1,721,272 research outputs found
HUBUNGAN BIMBINGAN AGAMA DENGAN PERILAKU BERAGAMA ANAK DI PANTI ASUHAN NUR KHASANAH PALEMBANG
Skripsi ini dilatarbelakangi dengan pentingnya bimbingan agama dan hubungannya dengan perilaku beragama anak. Dengan adanya bimbingan agama yang kontinu dan dilakukan dengan sebaik mungkin, maka itu ada hubungannya dengan perilaku beragama anak.
Penelitian ini dilakukan guna mengetahui hubungan bimbingan agama dengan perilaku beragama anak di Panti Asuhan Nur Khasanah Palembang. Adapun pertanyaan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan bimbingan agama Islam dengan perilaku beragama anak di Panti Asuhan Nur Khasanah Palembang
Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) yaitu penulis menggali data secara langsung di lokasi penelitian dalam mengadakan suatu pengamatan dalam menempuh langkah-langkah pengumpulan data yang akan diteliti, diolah melalui proses pengumpulan data, klasifikasi data dan editing data (penyuntingan).
Hasil penelitian menunjukan bahwa: Panti Asuhan Nur Khasanah Palembang adalah Lembaga kesejahteraan Sosial yang mempunyai kegiatan pelayanan kesejahteraan anak dalam panti. Dan terdaftar Dinas Sosial Kota Palembang pada Tahun 2019 serta Terdaftar Dinas Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020. Panti Asuhan Nur Khasanah beralamat di Jl. Brigjen Hasan Kasim Gg. Kopaja No. 016 RT.051 RW. 010 Kel. Bukit Sangkal Kec. Kalidoni Kota Palembang, Saat ini Panti Asuhan Nur Khasanah menampung 20 orang anak, terdiri dari 7 Perempuan dan 13 laki-laki.
Bimbingan yang diterapkan pada anak-anak Panti Asuhan Nur Khasanah Palembang adalah bimbingan dalam dimensi akidah, dimensi akhlak, dimensi ikhsan, dimensi ilmu dan dimensi amal. Dari bimbingan yang telah diberikan maka akan bervariasi kemampuan anak dalam perilaku keagamaan mereka. Perilaku keagamaan anak bisa juga dipengaruhi oleh pelaksanaan salat, membaca al-qur’an, membaca doa dan akhlak
IMPLEMENTASI PERDA NOMOR 2 TAHUN 2016 DALAM PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN CIREMAI KOTA CIREBON
NUR KHASANAH. NIM. 1608202069, “IMPLEMENTASI PERDA NOMOR
2 TAHUN 2016 DALAM PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG
KAKI LIMA DI JALAN CIREMAI KOTA CIREBON”, 2023.
Kota merupakan pusat dari kegiatan suatu masyarakat. Salah satunya
adalah dengan cara menggeluti sektor informal. Salah satu bentuk sektor informal
adalah pedagang kaki lima. Kota Cirebon sendiri dalam hal penataan dan
pemberdayaan pedagang kaki lima tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Cirebon
Nomor 2 Tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di
Kota Cirebon.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Isi PERDA Nomor 2 Tahun
2016 dalam Penataan dan Pemberdayaan Perdagangan Kaki Lima, implementasi
PERDA Nomor 2 Tahun 2016 dalam Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki
Lima di Jalan Ciremai dan kendala yang dihadapi dalam Implementasi PERDA
Nomor 2 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan
metode kualitatif yaitu mengumpulkan data-data, informasi berdasarkan buku�buku atau literature yang berkaitan dengan topik pembahasan, serta mengamati
secara langsung dengan melakukan observasi dan wawancara di tempat yang
akan diteliti yaitu Lokasi PKL di Kota Cirebon.
Adapun hasil dari penelitian ini : Implementasi penataan dan
pemberdayaan pedagang kaki lima di jalan ciremai kota cirebon masih belum
maksimal sesuai peraturan daerah nomor 2 tahun 2016, dimana dalam
pelaksanaannya pemerintah kota cirebon belum menyediakan fasilitas yang
memadai, sehingga masih banyak pedagang kaki lima yang tidak mematuhi perda
tersebut. Adapun kendala yang dihadapi dalam implementasi perda tersebut antara
lain masih banyak pedagang yang belum mengetahui tentang PERDA nomor 2
tahun 2016, kurangnya kesadaran dari para pedagang, sehingga kurang
terwujudnya implementasi yang di harapkan.
Kata Kunci : PKL, Penataan, Pemberdayaan, Implementas
The experiences and personal religious beliefs (PRB) of UIN Walisongo science teachers as a framework for understanding the reshaping of their beliefs and implementation in basic biology learning
PROSEDUR PEMBETULAN KEKELIRUAN PENULISAN DALAM KETETAPAN PAJAK DI BADAN PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH SURAKARTA
ABSTRAK PROSEDUR PEMBETULAN KEKELIRUAN PENULISAN DALAM KETETAPAN PAJAK DI BADAN PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BPPKAD) KOTA SURAKARTA SITI NUR KHASANAH F3514071 Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur yang digunakan oleh Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kota Surakarta dalam melaksanakan pembetulan kesalahan penulisan surat pemberitahuan pajak tahunan, dan untuk mengetahui hambatan yang terjadi pada pembetulan kesalahan penulisan yang ada dalam Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Teknik pembahasan pada penelitian ini menggunakan pembahasan deskriptif, yaitu dengan menguraikan SOP mengenai pembetulan kesalahan penulisan pada Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset kota Surakarta. Prosedur pembetulan penulisan kekeliruan penulisan sudah sesuai dengan peraturan daerah tetapi masih ada beberapa kesalahan di dalamnya antara lain: penulisan nama, alamat, luas tanah bangunan. Hal itu diakibatkan karena kurangnya informasi yang diberikan oleh wajib pajak pada pihak Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah kota Surakarta sehingga banyak terjadi kesalahan mengenai penulisan nama, alamat, dan luas tanah bangunan. Seharusnya wajib pajak harus memberikan informasi yang sesuai di lapangan. Jadi, permasalahan penulisan nama,alamat, luastanah bangunan dapat berkurang. Kata kunci: Prosedur, Pembetulan SPPT, BPPKA
English Teaching Methods in Arabic and English Development Skills (AEDS) Program at Al Ikhsan Islamic Boarding School Beji
ABSTRACT
Ummi Nur Khasanah (1522404041) “English Teaching Methods in Arabic and English Development Skills (AEDS) Program at Al Ikhsan Islamic Boarding School Beji”.
This researched was aimed at finding the kinds of English teaching methods and describing their implementation in AEDS (Arabic and English Development Skills) Program at Al Ikhsan Islamic Boarding School Beji, Banyumas Regency. AEDS is a language development program held by the institution to improve student’s language mastery, which include Arabic and English. This is a descriptive qualitative research using observation, interviews, and documentation as the data collection technique. Observation were conducted to observe the object directly and as a times to know the real process of implementation English teaching methods in the program. Interviews were addressed to get an information from the teacher and students. Meanwhile, the documents used as the data source of this grammar translation method, audio lingual method, and suggestopedia method. To implement this method, the teacher also applied several techniques including memorization, creative adaptive, question-answer drill, dialogue memorization, and role play. The teachers used this method based on the material that would be delivered. To support the method, teachers also used some media such as picture, word card etc.
Keywords: English Teaching Methods, Grammar Translation Method, Suggestopedia, and Audio Lingual Method
Kekerasan Terhadap Anak
ABSTRAK Nuri Nur Khasanah. C. 0612032. 2012. KEKERASAN TERHADAP ANAK. Pengantar Karya Tugas Akhir (S-1). Program Studi Seni Rupa Murni. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tugas Akhir ini merupakan hasil gagasan pemikiran penulis dan pengkajian atas permasalahan sosial anak yaitu kekerasan terhadap anak, kemudian disusun dan diolah dalam bentuk karya seni lukis. Permasalahan yang dibahas dalam Tugas Akhir ini yaitu; 1) Bagaimana bentuk “kekerasan terhadap anak” berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat?, 2) Apa saja nilai-nilai yang dapat disampaikan melalui konsep penulisan “kekerasan terhadap anak”?, dan 3) Bagaimana perwujudan “kekerasan terhadap anak” ke dalam karya seni lukis?. Tujuan Tugas Akhir ini yaitu; 1) Dengan diwujudkannya tema kekerasan terhadap anak ke dalam karya seni rupa, serta karya tulis sebagai pengantar karya, dapat berguna sebagai pemenuhan syarat gelar sarjana Prodi Seni Rupa Murni, 2) Perwujudan tema ke dalam karya seni, diharapkan agar kesadaran dan perhatian akan pentingnya masalah kekerasan anak semakin meningkat, 3) Diharapkan agar ada perbaikan dan pencegahan dalam kehidupan anak sehingga meminimalisir tindak kekerasan sosial pada anak. Kekerasan terhadap anak merupakan salah satu contoh permasalahan sosial anak yang semakin marak terjadi. Permasalahan kekerasan terhadap anak ini perlu adanya tanggapan dan tindakan pencegahan, maka dari itu penulis berusaha menanggapinya dengan cara mengkaji permasalahan tersebut dan mewujudkannya dalam suatu karya Tugas Akhir. Konsep mengenai kekerasan anak ini diwujudkan dalam karya seni lukis menggunakan media cat akrilik di atas kanvas. Dengan diwujudkannya ide tentang kekerasan terhadap anak, diharapkan karya ini dapat dinikmati oleh penikmat seni dan semua lapisan masyarakat. Kata kunci: Anak; kekerasan; seni; luki
Pengembangan Modul Berbasis Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Sistem Pernapasan untuk Memberdayakan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA
Annisa Nur Khasanah. 2016. Pengembangan Modul Berbasis Kemampuan Berpikir Kritis pada Materi Sistem Pernapasan untuk Memberdayakan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA. TESIS. Pembimbing 1: Prof. Dr. rer.nat Sajidan, M.Si, Pembimbing 2: Dr. Sri Widoretno, M.Si, Program Studi Magister Pendidikan Sains, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. ABSTRAK Tujuan penelitian dan pengembangan adalah: 1) menyusun produk modul berbasis kemampuan berpikir kritis pada materi sistem pernapasan untuk memberdayakan hasil belajar siswa, 2) menguji kelayakan modul berbasis kemampuan berpikir kritis berdasarkan validasi ahli, praktisi pendidikan serta uji kelompok kecil pengguna, 3) menguji keefektifan modul berbasis kemampuan berpikir kritis dengan bahan ajar di sekolah berdasarkan hasil belajar siswa. Metode penelitian dan pengembangan menggunakan prosedur pengembangan Borg & Gall yang telah dimodifikasi dalam sembilan tahap: 1) tahap penelitian dan pengumpulan informasi, 2) tahap perencanaan, 3) tahap pengembangan produk awal, 4) tahap validasi desain, 5) tahap revisi produk utama, 6) tahap uji coba lapangan terbatas, 7) tahap revisi produk kedua, 8) tahap uji coba lapangan operasional, 9) tahap revisi produk akhir. Analisis data yang digunakan selama penelitian dan pengembangan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Kesimpulan hasil penelitian dan pengembangan: 1) modul berbasis kemampuan berpikir kritis pada materi sistem pernapasan dikembangkan sesuai aspek kemampuan berpikir kritis dan aspek dimensi pengetahuan yang divisualisasikan pada tujuan, materi, kegiatan dan soal evaluasi untuk memberdayakan hasil belajar siswa; 2) Kelayakan modul berbasis kemampuan berpikir kritis pada materi sistem pernapasan diperoleh berdasarkan validasi ahli menunjukkan kualifikasi baik sampai dengan sangat baik, berdasarkan praktisi pendidikan menunjukkan kualifikasi sangat baik dan uji kelompok kecil pengguna menunjukkan kualifikasi baik; 3) Keefektivan modul berbasis kemampuan berpikir kritis pada materi sistem pernapasan ditunjukkan dengan hasil uji anacova yaitu sig 0,00 (<0,05) dengan hasil FHitung = 180,4 pada kelompok hasil belajar dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural yang divisualisasikan dalam bentuk soal pilihan ganda, serta FHitung = 40,2 pada kelompok hasil belajar dimensi pengetahuan metakognitif yang divisualisasikan dalam bentuk soal esai. Kata kunci:Kemampuan berpikir kritis, dimensi pengetahuan, sistem pernapasan, modul berbasis kemampuan berpikir kriti
PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS PERTANYAAN PESERTA DIDIK SEBAGAI INDIKATOR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DI KELAS XI IIS3 SMA NEGERI 6 SURAKARTA
Tina Nur Khasanah. K4311077. PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS PERTANYAAN PESERTA DIDIK SEBAGAI INDIKATOR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI PENERAPAN DISCOVERY LEARNING DI KELAS XI IIS3 SMA NEGERI 6 SURAKARTA. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta. November 2015. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanyaan sebagai indikator kemampuan berpikir peserta didik kelas XI IIS3 SMA negeri 6 Surakarta melalui model Discovery Learning pada materi Sistem Reproduksi Manusia. Hasil observasi Pra-siklus menunjukkan bahwa kuantitas pertanyaan berjumlah empat buah. Kualitas pertanyaan berada pada tingkatan berpikir C2, sedangkan berdasarkan dimensi pengetahuan berada pada dimensi pengetahuan Conceptual. Mayoritas kemapuan berpikir peserta didik tergolong LOTS (Low Order Thingking Skill), sehingga perlu ditingkatkan. Peningkatan kemampuan berpikir peserta didik ditinjau dari pertanyaan ditingkakan melalui penerapan model Discovery Learning. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang berlangsung selama empat siklus. Penelitian meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi pada setiap siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi data metode, sedangkan analisis data dilakukan melalui deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik yang bervariasi di setiap siklus tindakan. Pertanyaan dengan kualitas tingkat pengetahuan kognitif C4 yang diajukan peserta didik pada tindakan Siklus I ada 21 pertanyaan, pertanyaan dengan kualitas tingkat pengetahuan kognitif C5 ada 7 pertanyaan. Tidakan Siklus II C4 ada 18 pertanyaan dan C5 ada 2 pertanyaan. Tindakan Siklkus III C4 ada 28 pertanyaan dan C5 ada 7 pertanyaan. tindakan Siklus IV C4 ada 15 pertanyaan dan C5 ada 9 pertanyaan. Kualitas pertanyaan tersebar di seluruh dimensi pengethuan, Factual, Conceptual, Procedural, dan Metacognitif. Kesimpulan penelitian adalah penerapan model Discovery Learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis ditinjau dari pertanyaan peserta didik
PERBEDAAN ANTARA PEMBERIAN BUAH JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA. L) DAN TABLET BESI (FE) DENGAN PEMBERIAN TABLET BESI (FE) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA TRIMESTER II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOREJO KENDAL
ABSTRAKPERBEDAAN ANTARA PEMBERIAN BUAH JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA. L) DAN TABLET BESI (FE) DENGAN PEMBERIAN TABLET BESI (FE) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA TRIMESTER II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOREJO KENDAL Viya Nur Khasanah 1 ,Wagiyo,S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat2 , Dra. Desak P, S.Kep. Ns, M.Kes 31)Mahasiswa Program Studi DIV Keperawatan Semarang Poltekkes Semarang2)Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang3)Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes SemarangE-mail : [email protected] Belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan kadar hemoglobin berada dibawah 11 g/dl atau kadar hematokrit turun sampai di bawah 37% pada trimester pertama, pada trimester kedua kadar hemoglobin kurang dari 10,5 gr/dl atau kadar hematokritnya 35 % dan pada trimester ketiga kadar hemoglobin kurang dari 10 gr/dl atau kadar hematokrit kurang dari 33 %.. Salah satu cara untuk menaikkan kadar hemoglobin dengan pemberian jambu biji merah (psidium guajava l) dengan tablet besi (Fe). Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuktikan perbedaan pemberian buah jambu biji merah (psidium guajava. l) dengan tablet besi (Fe) dan pemberian tablet besi (Fe) terhadap kadar hemoglobin ibu hamil anemia trimester II di wilayah kerja Puskesmas Sukorejo KendalMetode: Desain penelitian Quasi eksperimental dengan rancangan Posttest With Group Design. Jumlah responden ibu hamil 17 responden tiap kelompok. Pengambilan sampel menggunakan Purposive SamplingHasil: Dari Uji Independent T Test perbedaan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia pada kelompok jambu biji merah (psidium guajava. l) dengan tablet besi (Fe) dan kelompok tablet besi (Fe) setelah dilakukan intervensi terlihat bahwa p value < 0.005 dengan signifikasi sebesar 0,000 yang artinya ada perbedaan post pemberian jambu biji merah (psidium guajava. l) dengan tablet besi (Fe)Kesimpulan : Hasil perbedaan antara kelompok jambu biji merah (psidium guajava. l) dan tablet besi (Fe) dengan kelompok tablet besi (Fe) setelah dilakukan intervensi sebesar 2,06 gr/dLSaran : Bagi Ibu Hamil Anemia, Bagi Puskemas Sukorejo Kendal, Bagi Peneliti SelanjutnyaKata kunci: Ibu Hamil Anemia, Jambu Biji Merah (Psidium Guajava. L) , Tablet Besi (Fe
PERBEDAAN ANTARA PEMBERIAN BUAH JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA. L) DAN TABLET BESI (FE) DENGAN PEMBERIAN TABLET BESI (FE) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA TRIMESTER II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOREJO KENDAL
ABSTRAKPERBEDAAN ANTARA PEMBERIAN BUAH JAMBU BIJI MERAH (PSIDIUM GUAJAVA. L) DAN TABLET BESI (FE) DENGAN PEMBERIAN TABLET BESI (FE) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL ANEMIA TRIMESTER II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKOREJO KENDAL Viya Nur Khasanah 1 ,Wagiyo,S.Kp.,M.Kep.,Sp.Mat2 , Dra. Desak P, S.Kep. Ns, M.Kes 31)Mahasiswa Program Studi DIV Keperawatan Semarang Poltekkes Semarang2)Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang3)Dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes SemarangE-mail : [email protected] Belakang: Anemia pada ibu hamil merupakan kadar hemoglobin berada dibawah 11 g/dl atau kadar hematokrit turun sampai di bawah 37% pada trimester pertama, pada trimester kedua kadar hemoglobin kurang dari 10,5 gr/dl atau kadar hematokritnya 35 % dan pada trimester ketiga kadar hemoglobin kurang dari 10 gr/dl atau kadar hematokrit kurang dari 33 %.. Salah satu cara untuk menaikkan kadar hemoglobin dengan pemberian jambu biji merah (psidium guajava l) dengan tablet besi (Fe). Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuktikan perbedaan pemberian buah jambu biji merah (psidium guajava. l) dengan tablet besi (Fe) dan pemberian tablet besi (Fe) terhadap kadar hemoglobin ibu hamil anemia trimester II di wilayah kerja Puskesmas Sukorejo KendalMetode: Desain penelitian Quasi eksperimental dengan rancangan Posttest With Group Design. Jumlah responden ibu hamil 17 responden tiap kelompok. Pengambilan sampel menggunakan Purposive SamplingHasil: Dari Uji Independent T Test perbedaan kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia pada kelompok jambu biji merah (psidium guajava. l) dengan tablet besi (Fe) dan kelompok tablet besi (Fe) setelah dilakukan intervensi terlihat bahwa p value < 0.005 dengan signifikasi sebesar 0,000 yang artinya ada perbedaan post pemberian jambu biji merah (psidium guajava. l) dengan tablet besi (Fe)Kesimpulan : Hasil perbedaan antara kelompok jambu biji merah (psidium guajava. l) dan tablet besi (Fe) dengan kelompok tablet besi (Fe) setelah dilakukan intervensi sebesar 2,06 gr/dLSaran : Bagi Ibu Hamil Anemia, Bagi Puskemas Sukorejo Kendal, Bagi Peneliti SelanjutnyaKata kunci: Ibu Hamil Anemia, Jambu Biji Merah (Psidium Guajava. L) , Tablet Besi (Fe
- …
