875 research outputs found
Konsep Nur Muhammad Studi Penafsiran Surat An-Nur Ayat 35
“Nur Muhammad” merupakan konsep yang tidak asing dalam wacana tasawuf, demikian pula halnya dalam kajian ilmu tafsir, teks-teks “Nur Muhammad” juga dikenal luas. Teks-teks tersebut, sabahagian penulis temukan terkumpul di sebuah koleksi naskah dengan tema “Isra’ Mi’raj). Mungkin ini dikarenakan naskah tentang “Nur Muhammad” dibacakan setiap bulan, biasanya tanggal 27 bulan Rajab, yakni acara peringatan Isra’ dan Mi’raj. Artikel ini menunjukkan bahwa naskah “Nur Muhammad” dalam kajian tafsir surat an-nur ayat 35. Asumsi ini didasarkan pada analisa teks, perbadingan dengan naskah-naskah lainnya, serta analisa kehidupan social-budaya komnitas Muslim yang mentradisikan membaca naskah-naskah sesuai hari besar Islam. Pendekatan intertekstual pemahaman konsep Nur Muhammad semakin luas dan utuh berkat bantuan dari teks-teks terkait. Perbedaan pengungkapan konsep Nur Muhammad di berbagai teks tersebut memperlihatkan fungsi sendiri. Konsep Nur Muhammad berfungsi untuk menegaskan silsilah Nabi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw, menegaskan tentang keutamaan dan kemuliaan Nabi Muhammad yang nurnya menjadi asal seluruh manusia
Nur Muhammad Dan Nur Panjtan: Satu Perbandingan
Pemahaman tentang hakikat Nur Muhammad ini berkaitan dengan makhluk yang pertama
diciptakan oleh Allah SWT. Isu kejadian awal makhluk ini juga menjadi perbincangan dalam aliran tarekat
tasawuf dan dalam aliran Syiah Namun begitu dalam isu hakikat Nur Muhammad ini sebahagian para sarjana
hadis menolak kejadian pertama makhluk adalah Nur Muhammad. Malah ada yang mengaitkan kejadian
hakikat Nur Muhammad ini telah terpengaruh dengan konsep Nur Panjtan yang wujud dalam aliran Syiah.
Kajian ini bertujuan membandingkan antara Nur Muhammad dengan Nur Panjtan melalui dari tiga aspek
utama iaitu (1) dari sudut dalil yang dikemukakan oleh kedua-dua aliran, (2) aspek persamaan yang wujud
antara keduanya dan seterusnya (3) kajian ini akan melihat perbezaan konsep Nur Muhammad dengan Nur
panjtan. Kajian kualitatif ini menggunakan metode dokumentasi dan temu bual bagi memperoleh data. Kajian
mendapati kedua-dua aliran Syiah dan tasawuf merujuk kepada dalil yang sama sebagai hujah bahawa
cahaya Nabi Muhammad SAW adalah makhluk terawal dicipta. Namun, konsep Nur Panjtan yang difahami
oleh Syiah mempunyai perbezaan ketara berbanding konsep hakikat Nur Muhammad yang difahami oleh
tasawuf. Implikasi dari kajian ini dapat menjelaskan kekeliruan yang timbul dalam kalangan masyarakat hari
ini. Selain itu juga, dapat memberi sumbangan kepada pihak berwajib untuk menjawab tuduhan yang
dikeluarkan oleh sesetengah golongan yang mengatakan tasawuf terpengaruh dengan aliran Syiah yang sesat
PAHAM NUR MUHAMMAD DALAM HIKAYAT NUR MUHAMMAD KETERKAITANNYA DENGAN TEKS UMDATUL ANSHAB
Intisari
Penelitian ini tentang paham Nur Muhammad di dalam Hikayat Nur Muhammad kaitannya dengan teks Umdatul Anshab. Naskah yang dipakai adalah Bat. Gen. 378 C / Ml. 378 C dan naskah v.d.w. 76/ ML.643 koleksi Perpustakaan NAsional RI Jakarta. Tujuannya untuk melihat keterkaitan antara naskah Hikayat Nur Muhammad dan Umdatul Anshab berkenaan dengan paham Nur Muhammad. Teori yang dipakai adalah teori intertekstual yang menegaskan sebuah karya baru bermakna optimal dalam hubungannya atau pertentangannya dengan teks lain. Untuk itu setiap teks sastra perlu dibaca dan dipahami dengan latar teks-teks lain, karena setiap teks merupakan mozaik kutipan-kutipan, penyerapan dan transformasi teks-teks lain.
Hasil penelitian memperlihatkan adanya relasi positif maupun kontrastif. Reaksi positif ditujukkan dengan adanya persamaan – persamaan ide gagasan terutama pada kejadian Nur Muhammad. Baik teks-teks hipogram maupun HNM sebagai teks transformasi menyatakan bahwa Nur Muhammad adalah awal kejadian segala sesuatu. Hadis-hadis yang diacu dalam HNM memperlihatkan kesamaan dengan semua teks hipogramnya. Reaksi kontrastif ditunjukkan dalam penggambaran Nur Muhammad dalam teks HNM sebagai burung berkepala Ali, matanya Hasan dan Husein, lehernya Fatimah, kakinya Khadijah dan Aisyah, sayapnya Abu Bakar dan Umar, ekornya Usman dan punggungnya Abbas. Gambaran ini merupakan perombakan terhadap teks-teks hipogramnya. Perombakan ini dilakukan untuk melegitimasi ajaran Syiah. Bagian ini berbeda dari teks hipogramnya. Teks Umdatul Anshab yang menyinggung pemuliaan terhadap ahlul bayt Nabi namun tidak seeksplisit teks HNM .
Pendekatan intertekstual pemahaman konsep Nur Muhammad semakin luas dan utuh berkat bantuan dari teks-teks terkait. Perbedaan pengungkapan konsep Nur Muhammad di berbagai teks tersebut memperlihatkan fungsi sendiri. Di dalam HNM, konsep Nur Muhammad berfungsi sebagai peneguh ajaran Syiah Zaidiyah tentang kecintaan terhadap ahlul bait.. Sedangkan pada teks Umdatul Anshab, konsep Nur Muhammad berfungsi untuk menegaskan silsilah Nabi sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad saw, menegaskan tentang keutamaan dan kemuliaan Nabi Muhammad yang nurnya menjadi asal seluruh manusia.
Kata Kunci: Nur Muhammad, intertekstual, relasi
Penafsiran Jannah Dalam Kisah Nabi Adam Perspektif Muhammad Abduh
Keberagaman penafsiran pada dasarnya akan menambah kekayaan
khazanah keilmuan. Beberapa penafsiran bisa berjalan beriringan namun terkadang
bisa saling berlawanan. Penafsiran yang paling baik adalah menafsirkan ayat al-
Qur?an dengan ayat yang lain atau dengan hadis yang shahih. Sebuah perbedaan yang
menarik untuk dikaji adalah perbedaan penafsiran antara Muhammad Abduh dengan
Muhammad Quraish Shihab dalam menafsirkan jannah yang disebutkan pada kisah
Nabi Adam AS. Kedua mufassir ini sama-sama mufassir kontemporer dan sama-sama
lulusan al-Azhar Kairo.
Muhammad Abduh adalah mufassir kontemporer yang dikenal dengan
rasionalitasnya. Beliau merasa janggal apabila memaknai jannah yang ada dalam
kisah Nabi Adam dengan surga. Kejanggalan tersebut diantaranya adalah Allah
menciptakan Adam dan keturunannya sebagai khalifah di bumi dan bukan karena
hukuman sehingga berada di bumi, tidak disebutkan bahwa setelah Adam diciptakan,
dia diangkat ke langit, surga adalah tempat bagi orang bertakwa, bagaimana bisa Iblis
yang telah dilaknat bisa masuk lagi?, di surga tidak ada lagi takdir, di surga tidak ada
larangan untuk bersenang-senang, di surga tidak ada kedurhakaan. Oleh karena itu,
Muhammad Abduh lebih memilih menafsirinya dengan "kebun yang ada di bumi".
Berbeda dengan Muhammad Abduh, Muhammad Quraish Shihab dalam
Tafsir al-Mishbahnya menafsirkan dengan surga. Beliau juga menyebutkan
perbedaan penafsirannya dengan Muhammad Abduh, namun beliau lebih memilih
untuk tidak menanggapinya dalam Tafsir al-Mishbah. Sedangkan dalam buku yang
berjudul Raisonalitas al-Qur?an, Studi Kritis atas Tafsir al-Manar beliau justru
banyak mengkritisi Tafsir al-Manār karya Muhammad Abduh. Hal inilah yang
menarik untuk penulis teliti lebih lanjut.
Keberagaman itu muncul karena perbedaan latar belakang kehidupan
mufassir yang berbeda dan latar belakang pemikiran yang berbeda pula. Sejarah
Muhammad Abduh lebih menghadapi dunia perkembangan eropa yang sedang maju,
ditambah menghadapi masyarakat yang sangat mengagungkan taqlȋ d tanpa
mengkaji asal muasal hukumnya. Latar belakang seperti ini tidak sama dengan yang
dialami oleh Quraish Shihab. Hakikatnya kandungan kisah yang terdapat dalam al-
Qur?an bukanlah untuk diperdebatkan detail kisahnya, namun untuk diambil hikmah
dan pelajaran yang terkandung di dalamnya
Toolbox trolley / Muhammad Adam Shamsul Harisah, Faidhi Hasif Ahmad Roshidi and Muhammad Nur Hakim Hariri
Malaysia plans to be a fully developed country by year 2020. Malaysia has achieved a good progress in the industrial sector. Nowadays, workers are working efficiently win the help of modem technology especially in industrial sector. Many types of trolley used for industrial activity such as trolley to carry heavy loads and trolley for tools placement. Trolley are widely used in industrial section, workshop, kitchen and many other production areas to help worker lifting or carry heavy objects and carry more loads to be moved from one location to another location. As we experienced working in industrial factory, most of equipment, parts, or any other personal belongings are place on the trolley. The main function of trolley used in factory is for easier to move or change of workstation arrangement at work. This trolley divided to many functions according to its purpose such as trolley the lifting mechanism to lift heavy or big parts to higher height, grill trolley for hang fittings cases, trolley toolbox store small and big tools which be brought around production are a, short trolley and longer trolley to carry long items. Some of workers are having a problem with tune as the y need to walk around production area to find tools or compatible parts to be used. They also have to face a problem of misplacing tools because tools are not well organized as it will take their time for returning the tools. Therefore, we came out with the idea to design a multipurpose toolbox trolley to cut the time of taking tools and act as a moving workstation. We decided to produce an innovative trolley with lifting mechanism , toolbox cabinet and extension wall for long items or more load to be carry. Workbench are also provided at top of toolbox for light operation works. However, we included every possible works production area such as operational, lifting, store items and carry items to be compact in standard trolley size. As it is, our main objective is to release a produc
Persektif Ibn Katsir tentang eksistensi adam
Penciptaan sosok Adam di jannat al-khuld di langit dan kondisi di dalamnya berbeda dengan kondisi di bumi, hal ini mengindikasikan bahwa eksistensi Adam mula-mula di jannat al-khuld. Kondisi yang berbeda tersebut karena di dalam surga Adam tanpa panas matahari serta pakaian Adam dan Hawa berupa nur/cahaya, disamping terdapat hadis-hadis di dalam sah�h Muslim tentang eksistensi Adam sebelum diturunkan ke bumi. Menurut Muhammad Abduh (1266-1323 H/1849-1905 M) kisah eksistensi Adam pra kehidupan dunia di surga adalah kisah simbolik, harus ditakwilkan karena ayat-ayat tentang kisah tersebut adalah ayat-ayat mutasy?bih?t. Jannah menurutnya adalah �kenikmatan hidup�. Meskipun ia mentakwili kisah-kisah Adam, ternyata ia menyatakan bahwa Adam ketika diciptakan berada di bumi. Ulama yang identik dengan pemikiran Muhammad Abduh adalah al-Sya�r?wi dan al-Mat?rid?. Sedangkan penulis Barat yang identik dengan pendapat tersebut adalah James M. Gray dan James F. Driscoll dengan judul artikel yang sama Garden of Eden, yang pertama menyatakan lokasi surga Adam berada di kawasan sungai Euphrates dan sungai Tigris dan yang kedua menyatakan berada di atas bukit. Interpretasi al-Qurtub? (w. 671 H.) berbeda dengan pendapat Muhammad Abduh karena menurutnya eksistensi Adam mula-mula berada di Jannat al-Khuld dengan argumen Jannah yang dimaksudkan di dalam al-Qur�an selalu diawali dengan lam ta�rif ( ?? ). Ulama yang identik dengan pendapat al-Qurtub? adalah Ulama Jumh?r, Muhammad �Al? al-S?b?n?, Ibn Kats?r, dan Ibn Jar?r al-Tabar?. Sedangkan penulis Barat yang identik dengan pendapat al-Qurtub? tersebut adalah Robert J. Mattews dengan artikel berjudul Fall of Adam, Rachel Woods dengan artikel berjudul The Creation, the Fall, and Birth dan Kaddiysh dengan artikel berjudul What Happened to the Garden of Eden after Adam and Eve were Banished serta A. Husain dalam bukunya, Qur�anic Stories Series-The First Man. Disertasi ini mengkonfirmasi pandangan Ibn Kats�r bahwa eksistensi Adam sebelum turun ke bumi adalah di jannat al-khuld di langit dengan beberapa sumber utama yang mengindikasikannya: 1. Kitab Ibn Kats?r, al-Bid?yah wa al Nih?yah, (Beirut: D?r al Ma�rifah, tt.), juz 1, h. 169 terdapat hadis dalam sahih muslim, juz 2, h. 456 bahwa telah terjadi dialog antara orang-orang beriman dengan Adam as. yang mana mereka memohon bantuan nabi Adam untuk dibukakan surga, dan akhir ucapan nabi Adam, �tidaklah ada yang mengeluarkan kamu dari surga, melainkan kesalahan bapakmu Adam�. Dalam hadis ini Adam as. sendiri yang menyatakan surganya adalah jannat al khuld. 2. Kitab Ibn Kats?r, al-Bid?yah wa al Nih?yah, dalam juz dan halaman yang sama, yang termaktub pula dalam sahih muslim, juz 2, h. 456 tentang celaan Musa as. yang ditujukan kepada nabi Adam disebabkan dosa-dosanya berakibat dikeluarkan dari surga, namun nabi Adam berargumen bahwa hal itu sudah ada dalam ketentuan Allah sebelum di ciptakan. Hadis ini menjelaskan tentang kekecewaan Musa as. kepada nabi Adam karena kesalahannya, sehingga manusia harus hidup didunia. 3. Kitab Ibn Kats?r, Tafs?r al-Qur�?n al- Az?m, juz 3,(Mesir: D?r Misr li al Tib?�ah, tt.), h. 172 yang menyatakan tiadanya sinar matahari didalam surga Adam bermakna tiadanya panas lahiriah pada manusia, hal ini mengindikasikan bahwa surga Adam bukan dimuka bumi karena setiap hari matahari selalu menyinari bumi. 4. Kitab Ibn Kats?r, Tafs?r al-Qur�?n al- Az?m, juz 2,(Mesir: D?r Misr li al-Tib?�ah , tt.), h. 211 yang mengutib kitab hadis Ibn Jarir al Tabar? dengan sanad yang sahih bahwa pakaian Adam dan Hawa adalah nur (cahaya) yang menutupi aurat keduanya, masing-masing tidak bisa melihat aurat yang lain. Tatkala keduanya makan buah dari pohon yang dilarang, terlepaslah pakaian mereka berupa nur yang menutupinya. Peristiwa semacam ini mustahil terjadi dalam surga di muka bumi
Hydraulic simulations to evaluate and predict design and operation of the Chashma Right Bank Canal
Irrigation systems / Irrigation canals / Flow control / Velocity / Canal regulation techniques / Hydraulics / Simulation models / Design / Operations / Crop-based irrigation / Distributary canals / Water delivery / Policy / Protective irrigation / Water allocation / Water requirements / Sedimentation / Water distribution / Equity / Water conveyance / Pakistan / Chashma Right Bank Canal
Abracadabra 5.0 / Muhammad Usamah Mohd Ridzuan, Aileen Farida Mohd Adam and Nur Afiqah Ab. Latif
The Academy of Language Studies and Pre-Diploma Unit at UiTM Pulau Pinang Branch organized the 5th semester pre-diploma poster competition, Abracadabra 5.0, which took place from January 16th to 28th, 2023. This program was open to pre-diploma students students who were taking ELC010 and ELC030 (English for Pre- Diploma) and served as a platform for them to apply and practice their English in a real and competitive context. The competition aimed to improve the students' communication skills and confidence level in English. The theme for the competition was 'Creating a Sustainable Future'. During the selection phase from January 16th to 27th, 32 groups consisting of a total of 128 contestants were chosen by their respective lecturers. These groups, representing their classes, then competed in the main event of the competition on January 28th, 2023 in front of a judging panel composed of 16 judges. All contestants demonstrated impressive skills and talents in decorating their booths and presenting in front of the crowds
Student preparation before joining the workforce among part 6 students of FSPPP : A case study in UiTM Melaka City Campus / Nur ‘Aidah Mohd Muzakir and Muhammad Adam Ahmad
Unemployment problem especially among graduates become the major concern in Malaysia. The unemployment among the graduates in Malaysia has been rising recently. This issue need to be curb to avoid the continual number of incensement. Thus, this study identifying the student preparation before joining the workforce among the Part 6 student of UiTM Melaka City Campus. The study was conducted to explore the aspect that lead to inability to secure a job that can help the student and government to deal with the problem. Other than that, it can help government to solve problem from the root especially in high education level. Purposive sampling was used to approach the number of 153 respondents. The respondents consist of UiTM Part 6 students of the year 2013. The questionnaire was distributed to the respondents regarding three aspects which are academic performance, flexibility and skills. The main finding found that skills are the main aspect that should be prepare before joining the workforce. The other aspects are less significant in the data analysis made by using SPSS. The study determines that the graduates need to prepared more on skills to ensure they are available to the job market. Besides, organization nowadays prefers graduates who posses set of skills which are different with others
Kisah nabi adam di dalam naskah incung ini asan pulung dari kerinci
Naskah-naskah keagamaan yang ditemukan di Kerinci, umumnya ditulis menggunakan aksara Jawi (Arab-Melayu). Namun, temuan naskah Incung yang menjadi koleksi pusaka Depati Anum Puncak Alam dari Dusun Sungai Tutung mengindikasikan sesuatu yang berbeda. Naskah tersebut merupakan naskah keagamaan yang berisi kisah nabi Adam. Naskah Incung ini berjudul Ini Asan Pulung dengan kode EAP117-44-1-6. Permasalahan di dalam kajian ini adalah bagaimana narasi kisah penciptaan Adam di dalam naskah Incung Ini Asan Pulung? Tujuannya adalah untuk memahami narasi kisah Adam menurut pandangan masyarakat Kerinci di masa lalu. Metode yang digunakan di dalam kajian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan filologi. Tahapannya adalah, inventarisasi, deskripsi, transliterasi dan penerjemahan. Sementara itu, teks naskah ini juga ditelaah menggunakan pendekatan intertekstualitas untuk mengetahui unsur-unsur teks lain yang memengaruhi narasi teks. Hasil kajian menunjukkan bahwa kisah Adam di dalam naskah Incung memiliki narasi dan alur yang berbeda dengan kisah Adam di dalam naskah-naskah lain. Penulis naskah menyusun kembali cerita nabi Adam dari berbagai sumber lain yang ia ketahui seperti Hikayat Nur Muhammad, Hikayat Nabi Adam dan Qishash al-Anbiya. Penulis naskah juga menambahkan unsur-unsur lokal di dalam kisah Adam yang disusunnya
- …
