1,657 research outputs found

    PROSES PENCIPTAAN MUSIK SUARA SINDHEN: INTERPRETASI GENDHING GINONJING KARYA NUR HANDAYANI

    No full text
    ABSTRAK   Karya “Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjingâ€, dilatarbelakangi oleh hasil olah pikir sekaligus interpretasi atas Gendhing Ginonjing. Bermula saat pengkarya membaca surat Kartini yang berkisah tentang Gendhing Ginonjing. Kegelisahan Kartini sepurnanya mendengarkan Gendhing Ginonjing, dituangkan lewat surat tersebut dengan sangat dramatis. Esensi surat tersebut, memberikan stimulan kepada pengkarya untuk membuat karya berdasarkan Gendhing Ginonjing. Jika Kartini dapat menuangkan kembali Gendhing Ginonjing secara sastrawi melalui suratnya, pengkarya sebagai pesindhen juga ingin mengungkapkan ulang Gendhing Ginonjing melalui olah pikir musikal dan diwujudkan dengan karya seni orkestrasi sindhen. Dari hasil pengamatan dan analisis, Gendhing Ginonjing dapat dipilah menjadi tiga konsep musikal. Pertama adalah andegan sindhenan Gendhing Ginonjing yang dikembangkan melibatkan wangsalan, abon-abon, parikan, senggakan, serta sekar bebas sebagai unsur teks. Dari unsur lagu, menyajikan perbenturan harmoni adumanis, salahnggumun, kempyung, pendawan, serta gembyang sehingga menciptakan harmoni unik atau nada yang membuat bunyi musik menjadi khas. Kedua adalah komposisi yang berakar dari selingan Gendhing Ginonjing berjudul Lelagon Lelo Ledung, yang digarap dan disajikan dengan model uro-uro atau akapela, dikemas dengan paradigma sindhenan gaya Surakarta, dengan menonjolkan dinamika power suara pesindhen serta memanfaatkan aspek keruangan dengan teknik akustika bunyi surround. Ketiga adalah komposisi yang berakar dari surat Kartini tentang Gendhing Ginonjing. Karya ini merepresentasikan perasaan Kartini yang tertuang dalam surat. Bagian ini menggarap elemen vokal melalui perpaduan berbagai gaya sindhenan meliputi: Jawa Barat, Banyumas, Jawa Tengah, serta Banyuwangi, yang kemudian diformulasikan kembali menjadi konsep musik garapan baru. Penyusunan karya ini menggunakan beberapa metode sebagai langkah penciptaannya, meliputi: menentukan bahan, mencari bahan, mengolah bahan, mengemas bahan, serta mempergelarkannya. Rangkaian tersebut adalah proses dari lahirnya karya “Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjingâ€.   Kata kunci: Suara Sindhen, Gendhing Ginonjing, Komposisi Musik.     ABSTRACT   The work of “ Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjing “ is based on the analysis and interpretation of Gendhing Ginonjing. It started when the creator read Kartini’s letter about Gendhing Ginonjing. Kartini’s anxiety was as easy as listening to Gendhing Ginonjing, written in the letter dramatically. The essence of the letter gives stimulants to the creator to create works based on Gendhing Ginonjing. If Kartini can rewrite Gendhing Ginonjing literally through his letter, a sindhen also wants to reveal Gendhing Ginonjing through musical thought and embodied through the sindhen’s orchestral artwork. From the observation and analysis, Gendhing Ginonjing can be divided into three musical concepts. The first is adegan of Gendhing Ginonjing which is developed involving wangsalan, abon-abon, parikan, senggakan, as well as sekar bebas as the text elements. The elements of song presents a mix of harmoni adumanis, salahnggumun, kempyung, pendawan, serta gembyang and thereby creating a unique harmony or tone that makes a special music sounds. Sec-ondly, the composition is rooted from Gendhing Ginonjing interval entitled Lelagon Lelo Ledung, which is treated and presented with uro-uro or akapela model, packed in Surakarta style paradigm, focusing on the dynamic power of pesindhen voice and utilizing the spatial aspect with the surround sound acoustic tech-niques. The third is a composition based on the Kartini letter about Gendhing Ginonjing. This work represents Kartini’s feeling written in the letter. This section deals with the vowel elements through a combination of various sindhenan styles including: West Java, Banyumas, Central Java, and Banyuwangi, which are then formulated into the concept of new music.  The composition of this work uses several methods in its creation, including: determining materials, finding materials, processing materials, packaging materials, and then presenting them. The series tells about the process of the work of “Sindhen Voice: Gendhing Ginonjing Interpretationâ€.   Keywords: Sindhen Voice, Gendhing Ginonjing, Music Compositio

    UJARAN KEBENCIAN DALAM NOVEL TANAH SURGA MERAH KARYA ARAFAT NUR

    No full text
    ABSTRAKIndah Handayani. 2021. Ujaran Kebencian dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur. Tesis, Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing (1) Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd., Pembimbing (2) Dr. Yusri Yusuf, M.Pd.Kata Kunci: Ujaran Kebencian, Novel, Teknik PenyajianPenelitian ini bertujuan (1) mengetahui bentuk ujaran kebencian yang terdapat dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur; dan (2) mengetahui cara penyajian ujaran kebencian yang terdapat dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel karya Arafat Nur yang berjudul Tanah Surga Merah cetakan kedua yang terbit tahun 2019. Data penelitian ini adalah kata-kata, frasa, kalimat, dialog, atau narasi dalam novel yang mengandung ujaran kebencian. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik hermeneutik. Teknik hermeneutik digunakan untuk mengkaji, memahami, dan menghayati simbol-simbol ujaran kebencian yang terdapat dalam novel, lalu mendeskripsikannya secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam bentuk ujaran kebencian, yakni (1) ujaran kebencian dalam bentuk penghinaan; (2) ujaran kebencian dalam bentuk pencemaran nama baik; (3) ujaran kebencian dalam bentuk penistaan; (4) ujaran kebencian dalam bentuk perbuatan tidak menyenangkan, (5) ujaran kebencian dalam bentuk memprovokasi atau menghasut; dan (6) ujaran kebencian dalam bentuk penyebaran berita bohong. Dari keenam bentuk tersebut, ujaran kebencian yang dominan muncul adalah ujaran kebencian dalam bentuk penghinaan. Ujaran kebencian dalam novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur disajikan melalui teknik ekspositori dan teknik dramatik. Penyajian ujaran kebencian melalui teknik ekspositori dilakukan dengan cara memberikan deskripsi, uraian, atau penjelasan secara langsung. Penyajian ujaran kebencian melalui teknik dramatik dilakukan dengan beberapa cara atau teknik, yakni teknik cakapan, teknik tingkah laku, teknik pikiran dan perasaan, teknik reaksi tokoh, teknik reaksi tokoh lain, teknik pelukisan latar, dan teknik pelukisan fisik tokoh. Dari kedua teknik tersebut, teknik yang dominan digunakan pengarang dalam menyajikan ujaran kebencian dalam novel adalah teknik dramatik

    sj-jpg-1-aph-10.1177_10105395231185980 – Supplemental material for Association of Maternal Education With Nutritional Outcomes of Poor Children With Stunting in Indonesia

    No full text
    Supplemental material, sj-jpg-1-aph-10.1177_10105395231185980 for Association of Maternal Education With Nutritional Outcomes of Poor Children With Stunting in Indonesia by Nur Septia Handayani, Emy Huriyati, PhD and Mubasysyir Hasanbasri, PhD in Asia Pacific Journal of Public Health</p

    Artikel Eva Handayani

    No full text
    Students are a very important element in educational and teaching activities in schools. Educational institutions are established for the benefit of students. Therefore it needs to get enough attention from the implementation of education in order to achieve the objectives of national education as a whole.Therefore, as a prospective educator later, in order to be able to administer for students so that the learning process runs well it is necessary to understand about the administration of students / students. Therefore, the author tries to make a paper that discusses the administration of students

    Pengaruh Inokulasi Ganda Mycorrhiza Helper Bacteria (MHB) dan Mikoriza (Glomus spp.) dalam Mengendalikan Populasi Nematoda Pratylenchus coffeae Z. dan Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Kopi Arabika (Coffea arabica L.);

    No full text
    Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Indonesia mampu memproduksi sedikitnya 748 ribu ton atau 6,6% dari produksi kopi dunia pada tahun 2012. Terdapat dua jenis kopi yang diperdagangkan oleh Indonesia yaitu Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Harga Kopi Arabika di pasar internasional jauh lebih prospektif dibandingkan Kopi Robusta. Hal tersebut diakibatkan oleh ketidakseimbangan antara jumlah permintaan dan jumlah ketersediaan. Kurangnya pasokan Kopi Arabika ini, memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk melakukan perluasan lahan dengan konversi lahan Kopi Robusta ke lahan Kopi Arabika untuk meningkatkan produksi Kopi Arabika. Konversi lahan ini ternyata menimbulkan masalaha baru yakni munculnya serangan nematoda. Nematoda parasit merusak akar kopi dan berpotensi besar menurunkan produktivitas kopi. Jenis nematoda yang banyak di temukan ada 2 yaitu Radopholus spp. dan Pratylenchus coffeae. Melihat potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh P. coffeae, banyak dilakukan pengendalian terhadap nematoda ini diantaranya dengan menggunakan nematisida, tetapi hal tersebut berpengaruh terhadap keberlangsungan fungsi lingkungan dalam mendukung daya tanam tumbuhan sehingga menimbulkan berbagai perdebatan di berbagai kalangan. Untuk menciptakan pengendalian yang ramah lingkungan dan sesuai tuntutan konsumen seperti keamanan pangan maka pengendalian biologis dengan menggunakan organism antagonis sangat diperlukan. Organisme antagonis Pratylenchus spp yang paling banyak dilaporkan adalah mikoriza. Akibat adanya nematoda ternyata kerapatan mikoriza pun menurun maka diperlukannya pemanfaatan organisme pendukung yang disebut Mycorrhiza Helper Bacteria (MHB) sehingga peranan mikoriza dalam menekan populasi nematoda bisa meningkat. Ternyata di alam, interaksi antara mikoriza dan tanaman inang tidak hanya merupakan interaksi mikoriza dan inang saja melainkan adanya dukungan organisme pendukung mikoriza (MHB) sehingga disebut dengan lingkungan mikorizosfer. MHB yang sering digunakan adalah Pseudomonas diminuta dan Bacillus subtilis yang telah terbukti mampu menurunkan Populasi Nematoda P. coffea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inokulasi ganda MHB P. diminuta dan B. Subtilis dan Mikoriza Glomus spp. terhadap Pengendalian populasi Nematoda Parasit Pratylenchus coffeae Z. dan pertumbuhan tanaman Kopi Arabika, untuk mengetahui perlakuan dari Inokulasi ganda yang paling efektif terhadap pengendalian populasi Nematoda parasit Pratylenchus coffeae dan pertumbuhan tanaman kopi. Penelitian ini dilakukan di Green house milik Dr.Iis Nur Asyiah S.P, M.P. Perum, Istana Tidar B1/1 Jember, Jawa timur. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini mempunyai 8 perlakuan tiap perlakuan terdapat 5 ulangan dan tiap ulangan terdapat 2 sampel tanaman sehingga total tanaman adalah 80 buah. Terdiri dari kelompok kontrol positif tanpa inokulasi (Perlakuan A), kelompok kontrol negatif (K-) dengan inokulasi Nematoda parasit Pratylenchus coffeae sebanyak 50 ekor/pot (Perlakuan B), Kelompok MHB B. Subilis dengan kerapatan 108 cfu/ml+100 Glomus spp+ Pratylenchus coffeae sebanyak 50 ekor/pot (Perlakuan C). Kelompok MHB B. Subilis dengan kerapatan 2x108 cfu/ml+ 100 Glomus spp+ Pratylenchus coffeae sebanyak 50 ekor/pot (Perlakuan D), kelompok pemberian MHB P. diminuta dengan kerapatan 108 cfu/ml +100 Glomus spp+ Pratylenchus coffeae sebanyak 50 ekor/pot (Perlakuan E), Kelompok MHB P. diminuta dengan kerapatan 2x108 cfu/ml +100 Glomus spp+ Pratylenchus coffeae sebanyak 50 ekor/pot (Perlakuan F). Kelompok 100 Glomus spp+ Pratylenchus coffeae sebanyak 50 ekor/pot (Perlakuan G). Kelompok Nematisida karbofuran 5 gr/pot (Perlakuan H). Pengamatan dilakukan selama 4 bulan. Pengukuran parameter pertumbuhan yang meliputi; tinggi tanaman, diameter batang, jumah daun serta skor kerusakan batang dilakukan setiap 2 minggu, kemudian di akhir pengamatan dilakukan pemanenan tumbuhan untuk diukur berat basah, berat kering, skor kerusakan akar, dan juga ekstraksi nematoda untuk menghitung populasi nematoda parasit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inokulasi ganda MHB dan Glomus spp. mampu mengendalikan populasi nematoda parasit Pratylenchus coffeae. serta meningkatkan pertumbuhan tanaman kopi. Terbukti dari hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa inokulasi ganda MHB dan Glomus spp. dapat menurunkan populasi Pratylenchus coffeae secara signifikan (P=0.000) pada semua baik yang diakar, tanah dan total. Penurunan populasi nematoda Pratylenchus coffeae berkisar antara 87,4%-97,02%. Selain itu inokulasi ganda ini juga berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman Kopi Arabika. Pengaruh inokulasi ganda terhadap parameter pertumbuhan yang terdiri dari tinggi tanaman (P=0,037),Jumlah daun (0,042), Diameter batang (0,013) serta massa tanaman (P=0,000) membuktikan bahwa memberikan pengaruh yang signifikan.Kesimpulan dari hasil analisis dan pembahasan adalah Inokulasi Ganda MHB (P. diminuta dan B. subtilis) dan Glomus spp. dapat mengendalikan populasi Nematoda Pratylenchus coffeae. dan meningkatkan pertumbuhan Kopi Arabika

    ANALISIS KOMUNIKASI ORGANISASI PADA DIVISI PEMERIKSAAN KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA PULOGADUNG

    No full text
    RINI NUR HANDAYANI. 8143128186. 2015. Analysis of Organizational Communication at the Examination Division, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pulogadung. Jakarta: Study Program D3 Secretary. Department of Economics and Administration. Faculty Of Economics. State University Of Jakarta. Scientific work is written as a requirement for a degree Associate Expert. Scientific Paper aims to find out about the condition of organizational communication at the Examination Division of the Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pulogadung. The method used in the writing of this scientific work is descriptive analysis by collecting data through observation in the course of fieldwork practice, and literature. From the results of the writing can be seen that the communication activities of the organization can work well if you use the right methods and media in conveying information. Selection of appropriate methods and media can provide smooth communication good organization. Communication problems that occurred at the Examination Division, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pulogadung tends to occur because the media is not appropriate. Effective organizational communication seen from the success of the current organizational communication. Solving problems solved by theory and adapted to the environmental conditions in the Examination Division, Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pulogadung. Keywords: Organizational Communication, descriptive, observation, literatur

    ANALISIS PRONOMINA PERSONA DALAM CERPEN WASUREENU HITOBITO KARYA KUNIKIDA DOPPO 国木田独歩「忘れえぬ人々」における人称代名詞

    No full text
    ABSTRACT Nur Handayani, Dewi. 2016. “Analisis Pronomina Persona dalam Cerpen Wasureenu Hitobito Karya Kunikida Doppo”. Research, Department of Japanese Studies Faculty of HumanitiesDiponegoroUniversity. The First Advisor Dr. M. Suryadi, M.Hum. Second Advisor S.I. Trahutami,, S.S., M.Hum. This research discussed about the personal pronouns in the Japanese language short story Wasureenu Hitobito work of Kunikida Doppo and only discussed about the Japanese language pronouns in the short story. This research aimed to answer two problems, which are (1) to know and describe the form of the use of personal pronouns in the short story Wasureenu hitobito work of Kunikida Doppo. (2) To describe the selection of personal pronouns on the short story Wasureenu Hitobito work of Kunikida Doppo. The writer used descriptive analysis method. There are three steps in this method, which are collecting the data, analyzing and drawing conclusion. The scope of the study is sociolinguistics. Based on the analysis performed, the writer find out that in the short story there are three types of personal pronouns is the first personal pronoun (jishou) singular and plural consists of Boku, Bokura and Jibun. The second personal pronouns (taishou) consists of a single kimi, temee / temae, kisama, and obasaan. The third personal pronouns (tashou) consists of a single obasaan. Keywords: Personal Pronouns, Singular, Plural.

    Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Cabang Usaha-Usaha Baru Menggunakan Metode (Technique For Order Of Preference by Similarity to Ideal Solution) TOPSIS PADA ARIGATO CELL

    No full text
    Arigato Cell merupakan salah satu usaha penjualan kartu kouta internet dengan harga murah di kota makassar. Arigato pertama berdiri pada tahun 2014. Dimulai dengan membuka satu gerai pada jalan antang raya. Selama beberapa bulan berjalan, arigato memperoleh keuntungan yang cukup besar. Tujuan pembutan skripsi ini untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan jenjang pendidikan strata satu (S1) pada jurusan sistem informasi di STMIK Handayani Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah UnifiedModeling Language yang didesain secara terstruktur yang terdiri dari rancangan model diagram Use Case, diagram Class, diagram Sequence, diagram Activity. Bahasa pembrograman menggunakan PHP, dan Xampp untuk pengolahan database. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer melalui wawancara. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem pendukung keputusan pemilihan cabang baru menggunakan metode topsis pada arigato cell dimana system pendukung keputusan ini membantu pimpinan arigato cell dalam menentukan lokasi cabang usaha baru.xiv, 83 hlm.; 29 c
    corecore