63 research outputs found

    DAMPAK PROGRAM PELATIHAN KETERAMPILAN BIDANG BUSANA TERHADAP UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN KELUARGA :Studi Kasus Penganggur Perempuan Sebagai Peserta Pelatihan Keterampilan Busana di Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung

    No full text
    Pokokmasalahdalampenelitianiniadalahbagaimanadampakpelatihanketerampilanbidangbusanaterhadapupayapeningkatankesejahteraankeluarga.Penelitianinibertujuanmengidentifikasi,mendeskripsikandanmenganalisisdampakprogrampelatihanketerampilanbusanapadapenganggurperempuanterhadapupayapeningkatankesejahteraankeluarganya.Tujuaninilebihdifokuskanpadaprosespenyelenggaraanprogrampelatihanketerampilanbusanapadapenganggurperempuanyangberkaitandenganaspekperencanaan,pelaksanaandanevaluasi,perubahanperilakudilihatdariadanyaperubahankemampuankognitif,afektif danpsikomotorsertadampaknyaterhadappeningkatankesejahteraankeluargayangditandaidenganadanyapeningkatanhidupmelaluiusahamandirisehinggamemperolehpekerjaan.Teori yangmelandasipenelitianini adalahkonseppelatihanditinjaudarisistemPLS,programSIWUsebagaisalahsatumodelpelatihanPLS,PenganggurperempuansebagaisasaranprogramSIWU,konsepkesejahteraankeluargadandampakpelatihanterhadap upaya peningkatankesejahteraankeluarga.Penelitianinimenggunakanpendekatankualitatif danmetodestudi kasus denganteknikPre and PostDesign.Pengumpulandatadilakukanmelaluiobservasipasif danobservasipartisipatif,studidokumentasi,studikepustakaandanwawancaraterhadappeserta pelatihan yang saat ini sudahmemilikiusaha mandiri sebanyak 6 orang sertateknik triangulasi. Instrumenutamapenelitian ini adalah peneliti sendiri.Hasiltemuanpenelitian inisebagaiberikut : (1) prosespenyelenggaraanprogrampelatihan keterampilan busana secara kuantitas telah berhasil, tetapibelumsemuakegiatan dapat dilaksanakan dengan baik, misalnya dalammengidentifikasipesertamasihterjadi biasidentifikasi,dalam pelaksanaan pelatihan kegiatan evaluasi hanya dilakukanpada hasil karya saja dan tidak secara komprehensif sehingga tidak bisa diukur secarakuantitatif,(2) Hasil pelatihan keterampilan busana menunjukan suatu kemajuan yangsangatbaik,karena diterima positif oleh responden dalam upaya peningkatanpengetahuan, sikap dan keterampilan dalam bidang busana, dimana responden dapatmenerapkan hasil belajarnya pada usaha yang sedang dirintisnya, (3) Dampak pelatihanterhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga responden dapat terlihat dari upayamerekadalam membuka peluang usaha baik peroranganmaupunkelompok sehinggamempunyai pekerjaan dalam upaya meningkatkan penghasilan untuk kesejahteraankeluarganya.Hasil penelitian ini dapat disimpulkanbahwa,penyelenggaraan program pelatihanketerampilan bidang busana melalui program SIWU yang telah diikuti oleh penganggurperempuan di Kecamatan Bandung Kulon Kota Bandung ini berdampak positif. Programpelatihan keterampilan busana inimenurutresponden memberikan motivasi dalammenciptakan peluang usaha untuk meraih pangsa pasar. Faktor lingkungan dimanamereka tinggal sangat mendukung untuk merintis usaha dalam bidang busana ini,sehingga berdampak pada upaya peningkatan pendapatan yangakhirnyadapatmeningkatkankesejahteraankeluarganya

    MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD PADA MATA PELAJARAN IPS DI KELAS V SD NEGERI PASAWAHAN 3 KOTA BANDUNG: Penelitian Tindakan Kelas di SDN Pasawahan 3 Kelas V Semester II Tahun Ajaran 2011/2012 Kecamatan Bandung Kidul Kota Bandung

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil kajian dan pengamatan di kelas V SD Negeri Pasawahan 3 Kota Bandung yang menunjukkan bahwa pembelajaran IPS pada umumnya disajikan secara verbal melalui kegiatan ceramah sehingga siswa merasa bosan dan jenuh untuk mengikuti proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan rendahnya aktivitas belajar siswa yang berakibat pada hasil belajar yang mereka peroleh. Penelitian ini ditujukan pada Meningkatkkan Aktivitas Belajar Siswa dengan Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe STAD pada mata pelajaran IPS di kelas 5. Berdasarkan permasalahan tersebut maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah (1) menungkapkan aktivitas belajar siswa kelas V dalam mata pelajaran IPS melalui penggunaan pembelajaran Cooperative Learning Tipe STAD, (2) menungkapkan hasil belajar siswa kelas V dalam mata pelajaran IPS setelah menggunakan model Cooperative Learning tipe STAD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & MC. Taggert dengan dua siklus yang siklusnya dilakukan satu tindakan. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu tahap perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflecting) subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Pasawahan 3 yang berjumlah 32 orang. Hasil penelitian dengan menggunakan model Cooperative Learning Tipe STAD pada pembelajaran IPS menunjukkan adanya peningkatan proses pembelajaran, terlihat siswa sangat senang bekerja dalam kelompoknya masing-masing.Demikian pada perolehan nilai-nilai dalam pembelajaran IPS mengalami peningkatan. Pada siklus pertama nilai rata-rata siswa mencapai 58,3 pada siklus kedua mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata mencapai 83,9 atau sebanyak 69% siswa yang mencapai nilai KKM. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Cooperative Learning Tipe STAD dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas V SD Negeri Pasawahan 3 Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ada beberapa saran yang hendak disampaikan, antara lain (1) guru diharapkan dapat mencoba mengkaji dan mengimplementasikan model pembelajaran tersebut pada mata pelajaran IPS dalam upaya meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPS (2) dengan terjalinnya hubungan sosial diantara siswa, guru diharapkan dapat membaurkan kembali kelompok siswa agar diantara siswa dapat terjalin hubungan yang baik dalam proses pembelajaran

    KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM PROSES PERUBAHAN ORGANISASI SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU DAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kepemimpinan transformasional kepala sekolah, perubahan organisasi sekolah, kinerja guru, dan mutu pendidikan pada tiga sekolah dengan jenjang akreditasi berbeda. Penelitian ini mengambil lokasi penelitian di SMPN 1 Margahayu, SMPN 1 Katapang, dan SMP Angkasa Lanud Sulaiman. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed-method dengan pendekatan sekuensial eksplanatori (sequential explanatory). Jumlah sampel yang digunakan yaitu 98 guru dan tiga kepala sekolah. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah menujukkan bahwa skor rata-rata dengan kategori sangat tinggi untuk SMPN 1 Margahayu dan SMPN 1 Katapang. Pada dimensi perubahan organisasi sekolah, skor rata-rata dengan kategori sangat tinggi ditemukan pada SMPN 1 Margahayu. Sementara itu, untuk dimensi kinerja guru, semua sekolah berada pada kategori sangat tinggi. Adapun untuk dimensi mutu pendidikan, SMPN 1 Margahayu memiliki skor rata-rata pada kategori sangat tinggi. Secara garis besar, penelitian ini menemukan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara model kepemimpinan transformasional dalam proses perubahan organisasi dengan kinerja guru, dengan nilai Spearman’s rho adalah 0,697. Kemudian, secara langsung terdapat pengaruh signifikan kinerja guru dan perubahan organisasi terhadap mutu pendidikan sekolah. Sementara itu, nilai Pearson Correlation pada model kepemimpinan transformasional dalam proses perubahan organisasi terhadap mutu pendidikan adalah 0,845 yang berarti korelasi yang ditunjukkan adalah sangat kuat. Hasil data kualitatif bahwa kepala sekolah pada ketiga sekolah sudah baik dalam menerapkan model kepemimpinan transformasional, dimana kepala sekolah bertindak sebagai pemimpin di sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan sekolah. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada kepala sekolah untuk melakukan eksplorasi model kepemimpinan transformasional guna meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan sekolah. This study aims to determine the implementation of the principal's transformational leadership model, changes in school organization, teacher performance, and quality of education in three schools with different levels of accreditation. This research took research locations at SMPN 1 Margahayu, SMPN 1 Katapang, and Angkasa Middle School Sulaiman Air Force Base. The research method used in this study is a mixed-method with a sequential explanatory approach. The number of samples used were 98 teachers and three principals. In this study, it was found that the principal's transformational leadership model showed that the average score was in the very high category for SMPN 1 Margahayu and SMPN 1 Katapang. On the dimension of school organizational change, the average score in the very high category was found at SMPN 1 Margahayu. Meanwhile, for the dimensions of teacher performance, all schools are in the very high category. As for the dimensions of education quality, SMPN 1 Margahayu has an average score in the very high category. Broadly speaking, this study found that there is a strong correlation between the transformational leadership model in the process of organizational change and teacher performance, with Spearman's rho value of 0.697. Then, there is a direct significant effect of teacher performance and organizational change on the quality of school education. Meanwhile, the Pearson Correlation value on the transformational leadership model in the process of organizational change on the quality of education is 0.845, which means that the correlation shown is very strong. The results of the qualitative data show that the principals in the three schools have been good at applying the transformational leadership model, where the principal acts as a leader in the school in improving teacher performance and the quality of school education. This study provides recommendations to school principals to explore transformational leadership models to improve teacher performance and the quality of school education

    RANCANG BANGUN MODEL HOLISTIC ASSESSMENT PADA UJI KOMPETENSI KEAHLIAN PRODUKTIF SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan adanya tuntutan kompetensi peserta didik atau lulusan Sekolah Menengah Kejuruan harus sesuai dengan tuntutan lapangan kerja. Peserta didik harus diberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan industri. Oleh karena itu, untuk mengetahui kesesuaian lulusan dengan tuntutan lapangan kerja dibutuhkan alat penilaian yang dapat mengukur capaian kompetensi peserta didik yang sesuai dengan tuntutan kompetensi kerja, sehingga capaian kompetensi lulusan memperoleh pengakuan dari pihak dunia kerja (stakeholders). Atas dasar pemikiran tersebut, penelitian ini bertujuan merancang bangun model Holistic Assessment pada uji kompetensi keahlian produktif Sekolah Menengah Kejuruan. Rancang bangun model dilakukan dengan menggunakan pendekatan Research and Development.Sesuai dengan tahapan penelitian dihasilkan luaran sebagai berikut: 1) Model Holistic Assessment pada uji kompetensi keahlian produktif Sekolah Menengah Kejuruan, 2) Alat penilaian model Holistic Assessment pada uji kompetensi keahlian produktif.</jats:p

    Buletin Agronomi Vol.29 No.3, Tahun 2001

    No full text
    Twenty four upland rice cultivars from East Kalimantan and control cultivar were evaluated for tolerance to aluminium using nutrient culture with two treatments of 0 ppm and 45 ppm AI. Result showed that eight cultwars (Pimping, Ketan Hitam, Mayas, Padi Bulu, Po pot, Siam Kuning, Ketan Merah, Serai) have PAR> 0.5 and were categorized as tolerant cultwar, the other 16 cultivars were categorized as suceptable. Three tolerant cultivars : Pimping, Ketan Merah and Mayas. even have PAR higher than a control, Krowal

    Evaluasi Beberapa Kultivar Padi Gogo Asal Kalimantan Timur untuk Ketahanan terhadap Aluminium Menggunakan Metode Kultur Hara

    No full text
    Twenty four upland rice cultivars from East Kalimantan and control cultivar were evaluated for tolerance to aluminium using nutrient culture with two treatments of 0 ppm and 45 ppm AI. Result showed that eight cultivars (Pimping, Ketan Hitam, Mayas, Padi Bulu, Popot, Siam Kuning, Ketan Merah, Serai) have PAR > 0.5 and were categorized as tolerant cultivar, the other 16 cultivars were categorized as suceptable. Three tolerant cultivars: Pimping, Ketan Merah and Mayas. even have PAR higher than a control, Krowal.   Key words: Rice, AI, PAR, Nutrien

    Quizizz: Lembar Kerja Anak untuk Meningkatkan Kemam-puan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini

    No full text
    Kemampuan kognitif khususnya kemampuan berpikir simbolik pada anak kelompok B di TK Al-Hikmah masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya stimulus dan media pembelajaran yang diberikan guru. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti menggunakan media lembar kerja anak melalui aplikasi quizizz. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan media lembar kerja anak menggunakan aplikasi quizizz untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang dijadikan metode dalam penelitian ini. Subyek penelitian adalah anak kelompok B di TK Al-Hikmah, dengan jumlah tujuh anak. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Penelitian dilakukan selama lima kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukan dari tujuh anak yang diteliti, tiga anak sudah berkembang sangat baik dan tiga anak sudah berkembang sesuai harapan dan satu anak yang mulai berkembang, karena masih membutuhkan arahan dari guru. Dalam kegiatan tersebut anak mampu menyebutkan simbol bilangan dari 1 sampai 10, mengasosiasikan bilangan dengan simbol bilangan, menggunakan simbol bilangan untuk menghitung dan menyajikan berbagai benda berupa gambar dan hurufmelalui media tersebut.  Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa melalui media lembar kerja anak menggunakan aplikasi quizizz meningkat dalam perkembangan berpikir simbolik setelah dilakukan penelitian di TK Al-Hikmah.   Cognitive abilities, especially symbolic thinking skills, in group B children in Al-Hikmah Kindergarten are still low. This is due to the lack of stimulus and learning media provided by the teacher. To overcome this, researchers used children's worksheets through the Quizizz application. The purpose of this study was to describe the application of children's worksheets using the Quizizz application to improve symbolic thinking skills. Descriptive research with a qualitative approach is used as the method in this study. The research subjects were group B children in Al-Hikmah Kindergarten, with a total of seven children. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The data analysis technique in this study uses qualitative analysis, namely data reduction, data display, conclusion, or verification. The research was conducted in five meetings. The results showed that of the seven children studied, three have developed very well, three have developed as expected, and one is starting to develop because they still need direction from the teacher. In this activity, children can name number symbols from 1 to 10, associate numbers with number symbols, use number symbols to count and present various objects in the form of pictures and letters through the media. Based on the results of the study, it was found that the use of children's worksheets using the Quizizz application increased the development of symbolic thinking after research was carried out at Al-Hikmah Kindergarten.Kemampuan kognitif pada anak kelompok B di TK Al-Hikmah masih rendah. Hal ini disebabkan kurangnya stimulus dan media pembelajaran yang diberikan guru. Pembelajaran menggunakan aplikasi quizizz merupakan media yang akan dikembangkan untuk membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan media lembar kerja anak menggunakan aplikasi quizizz untuk meningkatkan kemampuan kognitif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah anak kelompok B di TK Al-Hikmah, dengan jumlah 7 anak. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu reduksi data, display data, kesimpulan atau verifikasi. Penelitian dilakukan selama 5 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukan dari 7 anak yang diteliti, 3 anak sudah berkembang sangat baik (BSB) dan 3 anak sudah berkembang sesuai harapan (BSH) dan 1 anak yang mulai berkembang (MB) karena masih membutuhkan arahan dari guru. Dalam kegiatan anak sudah mampu menyebutkan lambang bilangan 1-10, mencocokkan bilangan dengan lambang bilangan, menggunakan lambang bilangan untuk menghitung dan merepresentasikan berbagai macam benda dalam bentuk gambar dan tulisan melalui media tersebut. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa melalui media lembar kerja anak menggunakan aplikasi quizizz meningkat dalam perkembangan kognitif setelah dilakukan penelitian di TK Al-Hikma

    PENGEMBANGAN TUGAS AKHIR MELALUI PROJECT BASED LEARNING MODEL UNTUK MENINGKATKAN GENERIC GREEN SKILLS SISWA

    No full text
    ABSTRACT The development of students’ final project through Project-based Learning (PBL)approach was conducted in the workshop of family resource management (FRM) in 7th semester.PBL approach is expected to give contribution to students’ motivation and experience to finish their final assignments of FRM workshop. The objectives of the research are to: (1) develop PBL model for the students’final project; (2) produce learning instruments of PBL such as lesson plans, manual of FRM workshop, and scientific report of FRM workshop. The method of the study was using research and development of Plomp model and quasi experiment for testing the effectiveness of the model. The research subjects were the students from the class of 2009 and 2010 who joined FRM workshop course. The study produced model, lesson plans, and manual of FRM workshop as the outputs. The result showed that project based learning model was effective to improve the students’ generic green skills for project management, collaborative skills, and communicative competence. Keywords: final project, generic green skill, family resource management, Project-Based Learnin

    PENGEMBANGAN TUGAS AKHIR MELALUI PROJECT BASED LEARNING MODEL UNTUK MENINGKATKAN GENERIC GREEN SKILLS SISWA

    No full text
    ABSTRACTThe development of students' final project through Project-based Learning (PBL)approach was conducted in the workshop of family resource management (FRM) in 7th semester.PBL approach is expected to give contribution to students' motivation and experience to finish their final assignments of FRM workshop. The objectives of the research are to: (1) develop PBL model for the students'final project; (2) produce learning instruments of PBL such as lesson plans, manual of FRM workshop, and scientific report of FRM workshop. The method of the study was using research and development of Plomp model and quasi experiment for testing the effectiveness of the model. The research subjects were the students from the class of 2009 and 2010 who joined FRM workshop course. The study produced model, lesson plans, and manual of FRM workshop as the outputs. The result showed that project based learning model was effective to improve the students' generic green skills for project management, collaborative skills, and communicative competence.Keywords: final project, generic green skill, family resource management, Project-Based Learnin
    corecore