4 research outputs found
Local Knowledge in the Digital Age: Developing an E-Module on Bali Tribe's Traditional Medicinal Plants in Tawang Rejo Village for Class X
The electronik modul (e-module) is a digital learning resource designed to enhance the educational experience. However, at SMA 06 Seluma, there is a noticeable lack of electronic teaching materials, particularly those based on local environmental content, like biodiversity. This study aims to develop a biodiversity e-module that draws from the surrounding environment. The development process followed the 4-D model, which includes four stages: defining, designing, developing, and disseminating. The research involved interviews and observations of medicinal plants. The findings identified 37 species of medicinal plants across 22 families utilized by the Bali tribe in Tawang Rejo Village. Validation results for the e-module were positive: content experts rated it 92% "highly suitable," media experts rated it 97.9% "highly suitable," and practical experts gave it a 94.3% "highly suitable" rating. Additionally, the readability test with students from class X Science 1 at SMA 6 Seluma resulted in a 97% "excellent" rating. These outcomes suggest that the medicinal plant biodiversity e-module is a valuable and effective supplementary learning tool for students
Problematika keluarga profesi bantengan dalam pembentukan keluarga sakinah: Studi di Dusun Randu Gading Desa Rambaan Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang
ABSTRAK
Keluarga adalah sanak saudara yang bertalian dengan perkawinan atau sanak keluarga yang bertalian dengan keturunan. Atau yang dimaksud dengan keluarga adalah masyarakat terkecil yang terdiri dari suami isteri yang terbentuk melalui perkawinan yang sah, baik mempunyai anak maupun tidak sama sekali. Sedangkan Sakinah menurut arti bahasa adalah tenang atau tentram. Keluarga Sakinah berarti keluarga yang tenang, damai dan tidak banyak konflik dan mampu menyelesaikan problem-problem yang dihadapi.
Dari uraian di atas penulis ingin mengetahui Bagaimana tingkat kehidupan sosial dan keagamaan keluarga profesi bantengan di Dusun Randu Gading Desa Rambaan kecamatan Tajinan kabupaten Malang. Bagaimana problematika dalam keluarga yang berprofesi bantengan di Dusun Randu Gading Desa Rambaan kecamatan Tajinan kabupaten Malang.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif yang bersifat purposive, kasuistik dan tidak mengeneralkan kepada keluarga bantengan. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara secara langsung kepada parapihak. Sedangkan tahapan-tahapan teknik analisis data yang peneliti gunakan adalah Editing, Classifying, Verifying, Analyzing, dan Concluding.
Adapun kesimpulan dalam penelitian ini bahwasanya keadaan sosial keluarga yang berprofesi bantengan memiliki rasa sosial yang sangat tinggi hal itu terlihat dari cara mereka berinteraksi dengan masyarakat yang lain. Sedangkan kondisi keagamaan keluarga yang berprofesi bantengan bisa dikatakan sangat lemah hal itu bisa dilihat dari prilaku orang orang yang berprofesi sebagai bantengan itu ketika menghadiri suatu acara undangan bantengan, mereka jarang menunaikan sholat begitupun juga dalam kesehariannya tidak semua dari mereka melakukan sholat 5 waktu secara penuh. keluarga sakinah menurut keluarga profesi bantengan adalah keluarga yang mampu memberikan ekonomi yang mapan yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari (Kebutuhan sandang, pangan dan papan). Sedangkan menurut pandangan islam adalah memberikan perlindungan pada keluarga yang memiliki keharmonisan, kebahagiaan dan keserasian yang semua itu dilandasi dengan nilai-nilai dan norma keagamaan yang kuat. Oleh karena itu, dalam menuju keluarga sakinah tentu diperlukan berbagai macam aspek yang menjadi pertimbangan untuk terwujudnya keluarga sakinah tersebut.
ABSTRACT
A family is a relative related to a marriage or relative with offspring. Or what is meant by the family is the smallest society consisting of husband and wife formed through legitimate marriage, whether having children or not at all. While sakinah according to the meaning of language is calm or peace. Sakinah family means a quiet family, peace and does not have many conflicts, and able to solve the problems faced.
From the description above, the author wants to know how the level of social and religious life of the family with bantengan profession in Randu Gading, Rambaan, Tajinan, Malang. How problematic in the family who works as bantengan dancer in Randu Gading, Rambaan, Tajinan, Malang.
This research includes in empirical researxh with qualitative approach that is purposive, casuistic, not generating to bantengan family. Data collection techniques used in this research is by interviewing the parties directly. While the steps of data analysis used by researcher is editing, classifying, verifying, analyzing, and concluding.
The conclusion in this research is that the social condition of families who have profession as bantengan dancer have a very high social sense; it can be seen from the way they interact with other communities. While the religious condition of families who have profession as bantengan dancer are very weak; it can be seen from the behavior of people who work as a bantengan dancer when attending an invitation of bantengan dance, they rarely do pray as well as in their daily life and many of them do not pray 5 times in a day. Sakinah family according to families who work in bantengan dance is a family that is able to provide a well-established economy that can meet their daily needs (need for clothing, food and boards). Meanwhile, according to Islam's view is to provide protection to families who have harmony, happiness and harmony that all are based on strong values and religious norms. Therefore, in towards the sakinah family would need various aspects of the consideration for the realization of the sakinah family
Etika Bisnis dalam Kewirausahaan Santri: Antara Profit dan Keberkahan
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan etika bisnis dalam konteks kewirausahaan santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Gading, Malang. Fokus utama penelitian adalah untuk memahami bagaimana santri menyeimbangkan antara orientasi profit dan pencapaian keberkahan dalam praktik kewirausahaan mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Responden penelitian terdiri dari santri yang terlibat dalam berbagai usaha yang dijalankan di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri memiliki pemahaman yang kuat tentang etika bisnis Islami, yang tercermin dalam praktik kewirausahaan mereka. Santri cenderung mengedepankan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab sosial dalam menjalankan usaha. Selain itu, mereka menghadapi dilema antara pencapaian profit dan keberkahan, dengan banyak dari mereka yang berusaha mengintegrasikan kedua aspek tersebut dalam keputusan bisnis. Penelitian juga menemukan bahwa keberkahan, yang diartikan sebagai ketenangan jiwa dan manfaat sosial, menjadi parameter penting dalam pengukuran keberhasilan usaha mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana nilai-nilai etika bisnis Islam dapat diterapkan dalam praktik kewirausahaan, khususnya di kalangan santri. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pesantren lain dalam mengembangkan program kewirausahaan yang berlandaskan pada nilai-nilai etika dan spiritual, serta memberikan wawasan baru dalam literatur mengenai kewirausahaan Islami
:استقبال القراء على قصيدة "سعدنا في الدنيا" للحبيب أحمد بن محمد المحضاردراسة تحليليةاستجابية بنظرية فولفغانغ إيزر
مستخلص البحث
مهارة القراءة هي واحدة من المهارات المهمة. من بين أهداف مهارة القراءة أن تكون قادرًا على فهم القراءة مع العقل وتتخللها الذوق. لأنه لا فائدة إذا قرأت دون فهم ما قرأته. في كل قراءة مثل الشعر والنثر هناك رسالة من المؤلف، وأحيانًا تكون الرسالة صريحة وأحيانًا ضمنية ومهارة القراءة ضرورية لفهم القراءة جيدًا.
هذا البحث العلمي الجامعي يبحث عن استقبال القراء بالمـوضوع قصيدة "سعدنا في الدنيا" للحبيب أحمد بن محمد المــحضار باستخدام نظرية الاستقبال الأدبي لفوفلفغانغ إيزر. والقراء طلاب معهد مفتاح الهدى أو مشهور بمعهد "كاديغ فيسانترين" بمالانج. واحتاج هذا البحث العلمي إلى ثلاثين طالبا، عشر من فصل الأولى وعشر من فصل الوسطى وعشر من فصل العليا. وقصيدة "سعدنا في الدنيا" هي قصيدة الاستغاثة بتوسل إلى السيدة خديجة الكبرى والسيدة فاطمة الزهراء وهما من آل بيت النبي. الهدف من هذا البحث العلم الجامعي هو معرفة استقبال القراء عن قصيدة "سعدنا في الدنيا" للحبيب أحمد بن محمد المحضار و معرفة التأثير للقراء بعد قراءتها.
هذه النوعية منهج البحث هي المنهج الكيفي. تقنيات جمع البيانات المستخدمة كانت تقنيات المقابلة والملاحظة. تقنية تحليل البيانات المستخدمة هي تقنية التحليل الوصفي مع نماذج تحليل البيانات وفقًا لمايلز وهوبرمان.
ينتاج هذا البحث إلى نتائج الدراسة: (1) استجابة القارئ على قصيدة سعدنا من حيث المعنى والذوق والرسالة ؛ (2) اثر الذوق وقيمة الحياة على قارئ القصيدة. المعنى الموجود في هذه القصيدة هو الشعور بالسعادة لحضور السيدة خديجة والسيدة فاطمة. وبحسب القارئ فإن الشاعر لا يشعر بالحزن. التفويض الرسالة هو أهمية توسّل إلى أولياء الله. يشعر القارئ بتأثير الهدوء والتطمئن بعد قراءة هذه القصيدة. ثم قيمة الحياة عن هذه القصيدة هي شكل من أشكال الجهد الذي يقوم به شخص ما في سؤال ربه، بالتوسّل أولياء الله.
ABSTRACT
Reading skills are one of the important skills. Among the goals of reading skills is to be able to understand reading with reason and permeate with taste. Because it's useless if you read without understanding what you read. In every reading such as poetry and prose there is a message given by the author, and sometimes the message is explicit and sometimes implied and reading skills are needed to understand the reading well.
This study discusses the response of the qoshidah reader "Sa'duna Fiddunya" by Habib Ahmad bin Muhammad al-Muhdor by using a literary reception approach based on Wolfgang Iser's perspective. The reader is the Miftahul Huda Islamic Boarding School students or known by the name "Pondok Gading" in Malang. This research requires thirty students, ten students at ula level, ten students at wustho level, and ten students at ulya level. Qoshidah "Sa'duna Fiddunya" is qoshidah "istighatsah" with intermediaries Sayyidah Khodijah al-Kubro and Sayyidah Fatimah az-Zahra who are the closest people to the Prophet. The purpose of this study is to try to determine the response of the reader qoshidah sa'duna fiddinya written by Habib Ahmad bin Muhammad al-Muhdor and the impact after reading it.
This type of research is qualitative research. Data collection techniques used were interview and observation techniques. Data analysis technique used is descriptive analysis technique with data analysis models according to Miles and Huberman.
Based on the results of the study, it can be concluded: (1) the response of the reader to the qoshidah sa'duna by Habib in terms of meaning, taste, and commission; (2) the impact of taste and value of life on the qoshidah reader. The meaning found from this qosidah is the feeling of happiness for the presence of Sayyidah Khodijah and Sayyidah Fatimah. According to the reader the poet is not feeling sorrow. The mandate gained is the importance of tawassul to the guardians of Allah. The reader feels the impact of calm and peace after reading this qoshidah. The life value of this qoshidah is a form of one's efforts in asking God, by tawassul.
ABSTRAK
Keterampilan membaca adalah satu dari keterampilan yang penting. Diantara tujuan keterampilan membaca adalah dapat memahami bacaan dengan akal dan meresapi dengan rasa. Karena sia-sia jika membaca tanpa memahami apa yang dibaca. Pada setiap bacaan seperti puisi dan prosa terdapat pesan yang diberikan pengarang, dan terkadang pesan itu tersurat dan terkadang tersirat dan dibutuhkan keterampilan membaca untuk dapat memahami bacaan dengan baik.
Penelitian ini membahas respon pembaca qoshidah “Sa’duna Fiddunya” karangan Habib Ahmad bin Muhammad al-Muhdor dengan menggunakan pendekatan resepsi sastra berdasarkan persprektif Wolfgang Iser. Pembaca adalah santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Malang. Penelitian ini membutuhkan tiga puluh santri, sepuluh santri tingkat ula, sepuluh santri tingkat wustho, dan sepuluh santri tingkat ulya. Tujuan penelitian ini adalah berusaha mengetahui respon pembaca qoshidah sa’duna fiddunya karangan Habib Ahmad bin Muhammad al-Muhdor serta dampak setelah membacanya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dengan model analisis data menurut Miles dan Huberman.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan : (1) respon pembaca terhadap qoshidah sa’duna karangan habib dari sisi makna, rasa, dan amanat; (2) dampak rasa dan nilai kehidupan pada pembaca qoshidah. Makna yang ditemukan dari qosidah ini adalah rasa bahagia atas kehadiran Sayyidah Khodijah dan Sayyidah Fatimah. Menurut pembaca penyair tidak sedang merasakan kesedihan. Amanat yang didapat adalah pentingnya ber-tawassul kepada wali-wali Allah. Pembaca merasakan dampak tenang dan damai setelah membaca qoshidah ini. Nilai kehidupan dari qoshidah ini adalah bentuk usaha seseorang dalam memohon pada Tuhannya, dengan ber-tawassul
