1,723,459 research outputs found

    PERANAN INTERPOL DALAM EKSTRADISI PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI MUHAMMAD NAZARUDDIN

    Full text link
    Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui peranan Interpol dalam proses penangkapan dan penyerahan M. Nazaruddin sebagai pelaku tindak pidana korupsi oleh Interpol melalui ekstradisi. Rumusan masalah yang diajukan yaitu : 1) Bagaimana proses Ekstradisi di dalam kasus korupsi Muhammad Nazaruddin? 2) Bagaimana peranan Interpol dalam proses pencarian dan penangkapan Muhammad Nazaruddin? Penelitian ini termasuk penelitian yuridis normatif. Data penelitian dikumpulkan secara pengamatan suatu referensi melalui library seacrh. Analisi dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa : 1) Peran Interpol dalam proses pencarian dan penangkapan tindak pidana korupsi Muhammad Nazaruddin sangat besar karena NCB Indonesia bekerja dengan baik dan efektif di dalam Interpol. Bantuan juga diberikan oleh Interpol melalui NCB negara anggota yaitu NCB Dominika dan NCB Kolombia atas dasar hubungan baik dan red notice yang telah diterbitkan oleh NCB Indonesia atas nama Muhammad Nazaruddin kemudian disebarluaskan ke seluruh negara anggota Interpol. 2) Proses Deportasi dan Ekstradisi di dalam kasus Muhammad Nazaruddin sesuai dengan UNCAC (United Nation Conventions Againts Corruption) yang disahkan dalam UU Nomor 7 Tahun 2006 peluangnya sangan kecil karena prartik setiap negara berbeda-beda. Di Indonesia dalam menangani kasus tersangka korupsi melarikan diri ke luar negeri menggunakan cara ekstradisi, dikarenakan Indonesi tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Kolombia, maka Kolombia melakukan proses deportase dalam pemulangan Muhammad Nazaruddin dengan sebab Muhammad Nazaruddin menggunakan Illegal Travel Documents. Kata kunci : Interpol, Ekstradisi, Deportasi, Tindak Pidana Korupsi, M.Nazaruddin, United Nation Convention

    Pengujian model driving cycle kendaraan honda city berbahan bakar premium

    Full text link
    Juli Mriharjono, Nazaruddin Sinaga, in this paper explain that a driving cycle model can be used to estimate fuel consumption and exhaust gas emission. Driving cycle varies significantly for traffic conditions. Testing of driving cycle model, for a specific vehicle, is needed so that able to be used as fuel consumption and emissions estimation on real traffics. This paper studied driving cycle model in a laboratory. The EPA standard was reffered as the testing procedure. The vehicle used was Honda City 1.5L fueling with gasoline (premium - in Indonesia). The result shows that driving cycle model profile meets with the EPA standard. Changing gears, which affect to vehicle speed, was not affect significantly to fuel consumption which indicated by constant AFR during the cycle. The factors that cause the difference speed of vehicle were gas pedal operated manually, timing of changing gear, and gear operation time duration

    Analisis Framing Pemberitaan Kasus korupsi Nazaruddin pada Majalah Tempo

    Full text link
    Penelitian ini mengangkat berita tentang kasus korupsi yang menimpa Muhammad Nazaruddin pada majalah Tempo, dalam rentang waktu bulan Juli – November 2011. Peneliti mengambil rentang lima bulan edisi majalah Tempo yang di dalamnya terdapat berita tentang korupsi Nazaruddin untuk mengetahui bagaimana media membingkai sebuah realita dalam berita yang sifatnya berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing Pan & Kosicki untuk mengetahui bagaimana media menggambarkan sebuah peristiwa. Berita dalam majalah Tempo dianalisis dari sisi sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Penelitian ini menemukan, dalam pemberitaanya Tempo selalu menyudutkan Nazaruddin sebagai sosok yang bersalah,walaupun oleh KPK belum ditetapkan bersalah pada awal kemunculannya, kemudian Tempo menghubungkan posisi Nazaruddin sebagai anggota DPR dengan kemenangan berbagai tender untuk perusahaannya. Dan pada waktu persidangan Nazaruddin Tempo mengurai kembali permasalahan hukum tentang para koruptor yang dijatuhi hukuman ringan, Tempo dalam hal ini bertugas mengawal berita kasus korupsi dengan sangat kriti

    WACANA PEMBERITAAN MUHAMMAD NAZARUDDIN PADA MEDIA INDONESIA DAN JURNAL NASIONAL: Analisis Wacana Kritis

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pemberitaan Media Indonesia dan Jurnal Nasional dalam mengangkat isu dugaan kasus korupsi Muhammad Nazaruddin terkait pembangunan wisma atlet untuk Sea Games di Palembang. Masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Bagaimanakah struktur makro teks pemberitaan seputar Muhammad Nazaruddin pada Media Indonesia dan Jurnal Nasional?; 2) Bagaimanakah superstruktur teks pemberitaan seputar Muhammad Nazaruddin pada Media Indonesia dan Jurnal Nasional?; 3) Bagaimanakah struktur mikro teks pemberitaan seputar Muhammad Nazaruddin pada Media Indonesia dan Jurnal Nasional?; 4) Bagaimanakah representasi ideologi Media Indonesia dan Jurnal Nasional pada pemberitaan seputar Muhammad Nazaruddin? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Data dalam penelitian ini berupa bahasa pada teks pemberitaan pada Media Indonesia dan Jurnal Nasional dari edisi 11 Mei s.d. 7 Juli 2011. Teknik analisis data menggunakan model analisis Teun A. van Dijk. Model analisis ini membagi teks ke dalam tiga bagian, yakni struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan kesimpulan sebagai berikut. 1) Pada tataran struktur makro berita-berita Media Indonesia mengesankan bahwa Nazaruddin terlibat dalam kasus korupsi pembangunan wisma atlet di Palembang. Sementara itu, Jurnal Nasional dalam pemberitaannya mengesankan bahwa isu dugaan kasus korupsi yang menjerat Nazaruddin terkait pembangunan wisma atlet di Pelembang adalah sebuah fitnah. 2) Pada tataran superstruktur berita-berita Media Indonesia selalu menghadirkan kritik kepada Partai Demokrat yang dikesankan melindungi Nazaruddin. Sementara itu, Jurnal Nasional dalam pemberitaannya selalu menghadirkan pembelaan kepada Nazaruddin. 3) Pada tataran struktur mikro berita-berita Media Indonesia selalu menonjolkan isi berita yang menghadirkan citra negatif kepada Nazaruddin dan Partai Demokrat. Sementara itu, Jurnal Nasional selalu menonjolkan isi berita yang menghadirkan citra positif kepada Nazaruddin dan Partai Demokrat. 4) Media Indonesia dalam pemberitaannya tidak berpihak kepada Nazaruddin. Sementara itu, Jurnal Nasional berpihak kepada Nazaruddin

    ANALISIS ISI PEMBERITAAN KASUS KORUPSI NAZARUDDIN PADA SURAT KABAR TRIBUN TIMUR

    No full text
    2013MUHAMMAD ASLAM, Analisis Isi Pemberitaan Kasus Korupsi Nazaruddin di Surat Kabar Tribun Timur (dibimbing oleh Muliadi Mau dan Das???ad Latif)\ud Tujuan penelitian ini adalah: Pertama untuk mengetahui kecenderungan tema dan sifat pemberitaan korupsi Nazaruddin di Surat Kabar Tribun Timur, dan yang kedua untuk mengetahui penempatan berita korupsi Nazaruddin di Surat Kabar Tribun Timur\ud Data primer dikumpulkan melalui berita-berita kasus korupsi Nazaruddin yang dimuat di Surat Kabar Tribun Timur. dan data sekundernya diperoleh dari studi kepustakaan dan literatur-literatur yang relevan dengan objek yang diteliti. Data yang berhasil dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis isi.\ud Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan kasus korupsi Nazaruddin pada surat kabar Tribun Timur lebih cenderung mengangkat tema kasus korupsi Nazaruddin itu sendiri sebagai tokoh sentral dari kasus tersebut. Sedangkan dari sifat berita, pemberitaan Nazaruddin yang berkembang di Tribun Timur lebih banyak mengangkat berita dengan muatan objek berita hanya dalam tataran psikologi semata Selain itu, Tribun Timur lebih sering menempatkan kasus korupsi Nazaruddin pada halaman dalam dari surat . Rubrik Tribun Nasional menjadi rubric yang paling sering memuat kasus tersebut

    Neurofeedback Application in Counselling

    Full text link
    Neurofeedback Application in Counselling by Drs.Muhamad Sophian Nazaruddin for 1st Malaysia International Counselling Conference (MICC 2014). Drs.Muhamad Sophian Nazaruddin is a senior lecturerat Department of Counselling, Faculty of Cognitive Sciences and Human Development,UNIMAS.He is an award winning in several research exhibition and competition such as Neurofeedback training for Disable Child,UNIMAS R&D expo,UNIMAS etc. The workshop covers Intoduction and History of NFT, the Application, Implemaentation on Clinical Case, Scientific Research, Instrumentation and Demonstration/Practice

    Manajemen teknologi/ Nazaruddin

    No full text
    x, 194 hal.: ill, tab.; 21 cm

    MEKANISME PELAKSANAAN EKSTRADISI (Analisis Kasus Nazaruddin)

    Full text link
    Di era globalisasi ini tindak kejahatan dari pembunuhan, penipuan, kejahatan perbankan, kejahatan lingkungan, kejahatan seksual, pencucian uang, hingga korupsi yang dilakukan di suatu negara bisa menjadi kejahatan transnasional dengan melibatkan negara lain, hal demikian terjadi karena maraknya pelaku kejahatan yang melarikan diri ke negara lain untuk berlindung. Hal ini pun banyak menyulitkan para penegak hukum. Penangkapan pelaku kejahatan di negara lain tidak serta merta semudah menangkap buronan di negara sendiri, untuk itu diperlukan ekstradisi. Ekstradisi adalah kegiatan pengembalian buronan atau pelaku kejahatan yang melarikan diri ke negara lain kepada negara asalnya dengan perjanjian ataupun tanpa perjanjian sebelumnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengaturan ekstradisi dalam Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi dan apa saja problematika yang dihadapi dalam proses ekstradisi Nazaruddin dan bagaimana solusinya? Jenis penulisan ini adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif seperti UU RI No.1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi dan beberapa literatur tambahan dari berbagai macam sumber. Penelitian ini pula disandingkan dengan Studi Kasus Nazaruddin seorang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat 2010 lalu, yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet (Hambalang) untuk SEA Games ke-26. Bagaimanakah proses pelarian, penangkapan, hingga pelaksanaan ekstradisi Nazaruddin dari Cartagena, Colombia kembali ke Indonesia? Maka akan dibahas secara terperinci di skripsi ini. Hasil penulisan ini melahirkan beberapa kesimpulan: Pertama, bahwa prosedural ekstradisi yang diatur dalam UU RI No.1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi, tak lain merupakan bentuk upaya untuk memayungi serta mempermudah kinerja para aparat penegak hukum guna menegakkan keadilan terhadap para pelaku kejahatan yang kabur ke negara lain. Kedua, bahwa proses ekstradisi Muhammad Nazaruddin tidak dapat dipungkiri begitu melelahkan KPK dan aparat Kepolisian RI. Maka dari itu membutuhkan kerjasama yang ekstra dengan tim gabungan lain seperti ICPO-Interpol, NCB Indonesia dan tentunya Negara yang dimintai ekstradisinya. Kata Kunci: Ekstradisi, Mekanisme Ekstradisi, Deportasi, Nazaruddi

    Pemberitaan Nazaruddin dan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Kepada Partai Demokrat

    No full text
    Penelitian ini bersifat korelasional yang menjelaskan hubungan antara pemberitaan Nazaruddin dengan Tingkat Kepercayaan Masyarakat Jalan Tinta Kelurahan Sei Putih Barat kepada Partai Demokrat.Perumusan masalah dalam penelitian tersebut adalah Bagaimanakah pengaruh pemberitaan “Nazaruddin” terhadap tingkat kepercayaan masyarakat Jalan Tinta, Keluruhan Sei Putih Barat, Medan kepada Partai Demokrat?Alasan pemilihan judul adalah pemberitaan Nazaruddin yang berkaitan dengan Partai Demokrat menarik perhatian besar masyarakat, sehingga peneliti tertarik untuk melihat pendapat masyarakat mengenai berita dan pengaruhnya terhadap tingkat kepercayaan masyarakat kepada Partai Demokrat.Obyek dari penelitian ini adalah masyarakat Jalan Tinta Kelurahan Sei Putih Barat yang mengikuti Pemilihan Umum Legislatif/Kabupaten Kota Medan.Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah Ho yaitu tidak terdapat hubungan antara pemberitaan Nazaruddin dengan tingkat kepercayaan masyarakat Kepada partai Demokrat. Ha yaitu terdapat hubungan antara pemberitaan Nazaruddin dan tingkat kerpercayaan masyarakat pada Partai Demokrat. Penelitian ini menggunakan beberapa teori, yaitu Komunikasi Massa, Berita dan Kredibilitas.Populasi dalam penelitian adalah seluruh masyarakat Jalan Tinta Kelurahan Sei Putih Barat yang mengikuti Pemilihan Umum Legislatif/Kabupaten Kota Medan.Penarikan sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan Purposive Sampling dan Accidental Sampling.Sumberd data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan dengan menggunakan kuesioner. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis tabel tunggal yang menjelaskan tanggapan masyarakat terhadap variabel X dan Y, selanjutnya untuk menemukan korelasi antara pemberitaan Nazzaruddin dan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Partai Demokrat maka dilakukan analisis tabel silang. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat Jalan Tinta tidak sering mengikuti pemberitaan Nazaruddin dan beberapa orang yang memilih Partai Demokrat di Pemilu sebelumnya memiliki keraguan terhadap Partai Demokrat. Berdasarkan hasil uji hipotesis maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemberitaan Nazzaruddin dan tingkat kepercayaan masyarakat Jalan Tinta Kelurahan Sei Putih Barat pada Partai Demokrat mempunyai hubungan yang rendah tapi pasti dan signifikan.93 HalamanSkripsi Sarjan

    MEKANISME PELAKSANAAN EKSTRADISI (Analisis Kasus Nazaruddin)

    Full text link
    Di era globalisasi ini tindak kejahatan dari pembunuhan, penipuan, kejahatan perbankan, kejahatan lingkungan, kejahatan seksual, pencucian uang, hingga korupsi yang dilakukan di suatu negara bisa menjadi kejahatan transnasional dengan melibatkan negara lain, hal demikian terjadi karena maraknya pelaku kejahatan yang melarikan diri ke negara lain untuk berlindung. Hal ini pun banyak menyulitkan para penegak hukum. Penangkapan pelaku kejahatan di negara lain tidak serta merta semudah menangkap buronan di negara sendiri, untuk itu diperlukan ekstradisi. Ekstradisi adalah kegiatan pengembalian buronan atau pelaku kejahatan yang melarikan diri ke negara lain kepada negara asalnya dengan perjanjian ataupun tanpa perjanjian sebelumnya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pengaturan ekstradisi dalam Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi dan apa saja problematika yang dihadapi dalam proses ekstradisi Nazaruddin dan bagaimana solusinya? Jenis penulisan ini adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif seperti UU RI No.1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi dan beberapa literatur tambahan dari berbagai macam sumber. Penelitian ini pula disandingkan dengan Studi Kasus Nazaruddin seorang mantan Bendahara Umum Partai Demokrat 2010 lalu, yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pembangunan wisma atlet (Hambalang) untuk SEA Games ke-26. Bagaimanakah proses pelarian, penangkapan, hingga pelaksanaan ekstradisi Nazaruddin dari Cartagena, Colombia kembali ke Indonesia? Maka akan dibahas secara terperinci di skripsi ini. Hasil penulisan ini melahirkan beberapa kesimpulan: Pertama, bahwa prosedural ekstradisi yang diatur dalam UU RI No.1 Tahun 1979 tentang Ekstradisi, tak lain merupakan bentuk upaya untuk memayungi serta mempermudah kinerja para aparat penegak hukum guna menegakkan keadilan terhadap para pelaku kejahatan yang kabur ke negara lain. Kedua, bahwa proses ekstradisi Muhammad Nazaruddin tidak dapat dipungkiri begitu melelahkan KPK dan aparat Kepolisian RI. Maka dari itu membutuhkan kerjasama yang ekstra dengan tim gabungan lain seperti ICPO-Interpol, NCB Indonesia dan tentunya Negara yang dimintai ekstradisinya. Kata Kunci: Ekstradisi, Mekanisme Ekstradisi, Deportasi, Nazaruddi
    corecore