43 research outputs found

    Pengaruh Jenis Beras dan PreTreatment Penyangraian Terhadap Karakteristik Fisikokimia Beras Kencur Instan

    No full text
    Kencur merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk beras kencur instan menjadi salah satu potensi pemanfaatan kencur yang selama ini diolah secara tradisional juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Percobaan Faktorial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis beras terhadap sifat fisik dan sensoris minuman beras kencur instan serta mengetahui pengaruh pre treatment penyangraian beras terhadap sifat fisiokimia maupun sensoris minuman beras kencur instan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Beras Kencur Instan yang dihasilkan memiliki kadar air 0,78-0,92% dan kadar abu 0,42-0,52%. Serbuk tersebut juga memiliki tingkat tingkat kelarutan 93,33%. Aktivitas Antioksidan yang terkandung dalam produk sebanyak 14,49-23,51% . Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan tingkat kesukaan 3,1 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna kehitaman dan agak kemerahan mempengaruhi deskripsi panelis. Produk dengan perlakuan Penyangraian+Penepungan Beras Putih (STP) paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik

    Potensi Antioksidan Ekstrak Air Cincau Hitam sebagai Hepatoprotektor pada Tikus yang Diinduksi Parasetamol Dosis Toksik

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan antioksidan ekstrak air cincau hitam dalam melindungi sel liver tikus yang dipapar parasetamol dosis toksik. Penelitian ini dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama adalah proses ekstraksi daun cincau hitam dengan metode infusa dan pengujian aktivitas antioksidan ekstrak air cincau hitam (EACH). Tahap kedua yaitu tahap pengujian secara In vivo, pada tahap ini sebanyak 24 ekor tikus strain wistar dibagi menjadi 6 kelompok yaitu, kelompok 1 tanpa perlakuan (kontrol), kelompok perlakuan II mendapat parasetamol 500 mg/kgBB, kelompok perlakuan III dan IV diberikan perlakuan parasetamol 500 mg/kgBB selama 14 hari kemudian masing-masing diberikan EACH 250 dan 500 mg/kgBB selama 21 hari. Semua kelompok dilakukan pengamatan berat badan dan asupan pakan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air cincau hitam 500 mg/kgBB memiliki aktivitas antioksidan DPPH yang hampir menyamai BHT yaitu sebesar 82,760%, pemberian EACH pada berbagai dosis mampu meningkatkan kadar SOD  dan GSH secara signifikan dibanding kelompok kontrol positif, serta mampu menurunkan pembentukan peroksidasi lipid melalui pengamatan kadar MDA serum secara signifikan (P&lt;0,05). Ekstrak air cincau hitam dosis 500 mg/kgBB memiliki sifat antioksidasi terbaik yang berperan sebagai hepatoprotektor akibat paparan parasetamol dosis toksik.</jats:p

    STRES OKSIDATIF DAN STATUS ANTIOKSIDAN PADA LATIHAN FISIK

    No full text
    Aktivitas fisik memicu terjadinya reactive oxygen species (ROS), yang menghasilkan kerusakanpada sel. Latihan fisik juga meningkatkan produksi peroksidasi lipid yang ditandai dengan terbentuknyamalondialdehyde (MDA). Pembentukan radikal bebas dalam tubuh pada seseorang yang sedangberaktivitas fisik dapat berasal dari jenis aktivitas fisik yang dilakukan seperti pada latihan aerobik(berlari, bersepeda, dan renang). Besaran stress oksidatif diukur berdasarkan kemampuan jaringandalam menetralisir ROS oleh antioksidan dalam jaringan. Latihan fisik berat akan memicu peroksidasilipid pada beberapa jaringan termasuk otot rangka, hati, jantung, eritrosit dan plasma. Latihan fisik baiklevel ringan maupun berat akan memicu terbentuknya radikal bebas yang dihasilkan oleh tubuh sebagaihasil samping metabolit sekunder proses metabolisme. Latihan fisik berat akan memicu stress oksidatifterutama menimbulkan kerusakan oksidatif jaringan terutama jaringan otor rangka. Suplementasiantioksidan baik yang berasal dari diet dan suplemen antioksidan mampu melindungi tubuh terhadapkerusakan jaringan pada latihan fisik.Kata Kunci: radikal bebas, antioksidan, latihan fisik,stress oksidatif.</jats:p

    Optimasi Fermentasi Asam Laktat Oleh Lactobacillus Casei Pada Media Fermentasi Yang Disubtitusi Tepung Kulit Pisang

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimum fermentasi asam laktat pada beberapa perbandingan konsentrasi substrat dan inokulum yang berasal dari pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai subtrat dan Lactobacillus casei sebagai inokulum. Optimasi dilakukan dengan rancangan percobaan menggunakan Central Composite Design (CCD) dengan penentuan titik optimum variabel menggunakan Respon Surface Methodolgy (RSM). Tiga belas satuan percobaan, yaitu konsentrasi substrat (X1: 2,5; 5; 7,5% b/v) dan inokulum (X2: 2, 4, 6% v/v), digunakan untuk menentukan titik optimum proses fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan sistem tumpak dengan volume media 100 mL dalam fermentor berupa labu Erlenmeyer 250 mL. Kultur diinkubasi pada goyangan 150 rpm dan suhu 37 °C, selama 72 jam. Selanjutnya, asam laktat hasil analisis digunakan sebagai respon penentuan titik optimum variabel proses fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen proses penepungan kulit pisang yang dihasilkan adalah 23,02% dengan karakteristik kimia memiliki kadar pati, gulatotal, asam total, dan serat kasar secara berturut-turut adalah 5,35; 1,36; 0,61; dan 1,54 % (b/b). Titik optimum konsentrasi substrat dan inokulum, yaitu 4,71% dan 6,61%, menghasilkan konsentrasi biomassa yang optimum sebesar 5,99 g/L, sedangkan titik optimum variabel X1 dan X2 dengan konsentrasi substrat dan inokulum sebesar 4,31% dan 4,64% menghasilkan nilai optimum konsentrasi asam laktat sebesar 7,06 g/L, yang merupakan hasil produksi asam laktat terbaik pada penelitian ini

    Pemberdayaan Wanita Tani Kabupaten Kudus dalam Pembuatan Saus Cabai (Capsicum anuum)

    No full text
    Produksi cabai (Capsicum anuum) di Kabupaten Kudus yang cukup melimpah belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Buah cabai dapat diolah menjadi produk saus sehingga meningkatkan nilai ekonominya. Pengolahan cabai menjadi saus cabai dapat meningkatkan nilai jual sekaligus menghindari pembusukan berlebih ketika musim panen. Pengolahan cabai ini juga dapat menjadi alternatif pemberdayaan wanita tani di Kabupaten Kudus sehingga keterampilan dan produktivitasnya meningkat. Program ini bertujuan untuk memberdayakan wanita tani di Kabupaten Kudus dalam pembuatan saus cabai demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Pelaksanaan program dibagi menjadi tiga tahapan yaitu penyuluhan dan sosialisasi, pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Peserta pelatihan adalah ibu-ibu wanita tani Kabupaten Kudus yang cenderung tidak produktif. Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari keterlibatan dan partisipasi mereka dalam setiap tahapan program. Peningkatan keterampilan pembuatan saus cabai melalui pemberdayaan wanita tani Kabupaten Kudus ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan tingkat ekonomi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.Kata kunci: pemberdayaan, saus cabai, wanita tani.AbstractThe high production of chilli (Capsicum anuum) in Kudus is not utilized yet. Chilli can be processed to other products such as chilli ketchup so its economical value is increasing. Chilli processing to ketchup is improve its price and also inhibit putrefaction when in harvest time. Its chilli processing can also empower peasant women in Kudus so it would increase their skill and productivity. The aim of this program is to empower peasant women in Kudus to process chilli ketchup. The program is devide into three steps: counseling and socialization, training, also monitoring and evaluation. The participants are peasant women in Kudus whose productivity is not so high.The participants antusiasm showed in their involvements and partisipations in each steps. Productivity of society are expected to improve by empower Kudus peasant women to produce chilli ketchup. So, the economy level is also been increased by its empowering program

    Aplikasi Teknologi Nanoenkapsulasi untuk Melindungi Senyawa Bioaktif Bahan Pangan

    No full text
    ABSTRACT Bioactive compounds are components in plants that have health benefits such as antioxidants, anticancer, anti-inflammatory and antibacterial activities. However, bioactive compounds are easily damaged due to processing such as heating, drying, changes in pH, temperature and environment, thereby reducing their activity and functional value. One technique that can be used to reduce the level of damage for bioactive compounds is to use nanoencapsulation technology. Aplication of nanoencapsulation is used to protect bioactive components of food ingredients due to processes and environmental changes. Nanoencapsulation is one of the most effective technologies because of its ability to entrap bioactive compounds in the coating matrix, namely biopolymer components that are nanoparticle-sized so that they are more resistant to environmental changes and processing. Encapsulation can be used by various methods such as emulsification, coacervation, and inclusion. The coating material that will form the wall or capsule generally consists of carbohydrate, protein and fat polymers. The effectiveness of nanoencapsulation in protecting bioactive compounds depends on the selection of the nanoencapsulation method and the type of coating material used. The results showed that the nanoencapsulation process could increase or maintain the stability of the bioactive components

    Ilmu bahan makanan dasar

    No full text
    viii, 292 hlm.: 24 c

    The beneficial effect of

    No full text
    Parkia speciosa have many potential properties, as source of antioxidant to combat free radicals, including by dint of jelantah exposure. Its flavonoid content is suspected as an antihiperlipidemia so it can be used as natural treatment to control the lipid profile. This study aims to examine the beneficial effects of the ethanolic extract of P. speciosa’s empty pods (EEPE) on the cholesterol, LDL, HDL, and triglycerides levels in jelantah exposed Wistar rats. The rats were divided into four groups, group I as negative control with no jelantah and EEPE treatment, group II with 1 mL jelantah (118 meq/kg) and 100 mg/kg body weight of EEPE, group III with 1 mL jelantah (118 meq/kg) and 200 mg/kg body weight of EEPE, and group IV as positive control with only jelantah treatment. This study showed that the higher concentration of EEPE able to reduce the cholesterol, LDL, and triglyceride levels also increase the HDL level more than the lower one. However, the treatment of EEPE in group I and II cannot regenerate the lipid profiles in group I as negative control

    Mini Review: Ekstrak Sirsak (Annona muricata Linn.) untuk Terapi Kanker

    No full text
    Cancer is one of the killer diseases in the world. The number of cancer patients is grow rapidly as world populations grow. That fact trigger medical world to develop a more effective with lower side effect therapy for cancer. One of the therapy which developed is natural therapy with plant extracts, such as soursop (A. muricata Linn.) extract. Soursop has chemical matter called acetogenin which able to induce apoptosis by inhibit ATP production in cellular respiration. Acetogenin also inhibit Bcl-2 protein activity so cancer cell proliferation is also inhibited. Those leads to inhibition of uncontrolled cell proliferation in cancer patients. Soursop (A. muricata Linn.) extract for cancer therapy has to be developed to determine the optimal doses, longterm safety, and possible side effect that may inflicted so this therapy would be safe for cancer patients

    OPTIMASI FERMENTASI ASAM LAKTAT OLEH Lactobacillus casei PADA MEDIA FERMENTASI YANG DISUBTITUSI TEPUNG KULIT PISANG

    No full text
    Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimum fermentasi asam laktat pada beberapa perbandingan konsentrasi substrat dan inokulum yang berasal dari pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai subtrat dan Lactobacillus casei sebagai inokulum. Optimasi dilakukan dengan rancangan percobaan menggunakan Central Composite Design (CCD) dengan penentuan titik optimum variabel menggunakan Respon Surface Methodolgy (RSM). Tiga belas satuan percobaan, yaitu konsentrasi substrat (X1: 2,5; 5; 7,5% b/v) dan inokulum (X2: 2, 4, 6% v/v), digunakan untuk menentukan titik optimum proses fermentasi. Fermentasi dilakukan dengan sistem tumpak dengan volume media 100 mL dalam fermentor berupa labu Erlenmeyer 250 mL. Kultur diinkubasi pada goyangan 150 rpm dan suhu 37 °C, selama 72 jam. Selanjutnya, asam laktat hasil analisis digunakan sebagai respon penentuan titik optimum variabel proses fermentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen proses penepungan kulit pisang yang dihasilkan adalah 23,02% dengan karakteristik kimia memiliki kadar pati, gulatotal, asam total, dan serat kasar secara berturut-turut adalah 5,35; 1,36; 0,61; dan 1,54 % (b/b). Titik optimum konsentrasi substrat dan inokulum, yaitu 4,71% dan 6,61%, menghasilkan konsentrasi biomassa yang optimum sebesar 5,99 g/L, sedangkan titik optimum variabel X1 dan X2 dengan konsentrasi substrat dan inokulum sebesar 4,31% dan 4,64% menghasilkan nilai optimum konsentrasi asam laktat sebesar 7,06 g/L, yang merupakan hasil produksi asam laktat terbaik pada penelitian ini.   Abstract The objective of this study is to determine the optimum condition of lactic acid fermentation with various concentrations of substrate and inoculum, which derived from the utilization of banana peel waste as substrate and Lactobacillus casei as inoculum. Response surface methodology (RSM) was used in this study. Variable optimization was conducted by Central Composite Design (CDC) with RSM to determine the optimum point of lactic acid fermentation variable. Those step used 13 groups with independent variable in the form of substrate concentrations (X1:2.5; 5; 7.5% w/v) and inoculum concentrations (X2: 2, 4, 6% v/v) to decide the optimum point of variable in the fermentation process. Fermentation was performed in a batch system with 100 mL media in a fermenter of 250 mL Erlenmeyer flask. The culture was incubated at 150 rpm and 37 °C for 72 hours.The result of lactic acid was used to determine the optimum point of variable in fermentation. The results showed that the yield from the fluor making process of banana peel was 23.02% with chemical characteristics of starch content, total sugar, total acid, and crude fiber were 5.35; 1.36; 0.61; and 1.54% w/w, respectively. The optimum concentration of substrate and inoculum concentration, 4.71% and 6.61%, resulted in optimum biomass concentration of 5.99 g/L, while the optimum point of X1 and X2 variables with substrate and inoculum concentration of 4.31% and 4.64% yielded optimum lactate acid concentration of 7.06 g/L, which is the best production of lactic acid in this study. Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/kauniyah.v11i1. 616
    corecore