1,723,763 research outputs found

    Stories around the Nirwana-flat: Merging modern design and social history (1925-1930)

    No full text
    After the First World War, there was a housing shortage in The Hague, not only for the working and middle classes but also for the upper ones. Between 1925 and 1929, Dutch architects Jan Duiker and Jan Gerko Wiebenga designed and realized in The Hague the first residential hotel made of a reinforced concrete structure: the revolutionary Nirwana-flat. The residential hotel has a height of 25 meters with seven floors and a penthouse on the roof. High-rise was efficient, hygienic, comfortable, cheap, and the solution to the housing shortage. Functionality and efficiency played an important role in the design of the Nirwana-flat. The purpose of the flat was to allow a large number of people to live in a relatively small area which includes a cluster of luxury apartments with access to collective facilities, a lift, a restaurant, and a launderette.This architectural history thesis aims to explore the design of the Nirwana-flat in the socio-historical context during the 1920s and 1930s in the Netherlands. The research has been based on archival sources such as media publications, magazine articles, architecture magazines from the time of construction and after the construction of the Nirwana-flat, and the plans at the Duiker Archive. The thesis firstly explores the typology of the residential hotel in The Hague, then the Nirwana-flat (1925-1929), to finally address the media coverage of the Nirwana-flat once built. Finally, it concludes that in the first decades of the 20th century, the concept of residential hotels and their application has been the subject of debate and differing opinions. This included population density, urban planning, and balancing private space and communal living. As a result, the debate continued to shape discussions around housing policies and urban planning in The Hague and beyond.All in all, the (hi)stories around the Nirwana-flat prove its important socio-historical significance for the development of housing architecture.AR2A011Architectural History ThesisArchitecture, Urbanism and Building Science

    VIDEO PROMOSI PANTAI NIRWANA

    Full text link
    ABSTRAK Perancangan ini bertujuan untuk membuat media promosi dalam bentuk video untuk Pantai Nirwana yang berada di Kota Baubau. Kumpulan data dalam perancangan diperoleh melalui studi pustaka, observasi, dokumentasi, maupun wawancara kepada Dinas Pariwisata Kota Baubau. Konsep desain yang diusung dalam perancangan kali ini adalah “Eksplorasi”. Eksplorasi atau biasa disebut Menjelajahi atau Pencarian merupakan suatu kegiatan melakukan penjelajahan dengan tujuan menemukan sesuatu, misalnya suatu tempat yang tak di kenal atau belum pernah di kunjungi. Salah satu kejutan yang ditemukan saat melakukan eksplorasi alam ialah menemukan pemandangan yang eksotis. Hal yang dipikirkan ketika mendengar kata eksotis adalah sesuatu yang cantik dan indah, tapi sebenarnya arti eksotis ialah sesuatu yang mempunyai daya tarik khas karena belum banyak dikenal atau diketahui secara umum dan jarang didapatkan orang dalam kehidupan sehari-hari. Kata eksotis memang sering dikaitkan dengan tempat wisata dengan pemandangan yang menarik dan unik. Biasanya pemandangan eksotis didapatkan melalui eksplorasi wisata ke daerah tertentu. Pantai Nirwana memiliki keindahan panorama yang dapat menghipnotis siapa saja yang berada disana, sehingga selalu ada spot menarik untuk difoto. Gradasi warna putih, hijau kebiruan dan biru merupakan warna umum pada sebuah pantai, namun di Pantai Nirwana gradasi warna ini benar-benar berbeda, terlihat menarik dan unik, sangat jarang ditemukan ditempat lain. Kata kunci: Video Promosi, Pantai Nirwana, Kota Baubau

    Strategi Public Relations Hotel Nirwana Pekalongan Dalam Meningkatkan Citra Perusahaan

    Full text link
    Hotel Nirwana Pekalongan adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan telah mendapatkan pengakuan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia sebagai hotel berbintang tiga. Secara keseluruhan hotel Nirwana memiliki fasilitas-fasilitas dan kemampuan yang baik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya, meskipun harus bersaing dengan hotel Gren Mandarin yang tergolong hotel baru di kota Pekalongan, serta memiliki fasilitas-fasilitas yang tidak kalah baiknya dibanding hotel Nirwana. Untuk itulah hotel Nirwana memerlukan Public Relations untuk menjalankan strateginya guna mewujudkan tujuan perusahaan dan meningkatkan citra perusahaan di mata publik. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi yang dilakukan oleh Public Relations Hotel Nirwana Pekalongan didalam meningkatkan citra perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Alat dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah interview guide dan wawancara mendalam (indepth interview) dengan narasumber Head of PR Nirwana hotel, PR staff, orang yang sudah pernah menginap dan belum pernah menginap di hotel Nirwana. Hasil penelitian menunjukkan, strategi PR yang digunakan hotel Nirwana adalah strategi komunikasi internal dan eksternal. Strtegi komunikasi internal ini berupa komunikasi vertikal : downward communication yaitu telepon berjaringan, papan pengumuman, dan upward communication yaitu memberikan saran/usul, laporan, gagasan kepada pimpinan, komunikasi horisontal yaitu employee relations, dan komunikasi diagonal yaitu komunikasi personal dan komunikasi kelompok. Sedangkan strategi komunikasi eksternal berupa : guest relations, media promosi, dan marketing communication. Dengan demikian diharapkan strategi komunikasi tersebut dapat meningkatkan citra hotel Nirwana

    Corporate identity Nirwana Koi Centre di Surabaya

    No full text
    Nirwana Koi Centre di Surabaya merupakan suatu PT yang bergerak di bidang perikanan Koi. Nirwana Koi Centre kurang begitu dikenal karena logo dan Buku Pedoman Penerapan Logonya kurang mengena pada sasarannya. Karena hal tersebut maka akan dibuat Buku Pedoman Penerapan Logo yang baru dengan pergantian logo yang lebih baik guna meningkatkan daya tarik bagi konsumen untuk meningkatkan kegemaran akan memelihara ikan Koi

    Pengantar mikroekonomi/ Nirwana

    No full text
    vii, 81 hal.: bib.; ind.; 22 cm

    Pengantar mikroekonomi/ Nirwana

    No full text
    vii, 81 hal.: bib.; ind.; 22 cm

    Pengantar mikroekonomi/ Nirwana

    No full text
    vii, 81 hal.: bib.; ind.; 22 cm

    Pengantar mikroekonomi/ Nirwana

    No full text
    vii, 81 hal.: bib.; ind.; 22 cm

    Pengantar mikroekonomi/ Nirwana

    No full text
    vii, 81 hal.: bib.; ind.; 22 cm
    corecore