan. Pengukuran kinerja tersebut dikaji berdasarkan dua teori, yaitu teori pelayanan publik dan LibQual+™. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui empat deskripsi mutu kinerja pustakawan dalam pelayanan jasa, yaitu berdasarkan(1) dimensi empati, (2) dimensi ketanggapan, (3) dimensi kepastian, dan (4) dimensi keandalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu melalui survei dengan kuesioner. Skala yang digunakan dalam kuesioner penelitian menggunakan pendekatan Guttman. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan deskriptif kategorisasi dari jawaban terbuka responden. Objek penelitian ini adalah Pustakawan Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang, sedangkan populasinya adalah pengunjung perpustakaan. Pada penelitian ini, populasinya berjumlah 18.839 di Kota Malang dan sampel yang digunakan 100 orang dengan teknik probability sampling atau secara acak. Hasil penelitian mutu kinerja pustakawan dalam pelayanan jasa diperoleh persentase tinggi pada empat dimensi. Berdasarkan analisis data hasil penelitian dapat disajikan sebagai berikut. Pertama, dimensi empati diperoleh 58,6% dengan kategori sedang atau cukup baik. Hasil analisis jawaban terbuka pada kuesioner dimensi empati disimpulkan menjadi tiga, diantaranya (1) petugas memberikan informasi apabila ada pertanyaan dari pemustaka; (2) petugas tidak ada inisiatif mencari tahu atau memantau kesulitan yang dialami pemustaka; dan (3) ada kemungkinan petugas merasa pemustaka mampu dan tidak mengalami kesulitan saat menggunakan layanan di perpustakaan. Kedua, dimensi ketanggapan diperoleh 70,3% dengan kategori tinggi atau sangat baik. Hasil analisis jawaban terbuka dimensi ketanggapan pada kuesioner pertama disimpulkan menjadi enam hal, yaitu (1) petugas tanggap, profesional, dan cukup baik dalam memberikan pelayanan; (2) pemustaka tidak pernah mengalami kesulitan; Analisis jawaban pemustaka berdasarkan kuesioner kedua tentang petugas membimbing pencarian dan penelusuran online katalog disimpulkan menjadi enam hal, yaitu (1) tidak pernah memakai katalog; (2) belum pernah kesulitan; (3) tidak membimbing; (4) pemustaka melakukan sendiri; (5) petugas menunggu untuk dimintai bantuan; dan (6) pernah dibantu. Ketiga, dimensi kepastian diperoleh 85,1% dengan kategori tinggi atau sangat baik. Hasil analisis jawaban terbuka pada kuesioner dimensi kepastian disimpulkan menjadi tiga, di antaranya (1) layanan penitipan barang menjamin keamanan dan kenyamanan barang pemustaka; (2) layanan penitipan barang memiliki fasilitas loker dengan kunci yang dibawa sendiri oleh pemustaka sehingga merasa nyaman berada di perpustakaan; dan (3) ada buku yang tidak sesuai penempatan di rak dan petugas berusaha mencarikan buku apabila pemustaka merasa kesulitan. Keempat, dimensi keandalan diperoleh 59,2% dengan kategori sedang atau cukup baik. Hasil analisis jawaban terbuka dimensi keandalan, dapat disimpulkan menjadi tiga, di antaranya (1) petugas mampu menanggapi pertanyaan pemustaka; (2) apabila pemustaka aktif menanyakan tentang fasilitas perpustakaan maka petugas menjelaskan apa yang ditanyakan; dan (3) apabila pemustaka merupakan kriteria orang yang pendiam maka akan mencari tahu sendiri dan mungkin merasa kebingungan
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
