13 research outputs found
Sistem Pendukung Keputusan Kelompok untuk Penentuan Lokasi Usaha menggunakan Metode Fuzzy SAW Borda
The economic development of a city is marked by the increasing number of established businesses. Inaccurate decision about business location can result in losses for the owner. To support proper decision making, various decision making methods have been developed. For example, by using Fuzzy, Analytical Hierarchy Process (AHP), Promethee, Simple Additive Weighting (SAW), Borda, and Hybrid (a combination of several methods). In this research, the author tries to solve the problem of decision making in determining business location, by designing a decision support system that uses a hybrid method approach, a combination of Fuzzy, Simple Additive Weighting (SAW), and Borda. There are 3 alternative locations (A1, A2, and A3), 5 decision makers, and 5 assessment criteria used, such as land eligibility (benefit), population density (benefit), traffic jam (benefit), completeness of files (benefit), and flood intensity (cost). The Decision Support System accepts input in the form of natural language/linguistic (very/quite/kinda/less) and converts it into a fuzzy membership value (range 0 to 1), processes it based on weight, cost, and benefit of existing criteria using Simple Additive Weighting (SAW), and combines the assessment results using Borda from 5 decision makers/business owners with their respective perceptions. So as to produce a final group decision. Where the final result obtained in the Borda method, that the alternative location A1 (A1 score is 6) gets the first priority to be business place establishment location, followed by A3 (A3 score is 5) in the second priority, and A2 (A2 score is 4) in the third priority/last.
Perkembangan ekonomi suatu kota ditandai dengan semakin banyaknya tempat usaha yang didirikan. Pengambilan keputusan yang kurang tepat mengenai penentuan lokasi usaha bisa mengakibatkan kerugian bagi pemiliknya. Untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat telah dikembangkan berbagai macam metode pengambilan keputusan. Misalnya dengan menggunakan metode Fuzzy, Analytical Hierarchy Process (AHP), Promethee, Simple Additive Weighting (SAW), Borda, maupun Hybrid (gabungan dari beberapa metode). Pada penelitian ini, penulis mencoba untuk menyelesaikan masalah pengambilan keputusan penentuan lokasi usaha, dengan merancang suatu Sistem Pendukung Keputusan yang menggunakan pendekatan metode hybrid, yakni gabungan metode Fuzzy, Simple Additive Weighting (SAW), dan Borda. Terdapat 3 Alternatif Lokasi (A1, A2, dan A3), 5 Decision Maker, dan 5 Kriteria Penilaian yang digunakan, seperti Kelayakan Lahan (benefit), Kepadatan Penduduk (benefit), Keramaian Lalu Lintas (benefit), Kelengkapan Berkas (benefit), dan Intensitas Banjir (cost). Sistem Pendukung Keputusan menerima input/masukan berupa bahasa alami/linguistik (sangat/cukup/agak/kurang) dan mengubahnya dalam nilai keanggotaan fuzzy (range 0 sampai dengan 1), mengolahnya berdasarkan bobot, cost, dan benefit dari kriteria yang ada menggunakan Simple Additive Weighting (SAW), dan menggabungkan hasil penilaian menggunakan Borda dari 5 orang decision maker/pemilik usaha dengan pandangan persepsi masing-masing. Sehingga menghasilkan suatu keputusan akhir kelompok. Dimana didapatkan hasil akhir pada metode Borda, bahwa alternatif lokasi A1 (memperoleh nilai 6) mendapatkan prioritas pertama untuk menjadi lokasi pendirian tempat usaha, disusul oleh A3 (memperoleh nilai 5) di prioritas kedua, dan A2 (memperoleh nilai 4) di prioritas ketiga/terakhir
GROUP DECISION SUPPORT SYSTEM UNTUK PEMBELIAN RUMAH DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN BORDA
Seiring dengan pertumbuhan penduduk, kebutuhan rumah sebagai kebutuhan pokok manusia ikut pun meningkat. Banyak cara dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, antara lain dengan membangun sendiri, membeli dari orang lain, atau dengan membeli rumah di suatu perumahan. Calon pembeli rumah tentu memiliki kriteria-kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memilih suatu rumah. Banyak kriteria yang ada sering diikuti dengan tersedianya lebih dari satu pilihan rumah yang dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Oleh karena itu, penulis membuat suatu Sistem Pendukung Keputusan untuk Pembelian Rumah yang nantinya akan membantu para calon pembeli rumah dalam menentukan pilihan rumah yang akan dibelinya. Untuk metode pengambilan keputusan yang digunakan dalam sistem ini adalah analytical hierarchy process (AHP). AHP adalah salah satu bentuk model pengambilan keputusan yang cocok digunakan untuk permasalahan yang multi-kriteria dan multi-alternatif dengan input utamanya adalah persepsi manusia. Dan dikarenakan proses pengambilan keputusan pembelian rumah biasanya melibatkan lebih dari satu orang (keluarga), maka diperlukan adanya suatu teknik pengambilan keputusan secara kelompok (group decision support system). Borda adalah salah satu metode pengambilan keputusan kelompok yang bisa menggabungkan hasil analisa persepsi (hasil analisa AHP) dari beberapa pengambil keputusan. Sehingga keputusan pembelian rumah yang dihasilkan bisa diterima oleh semua pihak pengambil keputusan (keluarga)
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENENTUAN PENERIMA BERAS MISKIN MENGGUNAKAN BASIS DATA FUZZY
Proses pembagian bantuan beras miskin bukanlah hal yg mudah. Ketepatan sasaran dalam pemberian beras miskin haruslah menjadi hal yang diperhatikan. Hal ini berguna untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga terutama rumah tangga miskin. Sistem yang dapat mendukung pemilihan rumah tangga miskin yang berhak mendapatkan bantuan beras miskin sangatlah diperlukan. Tulisan ini berfokus pada pada pembangunan sistem pendukung keputusan untuk pemilihan rumah tangga miskin yang berhak menerima bantuan beras miskin dengan menggunakan basis data fuzzy. Sistem yang dibangun memiliki kemampuan untuk menyelesaikan data-data yang bersifat ambiguous. Dimana untuk menyelesaikan data-data yang bersifat ambiguous tersebut, dibutuhkan kemampuan penanganan query yang memiliki variabel-variabel linguistik
RANCANG BANGUN JARINGAN HOTSPOT PADA KAMPUS NIVERSITAS NUSANTARA MANADO MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK
Jaringan internet sudahlah menjadi hal yang tidak asing di telinga kita. Internet sudahlah menjadi kebutuhan pokok bagi kita yang hidup di era komunikasi global. Kebutuhan akan adanya media komunikasi yang cepat dan handal telah dijawab lewat teknologi Internet. Penggunaan teknologi internet telah mewabah dan menjadi hal wajib dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Misalnya, di bidang perbankan, perdagangan, keamanan, pemerintahan, pendidikan, dan berbagai aspek lainnya. Di bidang pendidikan, internet dibutuhkan untuk mengkomunikasikan informasi dari berbagai bidang ilmu pengetahuan yang ada di berbagai belahan bumi. Dengan internet, mahasiswa misalnya, bisa mengakses berbagai macam informasi mengenai bidang ilmu pengetahuan yang sedang ditekuninya secara aktual dan cepat. Tentunya hal ini, akan membantu proses belajar dari mahasiswa itu sendiri. Oleh karena itu, setiap kampus yang ada haruslah menyediakan fasilitas hotspot yang bisa diakses dari setiap laptop ataupun smartphone yang dimiliki mahasiswa. Dengan demikian, setiap mahasiswa yang ada, selama berada di kampus bisa memperoleh layanan internet guna mendukung proses pembelajaran. Yang tentunya dengan fasilitas internet ini, juga akan membantu para dosen yang ada dalam mencari dan menyiapkan materi perkuliahan. Dan untuk mengimplementasikan jaringan hotspot ini, maka akan digunakan router Mikrotik sebagai server utama jaringan hotspot
IMPLEMENTASI IP CLOUD DAN DEMILITARIZED ZONE (DMZ) UNTUK PENGONTROLAN ROUTER JARAK JAUH
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, komunikasi dan informasi telah menjadi kebutuhan penting. Kebutuhan akan komunikasi dan informasi telah merambah ke berbagai sektor kehidupan manusia. Berbagai macam infrastruktur telah dibangun dalam rangka menunjang komunikasi dan informasi. Salah satunya adalah infrastruktur Internet. Dengan Internet, kita bisa melaksanakan komunikasi dan pertukaran informasi secara cepat dan aktual. Dikarenakan Internet telah memegang peran penting, maka dibutuhkan adanya suatu pengelolaan yang baik. Dalam pengelolaan internet, biasanya setiap perusahaan/institusi/kantor menggunakan router sebagai alat pengaturnya. Dimana semua trafik data internet diatur disini. Dan untuk mendapatkan kualitas internet yang baik dibutuhkan adanya pengendalian/pengontrolan router secara real time. Dalam artian router bisa diakses dan dikendalikan setiap waktu ketika diperlukan ataupun ketika terdapat permasalahan jaringan/internet. Untuk itulah, maka perlu dipikirkan bagaimana caranya pengontrolan jarak jauh router bisa dilakukan tanpa terbatas waktu dan tempat. Pada penelitian ini, mencoba mengangkat studi kasus pengontrolan jarak jauh router, menggunakan Router Board Mikrotik dan Modem Telkom IndiHome. Dimana terdapat fitur IP Cloud pada Mikrotik dan Fitur DEMILITARIZED ZONE (DMZ), yang memungkinkan terjadinya pengontrolan jarak jauh ini. Meskipun router yang dikendalikan berada dibawah filter Network Address Translation (NAT) dari Modem Telkom IndiHome
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK PENENTUAN PENERIMA BERAS MISKIN MENGGUNAKAN BASIS DATA FUZZY
Proses pembagian bantuan beras miskin bukanlah hal yg mudah. Ketepatan sasaran dalam pemberian beras miskin haruslah menjadi hal yang diperhatikan. Hal ini berguna untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga terutama rumah tangga miskin. Sistem yang dapat mendukung pemilihan rumah tangga miskin yang berhak mendapatkan bantuan beras miskin sangatlah diperlukan. Tulisan ini berfokus pada pada pembangunan sistem pendukung keputusan untuk pemilihan rumah tangga miskin yang berhak menerima bantuan beras miskin dengan menggunakan basis data fuzzy. Sistem yang dibangun memiliki kemampuan untuk menyelesaikan data-data yang bersifat ambiguous. Dimana untuk menyelesaikan data-data yang bersifat ambiguous tersebut, dibutuhkan kemampuan penanganan query yang memiliki variabel-variabel linguistik
GROUP DECISION SUPPORT SYSTEM UNTUK PEMBELIAN RUMAH DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN BORDA
Seiring dengan pertumbuhan penduduk, kebutuhan rumah sebagai kebutuhan pokok manusia ikut pun meningkat. Banyak cara dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, antara lain dengan membangun sendiri, membeli dari orang lain, atau dengan membeli rumah di suatu perumahan. Calon pembeli rumah tentu memiliki kriteria-kriteria yang menjadi pertimbangan dalam memilih suatu rumah. Banyak kriteria yang ada sering diikuti dengan tersedianya lebih dari satu pilihan rumah yang dapat memenuhi kriteria-kriteria tersebut. Oleh karena itu, penulis membuat suatu Sistem Pendukung Keputusan untuk Pembelian Rumah yang nantinya akan membantu para calon pembeli rumah dalam menentukan pilihan rumah yang akan dibelinya. Untuk metode pengambilan keputusan yang digunakan dalam sistem ini adalah analytical hierarchy process (AHP). AHP adalah salah satu bentuk model pengambilan keputusan yang cocok digunakan untuk permasalahan yang multi-kriteria dan multi-alternatif dengan input utamanya adalah persepsi manusia. Dan dikarenakan proses pengambilan keputusan pembelian rumah biasanya melibatkan lebih dari satu orang (keluarga), maka diperlukan adanya suatu teknik pengambilan keputusan secara kelompok (group decision support system). Borda adalah salah satu metode pengambilan keputusan kelompok yang bisa menggabungkan hasil analisa persepsi (hasil analisa AHP) dari beberapa pengambil keputusan. Sehingga keputusan pembelian rumah yang dihasilkan bisa diterima oleh semua pihak pengambil keputusan (keluarga)
RANCANG BANGUN JARINGAN HOTSPOT PADA KAMPUS NIVERSITAS NUSANTARA MANADO MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK
Jaringan internet sudahlah menjadi hal yang tidak asing di telinga kita. Internet sudahlah menjadi kebutuhan pokok bagi kita yang hidup di era komunikasi global. Kebutuhan akan adanya media komunikasi yang cepat dan handal telah dijawab lewat teknologi Internet. Penggunaan teknologi internet telah mewabah dan menjadi hal wajib dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Misalnya, di bidang perbankan, perdagangan, keamanan, pemerintahan, pendidikan, dan berbagai aspek lainnya. Di bidang pendidikan, internet dibutuhkan untuk mengkomunikasikan informasi dari berbagai bidang ilmu pengetahuan yang ada di berbagai belahan bumi. Dengan internet, mahasiswa misalnya, bisa mengakses berbagai macam informasi mengenai bidang ilmu pengetahuan yang sedang ditekuninya secara aktual dan cepat. Tentunya hal ini, akan membantu proses belajar dari mahasiswa itu sendiri. Oleh karena itu, setiap kampus yang ada haruslah menyediakan fasilitas hotspot yang bisa diakses dari setiap laptop ataupun smartphone yang dimiliki mahasiswa. Dengan demikian, setiap mahasiswa yang ada, selama berada di kampus bisa memperoleh layanan internet guna mendukung proses pembelajaran. Yang tentunya dengan fasilitas internet ini, juga akan membantu para dosen yang ada dalam mencari dan menyiapkan materi perkuliahan. Dan untuk mengimplementasikan jaringan hotspot ini, maka akan digunakan router Mikrotik sebagai server utama jaringan hotspot
Rancang Bangun Jaringan Hotspot pada Kampus Niversitas Nusantara Manado Menggunakan Router Mikrotik
Jaringan internet sudahlah menjadi hal yang tidak asing di telinga kita. Internet sudahlah menjadi kebutuhan pokok bagi kita yang hidup di era komunikasi global. Kebutuhan akan adanya media komunikasi yang cepat dan handal telah dijawab lewat teknologi Internet. Penggunaan teknologi internet telah mewabah dan menjadi hal wajib dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Misalnya, di bidang perbankan, perdagangan, keamanan, pemerintahan, pendidikan, dan berbagai aspek lainnya. Di bidang pendidikan, internet dibutuhkan untuk mengkomunikasikan informasi dari berbagai bidang ilmu pengetahuan yang ada di berbagai belahan bumi. Dengan internet, mahasiswa misalnya, bisa mengakses berbagai macam informasi mengenai bidang ilmu pengetahuan yang sedang ditekuninya secara aktual dan cepat. Tentunya hal ini, akan membantu proses belajar dari mahasiswa itu sendiri. Oleh karena itu, setiap kampus yang ada haruslah menyediakan fasilitas hotspot yang bisa diakses dari setiap laptop ataupun smartphone yang dimiliki mahasiswa. Dengan demikian, setiap mahasiswa yang ada, selama berada di kampus bisa memperoleh layanan internet guna mendukung proses pembelajaran. Yang tentunya dengan fasilitas internet ini, juga akan membantu para dosen yang ada dalam mencari dan menyiapkan materi perkuliahan. Dan untuk mengimplementasikan jaringan hotspot ini, maka akan digunakan router Mikrotik sebagai server utama jaringan hotspot
Rancang Bangun Fault Tolerance pada Sistem Database untuk Aplikasi Point Of Sale
Abstract— A fault tolerant system is a system that has the ability to be able to continue its jobs properly although there is a fault in hardware or software of the system. A system that has a fault tolerant capability is usually critical or important system. For example is at Point Of Sale application. Point Of Sale Application has evolved from offline-based toward online-based. With an online-based, the existence of a central database server must be guaranteed free from failure.
To get a central database server that is free from failure is impossible. Something that can be cultivated is to create a system that can tolerate a failure in the central database server. This is done with the help of a second central database server (slave), which is useful as a replication of the central database server (master). To ensure data from these two central database servers are the same, then used the concept of reading and writing "read one/write all". And to manage all the processes needed in implementing a fault tolerant application, we need the help from a coordinator.
The result obtained in this research is a design of fault tolerant architecture that can be applied to various types of information system applications include Point Of Sale application. By using this fault tolerant architecture that has been built, Point Of Sale application can still run the transaction process even if there is a failure in accessing data in one central database server (master/slave).
Keywords— fault tolerance, database system, point of sale applicatio
