3 research outputs found

    Struktur Gerak Tari Glipang Rodat di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Anggraeni, Novia, Tri, 2017. Struktur Gerak Tari Glipang Rodat di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn (II) Kelik Desta Rahmanto, S.Sn, M.Pd   Kata Kunci : Struktur Gerak, Tari Glipang Rodat, Kabupaten Lumajang   Tari Glipang Rodat merupakan salah satu tarian khas Kabupaten Lumajang. Keunikan gerak pada tari Glipang Rodat yaitu menggunakan gerak pencak silat dan tidak terdapat gerak menggoyang pinggul karena pada tarian ini disesuaikan dengan musik iringan islami. Tari Glipang Rodat dibawakan oleh penari perempuan. Pemahaman masyarakat umum khususnya masyarakat Lumajang terhadap Tari Glipang Rodat masih kurang. Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperlukan pembahasan mengenai struktur gerak tari Glipang Rodat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan struktur gerak tari Glipang Rodat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menjelaskan bahwa struktur gerak tari Glipang rodat terdiri dari unsur gerak, motif gerak, frase gerak, kalimat gerak dan paragraf gerak. Unsur gerak terdiri dari unsur gerak kepala, tangan, badan, dan kaki. Unsur gerak kepala terdiri dari sikap tegak, toleh kiri, toleh kanan, dan toleh pojok. Unsur gerak tangan terdiri dari unsur gerak, yaitu hormat, tumpang tarik, tunjuk malangkerik, malangkerik, tunjuk siku, tunjuk ngadeg, tarik nggegem, nggegem ngarep mburi, tumpang nggegem, dorong nggegem, nggegem siku, tunjuk depan, dan nggenggem kanan kiri. Unsur gerak badan terdiri dari mapan ngadeg, tegak mojok, miring ngarep, miring mburi, dan puter kanan. Unsur gerak kaki yang terdiri dari 10 (sepuluh), yaitu mapan, junjung, napak, doyong ngarep, gejug gajul pojok, gejug gajul depan, gejug belakang, mendak silang, jalan pojok, buka’an. Motif gerak yang terdapat dalam tari Glipang Rodat dibedakan menjadi dua, yaitu motif gerak statis dan motif gerak dinamis. Motif gerak statis terdiri dari gerak penghormatan, junjungan, malangkerik mojok, tunjuk tarik depan, nggegeman, junjung mburi, tunjuk depan siku, dorong atas, hormat pojok, dan ukelan. Motif gerak dinamis terdiri dari gerak tarik hormat, tunjuk tarik nggegem, tunjuk belakang, puter junjungan, puter junjung nggegem, sikutan kanan, sikutan kiri, tarikan kanan, dan tarikan kiri. Ragam gerak dalam tari Glipang Rodat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu ragam gerak inti dan ragam gerak penghubung. Paragraf gerak tari Glipang Rodat terdiri dari bagian pembuka, inti, dan penutup. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar masyarakat Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang memunculkan rasa cinta terhadap kesenian khas Kabupaten Lumajang dan mengenal serta bangga dengan keberadaan tari Glipang Rodat sebagai seni tradisi yang wajib untuk dilestarika

    Struktur Gerak Tari Glipang Rodat di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang

    No full text
    ABSTRAK   Anggraeni, Novia Tri, 2017. Struktur Gerak Tari Glipang Rodat di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn (II) Kelik Desta Rahmanto, S.Sn, M.Pd   Kata Kunci : Struktur Gerak, Tari Glipang Rodat, Kabupaten Lumajang   Tari Glipang Rodat merupakan salah satu tarian khas Kabupaten Lumajang. Keunikan gerak pada tari Glipang Rodat yaitu menggunakan gerak pencak silat dan tidak terdapat gerak menggoyang pinggul karena pada tarian ini disesuaikan dengan musik iringan islami. Tari Glipang Rodat dibawakan oleh penari perempuan. Pemahaman masyarakat umum khususnya masyarakat Lumajang terhadap Tari Glipang Rodat masih kurang. Berdasarkan latar belakang di atas, maka diperlukan pembahasan mengenai struktur gerak tari Glipang Rodat. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mendeskripsikan struktur gerak tari Glipang Rodat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menjelaskan bahwa struktur gerak tari Glipang rodat terdiri dari unsur gerak, motif gerak, frase gerak, kalimat gerak dan paragraf gerak. Unsur gerak terdiri dari unsur gerak kepala, tangan, badan, dan kaki. Unsur gerak kepala terdiri dari sikap tegak, toleh kiri, toleh kanan, dan toleh pojok. Unsur gerak tangan terdiri dari unsur gerak, yaitu hormat, tumpang tarik, tunjuk malangkerik, malangkerik, tunjuk siku, tunjuk ngadeg, tarik nggegem, nggegem ngarep mburi, tumpang nggegem, dorong nggegem, nggegem siku, tunjuk depan, dan nggenggem kanan kiri. Unsur gerak badan terdiri dari mapan ngadeg, tegak mojok, miring ngarep, miring mburi, dan puter kanan. Unsur gerak kaki yang terdiri dari 10 (sepuluh), yaitu mapan, junjung, napak, doyong ngarep, gejug gajul pojok, gejug gajul depan, gejug belakang, mendak silang, jalan pojok, buka’an. Motif gerak yang terdapat dalam tari Glipang Rodat dibedakan menjadi dua, yaitu motif gerak statis dan motif gerak dinamis. Motif gerak statis terdiri dari gerak penghormatan, junjungan, malangkerik mojok, tunjuk tarik depan, nggegeman, junjung mburi, tunjuk depan siku, dorong atas, hormat pojok, dan ukelan. Motif gerak dinamis terdiri dari gerak tarik hormat, tunjuk tarik nggegem, tunjuk belakang, puter junjungan, puter junjung nggegem, sikutan kanan, sikutan kiri, tarikan kanan, dan tarikan kiri. Ragam gerak dalam tari Glipang Rodat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu ragam gerak inti dan ragam gerak penghubung. Paragraf gerak tari Glipang Rodat terdiri dari bagian pembuka, inti, dan penutup. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar masyarakat Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang memunculkan rasa cinta terhadap kesenian khas Kabupaten Lumajang dan mengenal serta bangga dengan keberadaan tari Glipang Rodat sebagai seni tradisi yang wajib untuk dilestarikan

    Penerimaan konsumen dan nilai gizi cendol ikan lele (Clarias batrachus) dengan penambahan serbuk kopi

    No full text
    Cendol is one of the popular drinks in Indonesia which is made from flour with incomplete nutritional content, so it is necessary to modify the formulation of cendol by adding catfish meat and coffee powder to complement the nutritional value of cendol products. The purpose of this study was to determine the effect of adding coffee grounds to consumer acceptance and the nutritional value of catfish cendol products. This study used a completely randomized design (CRD), with 4 additional treatments of coffee powder 0 g, 2 g, 4 g, and 6 g. The results showed that the addition of coffee powder had an effect on the hedonic yield of catfish cendol. The best cendol according to consumer acceptance is based on the results of hedonic code K2 with the addition of 4 g of coffee powder with water content of 65.34%, ash content of 0.48%, fat content of 0.52%, protein content of 11.13%, and carbohydrates 23, 53%
    corecore