9 research outputs found

    Faktor Internal Dan Struktur Kepemilikan Saham Terhadap Kebijakan Dividen Serta Dampaknya Pada Nilai Perusahaan (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis faktor internal dan struktur kepemilikan saham terhadap kebijakan dividen serta dampaknya pada Nilai Perusahaan dan menguji kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan. Faktor internal terdiri dari free cash flow, ukuran perusahaan, hutang, pertumbuhan aset, Return on Equity dan risiko keuangan. Sedangkan struktur kepemilikan saham terdiri dari, kepemilikian saham manajerial dan kepemilikan saham institusional. Populasi penelitian adalah seluruh perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Terdapat 164 perusahaan, populasi terpilih menjadi sampel penelitian 55 perusahaan. Pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh dengan periode pengamatan selama enam tahun (tahun 2005-2010) jumlah observasi penelitian sebanyak 6x55=330 observasi. Selanjutnya analisis data penelitian menggunakan Smart PLS (Partial Least Square). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa free cash flow dan firm size tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen tetapi berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Temuan ini menunjukkan free cash flow dan firm size bukan penentu kebijakan dividen dan berdampak pada nilai perusahaan. Variabel Return on Equity berpengaruh terhadap kebijakan dividen tetapi tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa profitabilitas merupakan penentu pembayaran dividen. Variabel hutang, pertumbuhan aset dan risiko keuangan berpengaruh terhadap kebijakan dividen dan Nilai Perusahaan. Kepemilikan Manajerial tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen tetapi berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, kepemilikan institusional berpengaruh signifikan positif terhadap kebijakan dividen dan Nilai Perusahaan. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan hanya merupakan kepanjangan tangan dari kepemilikan institusi sebagai pengendali perusahaan. Kebijakan dividen berpengaruh signifikan positif terhadap Nilai Perusahaan. Hasil penelitian ini memperkuat temuan bahwa pembayaran dividen kas berpengaruh pada Nilai Perusahaan

    PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN UKURAN PERUSAHAAN SEBAGAI VARIABEL MEDIATING PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) terhadap nilai perusahaan dengan mempertimbangkan ukuran perusahaan sebagai variabel mediasi. Objek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 26 perusahaan, sedangkan sampel yang diambil melalui Teknik purposive sampling diperoleh 14 perusahaan. Dengan menggunakan metode regresi dan analisis jalur, penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas, Leverage dan CSR memiliki pengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan. Sedangkan, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan juga terbukti tidak mampu menjadi variabel memediasi yang memperkuat hubungan antara profitabilitas, Leverage dan CSR dengan nilai perusahaan. Penelitian ini menyarankan bahwa perusahaan yang berfokus pada tanggung jawab sosial dan profitabilitas cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi, memberikan implikasi strategis bagi manajemen dalam pengambilan keputusan terkait pengelolaan perusahaan. Kata Kunci: Profitabilitas, Leverage, Corporate Social Responsibility, Nilai Perusahaan, Ukuran Perusahaa

    PENGARUH KEBIJAKAN ALOKASI ASET DAN TINGKAT RESIKO TERHADAP KINERJA REKSADANA SAHAM YANG TERDAFTAR DI OTORITAS JASA KEUANGAN PADA TAHUN 2014-2015

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan alokasi aset dan menganalisis tingkat risiko atas keputusan kinerja reksadana saham yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif yaitu dengan mendapatkan data informasi yang yang berupa simbol angka atau bilangan. Berdasarkan simbol-simbol angka tersebut, perhitungan secara kuantitatif dapat dilakukan untuk menghasilkan suatu kesimpulan yang berlaku umum di dalam suatu parameter. Data yang dipergunakan untuk mendukung analisis dan pengujian hipoPenelitian adalah data yang diambil secara langsung di kantor Otoritas Jasa Keuangan sebagai sumber data NAB reksadana saham, dan Lembaga Keuangan, dan Dunia Investasi SBI yang diambil dari situs BI, prospektus reksadana yang diambil dari masing-masing perusahaan yang mengelola reksadana saham. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh variabel Analisis Kebijakan Alokasi Aset, Kinerja Manajer Investasi, dan Tingkat Risiko terhadap Kinerja Reksadana Saham periode 2014 - 2015. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 28 Reksadana Saham yang terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan periode 2014 - 2015. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga diperoleh jumlah sample sebanyak 26 Reksadana Saham.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel kebijakan alokasi aset dan tingkat risiko mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham. Sementara hasil penelitian yang dilakukan secara parsial menunjukkan bahwa variabel kebijakan alokasi aset berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saham dan tingkat risiko berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Reksadana Saha

    The GROWTH OF SHARIA BANKING IN ASIA

    No full text
    In the early days of the development of sharia banking between the period 1980-1990, the sharia banking industry focused only on the Middle East and Southeast Asia, or on countries that have a majority Muslim population. Since then sharia banking has grown very rapidly beyond 75 countries in the world. Sharia banking is believed to be the solution to the problems faced by banks today, from the only "basic banking" in the 1990s, the sharia banking industry developed wings to broader segments such as sukuk (sharia bonds), management assets, and takaful sharia insurance ) The growth of sharia banking assets from USD 150 billion in the 1990 period became USD 1.9 Trillion at the end of 2013, and was predicted in 2020 to be USD 6.5 Trillion. At present, sharia banking dominates 80.4% in "sharia financial assets". Sharia banking is currently an alternative choice for conventional banking, not only growing in Muslim countries but also in other countries

    Executive compensation: A justified reward or a mis-fortune, an empirical analysis of banks in Pakistan

    No full text
    The relationship between compensation, performance, and risk in a sample of Pakistani banks, using panel data for 20 banks from 2011 to 2021 has been examined in this research. To the best of researcher's knowledge, this is one of the first study examining the relationship between performance, risk and employee compensation using panel data approach in the context of Pakistan and using data for longer period. To examine the influence of employee compensation on the performance and risk of banks, we employed three performance measures: return on assets, return on equity, and operating profits. Risk assessment was conducted using non-performing loans and risk-weighted assets. Findings of study suggest that employee compensation has no significant impact on performance and risk of banks in Pakistan; this means in Pakistan higher employee's compensation does not enable banks to improve their performance or enable banks to take more risk

    Tax Policy and Fiscal Consolidation on Corporate Income Tax

    No full text
    Tax is the largest state revenue, even from year to year, the number of state revenues from taxation in the State Budget always increases. Tax is one of the important sources of revenue to finance expenditures, both in the form of routine expenditure and development expenditure. The government also makes tax a monetary policy tool. However, for companies or business actors, tax is a burden that will affect net income. Therefore, this study was conducted to determine how much influence the application of Article 21 Income Tax, fiscal correction and deferred tax on corporate income tax on automotive and component sub-sector issuers on the Indonesia Stock Exchange. The research objective was to determine the application of Article 21 Income Tax, fiscal correction and deferred tax on automotive and component sub-sector issuers on the Indonesia Stock Exchange, and the extent of the effect of applying Article 21 Income Tax, fiscal correction and deferred tax on corporate income tax on automotive sub-sector issuers and components on the Indonesia Stock Exchange. This research was carried out using data obtained from the Indonesia Stock Exchange. The method of collecting data uses secondary data 12 companies listed in the automotive and component sub-sector on the Indonesia Stock Exchange from 2009 to 2013. The data obtained is then processed with the help of SPSS software version 20.00. Overall the results of the study indicate that the application of Article 21 Income Tax, fiscal correction, and deferred tax simultaneously have a significant effect on corporate income tax, while the partial test of the application of Article 21 Income Tax and deferred tax has a significant effect on corporate income tax, while tax correction is partially influential not significant to corporate income ta

    PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PENUMPANG MASKAPAI LION AIR (STUDI KASUS CALON PENUMPANG DOMESTIK DI LION TOWER, HARMONI, JAKARTA PUSAT)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menjelaskan pengaruh (1) harga terhadap keputusan pembelian penumpang (2) kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian penumpang (3) harga terhadap kualitas pelayanan maskapai Lion Air Metode yang digunakan adalah metode survey yaitu dengan mendapatkan data secara ilmiah. Hipopenelitian yang diuji adalah (1) Terdapat pengaruh positif signifikan Harga terhadap keputusan pembelian penumpang maskapai Lion Air. (2) Terdapat pengaruh positif signifikan Kualitas Pelayanan terhadap keputusan pembelian penumpang maskapai Lion Air. (3) Terdapat pengaruh positif signifikan Harga terhadap Kualitas Pelayanan maskapai Lion Air. Populasi dalam penelitian ini adalah calon penumpang yang membeli tiket di Kantor Lion Air, daerah Harmoni, Jakarta Pusat +750 orang/perhari. Jumlah sampel diambil sebanyak 200 orang, terdiri dari: sampel untuk penelitian berjumlah 170 orang dan sampel untuk uji coba 30 orang. sampel tersebut menggunakan Sampling insidental. Instrumen yang digunakan untuk menjaring data variabel keputusan pembelian penumpang, harga dan kualitas pelayanan menggunakan angket penyebaran kuesioner model Skala Likert. Uji validitas dihitung dengan rumus Product Moment dan Reliabilitas dihitung dengan Alpha Cronbach. Hasil ujicoba untuk variabel keputusan pembelian sebesar 0.788, harga sebesar 0.877, kualitas pelayanan sebesar 0.891. Data dianalisis dengan statistik deskripsi dan inferensial, untuk pengujian hipopenelitian digunakan uji korelasi, regresi, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa: pertama, terdapat pengaruh langsung positif signifikan harga terhadap keputusan pembelian sebesar 0,4. Kedua, terdapat pengaruh langsung positif tidak signifikan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian dengan nilai 0,02. Ketiga, terdapat pengaruh langsung positif tidak signifikan harga terhadap kualitas pelayanan tetapi tidak signifikan sebesar 0,12. Kata Kunci : Pengaruh Harga, Keputusan Pembelian, Pelayanan, Maskapai, Lion Air

    Scaling the Manufacturing Process in Starship Technologies OÜ

    No full text
    Autor kogus käesoleva töö jaoks andmeid Eesti ühe edukama Start-Up ettevõtte, autonoomseid pakiroboteid valmistava Starship Technologies OÜ tootmismeeskonnas. Valdkond kus firma tegutseb, on äärmiselt põnev, uudne ja pakub palju väljakutseid. Starship on 2020. aasta plaanideks seadnud hoogsalt laieneda ja avada iga kuu kolmes uues USA ülikoolilinnakus oma robotkullerteenus. Iga linnak vajab 30 robotit ning seega oodatakse tootmismeeskonnalt iga kuu vähemalt 100 robotit. Seni on tootmismahud olnud mitu korda väiksemad ning selleks, et jõuda eesmärgini tuleb tootmises läbi viia mitmeid olulisi muudatusi.The author collected data for this thesis on the production team of one of Estonia's most successful Start-Up companies, Starship Technologies OÜ, which develops and produces autonomous delivery robots. The area where the company operates is extremely exciting, novel and offers many challenges. Starship has set plans for 2020 to rapidly expand and open its robotic courier service in three new US university campuses each month. Each township needs 30 robots, and so at least 100 robots are expected from the production team each month. So far, production volumes have been several times smaller and several important changes must be made in production in order to reach the target
    corecore