1,721,009 research outputs found

    Model Penilaian Kemampuan Berpikir Historis (Historical Thinking) Pendidikan Sejarah SMA dengan Model Rasch

    No full text
    Studi ini bertujuan untuk: (1) menghasilkan model penilaian kemampuan berpikir historis mata pelajaran sejarah SMA, (2) menghasilkan instrumen penilaian kemampuan berpikir historis mata pelajaran sejarah SMA beserta rubrik penskorannya sesuai dengan model penilaian yang dibangun, (3) menetapkan teknik analisis item dan teknik analisis hasil penilaian kemampuan berpikir historis siswa SMA, serta memperoleh bukti berupa hasil proses validasi tes dan item tes kemampuan berpikir historis yang telah disusun, dan (4) mengidentifikasi kemampuan berpikir historis peserta didik pada mata pelajaran sejarah SMA dengan menggunakan seperangkat alat penilaian yang item-itemnya telah memiliki bukti validitas empirik. Penelitian melalui dua tahap, yakni tahap pengembangan model penilaian kemampuan berpikir historis dan tahap pengembangan instrumen yang disertai uji coba terbatas untuk memperoleh bukti empiris dan uji coba diperluas/pengukuran. Tes untuk uji coba terbatas terdiri atas enam perangkat subtes dilengkapi anchor item pada tiap subtes. Tes untuk uji coba diperluas terdiri atas lima perangkat subtes juga dilengkapi dengan anchor item pada tiap subtes, dikemas menggunakan item yang terbukti fit dengan model pada uji coba terbatas. Masing-masing perangkat tes memuat 20% anchor item. Uji coba terbatas menggunakan sampel 1573 testi dan uji coba diperluas menggunakan sampel 2673 testi. Data politomus tiga kategori dianalisis dengan Partial Credit Model (PCM) menggunakan program QUEST. Hasil penelitian menunjukkan model penilaian yang dihasilkan termasuk ke dalam model prosedural. Hasil uji coba terbatas dan uji coba diperluas menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria mean INFIT MNSQ 1,0 dan simpangan baku 0,0 tes terbukti fit dengan PCM untuk data politomus tiga kategori. Berdasarkan kriteria batas terendah dan tertinggi INFIT MNSQ sebesar 0,77 dan 1,30 ada dua item dari 111 item tes uji coba terbatas, tidak fit dengan PCM untuk data politomus tiga ketegori. Berdasarkan kriteria yang sama, seluruh item tes tahap uji coba diperluas (93 item) fit dengan PCM untuk data politomus tiga kategori. Reliabilitas tes uji coba terbatas dan tes uji coba diperluas data politomus tiga kategori cukup baik. Pada uji coba terbatas, koefisien alpha Cronbach 0,74 dan indeks sparasi person 0,82. Pada tahap uji coba diperluas, koefisien alpha Cronbach 0,65 dan indeks sparasi person 0,72. Skor keterampilan berpikir historis terendah -3,52 dan tertinggi +1,21 dari rentang ideal -4,0 sampai +4,0. Secara keseluruhan skor testi jauh dari memuaskan. Hanya 5,89% testi yang berada di atas nilai tengah yang diharapkan untuk data politomus tiga kategori menurut PCM

    Analysis Of Instrument Test Of Historical Thinking Skills In Senior High School History Learning With Quest Programs

    Full text link
    This research is descriptive quantitative research and aimed to described quality of questions history subject in West Sumatra District including validity, item difficulty, item discrimination, distractor efficiency and reliability. Objects in this study are questions test and 443 sheets of answer sheet including MAN 3 Padang, MAN Pariaman and MAN 3 Padang Panjang, key answer test, a test blue print and then it’s analysis with quest program. The result of this research shows that the content validity have category of valid was 28 questions (56%) and un-valid was 22 questions (44%). Item difficulty questions are easy category was 1 question (2%), immediate category was 9 questions (18%) and difficult category was 40 questions (80%). Item discrimination is weak category was 26 questions (52%), enough category was 18 questions (36%), good category was 4 questions (8%), very good questions was 1 question (2%) and bad category was 1 question (2%). Distractor efficiency was 47 questions (94%) and not function was 3 questions (6%). The average Kuder-Richarson formula 20 reability coefficient was 0,53 means it has enough reliability. Key words: historical thinking; validity; item difficulty; item discrimination; distractor of efficiency; reliabilit

    Keberfungsian Butir Diferensial pada Perangkat Tes Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Sekolah Dasar (SD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: (1) karakteristik butir perangkat soal menurut teori-tes klasik dan teori respons butir, (2) butir-butir yang terdeteksi mengandung DIF berdasarkan perbedaan jenis kelamin, dan (3) metode yang paling sensitif dalam pendeteksian DIF. Analisis butir dalam penelitian ini didasarkan pada respons siswa peserta Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional pada mata pelajaran Matematika SD/MI di Provinsi DIY tahun pelajaran 2008/2009 yang tersebar dalam 2009 SD/MI dengan keseluruhan peserta berjumlah 48499 siswa. Sumber data berupa lembar jawaban siswa yang diambil dengan teknik purposive cluster random sampling sebanyak 1650 yang terdiri atas 825 respons siswa kelompok laki-laki dan 825 siswa kelompok perempuan. Metode DIF berdasarkan perbedaan jenis kelamin (gender) yang digunakan pada penelitian ini adalah metode khi-kuadrat dari Lord, pendekatan regresi logistik, dan metode uji perbandingan kemungkinan (likelihood ratio test). Hasil analisis deskriptif berdasarkan teori-tes klasik menunjukkan bahwa dari 40 butir soal yang dianalisis terdapat 31 butir (77,5%) berkualitas baik, indeks reliabilitasnya 0,940, validitas konstruknya tidak cukup baik yakni menjelaskan kemampuan matematika siswa sebesar 37,549% dan kesalahan baku pengukurannya sebesar 2,371. Berdasarkan teori respons butir, ada 36 butir (90%) berkualitas baik dengan nilai fungsi informasinya 20,40336 dan kesalahan baku estimasinya 0,221. Analisis pendeteksian DIF dengan menggunakan metode khi-kuadrat dari Lord dan uji perbandingan kemungkinan maksimum memberikan hasil yang sama, yakni tidak ditemukan adanya butir yang terdeteksi mengadung DIF. Pendeteksian DIF dengan metode regresi logistik menemukan adanya 4 butir yang terdeteksi mengandung DIF (butir nomor 4, nomor 5, nomor 26 dan nomor 33). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode pendeteksian DIF yang paling sensitif di antara ketiga metode yang digunakan adalah metode regresi logistik

    Pengembangan Media Video Animasi Pop-up Book Untuk Melatih Siswa Dalam Menganalisis Sebab dan Akibat Peristiwa Sejarah Pada Pembelajaran Sejarah SMA Negeri 11 Padang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui proses pengembangan media video animasi Pop-up Book untuk melatih siswa dalam menganalisis sebab-akibat peristiwa sejarah, 2) Mengetahui kelayakan media video animasi Pop-up Book untuk melatih siswa dalam menganalisis sebab dan akibat peristiwa Sejarah, dan 3) Mengetahui Praktikalitas media video animasi Pop-up Book untuk melatih siswa dalam menganalisis sebab dan akibat  peristiwa sejarah. Penelitian ini merupakan jenis Research and Development (R&D) dengan lima tahap pengembangan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi, ahli media, guru sejarah, 26 siswa fase F di SMA Negeri 11 Padang. Hasil validasi menunjukkan bahwa media ini sangat layak digunakan, dengan nilai rata-rata 3,94 (ahli materi) dan 3,8 (ahli media). Uji praktikalitas oleh guru dan siswa juga menunjukkan kategori sangat praktis, masing-masing memperoleh nilai 3,65 dan 3,87. Dengan demikian, media video animasi Pop-up Book dinyatakan layak dan praktis sebagai media pembelajaran sejarah di tingkat SMA

    PERJUANGAN PENDIDIKAN KARTINI VS RAHMAH EL YUNUSSIYAH BAGI PEREMPUAN INDONESIA: SEBUAH PENDEKATAN HISTORIS DAN KULTURAL

    Full text link
    Abstrak: Tokoh-tokoh perempuan dalam sejarah bangsa Indonesia adalah hal yang masih menarik untuk dituliskan. Berbagai pro-kontra munculnya tokoh-tokoh tersebut tidak menyurutkan para perempuan modern untuk menjadikan tokoh-tokoh tersebut menjadi sumber inspirasi mereka. Kartini misalnya, yang selalu menjadi tokoh utama perempuan dalam sejarah Indonesia dan dijadikan pahlawan bangsa. Berbagai pendapat mengenai Kartini memang tidak ada salahnya, namun hal tersebut harus diluruskan dengan berbagai pendekatan sejarah baik secara tekstual maupun kontekstual. Selain Kartini, tokoh perempuan yang nantinya akan dijadikan sebagai komparasi yaitu Rahmah El Yunusiyyah. Kartini yang berasal dari Jawa, hampir semua kalangan masyarakat mengenal beliau, berbeda dengan Rahmah El Yunusiyyah yang berasal dari Minangkabau (Sumatera Barat) mungkin tidak semua kalangan yang mengenal beliau serta kiprahnya dalam sejarah bangsa. Namun, dua tokoh ini bisa dikatakan memiliki tujuan yang sama dengan ideologi yang berbeda dan nuansa budaya pun jauh berbeda. Di sinilah keunikan dari dua tokoh ini yaitu memiliki cita-cita dan tujuan yang sama yaitu menaikkan derajat kaum perempuan melalui pendidikan namun dengan pandangan yang sangat berbeda.Kata-kata kunci: perempuan Jawa, Minangkabau,  pendidikan perempuanAbstract:. Women figures in the history of Indonesia is still attractive to be written. Various pros and cons of the emergence of these figures do not discourage the modern women to make these characters become their source of inspiration. Kartini, for example, which has always been a heroine in the history of Indonesia and as a hero. Some opinions on Kartini are not wrong, but it should be straightened with a variety of historical approaches both textual and contextual analyses. Besides Kartini, a female character which will be used as a comparison that is Rahmah El Yunusiyyah. Kartini from Java, almost all people know him, in contrast to Rahmah El Yunusiyyah originating from the Minangkabau (West Sumatra) may not all people who know him and his work in the nation's history. However, these two figures can be said to have the same goal with different ideologies and cultural nuances too much different. This is where the uniqueness of these two figures that have ideals and the common goal of raising the level of women through education, but with a very different view.Keywords: Javanese woman, Minangkabau, education for womanDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um020v10i12016p07

    An assessment model of historical thinking skills by means of the RASCH model

    Full text link
    This study was conducted to produce a model and instruments of historical thinking skills in the history subject at the senior high school (SHS) and to identify SHS students’ historical thinking skills. The study was conducted in two stages, namely model development and instrument development altogether with a small-scale tryout and a large-scale tryout. The test for each tryout consisted of six and five sub-test sets. Each test set contained 20 anchor items. The sample for each tryout comprised 1573 and 2613 testees. The data was analyzed by means of Partial Credit Model (PCM) using the QUEST program. The overall tryout results indicate that, based on the criteria for an INFIT MNSQ mean of 0.1 and a standard deviation of 1.0, the tests fit the PCM. The reliability coefficients of the tests for the tryouts are moderately good; the Cronbach’s alpha coefficients are, respectively, 0.65 and 0.54. The lowest score of historical thinking skills is -.352 and the highest is +1.21 in an ideal range of -4.0 to +4.0. In overall, the testees’ scores are not satisfactory. Only 5.89% of the testees are above the expected median

    ANALISIS SOAL UJIAN SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS X SMAN DI KOTA PADANG MENGGUNAKAN PROGRAM ANBUSO 8.0

    No full text
    This research aims to determine the quality of the item odd Final Exam Subjects Indonesian History Class X SMAN in Padang Year 2018/2019 the terms of validity, reliability, level of difficulty, distinguishing features and analysis of detractors. This research was quantitative descriptive. Subjects in this research were students of 2 class x SMAN 3 Padang, 2 class x SMAN 7 Padang and 2 class x SMAN 12 Padang. Data was collected by the documentation method. Data were analyzed using the program AnBuso 8.0 and manual calculations with the helped of the Excel program. The results of this research were Quality items based on the total analysis items about the excellent for package 1 good quality about 16 items or 32%, poor quality were 32 items or 64%, and not very good quality amounted to 2 items or 4%. Whereas for package 2 good quality about 16 items or 58%, poor quality were 29 items or 64%, and not very good quality amounted to 5 items or 10%

    Pengembangan Media Bulletin Board Interaktif Untuk Melatih Keterampilan Berfikir Kesinambungan dan Perubahan Pada Pembelajaran Sejarah

    Full text link
    Pembelajaran sejarah masa kini tidak hanya mengutamakan pemahaman konseptual tetapi juga menekankan pada keterampilan proses yang salah satunya yaitu keterampilan berfikir historis, salah satunya yaitu keterampilan berfikir kesinambungan dan perubahan dalam peristiwa sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui bagaimana cara mengembangkan media bulletin board interaktif yang mampu melatih keteampilan berfikir kesinambungan dan perubahan dalam peristiwa sejarah. 2) Menganalisis kelayakan dan praktikalitas bulletin board interaktif dalam melatih keterampilan berfikir kesinambungan dan perubahan siswa SMAN 1 Padang Panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Subjek uji coba penelitian ini dilakukan kepada 61 orang siswa kelas X SMAN 1 Padang Panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelayakan bulletin board interaktif berdasarkan penilaian dari ahli materi dan ahli media menyatakan bulletin board interaktif sangat layak digunakan dengan nilai rata-rata sebesar 3,31 dan 3,30. Berdasarkan hasil uji praktikalitas oleh guru dan siswa menunjukkan bulletin board interaktif ini sudah sangat praktis dengan nilai rata-rata uji praktikalitas oleh guru dan siswa sebesar 3,87 dan 3,60

    Pengembangan Ilmu Pengetahuan dalam Konsep Rasionalisme Empirisme : Perspektif Historis dan Epistemologis

    Full text link
    Penelitian ini menyelidiki perkembangan ilmu pengetahuan dalam konteks konsep rasionalisme dan empirisme. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai literature seperti buku, jurnal,web, makalah skripsi, dan dokumen lainnya dalam bentuk cetak maupun online. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua pendekatan ini telah mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan. Rasionalisme menganggap bahwa pengetahuan berasal dari akal pikiran, sedangkan empirisme menganggap pengalaman sebagai sumber utama pengetahuan. Jika kita melihatnya dari perspektif sejarah, rasionalisme adalah doktrin filosofis yang kuat yang telah ada sejak zaman Yunani Kuno dan mencapai titik tertingginya pada abad ke-17 dan ke-18. Orang-orang hebat seperti Rene Descartes, Baruch Spinoza, dan Gottfried Leibniz berkontribusi banyak pada perkembangan rasionalisme. Sebaliknya, tokoh-tokoh seperti John Locke, George Berkeley, dan David Hume adalah pendahulu empirisme. Keduanya sering kali saling melengkapi dalam proses mengembangkan ilmu pengetahuan. Keduanya sangat penting untuk memperluas tentang pengetahuan dalam memahami tentang dunia di sekitar. Perkembangan ilmu pengetahuan sangat dipengaruhi oleh dua pendekatan filosofis rasionalisme dan empirisme. Pendekatan pertama berfokus pada awal pengetahuan dan cara manusia memperoleh pengetahuan, meskipun ada perbedaan pendapat di antara keduanya
    corecore