1,720,984 research outputs found

    Sistem pelayanan kemetrologian oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya (Studi di pasar kahayan Palangka Raya)

    Full text link
    Sebagian besar aktifitas perdagangan tidak akan terlepas dari penggunaan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP), begitupula dengan pasar tradisional modern Kahayan yang merupakan salah satu pasar milik pemerintah kota Palangka Raya. Alat UTTP memiliki manfaat bagi pelaku usaha untuk mengukur berat atau nilai barang yang diperjualbelikan. Alat UTTP harus tepat dan akurat hasil penimbangannya yaitu dengan dilakukan tera dan tera ulang. Namun pelayanan kemetrologian di pasar Kahayan berupa tera ulang, pengawasan maupun penyuluhan kemetrologian belum terlaksana dengan baik sejak diberlakukannya UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang menyebutkan bahwa pelayanan kemetrologian sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah kota Palangka Raya yang sebelumnya adalah wewenang pemerintah kabupaten/kota. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah UPTD Metrologi Legal Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Palangka Raya, serta pedagang pasar sebagai informan. Sedangkan objek penelitian yaitu sistem pelayanan kemetrologian di pasar Kahayan pada bidang tera ulang timbangan. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik pengabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, yaitu mengumpulkan data dan informasi sejenis dari berbagai sumber yang berbeda. Hasil penelitian ini adalah: (1) Sistem pelayanan kemetrologian pada bidang tera ulang timbangan dipasar Kahayan belum berjalan dengan baik sebagaimana yang tercantum dalam UUML, pelayanan yang diberikan hanya tera ulang timbangan setiap satu tahun sekali tanpa adanya penyuluhan ataupun pengawasan kemetrologian. (2) Mekanisme pelayanan tera ulang di pasar Kahayan adalah dengan mengadakan posko sidang tera ulang dan membagikan undangan tera ulang kepada pedagang serta melakukan pemeriksaan, pengujian dan pembubuhan cap tanda tera pada timbangan pedagang. ABSTRACT Most trading activities will not be separated from the use of measuring instruments, measure, weigh and equipment, nor with the traditional market modern Kahayan which is one of the markets owned by the city of Palangka Raya. The measuring instruments, measure, weigh and equipment tools has benefits for businesses to measure the weight or value of the goods being traded. The measuring instruments, measure, weigh and equipment tools must be accurate and precise, the results of the weighing are carried out by tera and repeated tera. However, metrological services at the Kahayan market in the form of re-tera, supervision and counseling of metrology have not been carried out well since the enactment of Law number 23 of 2014 concerning regional governments which state that metrological servise are fully carried out by the city government of Palangka Raya which was previously the authority of the regency/city government. This research uses descriptive qualitative research methods. The subjects of this study were the Legal Metrology regional engineering implementation unit of the Department of Industry and Trade of the city of Palangka Raya, and market traders as informants. While the object of research is the metrological service system at the Kahayan market in the field of scales. Data collection techniques are using observation, interview and documentation techniques. The data validation techniques uses source triangulation technique, which is collecting data and similar information from a variety of different sources. The results of this study are: (1) The metrological service system in the field of scales in the Kahayan market has not been running well as stated in the Legal Metrology Law, the services provided are only repeated scales once a year, without any counseling or monitoring of metrology. (2) The mechanism of re-service in the Kahayan market is by holding a re-session post and distributing the invitations to the merchant as well as checking, testing and affixing the stamp mark on the traders’ scales

    MENINGKATKAN MORAL DALAM INTERAKSI AKADEMIK MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA FILM PADA SISWA KELAS XI IPS 4 SMA N 2 BAE KUDUS TAHUN PELAJARAN 2016/2017

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari merebaknya isu-isu moral dikalangan siswa saat ini. Dalam lingkungan sekolah, masalah yang sering terjadi diantaranya: ketidaksopanan terhadap guru, siswa yang saling meremehkan satu sama lain, perkelahian diantara siswa, seringnya melanggar peraturan sekolah, maupun mencontek yang sudah dianggap biasa. Masalah-masalah tersebut sudah membudaya disekolah, maka dari itu perlu penanganan yang intensif dan secara berkala. Permasalahan yang diteliti : apakah melalui layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkam dalam inteaksi akademik pada siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017. Tujuan penelitian ini adalah 1. Mendeskripsikan kondisi moral dalam interaksi siswa sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok dan Diperoleh peningkatan moral siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017 melalui layanan bimbingan kelompok, 2. Mendeskripsikan peningkatan aktifitas pada Layanan Bimbingan Kelompok dengan Media Film pada siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017. Mengetahui efektifitas Layanan Bimbingan Kelompok dengan Media Film pada siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Bae Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Subjek yang diteliti adalah siswa kelas XI IPS 4, sebanyak 7 siswa yang mempunyai kualitas moral yang cukup rendah. Penelitian dilakukan 2 siklus (siklus I dan siklus II). Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan dan setiap satu pertemuan membahas satu materi dengan alokasi waktu 45 menit. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang berisi penjelasan secara deskriptif. Hasil penelitian pra siklus moral siswa dalam interaksi akademik menunjukkan prosentase 36% dalam kategori rendah (R). Siklus I Pertemuan 1 memperoleh prosentase sebesar 41% dalam kategori rendah (R), siklus I pertemuan 2 memperoleh prosentase 45% dalam kategori rendah (R), siklus I pertemuan 3 memperoleh prosentase 53% dalam kategori cukup (C), sedangkan pada siklus II pertemuan 1 memperoleh prosentase 70% dalam kategori tinggi (T), siklus II pertemuan 2 memperoleh prosentase 79%, dan siklus II pertemuan 3 memperoleh prosentase 85% dalam kategori sangat tinggi (ST). Hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa meningkatkan moral dalam interaksi akademik melalui layanan bimbingan kelompok dengan media film diperoleh dari 7 siswa dari pra siklus ke siklus I dan siklus II memperlihatkan bahwa mengalami peningkatan. Jadi peningkatan moral dalam interaksi akademik melalui layanan bimbingan kelompok dengan media film 36% dari 46% menjadi 78%. Dengan demikian penelitian tindakan bimbingan dan konseling dapat disimpulkan bahwa hipotesis siswa yang menyatakan “meningkatkan moral dalam interaksi akademik melalui layanan bimbingan kelompok dengan media film pada siswa kelas XI IPS 4 SMA Negeri 2 Bae Kudus”, dapat diterima karena telah mencapai indikator keberhasila

    Pengembangan E-modul Berbasis Hots (Higher Order Thinking Skills) Pada Materi Perusahaan Dagang Di Kelas XII MIPA 2 SMA Negeri 8 Pekanbaru

    Full text link
    Development of E-Modules Based on HOTS (Higher Order Thinking Skills) on Material Trading Companies in Class XII MIPA 2 SMA Negeri 8 Pekanbaru ABSTRACT By : Noviani 166810157 The objectives of this study are: (1) To determine the process of developing Emodules based on HOTS (Higher Order Thinking Skills) on Trading Company Materials. (2) To determine the feasibility of HOTS (Higher Order Thinking Skills) - based E-modules on Trading Company Material. The design of this research is research and development. The development model used is a model adapted from Sugiyono, namely (1) Potential and Problems. (2) Gathering Information. (3) Product Design. (4) Design Validation. (5) Design Improvements. (6) Product Testing. (7) Product Revision. (8) Usage Trial. (9) Product Revision. (10) Manufacturing of Mass Products. The results of this study are the availability of teaching materials in the form of Hot-Based E-modules to foster / enhance the ability to think of high-level students who have been valid through the stages of validity and feasibility tested through the testing phase

    FACTORS THAT AFFECT ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM PERFORMANCE AT CONSUMER GOODS COMPANIES IN MEDAN

    Full text link
    The objective of the research was to analyze some factors which influenced the Performance Of Accounting Information System at Consumer Goods Companies in Medan. The Research used associative causal methods. The population was 287 IT Managers Of Consumer Goods In Medan, and all of them were used as the samples, using census sampling technique. The data were gathered by using questionnaires and analyzed by using multiple linear regression analysis with an SEM (Structural Equation Modeling) program. The result of the research showed that the involvement of users in the system development process, personal tecnical ability in information system, organization size, top management support, formalization of information system development, training and education program for users, and users’ satisfaction partially had significant effecton the performance of accounting information system. Simultaneously, the involvement of users in the system development process, personal technical ability in information system, organization size, top management support, formalization of information system development, training and education program for users, and users’ final satisfaction had significant effectthe performance of accounting information system

    Perbandingan Metode Fuzzy Time Series Markov Chain dan Fuzzy Time Series Cheng : Studi kasus rata-rata harga beras

    Full text link
    مستخلص البحث في هذا البحس يبحس عن مقارنة دقة طرق طريقة ضبابي السلاسل الزمنية سلسلة ماركوف وضبابي السلاسل الزمنية تشنغ في متوسط سعر الأرز عند التنبؤ بمستوى تجارة الجملة الإندونيسية بناءً على قيمة متوسط الخطأ النسبة المؤية المطلقة. في هذا البحس، البيانات المستخدمة هي بيانات شهرية عن متوسط السعر الأرز على مستوى التجارة الرئيسية في إندونيسيا بين يناير 2015 وأكتوبر 2019 في شكل روبية / كجم. يتم أخذ البيانات عبر الإنترنت على الموقع الرسمي لوكالة الإحصاء المركزية (BPS). أظهرت النتائج أن طريقة ضبابي السلاسل الزمنية سلسلة ماركوف كانت لها قيمة متوسط الخطأ النسبة المؤية المطلقة بنسبة 0.52 ٪ مما يعني أن معدل الدقة يصل إلى 99.48٪ من البيانات الفعلية. من البيانات الفعلية. في حين أن ضبابي السلاسل الزمنية تشنغ كانت لها قيمة متوسط الخطأ النسبة المؤية المطلقة بنسبة 0.69 ٪ ، مما يعني أن معدل الدقة يصل إلى 99.31٪ من البيانات الفعلية. استنادًا إلى اختبار الدقة باستخدام متوسط الخطأ النسبة المؤية المطلقة ، يمكن استنتاج أن طريقة ضبابي السلاسل الزمنية سلسلة ماركوف هي أفضل طريقة من طريقة وضبابي السلاسل الزمنية تشنغ للتنبؤ متوسط سعر الأرز عند التنبؤ بمستوى تجارة الجملة الإندونيسية لأنه يحتوي على قيمة دقة تنبؤات متوسط الخطأ النسبة المؤية المطلقة أصغر. لذلك بالنسبة للتوقعات الشهر المقبل باستخدام طريقة ضبابي السلاسل الزمنية سلسلة ماركوف. ABSTRACT This research discusses the comparison of the level of accuracy of the Fuzzy Time Series Markov Chain and Fuzzy Time Series Cheng methods in the average rice price at the Indonesian wholesale trade level forecasting based on the MAPE value. This research used monthly data of the average price of rice at the Indonesian wholesale trade level (company) from January 2015 to October 2019 with units of Rp / Kg. The data is taken online on the official website of the central statistics agency (bps). The results showed that the Fuzzy Time Series Markov Chain method has a MAPE value of 0.52%, which means that the accuracy rate reaches 99.48% of the actual data. Meanwhile, Fuzzy Time Series Cheng has a MAPE value of 0.69%, which means that the accuracy rate reaches 99.31% of the actual data. Based on the accuracy-test using MAPE, it can be concluded that the Fuzzy Time Series Markov Chain method is a better method than the Fuzzy Time Series Cheng method in the average rice price forecasting because it has a smaller MAPE forecast accuracy value. So that for the next month forecasting using the Fuzzy Time Series Markov Chain method. ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang perbandingan tingkat akurasi metode Fuzzy Time Series Markov Chain dan Fuzzy Time Series Cheng dalam peramalan rata-rata harga beras di tingkat perdagangan besar Indonesia berdasarkan nilai MAPE. Penelitian ini menggunakan data bulanan rata-rata harga beras di tingkat perdagangan besar (grosir) Indonesia (perusahaan) dari Januari 2015 sampai Oktober 2019 dengan satuan Rp/Kg. Data tersebut diambil secara online di situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Fuzzy Time Series Markov Chain memiliki nilai MAPE sebesar 0,52% yang berarti tingkat akurasi mencapai 99,48% dari data aktual. Sedangkan Fuzzy Time Series Cheng memiliki nilai MAPE sebesar 0,69% yang berarti tingkat akurasi mencapai 99,31% dari data aktual. Berdasarkan uji akurasi menggunakan MAPE dapat disimpulkan bahwa metode Fuzzy Time Series Markov Chain merupakan metode yang lebih baik dibandingkan dengan metode Fuzzy Time Series Cheng dalam meramalkan rata-rata harga beras karena memiliki nilai akurasi ramalan MAPE yang lebih kecil. Sehingga untuk peramalan bulan berikutnya menggunakan metode Fuzzy Time Series Markov Chain

    Tahlilu Qamus Allhughatu Malayuwiyah-'Arabiyyah Li Abd Rauf Datu' Hajj Hassan (Dirasah fii 'ilmi Ma'ajim)

    Full text link
    "Noviani, 2023. Tahlilu Qamus Al-Lughatu Malayuwiyah-‘Arabiyyah Li ‘Abd Rauf Dato’ Hajj Hassan (dirasah fii ilmi ma’ajim) Kamus atau disebut juga dengan mu’jam memiliki peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Saat ini telah banyak kamus yang diciptakan. Agar menghasilkan kamus yang baik, Dalam penulisan kamus ada aturan atau kriteria yang digunakan, aturan tersebut diketahui melalui ilmu perkamusan atau leksikografi. Pada perkembangan dunia perkamusan arab diketahui bahwa kamus bahasa melayu-bahasa arab karya Abd Rauf Hajj Hassan merupakan salah satu kamus yang menjadi referensi dalam pembelajaran bahasa arab di Malaysia, maka perlu diadakannya penelitian mengenai sistem penulisan kamus bahasa melayu-bahasa arab karya Abd Rauf Hajj Hassan dari perspektif ilmu perkamusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana aturan sistem penulisan kamus, kelengkapan kamus dan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan kamus. pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu menjelaskan keterkaitan antara kriteria kamus dan penulisan kamus bahasa melayu-bahasa arab karya Abd Rauf Hajj Hassan ini. metode pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa kamus bahasa melayu-bahasa arab karya Abd Rauf Hajj Hassan ini disajikan berdasarkan sistem alfabetis dan alfabai ‘am sesuai dengan urutan huruf hijaiyyah. Pencarian kosakata dalam kamus ini dengan mencari kata dasar pada suatu kata. Kamus ini dilengkapi dengan 124 gambar di juz bahasa melayu-arab dan 73 gambar di juz bahasa arab-melayu yang membantu pengguna kamus dalam memahami kata. Kamus ini juga dilengkapi dengan 5000 ayat contoh dalam konteks penggunaan kata yang benar. Dilihat dari penggunaan bahasanya kamus ini termasuk kamus dua bahasa dan bisa disebut juga kamus terjemah, kamus ini tergolong kamus ringkas yang mencakup lebih dari 20.000 kata. Tetapi dalam penyajiannya kamus ini tidak memberikan label pada setiap bab nya jadi para pengguna kamus sedikit kesulitan untuk mencari kosakata. Walaupun demikian kamus bahasa melayu-bahasa arab karya Abd Rauf Hajj Hassan bisa dikatakan memenuhi kriteria penulisan kamus berdasarkan leksikografi hal ini dikarenakan kamus bahasa melayu-bahasa arab karya Abd Rauf Hajj Hassan secara umum sudah memenuhi unsur-unsur yang harus dimiliki oleh sebuah kamus. Dengan demikian penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumbangan bagi perkembangan ilmu terutama didalam ilmu perkamusan, sehingga dapat mempermudah bagi pengguna kamus dalam mempelajari bahasa arab.

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore