8 research outputs found

    Analisis Laju dan Kandungan Nutrien pada Sedimen di Instalasi Transplantasi Karang Metode Vertikal Pulau Samalona Kota Makassar

    No full text
    Samalona Island is a small island that administratively belongs to the inner zone of the Spermonde Islands region with low live coral cover. One effort to improve coral conditions is to carry out vertical transplantation, but hydro-oceanographic conditions are thought to be an inhibiting factor, including sediment. The research carried out aims to determine the suitability of oceanographic parameters, estimate sediment rates, and determine the phosphate and nitrate in sediments. The research method used a field experiment method by taking water and sediment samples and installing sediment traps for 15 days. The parameters measured in situ are temperature, pH, current speed, salinity, and dissolved oxygen, while the ex-situ test is the dry weight of sediment, TSS, nitrate, and phosphate concentrations. Data analysis uses descriptive statistics and is categorized according to the evaluation instrument used. The research results show that the values for temperature, pH, current speed, salinity, and dissolved oxygen meet the standard criteria for coral-based on PP 21/2022. The sediment rate during the research period was 0,003 – 0,015 gr/cm2/day, so it was categorized as having the potential damage to corals with a mild to severe impact level. The nitrate concentration in sediment ranges from 0,19 – 0,25 ppm while phosphate ranges from 0,35 – 0,72 ppm, so it can be said to be waters with a medium trophic level (mesotrophic). The current speeds and sediment rates potentially accelerate nutrient concentrations and cause sediment resuspension, thereby closing coral polyps, especially on corals closest to the substrate where vertical coral transplant installations are installed.Pulau Samalona merupakan pulau kecil yang secara administrasi termasuk inner zone wilayah Kepulauan Spermonde dengan kondisi tutupan karang hidup rendah. Salah satu upaya memperbaiki kondisi karang yaitu dengan melakukan transplantasi metode vertikal namun kondisi hidrooseanografi diduga menjadi faktor penghambat termasuk kondisi sedimen. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui kesesuaian parameter oseanografi dengan baku mutu, mengestimasi laju sedimen, dan mengetahui kandungan nutrien pada sedimen (fosfat, nitrat). Metode penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pengambilan sampel air dan sedimen serta pemasangan sediment trap selama 15 hari dengan pengambilan setiap 5 hari. Parameter yang diukur secara in situ yaitu suhu, pH, kecepatan arus, salinitas, dan oksigen terlarut sedangkan pengujian eksitu untuk mengetahui berat kering sedimen, konsentrasi TSS, nitrat,  dan fosfat. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan dikategorisasi sesuai instrumen evaluasi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan nilai suhu, pH, kecepatan arus, salinitas, dan oksigen terlarut memenuhi kriteria baku mutu air laut untuk biota karang berdasarkan PP 21/2022. Laju sedimen selama periode penelitian yaitu 0,003 – 0,015 gr/cm2/hari sehingga dikategorikan berpotensi menyebabkan kerusakan pada karang dengan tingkat dampak ringan hingga berat. Konsentrasi nutrien nitrat pada sedimen berkisar 0,19 – 0,25 ppm sedangkan fosfat berkisar 0,35 – 0,72 ppm sehingga dapat dinyatakan termasuk perairan dengan tingkat kesuburan sedang (mesotrofik). Kecepatan arus yang cukup kuat dan laju sedimen dengan tingkatan dampak ringan hingga berat dapat mengakselerasi konsentrasi nutrien dan menyebabkan resuspensi sedimen sehingga menutup polip karang utamanya pada karang terdekat dengan substrat yang terpasang instalasi transplantasi karang metode vertikal

    Analisis Kondisi Oseanografi dan Tutupan Karang di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar

    No full text
    Keberadaan ekosistem karang sangat bergantung terhadap kondisi oseanografi suatu perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi hidrooseanografi dan tutupan karang di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi yang termasuk di wilayah Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan penelitian survei dengan melakukan pengambilan data oseanografi secara insitu (kecerahan, arus, gelombang, suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut) dan eksitu (TSS, Nitrat, Fosfat) sedangkan pengamatan kondisi tutupan karang diamati dengan metode Underwater Photo Transect. Analisis data oseanografi dilakukan dengan membandingkan hasil pengamatan dengan baku mutu (Lampiran VIII PP 21/2022) sedangkan data tutupan karang dianalisis untuk menentukan kondisi tutupan karang hidup. Hasil analisis menunjukkan kondisi oseanografi di Pulau Barrang Lompo dan Pulau Barrang Caddi sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota karang. Kondisi tutupan karang hidup di Pulau Barrang Lompo berkisar 37,87% - 66,13% termasuk kategori Sedang hingga Baik sedangkan di Pulau Barrang Caddi berkisar 11,07% - 32,47% termasuk kategori Rusak hingga Sedang. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa parameter oseanografi yang berkaitan erat dengan kondisi tutupan karang yaitu fosfat dan kecepatan arus

    Identifikasi spesies mangrove menggunakan perangkat Unmanned Aerical Vehicle (UAV) di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung

    No full text
    Ekosistem magrove berperan penting menjaga kestabilan ekologi wilayah pesisir. Selain fungsi ekologi, ekosistem mangrove juga berkontribusi terhadap kegiatan ekonomi utamanya bagi masyarakat nelayan. Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung merupakan satu-satunya lokasi green belt di pesisir Kota Makassar sehingga pembaharuan informasi terkait kondisi mangrove di kawasan perlu senantiasa dipantau. Keberadaan teknologi Unmanned Aerical Vehicle (UAV) atau lebih dikenal drone memudahkan kegiatan pemantauan kondisi lingkungan suatu kawasan dari udara. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengidentifikasi spesies mangrove beserta luasannya masing-masing yang terdapat di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan menggunakan teknologi UAV yang digerakkan secara melintang mengikuti pola bentangan mangrove. Berdasarkan citra UAV diperoleh 2 spesies mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Lantebung diantaranya Rhizophora sp dan Avicennia sp dengan luasan masing-masing Rhizophora sp (5,156 Ha), Avicennia sp (11,728 Ha) dan total luasan tutupan kanopi mangrove adalah 16, 884 Ha

    Prevalensi penyakit pada karang di kawasan transplantasi coral tree nursery, Pulau Barrang Lompo

    No full text
    Upaya pelestarian karang perlu dilakukan secara berkelanjutan termasuk dalam penyediaan bibit karang menggunakan berbagai metode salah satunya coral tree nursery (CTN). Untuk memperoleh bibit karang berkualitas maka perlu dilakukan pemantauan utamanya terhadap prevalensi penyakit serta gangguan yang berpotensi timbul. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gangguan hama dan jenis penyakit yang terdapat pada fragmen karang di media coral tree nursery. Metode penelitian menggunakan eksperimen lapangan dengan menempatkan 3 modul coral tree nursery yang dipasangi fragmen di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Pengamatan menggunakan kamera macro-underwater camera selama 1 bulan dan disertai pengukuran parameter oseanografi. Hasil pengamatan kemudian dianalisis secara deskriptif. Data parameter oseanografi menunjukkan kondisi yang sesuai untuk biota karang yaitu pH 8,01, suhu 30oC, salinitas 27,67 ppt, arus 0,07 m/s, kecerahan 100%, dan kedalaman 7 m. Spesies karang yang teramati yaitu Acropora cervicornis, Monitipora digitata, Pocilopora demicornis, Porites compressa, dan Echinopora horrida. Gangguan hama yang peneliti identifikasi yaitu alga, sponge, teritip, bekas gigitan ikan, bleaching, kerang, dan cacing kipas (Sabellidae). Jenis penyakit yang peneliti temukan yaitu White Band Disease (WBD) pada karang jenis Acropora cervicornis dengan frekuensi 6 koloni. Keberadaan hama dan penyakit pada fragmen karang yang dibudidayakan perlu memperoleh perhatian sebab secara jangka panjang akan berdampak pada tingkat kelulusan hidup dan pertumbuhan karang

    PELATIHAN PEMBUATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) SEBAGAI LAMPU PENERANGAN JALAN

    No full text
    Indonesia memiliki potensi pengembangan energi surya. Hal ini dapat kita amati dari letak Indonesia berada pada garis khatulistiwa. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan teknologi pembangkit listrik dengan sistem mengubah energi surya menjadi energi listrik. PLTS sangat cocok dikembangkan di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Tim pengabdian masyarakat Teknik Mesin Universitas Panca Marga Probolinggo (UPM Probolinggo) berupaya memberikan solusi melalui pelatihan pembuatan lampu sebagai penerangan jalan dengan memanfaatkan energi surya. Obyek sasaran adalah mahasiswa. Hal ini dikarenakan mahasiswa adalah agen perubahan. Mahasiswa mempunyai tugas dan kewajiban untuk mengabdi kepada masyarakat setelah lulus dari perguruan tinggi. Pelatihan dilaksanakan di kampus UPM Probolinggo. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberi pengetahuan, manfaat dan cara membuat PLTS. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam upaya pengurangan konsumsi energi fosil di Indonesia. Manfaat dari kegiatan tersebut adalah menambah wawasan dan cara pembuatan serta perbaikan PLTS. Tahapan acara terdiri dari tahap persiapan, pembuatan dan pengujian produk. Produk yang dihasilkan berupa lampu penerangan jalan dengan memanfaatkan energi matahari yang dapat digunakan pada daerah yang belum teraliri listrik.Indonesia memiliki potensi pengembangan energi surya. Hal ini dapat kita amati dari letak Indonesia berada pada garis khatulistiwa. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan teknologi pembangkit listrik dengan sistem mengubah energi surya menjadi energi listrik. PLTS sangat cocok dikembangkan di Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Tim pengabdian masyarakat Teknik Mesin Universitas Panca Marga Probolinggo (UPM Probolinggo) berupaya memberikan solusi melalui pelatihan pembuatan lampu sebagai penerangan jalan dengan memanfaatkan energi surya. Obyek sasaran adalah mahasiswa. Hal ini dikarenakan mahasiswa adalah agen perubahan. Mahasiswa mempunyai tugas dan kewajiban untuk mengabdi kepada masyarakat setelah lulus dari perguruan tinggi. Pelatihan dilaksanakan di kampus UPM Probolinggo. Tujuan kegiatan pengabdian adalah memberi pengetahuan, manfaat dan cara membuat PLTS. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam upaya pengurangan konsumsi energi fosil di Indonesia. Manfaat dari kegiatan tersebut adalah menambah wawasan dan cara pembuatan serta perbaikan PLTS. Tahapan acara terdiri dari tahap persiapan, pembuatan dan pengujian produk. Produk yang dihasilkan berupa lampu penerangan jalan dengan memanfaatkan energi matahari yang dapat digunakan pada daerah yang belum teraliri listrik

    Implementation and analysis of temperature and gas sensor datalogger in multi-stage condenser pyrolysis

    No full text
    The development of alternative energy sources is crucial for addressing contemporary energy and environmental challenges. This study presents the implementation and analysis of a temperature and gas sensor datalogger within a multi-stage condenser pyrolysis system, designed to assess the potential of pyrolytic liquid smoke derived from Cerbera odollam (bintaro) fruit waste. The datalogger system was developed to continuously capture and retain data on temperature, air humidity, and non-condensable gases throughout the pyrolysis process. The experimental research focused on evaluating the impact of varying reactor temperatures (250 °C, 300 °C, and 350 °C) and cooling fluid flow rates on the performance of the condenser and the production of bio-oil. Results indicated that reactor temperature significantly affects bio-oil yield, with the highest output of 190 mL obtained at 350 °C. Additionally, the temperature of the smoke entering each condenser and the cooling water’s temperature were found to influence the composition of the condensates produced by each stage. This study highlights the importance of integrating sensor technologies to optimize pyrolysis conditions, thereby enhancing the efficiency of energy production from bintaro fruit waste

    Pengenalan PLTS Kepada Pelajar Untuk Menumbuhkan Minat Terhadap Pengembangan Energi Terbarukan

    No full text
    Technological developments and increasing population have created various problems, one of which is the energy sector. Indonesia has considerable potential to develop and exploit the potential of sunlight which can be converted into electrical energy. However, these efforts cannot run well if human resources (HR) do not understand the working system of solar power plants (PLTS). Therefore, efforts are needed to introduce and explore the potential of existing human resources. The target object of community service activities is carried out to junior high school students. PLTS is an interesting technology to convey to teenagers. Besides being able to arouse curiosity about PLTS, teenagers can also provide innovations in PLTS technology. Participants were enthusiastic when participating in the event and understood various types of renewable energy and renewable energy sources and understood the working system of solar panels

    PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI BAWANG MERAH GORENG DENGAN APPROPRIATE TECHNOLOGY DI KABUPATEN PROBOLINGGO

    No full text
    Bawang merah dari Desa Brumbungan Lor, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dikenal memiliki kualitas unggul dengan aroma dan rasa yang khas, menjadikannya bahan penting dalam masakan tradisional Indonesia. Kualitas bawang merah dari daerah ini didukung oleh teknik budidaya tradisional yang menjaga ukuran, warna, dan ketahanan penyimpanan yang baik. Karena keistimewaannya, bawang merah dari Brumbungan Lor memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi identitas lokal yang diakui.Untuk meningkatkan kualitas produk bawang merah goreng, terutama dalam hal mengurangi kadar minyak yang berlebih, telah dikembangkan alat peniris minyak. Alat ini bekerja dengan prinsip gaya sentrifugal, di mana bawang merah goreng ditempatkan dalam keranjang yang berputar dengan kecepatan tinggi, sehingga minyak dipisahkan dari produk secara efektif. Penggunaan alat ini menghasilkan bawang merah goreng yang lebih renyah, sehat, dan tahan lama, serta mengurangi limbah minyak yang tidak diinginkan. Pengujian alat peniris minyak menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas produk dan efisiensi produksi, menjadikannya sangat cocok untuk diadopsi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi makanan gorengan. Alat ini tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga memastikan bahwa produk akhir lebih berkualitas, memenuhi standar kesehatan, dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar
    corecore