1,720,975 research outputs found

    PELAKSANAAN AKTIVITAS PENGEMBANGAN DIRI OLAHRAGA BOLA VOLI MINI DI SD 007 KAMPUNG TELUK MERBAU KEC. DAYUN KAB. SIAK

    No full text
    Hasil analisis data dan interprestasi dari hasil penelitian mengindikasikan bahwa; (1). secara keseluruhan tingkat capaian program latihan yang diperoleh sebesar 51,7 %. Artinya bahwa tingkat capaian Motivasi siswa yang ada di SD Negeri 007 Kampung Teluk Merbau Kec. Dayun Kab. Siak berada pada klasifikasi Kurang. Menurut Sudjana (1989:129) bahwa klasifikasi tingkat capaian antara 65-79 % berada pada klasifikasi Cukup (2). secara keseluruhan tingkat capaian dukungan orang tua yang diperoleh sebesar 64,7%. Artinya bahwa tingkat capaian dukungan orang tua terhadap kegiatan ekstrakurikuler bolavoli mini yang ada di SD Negeri 007 Kampung Teluk Merbau Kec. Dayun Kab. Siak pada klasifikasi Cukup. Menurut Sudjana (1989:129) bahwa klasifikasi tingkat capaian antara 65-79 % berada pada kategori Cukup. Hasil dari penelitian ini mengimplikasikan bahwa motivasi siswa dan dukungan orang tua ternyata menjadi salah satu factor penentu keberlangsungan ektrakulikuler bola voli mini di SD Negeri 007 Kampung Teluk Merbau Kec. Dayun Kab. Sia

    TINJAUAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI SESUAI KURIKULUM DI SMA NEGERI 1 KAMPAR UTARA

    Full text link
    Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani sesuai kurikulum di sma negeri 1 kampar utara. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X, XI dan XII SMA Negeri 1 Kampar Utara yang terdaftar pada semester I (ganjil) tahun ajaran 2018 / 2019 yang berjumlah 27 orang. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik total sampling, yaitu seluruh populasi dalam penelitian diambil menjadi sampel sehingga sampel berjumlah 35 orang. Instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data adalah Angket atau kuesioner menggunakan skala Guttman dengan dua alternatif jawaban yaitu: “YA†dan “TIDAKâ€. Data dianalisis dengan menggunakan rumus distribusi frekuensi dalam bentuk persentase. Dari analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: 1. Tingkat capaian sarana dan prasarana Pelajaran Penjasorkes yang ada di SMA Negeri 1 Kampar Utara adalah sebesar 65,61 %. 2. Tingkat capaian kemampuan guru Penjasorkes yang ada di SMA Negeri 1 Kampar Utara adalah sebesar 78,63 %

    Peran Kepala Sekolah Dalam Proses Pembelajaran Di Masa Pandemi Covid-19

    Full text link
    Penelitian analisis ini untuk memperoleh informasi peran kepala sekolah pada SMA/SMK se Kec Bangkinang Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif . Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di SMA/SMK se Kec. Bangkinang Kota sebanyak 10 orang kelapa sekolah dan 10 orang wakil kepala sekolah Penjasorkes. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif . Berdasarkan uji hipotesis, penelitian ini menyimpulkan terdapat pengaruh yang signifkan antara kedua variiable . Berdasarkan perhitungan antara peran kepala sekolah (X) dengan proses pembelajaran PJOK (Y) terhadap 3 indikator yaitu : perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran masing-masing dengan jumlah persentase 60% untuk perencanaan pada katagori cukup, 77 % terhadap pelaksanaan dengan katagori baik dan 70% pada kegiatan evaluasi berada pada katagori baik. Berarti dalam hal ini tingkat peranan penting dengan proses belajar PJOK memiliki jumlah persentasi baik selama pelaksanaan pembelajaran PJOK, semakin berperan seorang kepaa sekolah dan wakilnya maka semakin baik proses pembelajaran PJOK

    KONTRIBUSI KOORDINASI MATA TANGAN TERHADAP KETEPATAN SERVICE ATAS ATLET BOLAVOLI KAB. KAMPAR

    Full text link
    penelitian ini dilakukan pada atlet klub bola voli Kab. Kampar, dan masih banyak permasalahan yang belum tepat pada sasarannya. Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya ketepatan smash atlet klub bolavoli Kab. Kampar, salah satu diantaranya diduga disebabkan oleh koordinasi mata tangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi koordinasi mata-tangan terhadap ketepatan smash atlet klub bola voli Kab. Kampar Jenis penelitian adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh atlet yang aktif mengikuti latihan sebanyak 40 orang, terdiri dari 15 orang atlit laki-laki dan 25 orang atlit perempuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, dengan demikian sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 orang atlet laki-laki saja. Teknik pengambilan data dilakukan dengan tes pengukuran terhadap ke dua variabel, koordinasi mata-tangan menggunakan tes ballwerfen und fangen. Sedangkan ketepatan smash digunakan tes ketepatan smash. Data dianalisis dengan korelasi product moment dan korelasi ganda serta dilanjutkan kontribusi dengan rumus determinan. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa terdapat korelasi antara koordinasi mata-tangan sebesar 20,79%, serta secara bersama-sama sebesar 40,70% terhadap ketepatan smash atlet klub bolavoli Kab. Kampar. Disimpulkan bahwa terdapat kontribusi koordinasi mata-tangan terhadap ketepatan smash atlet klub bolavoli Kab. Kampar

    HUBUNGAN KEMAMPUAN MOTORIK TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDKAN JASMANI OLAHRAGA DI SD N 011 LANGGINI, BANGKINANG KOTA

    Full text link
    Penelitian analisis ini untuk memperoleh informasi tentang korelasi kemampuan motoric dan hasil belajar PJOK di SD N 011 Langgini, Bangkinang Kota. Penelitian ini menggunakan metode product moment . Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik SD N 011 Langgini, Bangkinang Kota sebanyak 33 orang . Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik sampling . Berdasarkan uji hipotesis, penelitian ini menyimpulkan terdapat pengaruh yang signifkan antara kedua variiable . Berdasarkan perhitungan korelasi antara kemampuan motorik (X) dengan hasil belajar PJOK (Y) menggunakan rumus kolerasi product moment . Kriteria pengujian jika thitung = 3,802 > ttabel = 2,042, dengan nilai r = 0,570 didapat r2 = 0,324 , adapun besar kontribusinya adalah 32,4 %., maka terdapat hubungan yang signifikan dan sebaliknya (Sudjana 1992 : 369). Dari hasil perhitungan korelasi antara kemampuan motorik dengan hasil belajar PJOK peserta didik SD N 011 Langgini, Bangkinang Kota diperoleh rhitung 0,72 sedangkan rtabel pada taraf signifikan α = 0,05 yaitu 0,404. Berarti dalam hal ini tingkat hubungan kemampuan motorik dengan hasil belajar PJOK memiliki signifikan dengan taraf kepercayaan 5%, semakin baik kemampuan motorik seseorang maka semakin baik hasil belajar PJOK

    PENGARUH METODE LATIHAN VARIASI TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS TIM BOLAVOLI PUTRA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER MTs S PP MUALLIMIN MUHAMMADIYAH BANGKINANG

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan kemampuan servis atas tim bolavoli peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler tidak maksimal dan kurang tepat dalam pelaksanaannya. Desain penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental designs jenis Pretes and Posttest Group. Penelitian ini dilakukan di sekolah MTs S PP Muallimin Muhammadiyah Bangkinang, sampel dalam penelitian ini berjumlah 15 orang peserta didik ekstrakurikuler tim bola voli putra. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan variasi terhadap kemampuan servis atas tim bolavoli putra di dalam ekstrakurikuler MTs S PP Muallimin Muhammadiyah Bangkinang. Instrumen pengumpulan data berupa observasi, keputakaan, tes dan pengukuran. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan (treatment) dengan posttest. Berdasarkan hasil analisa data yang telah dilakukan maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa: terdapat pengaruh metode latihan variasi terhadap kemampuan servis atas tim bolavoli putra dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa MTs S PP Muallimin Muhammadiyah Bangkinang. Hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian. Hipotesis tersebut di uji dengan menggunakan uji t, dimana didapat thitung = 10.222 sedangkan ttabel = 1,761 dimana nilai  thitung lebih besar dari ttabel atau Ho ditolak dan Ha diterima dan ini berarti bahwa terdapat pengaruh metode latihan variasi terhadap kemampuan servis atas tim bolavoli putra dalam kegiatan ekstrakurikuler siswa MTs S PP Muallimin Muhammadiyah Bangkinang

    HUBUNGAN ANTARA DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DENGAN HASIL ACCURASY SHOOTING DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI 007 SAGULUNG KOTA BATAM

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan daya ledak otot tungkai dengan hasil Accurasy Shooting . .Penelitian  ini  menggunakan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian hanya siswa putra yang mengikuti ekstrakurikuler futsal sebanyak 15 orang, Untuk mengukur daya ledak otot tungkai digunakan tes vertical jump, untuk mengukur daya dan untuk mengukur Accurasy Shooting dilakukan tes accualy shoot. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi produc moment dan regresi dengan a=0,05 Hasil penelitian: 1) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan Accurasy Shooting , dimana diperoleh rhitung = 0,305 Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak otot tungkai terhadap kemampuan Accurasy Shooting , dimana diperoleh rhitung = 0,305 < rtabel =0,514 Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara daya ledak otot tungkai dengan Accurasy Shooting

    Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berbasis Aktivitas Siswa (Pbas) dan Konvensional Serta Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Motorik Siswa Sdn Dayun Kampung Teluk Merbau

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran dan motivasi siswa terhadap kemampuan belajar fisik siswa Analisis data dan interpretasi menunjukkan bahwa: (1) secara umum, hasil dari pendidikan jasmani siswa yang diajarkan oleh siswa dari pusat pembelajaran lebih baik daripada yang diajarkan oleh pembelajaran pusat guru, piont ini berasal dari pusat pembelajaran siswa rata-rata 261, 84> 250, 84 pembelajaran pusat guru; (2) ada interaksi antara belajar dan motivasi dalam meningkatkan kebugaran siswa sekolah dasar; (3) siswa dengan motivasi tinggi yang diajar oleh studenttt center learning menghasilkan keterampilan motorik yang lebih tinggi dibandingkan dengan motivasi rendah yang diajarkan oleh guru learnig center, piont ini berasal dari rata-rata pusat pembelajaran siswa 267,96> 243,16 guru pusat pembelajaran (4) siswa dengan motivasi rendah diajarkan oleh guru pusat belajar menghasilkan keterampilan motorik yang lebih rendah daripada yang diajarkan oleh pusat pembelajaran siswa, piont ini berasal dari rata-rata pembelajaran pusat siswa 258,53> 255,72 pembelajaran pusat pembelajaran Temuan menunjukkan bahwa tes pendidikan jasmani dapat digunakan untuk mengetahui pendidikan jasmani siswa sekolah dasar. Selain itu, siswa dengan motivasi tinggi harus diajarkan oleh siswa dari pusat pembelajaran sedangkan mereka dengan motivasi rendah harus diajarkan oleh pusat pembelajaran gur

    Kajian Literatur Pengaruh Model Learning Cycle terhadap Hasil Belajar Tematik Terpadu

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model Learning cycle terhadap hasil belajar tematik terpadu. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kajian literature. Tahapan kajian literature ini adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, pembahasan, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam artikel dari tahun dua ribu sepuluh sampai dua ribu dua puluh tentang model Learning Cycle dan hasil belajar didapat satu artikel yang sesuai dengan judul. Berdasarkan hasil penelitian tersebut yang dilakukan peneliti tentang pengaruh model Learning Cycle terhadap hasil belajar tematik terpadu disekolah dasar, didapat peningkatan hasil maka dapat disimpulkan model learning cycle dapat meningkatkan hasil belajar tematik terpadu disekolah dasa

    PENGARUH METODE LATIHAN CIRCUIT TRAINING TERHADAP FREE SHOTING PENALTI PADA EKSTRA KURIKULER SISWA SMPN 01 SUNGAI ARE PALEMBANG

    Full text link
    Metode Latihan Circuit Training adalah suatu bentuk latihan menggunakan pos–pos, dimana pada setiap pos dilakukan suatu bentuk kegiatan latihan yang berbeda–beda.Diantaranya latihan kekuatan dan koordinasi untuk meningkatkan kemampuan tendangan penalti. Diharapkan dengan adanya metode Latihan Circuit Training dapat menambah skill dalam melakukan tendangan penalti sehingga tingkat akurasi tendangan penalti menjadi lebih baik. Sedangkan yang dimaksud penalti adalah tendangan bebas yang mengarah pada gawang dan dilakukan dari titik penalti, tanpa adanya gangguan atau hadangan dari pemain lawan. Bila tendangan penalti dijatuhkan, hanya wasit, penjaga gawang dan eksekutor tendangan penalti yang diperbolehkan berada di daerah penalti sampai eksekutor tendangan penalti menyentuh bola.tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pengaruh yang signifikan antara latihan tendangan penalti menggunakan metode latihan circuit training dan tidak menggunakan metode latihan terhadaf free shoting penalti tendangan penalti,sedangkan free shoting sendiri di artikan sebagai tendangan bebas yang dimana tidak satu pun pemain yang boleh mengganggu jalan nya tendangan free shooting terutama penalti. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka terdapat perubahan yang signifikan terhadap pengaruh metode circuit training terhadap free shooting penalti dengan menggunakan hasil free test dan postest terhadap pemain dengan hasil rata rata free test 11,7 dan postest 13,9 untuk kelompok kontrol sedangkan untuk kelompok ekspirimen menyentuh angka rata rata free test 13,1 dan post test 18,9 sehingga disimpulkan bahwa penelitian ini memiliki hasil yang baik untuk dilakukan dengan cara latihan circuit training yang lebih bervariasi lagi sehingga bentuk latihan lebih inovatif  dan tidak membosankan
    corecore