4 research outputs found

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA MANAJERIAL DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisisapakah partisipasi anggaran berpengaruh terhadap Kinerja manajerial. Untuk mengetahui dan menganalisisapakah kejelasan sasaran anggaran berpengaruh terhadap Kinerja manajerial. Untuk mengetahui dan menganalisisapakah budaya organisasi memoderasi pengaruh partisipasi anggaran terhadap Kinerja manajerial. Untuk mengetahui dan menganalisisapakah budaya organisasi memoderasi pengaruh kejelasan sasaran anggaran terhadap Kinerja manajerial. Pendekatan penelitian menggunakan asosiatif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan menggunakan software SmartPLS.3 yang dijalankan dengan media komputer. Pada penelitian ini instrument penelitian yang digunakan adalah angket/kuesioner. Skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Skala ordinal yang berupa Skala Likert. Adapun sampel penelitian ini adalah keseluruhan populasi yang berjumlah 35 karyawan di PT. KIM. Berdasarkan hasil penelitian partisipasi anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Kejelasan sasaran anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Budaya organisasi dapat memoderasi pengaruh partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial. Budaya organisasi dapat memoderasi pengaruh Kejelasan sasaran anggaran terhadap kinerja manajerial Kata Kunci :The purpose of this study is to determine and analyze whether budget participation has an effect on managerial performance. To find out and analyze whether the clarity of budget targets has an effect on managerial performance. To find out and analyze whether organizational culture moderates the effect of budget participation on managerial performance. To find out and analyze whether organizational culture moderates the effect of budget target clarity on managerial performance.The research approach uses quantitative associative. This research uses data analysis method using SmartPLS.3 software which is run with computer media. In this study, the research instrument used was a questionnaire/questionnaire. The variable measurement scale used in this study is to use an ordinal scale in the form of a Likert scale. The sample of this study is the entire population of 35 employees at PT. KIM. Based on the results of the research, budget participation has a significant positive effect on managerial performance. Budget target class has a significant positive effect on managerial performance. Organizational culture can moderate the effect of budgetary participation on managerial performance. Organizational culture can moderate the influence of the budget target class on managerial performanc

    Implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) Berbasis Akrual dalam Meningkatkan Kinerja Pengelolaan Keuangan Daerah

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) berbasis akrual di pemerintah daerah serta dampaknya terhadap kinerja pengelolaan keuangan daerah. Penerapan SAP berbasis akrual merupakan mandat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dan menjadi bagian dari reformasi tata kelola keuangan publik untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas laporan keuangan pemerintah. Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap 42 artikel ilmiah dan dokumen kebijakan, kemudian diseleksi menjadi 16 artikel relevan yang dipublikasikan pada periode 2020–2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi SAP berbasis akrual dipengaruhi oleh empat faktor utama: komunikasi kebijakan, kompetensi sumber daya manusia, sistem informasi akuntansi, dan komitmen organisasi. Tiga kendala utama yang ditemukan adalah rendahnya kompetensi aparatur dalam memahami akuntansi akrual, keterbatasan sistem informasi dan infrastruktur teknologi, serta resistensi terhadap perubahan. Meskipun demikian, SAP berbasis akrual terbukti memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas laporan keuangan, opini audit BPK (khususnya opini Wajar Tanpa Pengecualian), serta perencanaan dan pengawasan aset daerah

    Sosialisasi Manajemen Keuangan Untuk Menghadapi Financial Technology Pada Guru SMP BAKTI II

    No full text
    Kegiatan PKM ini dilaksanakan sebagai tugas Tri Darma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat yang sekaligus merupakan bagian dari tugas pelaksanaan dosen. Kegiatan PKM ini dilaksanakan untuk membantu para guru dalam memanajemen keuangan agar lebih tertata dalam mengatur keuangan pribadi maupun keuangan sekolah. Banyak temuan yang diperoleh pada sekolah smp bakti II sehingga tim PKM tertarik melakukan pengabdian disekolah ini. Banyaknya laporan keuangan yang tidak teratur sehingga membuat pembaca atau pihak luar yang perlu mengetahui tentang keuangan sekolah tidak dapat memperoleh dengan jelas. Maka tujuan diadakannya PKM ini untuk memberikan penyuluhan kepada pihak sekolah dan para guru untuk manajemen keuangan dalam menghadapi financial techlogy guru Smp Bakti II. Permasalahan yang sering terjadi dimana para guru kurang memahami cara menyusun laporan keuangan dengan mengkelompokkan akun-akunnya sesuai dengan pencatatan akuntansinya. Sehingga laporan keuangan belum tersusun sesuai standar yang ada. Maka disini dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan manfaat kedepannya untuk manajemen keuangan sekolah. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan metode ceramah dan metode diskusi kepada para guru dan pihak sekolah. Hasil yang telah dilakukan dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diantaranya adalah memberikan pemahaman mengenai pengelolahan dan inovasi dalam pembuatan makanan olahan berbahan dasar tahu yang nanti bisa diaplikasikan sebagai makanan olahan untuk sehari-hari yang bisa dikonsumsi sendiri maupun di pasarkan. &nbsp

    Early Financial Literacy Education: Savings and Personal Financial Planning Training for Students of Hang Tuah 2 Private Junior High School Medan

    No full text
    This community service activity aims to improve financial literacy among junior high school students through training in saving habits and personal financial planning. Targeting students at SMP Hang Tuah Medan, the program introduces basic financial concepts such as budgeting, distinguishing needs from wants, setting financial goals, and managing allowances. The method used combines interactive workshops, simulations, and group discussions to foster a fun and engaging learning experience. Through this initiative, students are expected to develop awareness of financial responsibility from an early age and apply simple financial management practices in their daily lives. The program also supports the development of life skills and contributes to character education by promoting discipline, self-control, and decision-making. The outcome of the activity indicates a significant improvement in students’ understanding and attitudes toward money management. This initiative highlights the importance of integrating financial literacy education into the school environment to build a financially literate generatio
    corecore