85 research outputs found
Tinjauan Hukum Penyebaran Berita Bohong Pada Media Sosial Dalam Perspektif Tindak Pidana Terorisme
Teknologi merupakan alat bantu manusia untuk mencapai kemudahan dalam urusan kehidupannya. Tetapi dengan munculnya teknologi, dimensi kejahatan juga ikut mengalami perkembangan, salah satunya adalah penyebaran berita bohong melelui media sosial dengan isi konten terorisme didalamnya. Ada beberapa kasus mengenai berita bohong tentang terorisme yang membuat resah dan takut masyarakat. Salah satunya mengenai bom yang munculnya bersamaan dengan pengeboman oleh teroris di berbagai daerah di Indonesia. Selang beberapa waktu hoax atau berita bohong seringkali bermunculan dengan dimensi yang berbeda-beda yang mudah sekali dimanfaatkan untuk mengadu domba dan memecah belah bangsa. Sehingga munculah kekhawatiran Wiranto yang pada saat itu menjabat sebagai Menkopolhukam mengatakan bahwa beredarnya hoax ini sudah disituasi yang membahayakan negara kedepannya apabila dibiarkan terus menerus, maka dari itu Wiranto membuat wacana kepada publik bahwa penyebar berita bohong dapat dikenakan dengan undang-undang terorisme agar ancaman hukumannya lebih berat dan mendapat efek jera.
Tipe penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah yuridis-normatif artinya permasalahan yang diangkat, dibahas dan diuraikan dalam penelitian ini difokuskan dengan menerapkan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif. Penyusunan skripsi ini menggunakan 2 (dua) pendekatan yakni pendekatan perundang-undangan (normatif) dan pendekatan konseptual.
Hasil pembahasan yang penulis dapatkan yakni pertama bahwa berita bohong tentang terjadinya terorisme yang disebarkan melalui media sosial untuk saat ini bukan merupakan suatu tindak pidana terorisme karena dalam undang-undang terorisme pasal 1 angka 4 dan pasal 6 bukan merupakan suatu pasal yang dimaksudkan untuk pemberantasan konten berita bohong melainkan ancaman kekerasan terorisme. Kedua bahwa undang-undang yang tepat diterapkan untuk saat ini sebagai pemberantasan penyebaran berita bohong adalah Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 pasal 14 dan pasal 15 dengan alasan bahwa pembuktian dari unsur-unsur dalam pasal tersebut memudahkan penegak hukum. Sedangkan pada undang-undang ITE pasal 28 ayat 1 menyulitkan penegak hukum untuk pembuktian unsurnya, karena pasal itu lebih mengarah kepada kerugian konsumen.
Selanjutnya saran yang penulis berikan yakni pertama, dalam pemberantasan penyebaran berita bohong pada media sosial diperlukan adanya suatu rumusan pasal dalam peraturan perundang-undangan yang lebih terperinci dan pasal yang bertujuan untuk pemberantasan berita bohong. Sehingga rumusan pasal tersebut dapat diterapkan oleh penegak hukum untuk menjerat pelaku penyebaran konten berita bohong. Kedua, undang-undang nomor 1 tahun 1946 seharusnya sudah mengalami perubahan yang dapat mengikuti perkembangan zaman. Karena undang-undang tersebut dibuat untuk kejadian pada tahun 1946 dan pada zaman itu yang berbeda jauh dengan masa sekarang. Sedangkan undang-undang ITE yang seharusnya digunakan oleh penegak hukum, memuat suatu rumusan yang menyulitkan pembuktian. Sehingga untuk menjerat pelaku yang melakukan penyebaran berita bohong pada media sosial memerlukan suatu perubahan pada pasal 28 ayat 1
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH TENTANG PEMBINAAN SUMBER DAYA MANUSIA BIDANG OLAHRAGA PRESTASI
Waskito Budi Nugroho. A121408038. 2016. Kebijakan Pemerintah Daerah Tentang Pembinaan Sumber Daya Manusia Bidang Olahraga Prestasi. TESIS. Pembimbing I: Prof. Dr. Agus Kristiyanto. M.Pd. , Pembimbing II: Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd. Program Studi Ilmu Keolahragaan. Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret Surakarta. ABSTRAK Latar belakang kebijakan pemerintah daerah tentang pembinaan sumber daya manusia bidang olahraga prestasi merupakan dasar dari setiap pelaku olahraga untuk senantiasa meningkatkan prestasinya. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan kebijakan dan implementasi kebijakan mengenai pembinaan atlet, pelatih dan pengurus organisasi olahraga. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian kebijakan pemerintah daerah kabupaten Sukoharjo tentang pembinaan sumber daya manusia bidang olahraga prestasi. Sumber data dalam penelitian ini berupa dokumen tentang kebijakan olahraga, observasi, dan hasil wawancara dengan Bupati Sukoharjo, Kasi Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (POPK) Kabupaten Sukoharjo, Ketua Umum KONI Kabupaten Sukoharjo, Ketua dan Pengurus Pengkab Cabang Olahraga, Pelatih Olahraga Prestasi Unggulan Sukoharjo dan Atlet Olahraga Prestasi Unggulan Sukoharjo. Hasil penelitian dapat dijabarkan sebagai berikut: 1). Pembinaan Atlet a) Pemassalan olahraga dilakukan melalui berbagai cara yaitu melalui pembelajaran penjasorkes, menyelenggarakan car free day setiap hari minggu pagi, melalui klub-klub olahraga di bawah KONI, menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dalam bidang olahraga berupa atlet dan pelatih, menyelenggarakan berbagai macam pertandingan olahraga. b).Pembibitan atlet yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sukoharjo dengan rutin menggelar Porkab, O2SN dan sejumlah kejuaraan tunggal lainnya seperti Bupati Cup serta Kapolres Cup, c).Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melakukan pembinaan prestasi dengan jalan memberikan penghargaan kepada atlet berprestasi, penyediaan sarana prasarana olahraga, mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM keolahragaan, memberikan bantuan dana untuk klub-klub olahraga, dan mengadakan puslatkab selama 2 bulan sebelum ajang PORPROV digelar, 2). Pembinaan Pelatih. Ketersediaan pelatih olahraga prestasi unggulan di Kabupaten Sukoharjo cukup memadai, dengan pengalaman para pelatih olahraga unggulan kabupaten Sukoharjo melatih di tingkat Provinsi maupun Nasional dapat menjadikan modal baik guna menerapkan program latihan bagi atlet di kabupaten Sukoharjo. Kaderisasi pelatih juga perlu diperhatikan, dengan mendorong atlet olahraga unggulan yang sudah berpengalaman dan sudah melewati puncak prestasi yang selanjutnya diarahkan untuk mencadi pelatih olahraga sesuai cabang olahraga masing-masing. 3). Pengurus organisasi olahraga di kabupaten Sukoharjo sudah berjalan dengan baik, dapat dibuktikan dengan terselenggaranya Musorcab KONI Kabupaten Sukoharjo sesuai jadwal ditahun 2015. Itu semua dapat menjadikan arah koordinasi antara pengurus cabang olahraga dan KONI Kabupaten Sukoharjo berjalan dengan baik. Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah, Sumber Daya Manusia, Olahraga Prestasi
Shadowgraphy of shock wave induced by double pulse technique
High-speed videography based on double pulse of Nd:YAG laser to capture dynamic expansion of shock wave is reported. A Q-switched Nd:YAG laser was employed as an input signal and disturbance source. Nitrodye laser was utilized as a flash. The shock wave generation was recorded via CCD video camera. Synchronization is organized associated with a digital delay generator. Nd:YAG laser was focused to generate an optical breakdown in distilled water. Double pulses were generated within the interval of one second. The first pulse of Nd:YAG laser was used to trigger the dye laser and the second pulse to generate shock wave. Manipulation of delay times allow to freeze the dynamic expansion of shock wave. The double pulse technique is appropriated for laser system with the absence of external trigger unit. Lack of electronic failure is the advantage offer by the double pulse technique
KERAGAMAN PERTUMBUHAN STEK KAKTUS APEL (CEREUS SPP.) AKIBAT PEMBERIAN MACAM MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL
KERAGAMAN PERTUMBUHAN STEK KAKTUS APEL (CEREUS SPP.) AKIBAT PEMBERIAN MACAM MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PACLOBUTRAZOL1) Nugroho Danu Waskito2), Endang Yuniastuti 3), Sukaya 4) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh keragaman media tanam terhadap pertumbuhan stek kaktus apel, mengkaji konsentrasi Paclobutrazol terhadap pertumbuhan stek kaktus apel, serta mengkaji kombinasi perlakuan yang paling baik untuk pembibitan kaktus apel. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta pada bulan Maret sampai Desember 2014. Penelitian menggunakan rancangan penelitian Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial, dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu media tanam (M) yang terdiri atas 4 taraf. Faktor kedua yaitu konsentrasi Paclobutrazol (P) yang terdiri atas 4 taraf. Data dianalisis dengan menggunakan analisis keragaman dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% serta dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan media tanam berpengaruh terhadap variabel panjang tunas, kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, dan kandungan karoten. Perlakuan konsentrasi Paclobutrazol tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan. Kombinasi perlakuan media tanam dengan konsentrasi Paclobutrazol berpengaruh terhadap panjang tunas, kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, dan kandungan karoten. Pertumbuhan stek kaktus apel terbaik terdapat pada perlakuan media tanah + pupuk organik dengan paclobutrazol 50 ppm. Kata kunci: Kaktus Apel, Media Tanam, Paclobutrazo
PENGUKURAN SENSITIVITAS PERANGKAT TOMOGRAFI KOMPUTER UNTUK LABORATORIUM
Sistem tomografi komputer (TK) untuk laboratorium yang ideal adalah sistem TK yang dapat menghasilkan citra tomografi yang akurat dan presisi. Namun hingga saat ini belum ada perangkat penolok ukur unjuk kerja sistem TK. Oleh karena itu, pengujian unjuk kerja dari sistem TK tak dapat dilakukan. Perlu dibuat suatu prosedur baku untuk mengukur sensitivitas sistem TK, sehingga. prosedur tersebut dapat digunakan dalam merancang bangun sistem TK yang ideal. Dengan membandingkan panjang obyek dan nilai koefisien serap linear, miu, antara. obyek hasil rekonstruksi terhadap panjang obyek aslinya (obyek phantom) maka dapat dihitung dan direkayasa sensitivitas dari sistem TK tersebut
PROYEKSI LAPAS SWASTA DI INDONESIA
This research is entitled Projections of Private Prisons in Indonesia and will discuss 2 problem formulations, namely how the government is trying to overcome overcrowding that occurs in correctional institutions and what factors are the pros and cons regarding the existence of private prisons. The aim is to find out and study the factors that influence the existence of private prisons and to find out and study the pros and cons related to private prisons. In this method the author uses a normative juridical approach. Normative juridical is research that focuses on legal science but does not forget the legal rules that were born and apply in society itself. Prison or correctional institution is a place that functions as a place of empowerment for prisoners, or a place that functions as social reintegration which makes it a place to improve oneself from previous actions or violations. The most prominent problem in correctional institutions that is always in the spotlight and is still difficult to overcome is the problem of overcrowding, which is caused by low capacity. One effort to overcome the problem of overcrowding is the existence of private prisons. In several countries such as America, England and Australia, privately managed corrections institutions (LP) have long been successful. Therefore, it is interesting to discuss the problem of overcrowding in prisons in Indonesia. To discuss these questions, the author presents a thesis entitled "Private Prison Projections in Indonesia"
KETERLAMBATAN PEMBONGKAR KERUSAKAN Diajukanguna DisusunOleh: PROGRAM STUDI NAUTIKA i PEMBONGKARAN KONTAINER AKIBAT CELL GUIDE DI KAPAL MV. MERATUS BALIKPAPAN 1
Muhammad Kamal Nugroho, 2018, 50134881.N, “Delay of Container
Destruction Due to Damage of Cell Guide on Ship MV. Meratus
Balikpapan 1”, Nautical essay Nautical Study, Diploma IV Progam,
Semarang Merchant Marine Politechnic, Counselor I: Capt. I Kadek Laju,
S.H., M.M. M.Mar., dan Counselor II: Agus Hendro Waskito, M.Mar.E.
Delay of containers unloading may occur on board. Delay can be caused
by several factors from the ship (internal) and external (external) factors. The
delay of discharging happened on MV. Meratus Balikpapan 1 caused by a
container crane spreader concerning the cell guide of the hold and cannot be
lifted.
The method used by the researcher to overcome the problem is descriptive
qualitative so that writer can expose the delay of dismantling of container in MV.
Meratus Balikpapan 1. In determining the priority of the problem to be resolved,
the researcher uses an approach tool that is USG (Urgency, Seriousness, Growth)
method by giving score 1-5 on the cause of the happening of work accident in
MV. Meratusbalikpapan 1. Researchers conduct interviews with Skipper and
Chief Officer. Researchers also take pictures to support the validity of research
data.
The result of research indicates, factors causing the delay of discharging
is less of skill by operator container crane in the operation of unloading
containers and also less of discipline of the duty officer, foreman, and labor
inspector during the process of unloading the container. Efforts are made to
prevent delays in the discharge of containers by increasing the crane capability of
operators, increasing discipline while carrying out the duty office during the
process of discharging, and improving coordination between ships and foreman
or laborers.
From the results of the study it can be concluded that the delay of
discharging the container on board the MV. Meratus Balikpapan 1 is a less of
discipline supervision of duty officers, foreman, laborers and less of skill of
operator container crane.
Keywords: Delay, Demolition, Supervision, Ship Duty
IMPLEMENTASI SOFTWARE PROTEUS MELALUI METODE PEMBELAJARAN DEMONSTRASI PADA MATA KULIAH KELISTRIKAN BODI OTOMOTIF
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan software proteus pada mata kuliah kelistrikan bodi otomotif, dilatarbelakangi oleh adanya persoalan dalam perolehan nilai pada mata kuliah kelistrikan bodi otomotif pada mahasiswa konsentrasi otomotif pendidikan teknik mesin FPTK UPI angkatan 2016, rata-rata perolehan nilai dalam mata kuliah tersebut 5,7 nilai tersebut masih jauh dari KKM yaitu 7,5. Faktor kurangnya perolehan nilai diantaranya banyak peserta didik yang belum memahami diagram kelistrikan pada kendaraan. Penulis mencoba untuk melakukan implementasi software proteus melalui metode pembelajaran demonstrasi, dengan software proteus peserta didik dapat lebih mudah membuat rangkaian kelistrikan, mengenal simbol-simbol yang terdapat pada sistem kelistrikan, serta dapat menggambar dan mensimulasikan diagram kelistrikan sebelum diuji pada benda nyatanya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre-experimental design dengan jenis One Group Pretest-Posttest. Penelitian ini diterapkan pada satu kelas dengan jumlah 23 orang, yang nantinya peserta didik akan diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan masing-masing siswa, kemudian penulis melakukan treatment untuk memberikan wawasan pada peserta didik dan kemudian peserta didik diberikan posttest yang nantinya akan menjadi tolak ukur sejauh mana peningkatan wawasan peserta didik sebelum dan sesudah diberikan treatment. hasil perhitungan N-Gain siswa sebesar 0,33 yang termasuk kategori sedang. Perolehan skor rata-rata pretest sebesar 36,09 dan skor rata-rata posttest sebesar 58,26 peningkatan perolehan skor meningkat sebesar 61,4%. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dari implementasi software proteus melalui metode pembelajaran demonstrasi terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah kelistrikan bodi otomotif.;--The purpose of this study is to determine whether or not the application of proteus software is suitable in automotive body electrical subjects, based on the existence of problems in the acquisition of grades in automotive body electrical subjects in automotive concentration students of mechanical engineering education FPTK UPI 2016, the average acquisition value in the lecture 5.7 which is still far from KKM standard which is 7.5. The factor of the lack of value acquisition includes many students who have not yet understood the electrical diagram in the vehicle.. The author tries to implement proteus software through demonstration learning methods, with proteus software students can more easily make electrical circuits, recognize the symbols contained in the electrical system, and can draw and simulate electrical diagrams before being tested on real objects. This study uses a Pre-experimental design research design with the type of One Group Pretest-Posttest. This research is applied in one class with 23 student, in which students will be given a pretest to find out the ability of each student, then the writer conducts treatment to provide insight to the students and then the students are given a posttest which will be the benchmark to what extent improvement of students' insights before and after treatment. the N-Gain calculation results of students amounted to 0.33 which belongs to the medium category. The average score of the pretest score was 36.09 and the average posttest score was 58.26, the increase in the score gained was 61.4%. It can be concluded that there is a positive effect of the implementation of proteus software through demonstration learning methods on student learning outcomes in automotive body electrical subject
IDENTIFIKASI MENURUNNYA TEKANAN OLI PADA POMPA HIDROLIK TERHADAP SISTEM KERJA HATCH COVER DI MV. SRI WANDARI INDAH
ABSTRAKSI
Afif Nugroho, NIT : 51145334.T, 2018, “Identifikasi m Tekanan Oli pada Pompa hidrolik Terhadap Sistem Kerja Hatch Cover”, skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Agus Hendro Waskito.,M.M., M.Mar. E, Pembimbing II: Irma Shinta Dewi, S.S., M.Pd
Pompa hidrolik adalah pompa yang berfungsi untuk memasok fluida hidrolik pada tekanan yang telah ditentukan, serta untuk tenaga penggerak mekanik pada permesinan baik pada bagian deck maupun dalam kamar mesin. Pompa ini digerakkan oleh berbagai jenis tenaga penggerak, misalnya motor listrik atau sebuah mesin yang dihubungkan dengan sebuah sistem kopling serta ada juga yang menggunakan tekanan hidrolik. Sistem kopling yang digunakan dapat berupa belt, roda gigi serta pada pompa yang memanfaatkan tenaga hidrolik menggunakan tekanan minyak hidrolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas hal-hal yang menyebabkan turunnya tekanan oli pada pompa hidrolik Hatch Cover, dampak yang di timbulkan dan upaya yang harus dilakukan agar tekanan oli dapat berjalan normal. Pompa hidrolik Hatch Cover diatas kapal merupakan salah satu mesin bantu yang memiliki peranan sangat penting untuk menutup maupun membuka tutup palka guna proses bongkar muat diatas kapal. Dalam hal ini penulis menggunakan metode Shel dan USG, dimana metode ini adalah untuk mencari sebab-akibat dari permasalahan dan mengambil beberapa faktor yang lebih dominan untuk dianalisa menggunakan USG untuk mencari permasalahan dan bagaimana mengatasinya.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukan bahwa penyebab turunnya tekanan oli hidrolik adalah kualitas oli hidrolik yang kurang bagus, padatnya jadwal operasional kapal, kurangnya skill atau kemampuan manusia, dan kurang berjalannya Standart Operasional Procedure (SOP). Ini ditandai dengan tidak normalnya suara pada pompa hidrolik Hatch Cover di karenakan tekanan oli yang tidak dapat mencapai batas minimum atau batas normal agar dapat mengoperasikan tutup palka.
Cara untuk mengatasi permasalahan diatas adalah melakukan pembersihan serta perawatan secara periodik/berkala terhadap Hydraulic Hatch Cover Pump betul-betul dijaga terutma kebersihan Filter agar dapat menyaring kotoran-kotoran yang sengaja atau tidak sengaja masuk kedalam oli hidrolik. Gunakan oli hidrolik yang sesuai dengan ketentuan, dan mengganti O-Ring Seal dengan yang baru sebelum jam kerjanya.
ABSTRACT
Afif Nugroho, NIT: 51145334.T, 2018, "Identification of Oil Pressure on Hydraulic Pumps for Hatch Cover Work Systems", Thesis of Engineering Study Program, Diploma IV Program, Semarang Shipping Science Polytechnic, Advisor I: Agus Hendro Waskito., MM, M.Mar . E, Advisor II: Irma Shinta Dewi, S.S., M.Pd
Hydraulic pump is a pump that serves to supply hydraulic fluid at a predetermined pressure, as well as for mechanical driving forces on machinery both on the deck and in the engine room. This pump is driven by various types of propulsion, for example an electric motor or a machine connected to a clutch system and some use hydraulic pressure. The clutch system used can be a belt, a gear or a pump that utilizes hydraulic power using hydraulic oil pressure. The purpose of this study is to discuss the things that cause a decrease in oil pressure on the Hatch Cover hydraulic pump, the impact caused and efforts that must be made so that oil pressure can run normally. Hatch Cover hydraulic pump on board is one of the auxiliary machines that has a very important role to close and open the hatch for the loading and unloading process on board. In this case the author uses the Shel and USG method, where this method is to look for the causes of problems and take several more dominant factors to be analyzed using USG to find problems and how to overcome them.
The results obtained from this study indicate that the cause of the decrease in hydraulic oil pressure is the poor quality of hydraulic oil, the density of the ship's operational schedule, lack of human skills or abilities, and the lack of running of the Standard Operating Procedure (SOP). This is indicated by the abnormal sound of the Hatch Cover hydraulic pump due to oil pressure which cannot reach the minimum or normal limit so that it can operate the hatch cover.
The way to overcome the above problems is to do periodic cleaning and maintenance of the Hydraulic Hatch Cover Pump which is really maintained due to the cleanliness of the filter so that it can filter out impurities that intentionally or unintentionally enter into the hydraulic oil. Use hydraulic oil that complies with the provisions, and replace the O-Ring Seal with new ones before working hours
Identitas Roleplayer Dalam Game VRChat
Penelitian ini membahas mengenai aktivitas apa saja yang dilakukan
roleplayer dalam game VRChat sebagai identitas diri mereka di dalam dunia virtual.
Penelitian ini akan menganalisis identitas yang digambarkan oleh roleplayer dalam
game VRChat tersebut. Penelitian ini menarik karena terdapat perbedaan
penggambaran identitas yang dimunculkan melalui dunia nyata dengan dunia
virtual dalam ranah Game VRChat yang diteliti melalui observasi dan wawancara
dari beberapa pemain. Aspek yang telah diteliti dalam penelitian ini berupa
perubahan identitas diri melalui tubuh virtual, kuasa pemain terhadap tubuh virtual,
kebebasan dalam memilih gender di dunia virtual dan interaksi pemain Game
VRChat yang dilakukan secara virtual.
Pendekatan yang digunakan untuk penelitian ini adalah kualitatif deskriptif,
dengan menggunakan metode etnografi virtual. Tehnik pengumpulan data
dilakukan dengan cara melakukan observasi selama berada di lapangan dan indepth
interview pada pemain game VRChat sebagai informan. Berdasarkan analisis data,
ditemukan bahwa informan memiliki perbedaan dan kesamaan masing-masing
yang menjadi alasan mereka menjadi roleplayer melalui dunia virtual game
VRChat. Beberapa informan bermain game VRChat sebagai salah satu bentuk
pengekspresian yang tidak bisa diaktualisasikan di kehidupan nyata mereka.
Informan lain yang menganggap hidupnya membosankan dan bermain game
VRChat untuk dijadikan kehidupan kedua. Terlepas dari itu, pada dasarnya pemain
game VRChat menghabiskan waktu mereka di dunia virtual untuk mencari hiburan
masing-masing
- …
