65 research outputs found

    ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI PENDEKATAN LITERASI BACA-TULIS PADA KELAS RENDAH DI MI NW TANAK BEAK NARMADA

    No full text
    The implementation of learning is constrained by the mastery of concepts by the teacher due to the limitations of teaching materials, diverse student conditions, lack of learning facilities and infrastructures. Children with special needs have obstacles in participating in in-class learning. The purpose of the study was to analyze the learning strategies undertaken by classroom teachers, the implementation of learning approaches for children with special needs with literacy, and the effectiveness of learning for children with special needs in MI NW Tanak Beak Narmada. The research approach is qualitative. The study design uses the evaluative CIPP model. Context consists of the objectives of the learning approach. Inputs include strategies that the class teacher undertakes in mastering the material, students' readiness to accept learning, and student understanding, the process focuses on the implementation of learning approaches in the classroom, and products related to student competencies in accordance with learning objectives. The results of the study concluded that the evaluation of the learning approach of children with special needs with literacy in low grades in MI NW Tanak Beak Narmada must be improved, especially for children with special needs. MI NW Tanak Beak Narmada teacher uses an integrated learning approach. The use of the learning approach is adjusted to the learning material delivered, the objectives to be achieved, and the condition of the students in the class. The effectiveness obtained during the implementation of the learning approach to learning for children with special needs with literacy is already good, with the results of the KKM score in the good category. Student characters are expected to not only be fluent in reading but also be able to understand texts that have been readPelaksanaan pembelajaran terkendala penguasaan konsep oleh guru karena keterbatasan bahan ajar, kondisi siswa yang beragam, kurangnya sarana dan prasana pembelajaran. Anak berkebutuhan khusus memiliki kendala dalam mengikuti pembelajaran dikelas.  Tujuan penelitian menganalisis strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelas, pelaksanaan pendekatan pembelajaran untuk ABK dengan literasi baca-tulis, dan keefektifan pembelajaran untuk ABK di MI NW Tanak Beak Narmada. Pendekatan penelitian yaitu kualitatif. Desain penelitian menggunakan evaluatif model CIPP. Conteks terdiri tujuan pendekatan pembelajaran. Input meliputi strategi yang dilakukan guru kelas dalam menguasai materi, kesiapan siswa menerima pembelajaran, dan pemahaman siswa. Proses berfokus pelaksanaan pendekatan pembelajaran di kelas, serta Product berkaitan kompetensi peserta didik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Hasil penelitian disimpulkan bahwa evaluasi pendekatan pembelajaran ABK dengan literasi baca-tulis pada kelas rendah di MI NW Tanak Beak Narmada  harus ditingkatkan, terutama untuk anak berkebutuhan khusus. MI NW Tanak Beak Narmada mempergunakan pendekatan pembelajaran integrated. Penggunaan pendekatan pembelajaran disesuaikan dengan materi pembelajaran yang disampaikan, tujuan yang akan dicapai, dan kondisi siswa dikelas. Efektivitas yang didapat selama pelaksanaan pendekatan pembelajaran pembelajaran untuk anak kebutuhan khusus dengan literasi baca-tulis sudah baik, dengan hasil nilai KKM kategori baik. Siswa diharapkan tidak hanya lancar dalam membaca, tetapi juga mampu memahami teks yang sudah dibac

    Analisis Penerapan Problem Based Learning pada Mata Kuliah Pendidikan IPS

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi proses perkuliahan IPS yang kurang bermakna, hal tersebut dikarenakan metode yang digunakan hanya sekedar ceramah dan presentasi. Penggunaan metode tersebut tidak dapat mencapai tujuan dari pendidikan IPS. Model pembelajaran yang  dirasa sesuai dengan tujuan IPS adalah Problem Based Learning (PBL). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui optimalisasi penerapan PBL  pada mata kuliah pendidikan IPS SD di program studi PGSD Universitas Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi angket, studi dokumenter, dan observasi. Teknik pemeriksaan yang digunakan untuk menguji keabsahan data pada penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi metode.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa merasakan dampak positif setelah diberlakukannya model PBL, yaitu maningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan memecahkan masalah sosial. Selain itu, pemahaman mahasiswa mengenai ilmu sosial lebih baik karena dikaitkan dengan masalah sosial yang benar-benar terjadi. Selanjutnya proses perkuliahan menggunakan PBL menjadi lebih bermakna karena mahasiswa lebih memahami IPS tidak hanya terfokus pada materi melainkan kontekstual. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan  Problem Based Learning sudah dilaksanakan secara optimal pada mata kuliah Pendidikan IPS SD

    Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar IPAS Kelas V SD Negeri 43 Ampenan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V di SD Negeri 43 Ampenan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah, sehingga keterlibatan siswa dalam memahami materi kurang optimal. Guru membutuhkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, serta kemandirian belajar. Model PBL dipilih karena menghadirkan situasi belajar autentik, menantang, dan berpusat pada siswa, sehingga mereka dapat terlibat aktif dalam proses pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membandingkan hasil belajar kelas eksperimen yang menerapkan PBL dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar IPAS dan lembar pengamatan aktivitas belajar siswa. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung 3,857 > t tabel 2,011 dengan nilai signifikansi (2-tailed) 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa H₀ ditolak dan Hₐ diterima, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan PBL dan pembelajaran konvensional. Perhitungan effect size menggunakan Cohen’s d = (70 – 54,4) / 14,300051 = 1,09 menunjukkan kategori besar, sehingga model PBL memberikan pengaruh kuat terhadap hasil belajar IPAS. Secara keseluruhan, penerapan PBL terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep, antusiasme, serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Siswa menjadi lebih aktif mencari informasi, berdiskusi, dan merumuskan solusi. Dengan demikian, model PBL berpengaruh diterapkan dalam pembelajaran IPAS dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 43 Ampenan

    Pengaruh Media Audio Terhadap Hasil Belajar Menyimak Cerita Siswa

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio terhadap hasil belajar menyimak cerita siswa kelas IV SDN 4 Mataram. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif jenis Quasi Experimental Design dengan tipe penelitian non equivalent control group design. Populasi pada penelitian ini berjumlah 40 siswa.  Kelas kontrol menggunakan media teks bacaan sedangkan kelas eksperimen diberi perlakukan dengan menggunakan media audio. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes dan obeservasi. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat yang terdiri dari uji homogenitas dan uji normalitas, setelah melakukan uji prasyarat selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan uji t (Independent Samples Test). Data yang diperoleh dari hasil nilai pre-test pada kelas kontrol 76,87 dan eksperimen 66,62. Hasil nilai post-test pada kelas kontrol yaitu 82,5 dan eksperimen 86,87. Data hasil belajar menyimak berupa pre-test dan post-test kemudian dianalisis menggunakan uji sample independen dan diperoleh t-hitung sebesar 0,995. Dari hasil analisis menggunakan uji Independent sampel t-tes diperoleh hasil nilai signifikansi 0,328 > 0,05 maka Ha ditolak dan H0 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh dari penerapan pembelajaran menggunakan media audio terhadap hasil belajar menyimak cerita pada siswa kelas IV  SDN 4 Mataram

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPS KELAS 5 SDN 3 TAMAN AYU TAHUN 2023/2024

    No full text
    This research aims to determine the influence of the Numbered Head Together Learning Model on the Critical Thinking Ability of Class V Social Sciences at SDN 3 Taman Ayu. This type of research uses quantitative research with experimental methods. The data collection method is in the form of pretest and posttest test questions. Based on the research results, it was obtained that the t_count ≥ t_table (9,767 ≥ 1,685) and sig.2 tailed ≤ 0.05 (0.001 ≤ 0.05) then the alternative hypothesis (Ha) was accepted and the null hypothesis (H0) was rejected. The effect size test results obtained were 3,088 in the large category. It can be concluded that there is a significant influence of the Numbered Head Together learning model on the critical thinking abilities of class V students at SDN 3 Taman Ayu with a percentage increase in the results of social studies critical thinking abilities of students who are above the KKM by 70%

    MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS DARING DIPERGURUAN TINGGI PADA ERA INDUSTRI 4.0

    No full text
    Tulisan ini bertujuan hendak mengelaborasi sejumlah pemikiran dan konsep yang meyakini pentingnya pembelajaran berbasis daring dalam rangka mewujudkan kemandirian belajar dan sebagai respon perkembangan informasi dan teknologi yang cepat pada era industri 4.0. metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan cara mengumpulkan literatur (bahan-bahan materi) yang bersumber dari buku, jurnal, dan sumber lainnya terkait dengan pembelajaran daring dan kemandirian belajar. Hasil kajian menyimpulkan bahwa model pelaksanaan pembelajaran berbasis daring terdiri atas: (1) model daring yang hanya melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai peserta; (2) model daring yang melibatkan tiga pihak, yaitu mahasiswa, mentor, dan dosen. Pada kedua model tersebut dapat terjadi interaksi secara synchronous, yakni  interaksi belajar pada waktu yang bersamaan seperti dengan menggunakan video call, telepon atau live chat. Interaksi juga dapat terlaksana dengan cara asynchronous, yakni interaksi belajar pada waktu yang tidak bersamaan melalui kegiatan pembelajaran yang telah disediakan secara elektronik dengan menggunakan forum atau message. Dengan adanya pembelajaran berbasis daring, nmahasiswa atau peserta lebih mandiri belajar dengan kata lain senantiasa tidak tergantung kepada orang lain, menetapkan tujuan belajar, mendiagno­sis kebutuhan belajar, memiliki rasa percaya diri dan tanggung jawab serta mel­akukan evaluasi dir

    Hubungan Antara Kecerdasan Interpersonal Dengan Hasil Belajar IPS Kelas V SD Negeri 03 Cakranegara

    No full text
    Permasalahan yang sering dihadapi dalam pembelajaran di sekolah dasar meliputi kurangnya kepedulian antar sesama teman, rendahnya rasa saling tolong-menolong, serta kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya beretika baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai pentingnya memiliki kecerdasan interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah ada hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan hasil belajar IPS pada siswa kelas V di SD Negeri 03 Cakranegara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasi. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas V di SD Negeri 03 Cakranegara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, serta angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan interpersonal pada siswa kelas V SD Negeri 03 Cakranegara, berdasarkan persepsi siswa, termasuk dalam kategori sedang. Demikian pula, hasil belajar IPS siswa juga termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan, terbukti bahwa terdapat hubungan antara kecerdasan interpersonal dengan hasil belajar IPS pada siswa kelas V di SD Negeri 03 Cakranegara. Dengan demikian, peningkatan kecerdasan interpersonal siswa berpotensi meningkatkan hasil belajar yang dicapai oleh mereka. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengidentifikasi pentingnya kecerdasan interpersonal dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa. Oleh karena itu, diperlukan perhatian lebih terhadap pengembangan kecerdasan interpersonal siswa sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan prestasi akademik mereka

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN KOLABORASI DAN MOTIVASI BELAJAR IPAS PESERTA DIDIK KELAS IV DI SDN GUGUS II NARMADA: Penelitian Eksperimen

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap keterampilan kolaborasi dan motivasi belajar IPAS peserta didik kelas IV Di SDN Gugus II Narmada. Penelitian ini dilakukan di SDN 1 Dasan Tereng yang merupakan bagian dari Gugus II Narmada. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan desain quasi eksperiment dengan tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IV A SDN 1 Dasan Tereng sebagai kelas eksperimen dan peserta didik kelas IV B SDN 1 Dasan Tereng sebagai kelas kontrol, penentuan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik multivariate of variance (MANOVA) dan N-Gain. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai (sig. 0.00 < 0.05; kontribusi 43.66) untuk keterampilan kolaborasi, nilai (sig. 0,00 < 0.05; kontribusi 45.92) untuk motivasi belajar IPAS, serta nilai (sig. 0,00 < 0.05) untuk keterampilan kolaborasi dan motivasi belajar IPAS secara simultan. Hal ini menunjukkan (H₀) ditolak dan (Hₐ) diterima, yang berarti dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning terhadap keterampilan kolaborasi dan motivasi belajar IPAS peserta didik kelas IV di SDN Gugus II Narmada
    corecore