38 research outputs found

    The Phenomenon of Mass Marriages in Kampung Matfa

    Get PDF
    This article aims to describe Mafta and the phenomenon of mass marriage occurring in Kampung Mafta and to explore the underlying reasons behind this practice. The qualitative method is used with interviews, field observations, and documentation as data collection techniques. This study shows MAFTA Indonesia prioritizes the education and practical application of Islamic teachings, as well as promoting citizenship responsibility. Its core philosophy revolves around “togetherness” and “compassion,” fostering equality among its members. Mass weddings in Kampung Matfa serve to strengthen the bonds within the community and dispel negative perceptions. Tuan Imam provides spiritual guidance, emphasizing virtues such as kindness and obedience to Allah and the Prophet. He teaches love for Allah, the Prophet, family, and nature, instilling a sense of unity within the community. The mass weddings in Kampung Matfa teach the values of love, unity, and equality while promoting goodness and citizenship responsibility

    Negara dan Nasionalisme Dalam Pandangan Kaum Tarekat (Studi Terhadap Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam).

    Get PDF
    Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menemukan bagaimana pandangan kaum tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam (TNKB) terhadap negara dan nasionalisme. Secara khusus untuk menemukan konsep negara dan nasionalisme yang ada dalam pemikiran kaum tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Babussalam (TNKB), serta bagaimana implementasi kaum tarekat dalam memahami negara dan nasionalisme, jika dikaitkan dengan pengamalan tarekat yang digeluti oleh kaum tarekat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dimana penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan gambaran (deskriptif) data secara mendalam. Data yang diperoleh diolah secara induktif, yaitu dengan memaparkan hal-hal yang bersifat khusus kemudian disimpulkan dengan hal-hal yang lebih umum. Data diperoleh melalui metode wawancara secara mendalam. Wawancara dengan informan ditentukan secara purposive yaitu peneliti menentukan siapa-siapa yang akan diwawancarai agar diperoleh data yang sesuai dengan temuan yang diinginkan. Selain itu data juga diperoleh dengan cara studi dokumen. Dalam penelitian ini analisis data yang dipergunakan oleh peneliti adalah dengan menggunakan analisis data Model Spradley. terdiri atas : Analisis tema, dan analisis filosofis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa negara merupakan identitas nasional yang melekat pada setiap warganya dan menjadi ciri khasnya, Negara Indonesia mempunyai ciri khasnya, seperti kebudayaan yang mendunia. Disamping itu TNKB memandang Negara dengan positif, Bagi kaum TNKB negara merupakan sebuah pengakuan bagi kehidupan individu. Tanpa adanya negara maka tidak akan ada pengakuan dari orang lain, tidak akan ada keamanan dan tidak ada perlindungan hukum. Nasionalisme merupakan sebuah bentuk partisipasi individu untuk negaranya, bentuk partisipasi tersebut bisa berupa mentaati berbagai aturan yang ditetapkan pemerintah, memahami makna-makna pancasila dan mengimplemen¬tasi¬kannya dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi Nasionalisme yang ada dalam Tarekat Naqsyabandiyah diwujudkan dalam tindakan sehari-hari yaitu dengan ikut sertanya kaum tarekat dalam setiap kegiatan-kegiatan kenegaraan seperti dalam kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Kaum TNKB ikut berpartisipasi mengibarkan bendera merah putih di perkampungan Basilam, selain itu mereka juga mengadakan perlombaan-perlombaan sebagai wujud syukur atas kemerdekaan Indonesia. Selain itu kaum TNKB mentaati setiap aturan yang ditetapkan oleh negara misalnya dengan ketaatan mereka dalam membayar pajak dan tidak ikut terlibat dalam gerakan-gerakan yang merongrong kedaulatan NKRI

    Pembuatan Senyawa Epoksi Dari Metil Ester Asam Lemak Sawit Destilat Menggunakan Katalis Amberlite

    No full text
    Synthetic reaction of epoxy compound with epoxidized are kept on developed for getting epoxy compound content with higher oksiran oxygen. Usage of amberlite katalis, increasing the respon of epoxidition reaction more higher. The former planning is done to ensure Center Point by variating the three variable of planning such as : katalis consentration is 5, 11, 22, 25, 36, and 42 %w/w oxygen oxyren consentration is 2,10%, the reaction temperature are 46, 52, 60, 65, 70, and 80oC, on 70 oC produce 2,03% oxygen oxyren convertion, period of reaction are 3, 6, 8, 13, 24 and 48 hours, on 24 hours which produce 1,96% oxygen oxyren convertion. Optimation process of epoxidation is done with experimental planning of RSM (Response Surface Methodologi) methode is the planning of experiment which use to get optimal condition of operation variable and design of CCD (Central Composite Design) is the sure level to decide center point of the experiment. The experimental variable by making amberlite katalis variation concentration 15, 19, 25, 31, 37 % (w/w), reaction temperature at 60, 64, 70, 76, 80?C, and reaction time at 14 , 18 , 24 , 30, 36 hour. Me.PFAD epoxidized in katalis amberlite yield oksiran oxygen. The optimum convertion epoxidation is 70,802% obtained at concentration 25% (w/w), reaction temperature 70ºC dan reaction time during 24 hour.Sintesa senyawa epoksi dengan reaksi epoksidasi terus dikembangkan untuk memperoleh senyawa epoksi dengan kandungan oksigen oksiren yang lebih tinggi. Pemakaian katalis amberlite memberikan respon reaksi epoksidasi yang dihasilkan semakin besar. Rancangan Percobaan Pendahuluan dilakukan untuk penentuan Center Point dengan memvariasikan ketiga variabel percobaan antara lain konsentrasi katalis 5, 11, 22, 25, 36 dan 42 (% b/b) hasil oksigen oksiren pada konsentrasi 25% sebesar 2,10%, temperatur reaksi 46, 52, 60, 65, 70 dan 800C menghasilkan konversi oksigen oksiren sebesar 2,03% pada temperatur 700C, waktu reaksi 3, 6, 8, 13, 24 dan 48 jam menghasilkan konversi oksigen oksiren sebesar 1,96% pada waktu 24 jam. Optimasi proses pembuatan senyawa epoksi dilakukan dengan rancangan percobaan metode RSM (Response Surface Methodology) yaitu metode rancangan yang digunakan untuk memperoleh kondisi optimum dari variabel percobaan dan desain percobaan berbentuk CCD (Central Composite Design) yaitu percobaan yang dilakukan dengan level terkode. Variabel percobaan dengan memvariasikan konsentrasi katalis sebesar 15, 19, 25, 31, 35 (%b/b), temperatur reaksi 60, 64, 70, 76 dan 80?C dan waktu reaksi 14, 18, 24, 30 dan 34 jam. Me.ALSD diepoksidasikan dengan katalis amberlite untuk mendapatkan senyawa yang mengandung oksigen oksiren. Konversi optimum epoksidasi sebesar 70,802% diperoleh pada konsentrasi katalis 25% (b/b), temperatur reaksi 70ºC dan waktu reaksi 24 jam.79 HalamanTesis Magiste

    PENGARUH TEHNIK PENGOLAHAN TANAH DAN PEMBERIAN PUPUK SINON555 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L)

    Get PDF
    Pada tanaman padi sawah (Oryza Sativa L). Penelitian ini dilaksanakan dikelurahan batunadua, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, dengan ketinggian tempat lebih kurang 500 m dari permukaan laut. Mulai dari bulan Desember 2014 sampai denngan Maret 2015, menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot) Faktorial dan tiga ulangan, Faktor merupakan pengaruh tehnik pengolahan tanah dan pemberian pupuk Sinon555. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh tehnik pengolahan tanah memberikan pengaruh nyata pada tinggi tanaman pada umur 4 mst, jumlah anakan pada umur 2 mst dan 8 mst, berat perpetakan pada perlakuan Tanpa Olah Tanah (TOT). akan tetapi tidak menunjukkan pengaruh nyata pada parameter pengamatan jumlah malai dan berat per sampel. Dan pemberian pupuk sinon555 pada tinggi tanamn menunjukkan pengaruh nyata pada umur 8 mst, jumlah anakan pada umur 4 mst, dan 8 mst, jumlah malai pada dosisi 7 gr/l air, berat per sampel pada dosis 5 gr/l air, berat per petakan pada dosisi 7 gr/l air. Hasil uji Duncan pengaruh tehnik pengolahan tanah menunjukkan perlakuan terbaik pada T3 (Tanpa Olah Tanah). Tetapi dalam pemberian pupuk sisnon555 dari hasil uji Duncan menunjukkan perlakuan terbaik pada aplikasi dosis 7 gr/l air. Keragaman pengamatan dari semua perlakuan tinggi tanaman, jumlah anakan, berat per petakanjika dibandingkan dengan karakter yang lain

    Model Pengasuhan Terhadap Pembentukan Karakter Anak Panti Asuhan Al –Washliyah Kota Binjai

    No full text
    AbstractOrphanages are facilities for neglected children, children without parents, and underprivileged children. This article aims to discuss the programs provided by the orphanage in caring for orphans, then how are the models of caregivers there in shaping the character of the orphanage, what kind of character is formed, and the inhibiting factors in shaping the character of the orphanage. The method in this research is qualitative, namely observation, data collection, interviews, and direct documentation of orphanages. The research subjects were the administrators of the orphanage and the children in the orphanage. Based on the results of the research that each orphanage has its own way of shaping the character of the children in the orphanage. Just like in the al-washliyah orphanage, binjai city, there they apply rules that are obeyed by every child. From the results of the interviews they conducted, they applied a democratic parenting model, namely parenting that prioritizes communication between children and parents. When the child wants to do something, he must first discuss it with the caregivers who are there, with this discussion it can make the child become focused, confident, able to socialize well and become a more independent person.Keywords: Parenting; Character building; OrphanageAbstrakPanti Asuhan adalah fasilitas bagi anak terlantar, anak yang tidak ada orangtua nya,dan anak yang kurang mampu. Artikel ini bertujuan untuk membahas program yang diberikan pihak panti dalam mengasuh anak panti, kemudian bagaimana model pengasuh yang ada disana dalam membentuk karakter anak panti , karakter seperti apa yang dibentuk, dan faktor penghambat dalam membentuk karakter anak panti . Metode dalam penelitian ini adalah Kualitatif, yaitu Observasi, pegumpulan data, wawancara, dan dokumentasi langsung kepanti asuhan. Subjek penelitian adalah para pengurus panti asuhan dan anak -anak yang ada dipanti asuhan tersebut. Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya setiap panti asuhan memiliki caranya masing -masing dalam membentuk karakter anak dipanti asuhan tersebut. Sama halnya seperti didalam panti asuhan al-washliyah kota binjai, disana mereka menerapkan aturan yang dipatuhi oleh setiap anak. Dari hasil wawancara yang dilakukan mereka menerapkan model pengasuhan secara demokratis, yaitu pola asuh yang mengutamakan komunikasi antara anak dan orangtua. Ketika anak tersebut ingin melakukan sesuatu maka harus berdiskusi terlebih dahulu kepada para pengasuh yang ada disana, dengan adanya diskusi tersebut dapat membuat anak tersebut menjadi terarah, percaya diri, dapat bersosialisasi dengan baik dan menjadi pribadi yang lebih mandiri.Kata kunci: Pengasuhan; Pembentukan karakter; Anak Panti Asuha

    Modul Bimbingan Konseling dalam Meningkatkan Kemampuan Merespon Pembelajaran Mahasiswa

    Get PDF
    This research aims to formulate guidance and counseling modules to improve students’ responding activities when learning in class and to describe the level of applicability used by counselors. The method used was ADDIE model development. The properness test was done by three experts, and the practicality test was done by three counselors. The object of this research is students who have low criteria in terms of responding to learning. This research was conducted at the State Islamic University of North Sumatra, Medan. The instruments used were a questionnaire and focus group discussion (FGD). The data were analyzed descriptively. Based on these results, in general, it was concluded that the module developed was appropriate and could be used to help the students improve their responding activity when learning in class

    The Role of Parenting Styles in Shaping Adolescents’ Altruistic Attitudes

    Get PDF
    This study aims to determine the role of parenting styles on adolescent altruism. Altruism, defined as helping others without expecting anything in return, is an important aspect of adolescent social and moral development. This study involved three parents and three adolescents aged 16-17 years in Pahlawan Village, Medan Perjuangan District. The research method used was descriptive qualitative. Data were collected through interviews that measured parenting styles (authoritarian, democratic, and permissive) and levels of adolescent altruism. The results showed that democratic parenting had a significant and positive relationship with adolescents' altruistic attitudes. Adolescents raised in three democratic parenting styles tended to have higher altruistic attitudes. Conversely, authoritarian and permissive parenting did not show a statistically significant relationship with altruistic attitudes. This study concludes that parenting styles that emphasize discussion, emotional warmth, and the giving of responsibility (democratic) play an important role in shaping caring and helpful personalities. These findings have practical implications for parents and educators to focus more on approaches that promote empathy and cooperation in educating childre
    corecore