205 research outputs found

    Effects of combinations of pre-operative submucosal methylprednisolone with different post-operative analgesic agents in pain control following surgical removal of impacted third molar / Nurhalim Ahmad

    Get PDF
    Introduction : Mandibular third molar is the most frequently impacted tooth and surgical removal of impacted mandibular third molar is the most common performed surgical intervention in dentistry. As any other surgeries, the procedure possesses risks of complications. The common sequelae of mandibular third molar surgery are post operative pain, facial swelling and trismus. These occur as a result of natural inflammatory process which often affect patients’ ability to perform their daily activities thus, compromise their quality of life. Attempts to reduce the post-operative complications after third molar surgery have been made using variety of anti-inflammatory drugs and the usage corticosteroids has been extensively studied. Objective : The objective of this study is to evaluate the effects of combinations pre-operative submucosal methylprednisolone with different post-operative analgesics in pain control following surgical removal of impacted third molars. Methods : This study is a prospective randomised clinical trial performed on 60 subjects by one single operator. Patients were divided randomly into 3 groups. Group 1 received pre-operative submucosal methylprednisolone with post-operative ibuprofen, Group 2 received preoperative submucosal with post-operative paracetamol whereas Group 3 was the control group received only post-operative ibuprofen. Baseline measurement and subsequent assessments were made on post-operative day 1, 2 and 7. Data was analysed with SPSS version 24.0 with p-value set at <0.05 as significant. Result : Post-operative evaluation showed that there was a significant difference between the study and control group on VAS score in post-operative 4, 6, 7 and 8 hours (p-values <0.05). There was no significant difference between the two methylprednisolone groups in VAS score (p-value >0.05). Both methylprednisolone groups showed lower VAS score at post-operative day 2 and 7 although they were not statistically significant (p-value >0.05) as compared to the control group. It was observed that patients in control group also consumed more rescue vi analgesics as compared to methylprednisolone groups. Conclusion : Patients given pre�operative submucosal injection of 40mg methylprednisolone before surgical removal of impacted third molar did show significant pain control post-operatively. This beneficial effect was seen mostly at day one post-operative

    PENGARUH SUHU PIROLISIS LIMBAH BIOMASSA PERTANIAN TERHADAP KARAKTERISTIK BIO OIL (ASAP CAIR)

    No full text
    Potensi limbah biomassa sangat besar sebagai bahan bakar alternatif. Proses konversi limbah biomassa menjadi energi antara lain gasifikasi dan pirolisis. Pirolisis merupakan metode pembakaran miskin udara dan menghasilkan produk berupa biochar dan bio oil. Pada penelitian ini, melakukan eksperimen dalam memberikan perlakuan 3 jenis limbah biomassa terhadap suhu pirolisis. Material yang digunakan dalam penelitian ini antara lain limbah biomassa jerami padi, jerami jagung dan ampas tebu. Variabel tetap pada penelitian ini adalah uji rendemen, densitas dan vikositas. Limbah biomassa tersebut dipirolisis dengan variasi suhu 450oC, 500oC, 550oC dan ditahan selama 2 jam. Hasil pengujian rendemen pada suhu 550oC, jerami padi memiliki nilai sebesar 47,6%. Untuk pengujian densitas pada suhu 550oC, ampas tebu memiliki nilai 1,02 g/cm3. Pengujian vikositas pada suhu 550oC, Ampas tebu memiliki nilai sebesar 7,72 cps. Untuk rendemen jerami padi paling tinggi, karena struktur batang padi yang cukup kuat, ulet dan tahan panas. Nilai densitas dan vikositas, ampas tebu memiliki nilai yang paling tinggi. Hal ini disebabkan pada ampas tebu, banyak mengandung volatil matter. Semakin tinggi suhu, maka bertambah banyak yang menguap zat volatil matter pada ampas tebu

    Aspek-aspek Kriminologis dalam Impor Barang (Analisis Kasus-kasus di EMS dan MPC Makassar (90400)

    Get PDF
    Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PT Pos Indonesia MPC Makassar 90400 dalam pelaksanaan impor barang masih saja melakukan prilaku menyimpang dari ketentuan undang-undang kepabeanan yang dimana mengatur secara jelas dan procedural. Untuk itu mencegah terjadinya proses kriminal barang impor atau tindak pidana penyelundupan kiranya melalakukan beberapa kegiatan seperti memperhatikan kesadaraan masyarakat , sosialisasi, seminar dalam peraturan perundang-undangan, serta perlunya kerjasama dan keterpaduan seluruh penegak hukum dan masyarakat, agar generasi masa depan menjadi generasi yang taat akan hukum

    Desain dan Uji Efisiensi Oven Kompor (Tangkring) Hemat Energi

    Get PDF
    Hasil pengukuran menunjukkan bahwa peningkatan suhu rata-rata pada tingkat bawah, dan tengah oven konvensional lebih besar dari oven desain. Namun pada tingkat atas, peningkatan suhu rata-rata oven desain lebih besar dari oven konvensional karena bagian atasnya dilapisi dengan tanah liat (isolator panas). Kematangan kue yang dihasilkan oven desain lebih baik dari semua tingkat pemanasan. Selain itu kenaikan suhu rata-rata tertinggi terjadi pada tingkat atas kedua oven, hal ini sesuai dengan teori perpindahan kalor secara konvensi

    Kepemimpinan Transformatif Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Kepuasan Kerja Guru Dan Staf Pada Mts Negeri 3 Pandeglang

    Get PDF
    Pemenuhan kepuasan kerja seorang guru dan staf yang tepat akan mendorong guru dan staf merubah perilaku untuk tumbuh dan berkembang mencapai keberhasilan dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Fungsi kepemimpinan kepala madrasah adalah memandu, menuntun, membimbing, memberi atau membangun motivasi-motivasi kerja, mengemudikan organisasi, menjalin jaringan komunikasi yang lebih baik sehingga akan mampu membawa para pengikutnya kepada tujuan yang telah direncanakan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap implementasi kepemimpinan transformasional Kepala MTs N 3 Pandeglang, kepuasan kerja guru MTs N 3 Pandeglang dan Kepuasan kerja staf MTs N 3 Pandeglang Penelitian ini dilaksankan di MTs N 3 Pandeglang dengan metode penelitian kulitatif dalam upaya mendeskripsikan tentang kepemimpinan trasformasional dalam meningkatkan kepuasan kerja guru dan staf. Berdasarkan hasil penelitian prinsip-prinsip kepemimpinan transformasional belum sepenuhnya dilakukan oleh Kepala MTs Negeri 3 Pandeglang dapat dinyatakan telah melaksanakan prnsip-prinsip kepeminpinan transformasional dengan baik sehingga kepuasan kerja guru dan staf baik

    MUSEUM BATIK JAWA TENGAH DI KOTA SEMARANG

    Get PDF
    I. 1 Latar Belakang Batik, kesenian yang diturunkan oleh nenek moyang kita, adalah salah satu kerajinan khas Indonesia. Batik bukan hanya merupakan sebuah warisan budaya lokal, namun sudah benar-benar menjadi warisan budaya bangsa yang wajib dilestarikan. Baru – baru ini, meningkatnya minat masyarakat terhadap batik membuat sebagian besar masyarakat Indonesia telah mengenal batik baik dalam coraknya yang tradisional maupun yang modern. Baik wanita maupun pria Indonesia dari berbagai suku gemar memakai batik baik pada acara formal maupun non-formal. Daerah Jawa Tengah merupakan daerah yang identik dengan batik, seperti Pekalongan, sebuah kota di pesisir utara Jawa Tengah, telah lama menobatkan diri sebagai kota batik. Kota ini mejadi salah satu penyumbang kemajuan dan keberlangsungan industri batik di Indonesia. Pekalongan tersohor dengan batik capnya yang indah namun jauh lebih murah daripada batik tulis. Karena metode cap inilah, Pekalongan bisa menghasilkan kain batik dalam jumlah yang banyak. Surakarta menjadi sentra batik yang tidak bisa dianggap sebagai nomor 2 di Jawa Tengah. Menurut sebuah penelitian yang tidak resmi tahun 2003 lalu, Batik Surakarta sendiri memiliki lebih dari 6000 detail motif khas. Batik Surakarta berkembang dari lingkungan keraton dan pada mulanya dikembangkan oleh kalangan keraton. ( www.jawatengah.go.id ) Selain 2 kota diatas juga ada Lasem,Pati, Tuban, dan yang sudah lama tidak terdengar gaungnya batik Semarang. Saat ini, telah banyak batik yang diklaim hak ciptanya oleh negara tetangga. Fenomena ini tentunya mengancam tradisi batik Jawa Tengah , jangan sampai karya – karya daerah justru diaku oleh pihak lain. Hal ini harus cepat direspon apabila tidak ingin kesenian asli Indonesia khususnya Jawa Tengah ini semakin berkurang dan hilang. Melihat Fenomena diatas perlu adanya suatu wadah atau lembaga yang dapat digunakan sebagai sarana untuk melestarikan, menjaga, dan mengkomunikasikan hasil kerajinan batik Jawa Tengah berupa sebuah museum batik Jawa Tengah. Semarang sebagai Ibukota Jawa Tengah perlu turut serta menjaga dan melestarikan kesenian batik Jawa Tengah. Semarang merupakan daerah pelabuhan dan salah satu pusat investasi industri terbesar di Indonesia. Semarang sering disinggahi bangsa dan budaya luar, sehingga banyak akulturasi budaya terjadi. Dalam bidang batik Kota Semarang pernah memiliki batik Semarangan yang "melejit" sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia. Dahulu Batik Semarang diproduksi oleh para pengrajin di Kampung Batik, Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Semarang. Kini, Dewan Kerajinan Nasional Daerah kota Semarang ingin menghidupkan kembali kampung batiknya ( www.jawatengah.go.id ). Hal – hal tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk mendirikan Museum Batik Jawa Tengah di Kota Semarang Selain untuk kepentingan melestarikan, menjaga, dan mempromosikan dengan adanya bangunan museum diharapkan dapat lebih menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara sehingga dapat turut mempromosikan Propinsi Jawa Tengah khususnya Kota Semarang pada dunia luar. I. 2 Tujuan dan Sasaran I. 2. 1 Tujuan Memperoleh suatu Judul Tugas Akhir yang jelas dan layak, dengan suatu penekanan desain yang spesifik sesuai karakter/keunggulan judul yang diajukan. Sehingga produk yang dihasilkan akan lebih baik dan terarah sesuai dengan originalitas dan citra yang dikehendaki atas judul yang diajukan. I. 2. 2 Sasaran Tersusunnya usulan langkah-langkah pokok proses perencanaan dan perancangan Museum Batik Jawa Tengah di Semarang melalui aspek-aspek panduan perancangan dan alur pikir proses penyusunan LP3A dan desain grafis yang akan dikerjakan. I. 3 Manfaat I. 3. 1 Secara Subyektif • Manfaat dari penyusunan sinopsis ini adalah sebagai persyaratn kelulusan dalam mata kuliah tugas akhir agar dapat masuk kedalam tahap penyusunan LP3A Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. • Sebagai dasar acuan proses perencanaan dan perancangan berikutnya dalam penyusunan LP3A yang merupakan bagian yang terpisahkan dari Tugas Akhir. I. 3. 2 Secara Obyektif Diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan, baik bagi mahasiswa bersangkutan maupun mahasiswa lain dan masyarakat umum. I. 4 Ruang Lingkup I. 4. 1 Aspek substansial Ruang lingkup substansial dari perencanaan dan perancangan “Museum Batik Jawa Tengah di Semarang” adalah termasuk didalam kategori bangunan massa banyak yang dapat memadukan berbagai teknik pameran yang informatif dan atraktif, serta kegiatan pendukung lainnya seperti pelatihan pembuatan batik, studi mengenai batik, pusat informasi batik, toko, ruang pertemuan, dll. I. 4. 2 Aspek Spatial Secara khusus lokasi dari Museum Batik Jawa Tengah adalah pada kawasan yang aksesibel dimana berbagai macam transportasi mudah mengakses, fasilitas umum kota Semarang dengan memanfaatkan potensi yang ada pada tapak terbangun. I. 5 Metode Pembahasan Metode pembahasan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini adalah metoda deskriptif yaitu dengan mengumpulkan dan menguraikan data primer dan sekunder yang telah didapatkan. 1. Data primer didapat dengan melakukan observasi langsung, studi banding, wawancara dan membuat dokumentasi, 2. Data sekunder didapat dari data statistik dan kepustakaan (studi pustaka/literature) yang terkait. I. 6 Sistematika Pembahasan Sistematika pembahasan yang digunakan dalam penyusunan Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur disusun dengan urutan sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Penjabaran mengenai Latar Belakang Permasalahan, Tujuan dan Sasaran, Manfaat, Lingkup Pembahasan, Metoda Pembahasan, Sistematika Pembahasan, dan Alur Pikir. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menguraikan tinjauan umum yang berhubungan dengan perencanaan dan perancangan Museum Batik seperti, Tinjauan museum, Tinjauan Pameran, Tinjauan tentang batik, Studi Banding, Kesimpulan Studi Banding. BAB III TINJAUAN MUSEUM BATIK JAWA TENGAH DI KOTA SEMARANG Berisi tentang Tinjuan Kota Semarang, Potensi wisata Kota Semarang, Tinjauan Batik Jawa Tengah, Tinjauan Museum batik, Kesimpulan BAB IV BATASAN DAN ANGGAPAN Berisi tentang batasan dan anggapan yang akan digunakan sebagai acuan perencanaan dan perancangan. BAB V PENDEKATAN PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Menguraikan analisa Aspek – aspek program perencanaan Aspek Fungsional, Aspek Kontekstual, dan perancangan yang mempertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan meliputi Aspek Kinerja, Aspek Teknis dan Aspek Arsitektural. BAB VI KONSEP DAN PROGRAM DASAR PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR Berisi tentang Berisi konsep dan program dasar perancangan yang dituangkan secara garis besar sebagai kelanjutan dari proses pendekatan arsitektur, Program Ruang dan Tapak Terpilih. I. 7 Alur Bahasan dan Alur piki

    RINGKASAN BIOKIMIA HORMON

    No full text
    79 hlm; illus;23 x 21 c

    Strategi Pengembangan Program BAZNAS Microfinance Desa dengan Metode Analytic Network Process (ANP).

    No full text
    Microfinance merupakan salah satu instrumen ekonomi yang dapat menjadi alternatif dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan. Pencetusan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) diperuntukkan untuk para pengusaha pemula mustahik dalam meningkatkan kualitas perekonomiannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor, masalah, solusi serta perumusan strategi dalam pengembangan program BAZNAS Microfinance Desa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analytic Network Process (ANP). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling memengaruhi pengembangan program BAZNAS Microfinance Desa adalah manajemen. Prioritas masalah manajemen yang paling berpengaruh adalah sistem manajerial yang masih lemah. Sedangkan, prioritas solusi manajemen yang paling berpengaruh adalah peningkatan Standard Operational Procedure (SOP). Selain itu, prioritas strategi pengembangan program BAZNAS Microfinance Desa pada penelitian ini adalah membangun kapasitas Sumber Daya Insani (SDI) sehingga mampu memaksimalkan pelayanan terbaik

    Existence of Islamic Education in the Contemporary Era Perspective Post Colonial

    No full text
    he existence of post-colonial Contemporary Islamic education cannot be separated from its historical dynamics in the colonial era, Islamic education was "forced" to face the challenges of secular education as part of the propaganda of the European colonialists, giving rise to various reactions from opposing attitudes as the attitudes of traditionalists, neo-traditionalists, reformers, and modernists. . The dualism of the post-colonial Islamic education system is one of the significant effects of the colonial heritage which is very difficult to resolve, this is due to the colonial government's discriminatory treatment of Islamic education so that Islamic education seeks and determines its own form as an educational institution that is separate from the education system managed by the State. The challenges and problems of Islamic education are increasingly complex in the face of global transformation, and advances in science and technology. The rapid flow of modernization is increasingly unstoppable with various positive and negative effects on human life. The contemporary era does not only occur at the global level, but the modern era is also part of the life of Muslim society. The importance of Islamic identity surviving the onslaught of secularization and globalization is an integral part of the task of Islamic education, so the transformation of the Islamic education system becomes a necessity to answer and become a solution for the community. The method used is a literature study with a qualitative research type through an analytical approach to literature review. Previous research as a source of information on the development of Islamic Religious Education research studies. The presence of an Integrated Islamic School in Indonesia is part of the reconstruction and modernization of the Islamic education system by integrating and integrating elements of management and curriculum content, learning methods, and community involvement in school governance so that its presence becomes part of an alternative solution as an Islamic educational institution in the era of contemporary, but the presence of the Integrated Islamic School as an upper secondary educational institution with high-cost standards so that it is not yet accessible to the average Muslim communit
    corecore