1,720,994 research outputs found
PENERAPAN PROGRAM MUHADATSAH YAUMIYYAH DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM BERBICARA BAHASA ARAB SISWA KELAS VIII DI SMP MUHAMMADIYAH 1 TELUK KUANTAN TAHUN PELAJARAN 2021/2022
ABSTRAK
Risti Nofalia,(2022) : “Penerapan Program Muhadatsah Yaumiyyah dalam
meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara Bahasa arab siswa kelas VIII
di SMP Muhammadiyah 1 Teluk Kuantan tahun pelajaran 2021/2022”.
Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan Penerapan Program
Muhadatsah Yaumiyyah dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara
Bahasa arab siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1 Teluk Kuantan tahun
pelajaran 2021/2022. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui proses penerapan
muhadatsah yaumiyyah dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara
Bahasa arab,untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi siswa dalam berbicara
Bahasa arab,dan faktor-faktor pendukung muhadatsah yaumiyyah dalam
meningkatkan keaktifan berbicara Bahasa arab siswa di SMP Muhammadiyah 1
Teluk Kuantan tahun pelajaran 2021/2022. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Data diperoleh dari
observasi,wawancara dan juga dokumentasi. Data-data yang diperoleh tersebut
dianalisis melalui reduksi data dan verifikasi data.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Program Muhadatsah
Yaumiyyah dalam meningkatkan keaktifan siswa dalam berbicara Bahasa arab
siswa kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1 Teluk Kuantan dimulai dengan kegiatan
sederhana,yaitu dengan melakukan percakapan sederhana seperti sapaan-sapaan
singkat atau mengemukakan ungkapan-ungkapan dasar yang melibatkan siswa
secara langsung. Dan juga dimulai dengan tanya jawab antara guru dengan siswa
menggunakan Bahasa arab sederhana yang sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi siswa dalam berbicara
Bahasa arab yaitu persediaan persediaan mufradat siswa yang masih relative
kurang,kebanyakan dari mereka belum terbiasa dalam berbicara Bahasa arab karena
lingkungan yang kurang mendukung,dan mereka kesulitan dalam Menyusun
kalimat-kalimat berbahasa arab. Adapun yang menjadi faktor pendukung
muhadatsah ini dapat meningkatkan keaktifan siswa berbicara Bahasa arab adalah
faktor penguasaan ucapan,kosa kata,struktur kalimat(tata Bahasa) dan yang terakhir
adalah lingkungan Bahasa. Dengan menguasai poin poin tersebut maka siswa akan
terbiasa bercakap-cakap dengan Bahasa arab yang fasih dan dapat dapat
membentuk pendapat yang benar dan menerangkannya dengan perkataan yang
terang dan tidak ragu-ragu sesuai dengan kaidah semestinya.
Kata Kunci : Penerapan,Muhadatsah Yaumiyyah,Kemampuan Berbicar
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Perceraian di Luar Pengadilan pada masyarakat Desa Simpang Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut
Putri Nofalia. Perceraian di Luar Pengadilan pada Masyarakat Desa Simpang Kecamatan Ciblong Kabupaten Garut.
Perceraian menurut pasal 117 KHI dilaksanakan di Pengadilan Agama dan pasal 39 UU No 1 1974 menyatakan bahwa perceraian hanya dapat diselesaikan di depan sidang pengadilan jika pengadilan yang bersangkutan telah berusaha dan gagal mendamaikan para pihak. Namun, Masyarakat Desa Simpang kecamatan Cibalong Garut dari tahun 2020-2022 terdapat beberapa pasangan bercerai di luar pengadilan Agama sehingga bertentangan dengan undang-undang dan tidak mendapatkan hak-hak pasca perceraian.
Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui bagaimana proses perceraian di luar pengadilan yang di lakukan oleh Masyarakat desa Simpang, akibat hukum yang di dapatkan setelah melakukan perceraian di luar Pengadilan serta faktor yang melatarbelakangi dan upaya pemerintah setempat dalam mengurangi perceraian di luar pengadilan yang di lakukan Masyarakat di Simpang Garut.
Kerangka pemikiran perceraian di luar pengadilan yaitu maslahat yang digunakan untuk menggambarkan penegakan tujuan syara, khususnya agama jiwa dan akal. Maslahat dikatakan mencari manfaat dan menolak bahaya untuk mencapai tujuan Syariah, Esensi dari maslahat sendiri adalah terciptanya kesenangan dan kebaikan dalam kehidupan manusia dan terhindar dari kemaslahatan
Metode penelitiannya adalah deskriptif analisis dengan pendekatan penelitian yuridis empiris dengan menggambarkan obyek fenomena yang terjadi. Lalu dihimpun dengan penulisan data dan fakta yang terungkap dilapangan tanpa mengubahnya untuk memberikan kejelasan mengenai apa yang disajikan dalam sebuah laporan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara.
Hasil penelitian dalam proses perceraian di luar pengadilan di desa simpang cibalong yaitu akan ada tahap pemberian nasihat kepada pasangan untuk mempertimbangkan kembali keputusannya, kemudian apabila tetap ingin bercerai maka perceraian akan dilakukan dengan cara suami mengucapkan talak secara lisan disaksikan oleh keluarga atau ustadz yang menghadiri pertemuan tersebut. Faktor yang melatarbelakangi masyarakat melakukan percerian di luar pengadilan adalah tidak memiliki biaya, proses perceraian di luar pengadilan lebih cepat, jarak tempuh yang jauh, kurangnya kesadaran hukum dan faktor sosial kebiasaan masyarakat dan upaya pemerintah setempat untuk mengurangi angka percerain di luar pengadilan agama yaitu dengan mengadakan penyuluhan dari pihak KUA, peran lembaga adat dan kesadaran dari masyarakat sendiri. Akibat hukum dari perceraian diluar pengadilan dirasakan oleh beberapa pihak diantaranya tidak adanya nafkah iddah, nafkah mut’ah, nafkah anak dan untuk melanjutkan pernikahan selanjutnya yang sulit karena tidak ada akta cerai dari pengadilan
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
