1,722,167 research outputs found

    Siti Nurlina Ripani's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Siti Nurlina Ripani's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Siti Nurlina Ripani's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Kontribusi Nilai Personal Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Cerita Anak Dauppare Karya Nurlina Arisnawati Untuk Siswa Sekolah Dasar

    Full text link
    Abstract Indonesia is known as a country rich in literature, one of which is folklore. In the children's story book Dauppare from South Sulawesi which tells of a child who doesn't listen to his mother's words so he turns into a Baine stone. The story is written in simple language that elementary school students can easily understand. The aims of this research are (1) to describe the synopsis of the children's story book Dauppare by Nurlina Arisnawati, (2) to describe and analyze the personal value of the children's story book Dauppare by Nurlina Arisnawati, and (3) to describe and analyze the educational value of the characters in the children's story book Dauppare by Nurlina Arisnawati. This research method uses a qualitative descriptive method with the data analysis model used by researchers is Milles and Huberman data analysis. As well as the data validation technique of this research is theory and researcher triangulation. Based on the findings it was concluded that First, Dauppare's book from South Sulawesi is a traditional literary genre, because it is a form of folklore originating from Toraja Regency, West Sumatra Province. Second, the personal values ​​contained in the storybook include (1) intellectual development, (2) imagination development, (3) growth of social sense, (4) growth of ethical and religious sense, and (5) emotional development. Third, the value of character education includes (1) Religious, (2) Hard work, (3) Creative, (4) Friendly/communicative, (5) Peace-loving, (6) Social care, and (7) Responsibility.   Abstrak Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sastranya, salah satunya adalah cerita rakyat. Pada buku cerita anak Dauppare dari Sulawesi Selatan yang mengisahkan seorang anak yang tidak mendengarkan perkataan ibunya sehingga ia berubah menjadi batu Baine. Cerita tersebut dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak siswa sekolah dasar. Tujuan   penelitian ini  (1) mendeskripsikan sinopsis buku cerita anak Dauppare karya Nurlina Arisnawati, (2) mendeskripsikan dan menganalisis nilai personal buku cerita anak  Dauppare karya Nurlina Arisnawati, dan (3) mendeskripsikan dan menganalisis nilai pendidikan karakter buku cerita anak  Dauppare karya Nurlina Arisnawati. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model analisis data yang dipakai peneliti adalah Analisis data Milles and Huberman. Serta Teknik validasi data penelitian ini adalah triangulasi teori dan peneliti. Berdasarkan hasil temuan disimpulkan bahwa Pertama, buku Dauppare dari Sulawesi Selatan bergenre sastra tradisonal, karena merupakan salah satu bentuk cerita rakyat yang berasal dari Kabupaten Toraja Provinsi Sumatra Barat. Kedua, nilai personal yang ada pada buku cerita tersebut meliputi (1) Perkembangan intelektual, (2) Perkembangan imajinasi, (3) Pertumbuhan rasa sosial, (4) Pertumbuhan rasa etis dan religuis, dan (5) Perkembangan emosional. Ketiga, nilai pendidikan karakter meliputi (1) Religius, (2) Kerja keras, (3) Kreatif, (4) Bersahabat/ komunikatif, (5) Cinta damai, (6) Peduli sosial, dan (7) Tanggung jawab

    Mosaik Tinta Menoreh: Antologi esai Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia siswa SLTA Kabupaten Kulon Progo

    No full text
    Buku ini memuat 34 judul esai siswa SLTA Kabupaten Kulon Progo saat mengikuti kegiatan Bengkel Bahasa dan Sastra Indonesia 2017 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa DIY. Tulisan-tulisan tersebut tidak hanya membicarakan hal-hal yang berkenaan dengan dunia pendidikan, tetapi juga berbagai problem sosial, psikologi, keluarga, budaya, gaya hidup, bahasa, dan teknologi. Selain itu, jugadimuat tulisan duaorang tutor (Dra. Wiwin Erni Siti Nurlina, M.Hum. dan Moh.Mursyid) sebagai sekadar petunjuk atau pedoman bagaimana cara atau teknis menulis esai

    SIKAP SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN SENI TARI DI KELAS IX MADRASAH TSANAWIYAN NEGERI 7 BULUKUMBA

    Full text link
    ABSTRAK Nurlina, 2019. “Skripsi”, “Sikap Siswa Terhadap Pembelajaran Seni Tari di Kelas IX MTs Negeri 7 Bulukumba”, Program Studi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Seni Pertunjukan, Fakultas Seni Dan Desain, Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana sikap siswa terhadap pembelajaran seni tari di kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri 7 Bulukumba (2) Faktor apa yang mempengaruhi sikap siswa Kelas IX pada pelaksanaan pembelajaran seni tari di Mts Negeri 7 Bulukumba. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey yang mendekskripsikan sikap dan faktor – faktor yang mempengaruhi sikap siswa dalam pembelajaran seni tari di Kelas IX MTs Negeri 7 Bulukumba. Pengumpulan data digunakan dengan menggunakan teknik observasi, kuesioner (angket), dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis korelasi Pearsons Product Moment dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap siswa terhadap mata pelajaran seni tari di kelas IX Mts Negeri 7 Bulukumba rata – rata yaitu 26,67 %, berada dalam kategori sangat setuju, sikap siswa terhadap guru mata pelajaran Seni tari yaitu 33,33 % berada dalam kategori sangat setuju, dan sikap siswa terhadap proses pembelajaran seni tari yaitu rata – rata 56,67 % berada dalam kategori sangat setuju
    corecore