352 research outputs found

    UJI AKTIVITAS SEDIAAN OBAT KUMUR EKSTRAK DAUN MIANA Coleus scutellarioides (L.) Benth TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Streptococcus mutans

    No full text
    ABSTRAK\ud Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas sediaan obat kumur ekstrak daun miana Coleus scutellrioides (L.) Benth terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan zona hambatan ekstrak daun miana dengan formulasi obat kumur dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Uji antibakteri ini menggunakan metode difusi agar dengan paper disk. Esktrak daun diperoleh dari metode maserasi menggunakan etanol 70% sebagai pelarut cair. Hasil menunjukkan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun miana dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15% terbesar terdapat pada konsentrasi 15% sebesar 12,8 mm. Pada Obat kumur dengan penambahan ekstrak daun miana yang berbeda dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 15% pada masa inkubasi 24 jam, paling besar zona hambatan terdapat pada formulasi III yang mengandung 15% ekstrak daun miana sebesar 11,9 mm. Setelah masa inkubasi 48 jam, semua zona obat kumur semakin bening. Ini mengindikasikan bahwa semua obat kumur dengan penambahan ekstrak miana bersifat bakteriosid. Uji T menunjukkan signifikansi 0,063 yang berarti antara aktivitas ektrak etanol daun miana dengan sediaan obat kumur tidak memiliki perbedaan hasil zona hambat pertumbuhan bakteri yang bermakna (p>0,05)

    Performance, Carcas And Broiler Lives With Giving Miana (Coleus atropurpureus, L) Leaves Fermentation Drink

    No full text
    The purpose of this study was  to determine the effect of adding miana (Coleus atropurpureus, L) leaf fermented drink on performance, carcass and chicken liver.  Broiler DOC without sexual segregation totaled 196 tails.  The design used was a completely randomized design consisting of 4 treatments and three replications.  Each test consisted of  16 tails. The treatments were: A0 = without fermented miana leaves, A1 = 4 ml fermented miana leaves /l drinking water, A2 = 8 ml fermented miana leaves/ l drinking water, A4 = 12 ml fermented miana leaves /l drinking water.  The parameters observed were performance, percentage of carcass and chicken liver.  The result showed that was no effect (P>0,05) of the addition of miana leaf fermentation on the performance, percentage of carcass and chicken liver. Offering 8 ml fermented miana leaves/liter provides better performance

    Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Miana (Coleus atropurpureus, L) dalam air minum terhadap Performa broiler: The Effect of Miana (Coleus atropurpureus, L) Leaf Extract in drinking water on Broiler Performance

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh pemberian ekstrak daun miana dalam air minum dengan level yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)dengan perlakuan adalah level ekstrak miana  yaitu 0 % (kontrol) (A), 0,025%(B), 0,075% (C) dan 0,125% (D), dan diulang sebanyak 5 kali. Peubah yang diamati adalah pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum dan persentase karkas.. Data yang diperoleh dianalisis sesuai rancangan yang digunakan dan pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa pemberian 0,075 % dan 0,125% ekstrak miana nyata (P<0,05) meningkatkan bobot badan,  sedangkan pemberian ekstrak miana  0,125% nyata (P<0,05) menurunkan  konversi ransum .  Pemberian ekstrak miana dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dan persentase karkas broiler.  Disimpulkan bahwa pemberian 0,075% ekstrak miana memberikan konversi ransum dan pertambahan bobot badan broiler yang terbaik   Kata kunci:  ekstrak daun miana, konsumsi ransum, konversi ransum dan persentase karka

    FORMULASI SIRUP EKSTRAK DAUN MIANA Coleus Scutellariodiaes (L) Benth

    No full text
    Daun Miana telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk sebagai obat untuk gangguan pencernaan seperti maag. Meskipun demikian, penggunaan daun Miana sebagai obat belum memiliki dosis yang pasti dan memerlukan pengolahan terlebih dahulu, sehingga kurang praktis. Oleh karena itu, ekstrak daun Miana diformulasikan dalam bentuk sirup. Pemilihan sediaan sirup didasarkan pada sifat cairnya yang memungkinkan untuk bekerja lebih cepat dalam menetralkan pH asam lambung, serta memberikan kemudahan dan efektivitas dalam penggunaannya. Tujuan penelitian adalah untuk memformulasi sediaan sirup obat maag ekstrak etanol daun Miana (Coleus scutellarioides (L) Benth) dengan variasi konsentrasi madu sebagai bahan pemanis menjadi sediaan sirup obat maag yang stabil. Skrining fitokimia dilakukan setelah proses ekstraksi, diikuti dengan pembuatan formula sirup dengan variasi konsentrasi madu sebagai pemanis, yaitu 40-60%. Selanjutnya, dilakukan evaluasi terhadap sifat-sifat fisik seperti uji organoleptik, penentuan bobot jenis, pH, dan viskositas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun Miana mengandung senyawa kimia alkaloid, fenol, dan saponin. Sediaan sirup yang dihasilkan memiliki sifat organoleptik dengan warna coklat hingga coklat tua, aroma khas madu, dan rasa manis dari madu. Evaluasi sifat fisik sirup menunjukkan pH 4,932-5,141, bobot jenis 1,143-1,193 g/mL, dan viskositas 3,059-5,568 P. Ketiga formula memenuhi persyaratan pH dan viskositas.Daun miana telah lama digunakan oleh masyarakat dan secara empiris dapat mengobati berbagai macam penyakit, salah satunya digunakan sebagai obat untuk pencernaan yaitu obat maag. Penggunaannya sebagai obat belum memiliki dosis yang pasti dan penggunaanya belum praktis karena harus diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu ekstrak daun miana diformulasi menjadi sirup. Bentuk sediaan sirup menjadi pilihan karena bentuknya cair sehingga dapat bekerja dengan cepat menetralkan pH asam lambung dan agar penggunaannya lebih praktis dan efektif. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sirup ekstrak daun miana yang memiliki sifat farmaseutik yang optimal. Formulasi diawali dengan skrining fitokimia hasil ekstraksi, formulasi sirup dengan variasi konsentrasi madu sebagai bahan pemanis yaitu 40-60%. Kemudian dilakukan evaluasi sifat-sifat farmaseutik seperti organoleptis, penentuan bobot jenis, pH dan viskositas.Hasil yang diperoleh adalah ekstrak daun miana memiliki kandungan kimia alkaloid, fenol dan saponin. Formulasi sediaan sirup dengan bahan tambahan berhasil membuat sirup dengan sifat organoleptik yaitu memiliki warna coklat hingga coklat tua, memiliki aroma khas madu, rasa manis dari madu. Hasil evaluasi sifat farmaseutik yaitu pH 4,932-5,141, bobot jenis 1,143-1,193 g/mL dan viskositas 3,059 – 5,568 P. Ekstrak etanol daun miana dapat diformulasi menjadi siru

    RESPON STEK PUCUK TANAMAN MIANA (COLEUS ATROPURPUREUS (L.) BENTH) TERHADAP PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH

    No full text
    Abstrak : Tanaman miana saat ini dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Perbanyakan Tanaman miana dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Stek pucuk merupakan cara perbanyakan vegetatif tanaman miana yang relatif mudah dilakukan. Pembibitan dengan cara ini merupakan salah satu cara cepat dalam memenuhi kebutuhan bahan tanaman skala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Zat Pengatur Tumbuh terhadap stek pucuk tanaman miana (Coleus atropurpureus (L.) Benth. Penelitian dilaksanakan di di laboratorium agroekologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtyasa. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan pada bulan Maret sampai Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang yang terdiri dari empat perlakuan dan diulang tiga kali. Perlakuan yang diuji dalam percobaan ini adalah: kontrol (Tanpa ZPT), IAA 750 ppm, Growtone 500 ppm, dan air kelapa 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian zat pengatur tumbuh berpengaruh terhadap jumlah tunas dan jumlah akar. Jumlah tunas terbanyak terdapat pada perlakuan Growtone sebesar 7.50 tunas. Jumlah akar terbanyak terdapat pada perlakuan IAA sebesar 91.00 buah. Rekomendasi budidaya tanaman miana dengan cara stek dapat menggunakan IAA 750 ppm maupun Growtone 500 ppm.Kata Kunci : miana, stek, zat pengatur tumbuhAbstract : Miana plant is currently used as an ornamental plant. The multiplication of miana crops can be done in a generative and vegetative way. Cuttings is a vegetative way of reproduction of miana plant which is relatively easy to do. Breeding in this way is one of the quick ways in meeting the needs of large-scale plant materials. This research aims to determine the effect of giving Plant Growth Regulator to the shoots cuttings of Miana (Coleus atropurpureus (L.) Benth). Research conducted in the Agroecological laboratory, Faculty of Agriculture, University of Sultan Ageng Tirtyasa. The research will be held in the month of March to May 2017. The study conducted by randomized block design (RBD) which consists of four treatments and is repeated three times. The treatment tested in this experiment was: control (without plant growth regulator), IAA 750 ppm, Growtone 500 ppm, and 10% coconut water. The results showed that the treatment of plant growth regulator affected in the number of shoots and the number of roots. The most number of shoots is in the Growtone treatment of 7.50 shoots. The highest number of roots is in the IAA treatment of 91.00 pieces. Recommendations for cultivation of miana crops with cuttings can use IAA 750 ppm maupun Growtone 500 ppm.Keyword : Miana, cuttings, growing regulatory substancesÃÂ

    PENGGUNAAN TEPUNG DAUN MIANA (Coleus atropurpureus, L.) DALAM RANSUM BASALTERHADAP PRODUKSI KARKAS BROILER

    No full text
    PENGGUNAAN TEPUNG DAUN MIANA (Coleus atropurpureus, L.) DALAM RANSUM BASALTERHADAP PRODUKSI KARKAS BROILER M. Fikri Ramadan (11780113643) Di bawah bimbingan Eniza Saleh dan Arsyadi Ali INTISARI Miana adalah tanaman herbal yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Daun miana juga merupakan salah satu tanaman herbal yang dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam ransum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun miana (Coleus atropurpureus, L.) dalam ransum basal terhadap produksi karkas broiler yang meliputi: bobot akhir, bobot karkas, persentase karkas, dan bobot lemak abdominal. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di Laboratorium UIN Agriculture Research and Development Station (UARDS) Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Materi penelitian ini mengunakan 80 ekor ayam DOC ayam ras pedaging yang dibagi secara acak berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Tiap-tiap unit kandang terdiri atas 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (0% ekatrak daun miana sebagai kontrol), P1 (0,5% ekstrak daun miana dalam ransum), P2 (1% ekstrak daun miana dalam ransum), dan P3 (1,5% ekstrak daun miana dalam ransum) P4 (2% ekstrak daun miana dalam ransum). Parameter yang diukur adalah bobot akhir, bobot karkas, persentase karkas dan lemak abdominal. Berdasarkan hasil penelitian penambahan tepung daun miana (Coleus atropurpureus, L.) sampai level 2% dalam ransum basal tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot karkas, persentase karkas, dan bobot lemak abdominal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung daun miana sampai level 2% tidak dapat meningkatkan produksi karkas broiler. Kata kunci: Ayam, produksi karkas, tepung daun mia

    PENGGUNAAN TEPUNG DAUN MIANA (Coleus atropurpureus, L.) DALAM RANSUM BASAL TERHADAP PERFORMA BROILER

    No full text
    Penggunaan Tepung Daun Miana (Coleus atropurpureus, L.) dalam Ransum Basal terhadap Performa Broiler Clariesta Yuni Pratiwi (11781201764) Di bawah bimbingan Eniza Saleh dan Evi Irawati INTISARI Daun miana merupakan salah satu tanaman herbal yang dimanfaatkan sebagai pakan tambahan dalam ransum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung daun miana (Coleus atropurpureus, L.) dalam ransum terhadap performa broiler meliputi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2021 di UIN Agriculture Research and Development Station (UARDS) Fakultas Pertania dan Peternakan Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim RIAU. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dan menggunakan 80 ekor broiler yang dibagi secara acak berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Tiap-tiap perlakuan terdiri atas 4 ekor ayam, selama 21 hari. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (tepung daun miana 0%), P1 (tepung daun miana 0,5%), P2 (tepung daun miana 1%), P3 (tepung daun miana 1,5%), dan P4 (tepung daun miana 2%). Parameter yang diukur adalah konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun miana (Coleus atropurpureus, L.) hingga level 2% tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dengan rentang antara 197,35197,35-214,29 rataan 206,75 (g/ekor/minggu), pertambahan bobot badan dengaan rentang antara 108,97-120,56 rataan 126,94 (g/ekor/minggu), dan konversi ransum dengan rentang antara 1,64-1,87 rataan 1,78. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan tepung daun miana sampai level 2% dalam ransum tidak dapat meningkatkan konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum tetapi hanya dapat mempertahankan. Kata kunci: Broiler, daun miana, konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversi ransum
    corecore