196,266 research outputs found
PERANAN INTERPOL DALAM EKSTRADISI PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI MUHAMMAD NAZARUDDIN
Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui peranan Interpol dalam proses penangkapan dan penyerahan M. Nazaruddin sebagai pelaku tindak pidana korupsi oleh Interpol melalui ekstradisi. Rumusan masalah yang diajukan yaitu : 1) Bagaimana proses Ekstradisi di dalam kasus korupsi Muhammad Nazaruddin? 2) Bagaimana peranan Interpol dalam proses pencarian dan penangkapan Muhammad Nazaruddin? Penelitian ini termasuk penelitian yuridis normatif. Data penelitian dikumpulkan secara pengamatan suatu referensi melalui library seacrh. Analisi dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa : 1) Peran Interpol dalam proses pencarian dan penangkapan tindak pidana korupsi Muhammad Nazaruddin sangat besar karena NCB Indonesia bekerja dengan baik dan efektif di dalam Interpol. Bantuan juga diberikan oleh Interpol melalui NCB negara anggota yaitu NCB Dominika dan NCB Kolombia atas dasar hubungan baik dan red notice yang telah diterbitkan oleh NCB Indonesia atas nama Muhammad Nazaruddin kemudian disebarluaskan ke seluruh negara anggota Interpol. 2) Proses Deportasi dan Ekstradisi di dalam kasus Muhammad Nazaruddin sesuai dengan UNCAC (United Nation Conventions Againts Corruption) yang disahkan dalam UU Nomor 7 Tahun 2006 peluangnya sangan kecil karena prartik setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia dalam menangani kasus tersangka korupsi melarikan diri ke luar negeri menggunakan cara ekstradisi, dikarenakan Indonesi tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Kolombia, maka Kolombia melakukan proses deportase dalam pemulangan Muhammad Nazaruddin dengan sebab Muhammad Nazaruddin menggunakan Illegal Travel Documents.
Kata kunci : Interpol, Ekstradisi, Deportasi, Tindak Pidana Korupsi, M.Nazaruddin, United Nation Convention
Analisis Framing Kasus Nazaruddin Di Harian Media Indonesia Dan Jurnal Nasional/Ellen Aprilianti
Hasil penulisan ini membahas mengenai analisis framing kasus Nazaruddin yang berkaitan dengan pembangunan wisma atlet SEA Games ke 26 di Pelembang. Kasus ini mulai menjadi perhatian publik sejak diketahui Nazaruddin ikut terlibat. Nazaruddin sendiri adalah Bendahara Umum Partai Demokrat yang merupakan partai pemenang Pemilu tahun 2009. Objek penelitian ini adalah harian Media Indonesia dan Jurnal Nasional dengan waktu penelitian Mei 2011 hingga Agustus 2011. Dengan menggunakan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki, bisa terlihat perbedaan antara kedua harian ini. Media Indonesia mengangkat isu ini terus-menerus dan memusatkan pemberitaan dengan citra Partai Demokrat, sedangkan Jurnal Nasional lebih berhati-hati dalam memberitakan kasus ini. Kata Kunci: Jurnalistik, analisis framing, Media Indonesia, Jurnal Nasional, Nazaruddin, surat kaba
ANALISIS FRAMING SUARA KARYA, JURNAL NASIONAL DAN KORAN TEMPO DALAM KASUS KORUPSI M NAZARUDDIN
This study aims to find out how three newspapers that have different political and ownership orientations in viewing corruption cases conducted by the Democratic Party administrator Nazaruddin Syamsuddin. The Jurnal Nasional newspaper is owned by the Democratic Party, Suara Karya is owned by Golkar Party and Koran Tempo which has no affiliation to certain political party but founded by political activist. Based on framing
Robert Entman, this study concludes that the Jurnal Nasional in the framing of the news shows corruption case Nazaruddin Syamsuddin to be a personal fault and has nothing to do with the Democratic Party as the ruling party, while Suara Karya framing that Democrats
violate the campaign pledge as a committed party to combat corruption. News framing Koran Tempo encourages the Corruption Eradication Commission to dare to reveal corruption cases despite the involvement of elites and ruling party officials
ANALISIS FRAMING SUARA KARYA, JURNAL NASIONAL DAN KORAN TEMPO DALAM KASUS KORUPSI M NAZARUDDIN
This study aims to find out how three newspapers that have different political and ownership orientations in viewing corruption cases conducted by the Democratic Party administrator Nazaruddin Syamsuddin. The Jurnal Nasional newspaper is owned by the Democratic Party, Suara Karya is owned by Golkar Party and Koran Tempo which has no affiliation to certain political party but founded by political activist. Based on framing
Robert Entman, this study concludes that the Jurnal Nasional in the framing of the news shows corruption case Nazaruddin Syamsuddin to be a personal fault and has nothing to do with the Democratic Party as the ruling party, while Suara Karya framing that Democrats
violate the campaign pledge as a committed party to combat corruption. News framing Koran Tempo encourages the Corruption Eradication Commission to dare to reveal corruption cases despite the involvement of elites and ruling party officials
ANALISIS FRAMING SUARA KARYA, JURNAL NASIONAL DAN KORAN TEMPO DALAM KASUS KORUPSI M NAZARUDDIN
This study aims to find out how three newspapers that have different political and ownership orientations in viewing corruption cases conducted by the Democratic Party administrator Nazaruddin Syamsuddin. The Jurnal Nasional newspaper is owned by the Democratic Party, Suara Karya is owned by Golkar Party and Koran Tempo which has no affiliation to certain political party but founded by political activist. Based on framing
Robert Entman, this study concludes that the Jurnal Nasional in the framing of the news shows corruption case Nazaruddin Syamsuddin to be a personal fault and has nothing to do with the Democratic Party as the ruling party, while Suara Karya framing that Democrats
violate the campaign pledge as a committed party to combat corruption. News framing Koran Tempo encourages the Corruption Eradication Commission to dare to reveal corruption cases despite the involvement of elites and ruling party officials
Konstruksi realitas media massa (analisis framing pemberitaan korupsi M Nazaruddin di Harian Republika)
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana sikap Harian Umum Republika dalam mengkonstruksi pembertiaan terhadap sebuah isu korupsi yang belum memiliki status yang jelas di mata hukum. Kasus Nazaruddin dalam keterlibatannya dalam korupsi Wisma Atlet di Pamlembang menjadi alasan yang tepat bagi peneliti untuk meneliti ini lebih dalam. Penelitian ini merupakan penelitian melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan analisis framing sebagai metodenya. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi teks/document research. Observasi teks dalam hal ini dibedakan menjadi dua bagian, yaitu teks berupa data primer dan data sekunder. Data primer merupakan sasaran utama dalam analisis, sedangkan data sekunder diperlukan guna mempertajam analisis data primer sekaligus dapat dijadikan bahan pelengkap ataupun pembanding. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan model framing Robert N. Entman. Dalam model framing ini memiliki empat elemen untuk mengetahui bagaimana sebuah media massa membingkai berita. Yakni define problem, dainose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation. Pemilihan berita berdasarkan unsur kebaharuan. Karena kebaharuan di sini bukan hanya fakta yang baru saja terjadi, melainkan juga fakta yang telah lama terjadi namun terus terungkap kebenarannya. Pemberitaan ini menarik karena status Nazaruddin yang belum menjadi tersangka dan juga dalam posisi sakit. Penelitian ini menemukan titik lemah pada diri Harian Umum Republika. Ini dapat terlihat dari bagaimana Republika memilih narasumber untuk dijadikan rujukan dalam pemberitaan mengenai kasus Nazaruddin. Republika hanya mengedepankan pendapat dari elit Partai Demokrat dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dalam membingkai berita ini. Mereka tidak bermain dari pendapat para pengamat maupun ICW (Indonesian Corruption Watch) yang selalu menyuarakan ke kritisannya terhadap isu ini. Alhasil, Republika memframe pemberitaan ini hanya datar saja tanpa mampu membawa pemikiran pembaca ke ruang yang lebih dalam. Harian Republika juga mengesampingkan proses eksternalisasi dan objektifikasi dalam proses pembentukan sebuah berita. Proses tersebut dibatasi oleh internalisasi yang dilakukan oleh Republika yang menganggap bahwa pemberitaan korupsi ini jangan sampai menimbulkan polemik baru karena menyampaikan informasi yang belum terkonfirmasi baik dari pelaku maupun pemberi informasi tersebut. Pembentukan berita seperti ini berbenturan dengan kebebasan pekerja medianya dalam mengkonstruk sebuah pemberitaan. Ini juga menempatkan mereka kepada satu keberpihakan semu. Mereka mengajak pembaca untuk menganggap korupsi adalah musuh bersama yang harus dilawan, namun dilain sisi mereka juga bermain aman dalam memberitakan sebuah informasi kourps
Dr. Duane M. Jackson, Morehouse College, July 2011
This video is a conversation with Dr. Duane M. Jackson. Dr. Jackson talks about his paper, "Recall and the Serial Position Effect: The Role of Primacy and Recency on Accounting Students' Performance." Jackie Daniel, AUC Woodruff Library, is the interviewer
"Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States" By M. Carey.
"Reflections on the subject of Emigration from Europe with a view to Settlement in the United States: containing bried sketches of the moral and political character of those states.
By M. Carey, member of the American philosophical, and of the American Antiquarian Society, and author of The Olive Branch, Cindiciae Hibernicae, essays on banking, on political economy, and on internal improvement.
To which are now added the English editor's comments on the subject; together with Important Advice to Emigrants, and Cautions Against Impositions Practiced in the Outports
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
Dr. Glendon Swarthout
Hosted by Roger M. Busfield, MSU Assistant Professor of Speech and Theater, Meet the Author is designed to introduce a general audience to a contemporary author and their work through in-depth interviews. This episode features a conversation between Dr. Glendon Swarthout, prolific author and English professor at MSU, and assistant professors Sam S. Baskett and Theodore B. Strandness
- …
