29 research outputs found
Perbandingan Efek Penggunaan Bupivacaine 0,5% Ditambah Normal Saline dengan Bupivacaine 0,5 % Ditambah Dexamethason Terhadap Nyeri Paska Operasi dengan Teknik Blok Infraorbital pada Operasi Fess (Functional Endoscopic Sinus Surgery)
Pendahuluan: Vasokonstriktor dapat digunakan sebagai vasokonstrisi dari
pembuluh darah dan dapat mengurangi jumlah absorbsi anestesi lokal kedalam
sirkulasi darah. Pro dan kontra pemberian adjuvan yang dianggap berpotensial
meningkatkan kerja anestesi lokal pada blokade saraf perifer seperti
dexamethasone
Tujuan: Untuk menilai perbedaan efek penggunaan bupivacaine 0,5% dengan
bupivacaine 0,5% ditambah dexamethason terhadap nyeri paska operasi dengan
teknik blok infraorbita pada operasi FESS.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode double-blind randomized controlled
trial dari Agustus – Oktober 2018 di Rumah Sakit Umum Haji Mina Medan.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan non-probability sampling dengan
metode consecutive sampling yang berjumlah 40 pasien. Sesaat sebelum
ekstubasi, blok infraorbita dengan teknik trans nasal dilakukan dengan
menggunakan bupivacaine 0,5% (1 – 1,5 mg/kg dengan dosis maksimal 100 mg)
ditambah normal saline dan bupivacaine 0,5% ditambah dexamethason (0,1
mg/kg) masing-masing pada kelompok. Pasien yang telah menjalani operasi FESS
dinilai skala nyeri menggunakan VAS (skor 0 – 10) dan kebutuhan terhadap
analgesik ekstra dalam 24 jam pertama.
Hasil: Pada penelitian ini 40 sampel yang diperiksa diantaranya dengan jenis
kelamin laki – laki sebanyak 20 sampel (50%) dan jenis kelamin perempuan
sebanyak 20 sampel (50%). Penilaian nyeri pada T0 didapati data yang tidak
bermakna secara statistik (p>0,05). Penilaian nyeri pada T1 didapati data yang
tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Penilaian nyeri pada T2 didapati data
yang tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Penilaian nyeri pada T3 didapati
data yang tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Kelompok B (Bupivacaine +
Dexamethasone) menghasilkan nilai VAS yang lebih rendah dibandingkan dengan
nilai VAS rata – rata pada penelitian ini. Dari uji statistic didapatkan hasil
perbedaan yang tidak bermakna pada seluruh waktu pemeriksaan (p>0,05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang tidak bermakna secara statistik nilai VAS
pada pemberian A (Bupivacain 0,5% + Normal saline) dibandingkan dengan
pemberian B (Bupivacaine + dexamethasone). Penambahan dexamethasone
sebagai adjuvant tidak memberikan banyak perbedaan tingkat nyeri pada
penelitian iniIntroduction: Vasoconstrictors can be used to reduce blood vessels size and reduce
the amount local anesthesia absorption into the blood circulation. Pros and cons of
giving adjuvants that are considered to potentially increase the work of local
anesthetics in peripheral nerve blockade such as dexamethasone
Objective: To assess the effect of using 0.5% bupivacaine and normal saline with
bupivacaine 0.5% and dexamethasone on postoperative pain with infraorbital block
technique in FESS surgery.
Method: This study used a double blind randomized controlled trial from August to
October 2018 at Haji Mina General Hospital. This study used non-probability
sampling with a consecutive sampling method which amounted to 40 patients.
Shortly before extubation, the infraorbital block with a nasal trans technique was
performed using 0.5% bupivacaine (1 - 1.5 mg / kg with a maximum dose of 100
mg) plus normal saline and 0.5% bupivacaine plus dexamethasone (0.1 mg / kg) in
each group. Patients who have had FESS surgery assessed the scale of pain using
VAS (score 0 - 10) and requirement for extra analgesics in the first 24 hours.
Results: In this study 40 samples were examined including 20 male samples (50%)
and 20 female samples (50%). Pain assessment in T0 found data that were not
statistically significant (p> 0.05). The assessment of pain in T1 found data that
were not statistically significant (p> 0.05). The assessment of pain in T2 found data
that were not statistically significant (p> 0.05). Assessment of pain in T3 found
data that were not statistically significant (p> 0.05). Group B (Bupivacaine +
Dexamethasone) produced a lower VAS value compared to the average VAS value
in this study. From the statistical test the results of the differences were not
significant at all examination times (p> 0.05).
Conclusion: There was a statistically significant difference in the value of VAS in
administration of A (Bupivacaine 0.5% + Normal saline) compared to
administration of B (Bupivacaine + dexamethasone). The addition of
dexamethasone as an adjuvant did not give much difference in the level of pain in
this studyTesis Magiste
Perbandingan Efek Penggunaan Bupivacaine 0,5% Ditambah Normal Saline dengan Bupivacaine 0,5 % Ditambah Dexamethason Terhadap Nyeri Paska Operasi dengan Teknik Blok Infraorbital pada Operasi Fess (Functional Endoscopic Sinus Surgery)
Pendahuluan: Vasokonstriktor dapat digunakan sebagai vasokonstrisi dari
pembuluh darah dan dapat mengurangi jumlah absorbsi anestesi lokal kedalam
sirkulasi darah. Pro dan kontra pemberian adjuvan yang dianggap berpotensial
meningkatkan kerja anestesi lokal pada blokade saraf perifer seperti
dexamethasone
Tujuan: Untuk menilai perbedaan efek penggunaan bupivacaine 0,5% dengan
bupivacaine 0,5% ditambah dexamethason terhadap nyeri paska operasi dengan
teknik blok infraorbita pada operasi FESS.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode double-blind randomized controlled
trial dari Agustus – Oktober 2018 di Rumah Sakit Umum Haji Mina Medan.
Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan non-probability sampling dengan
metode consecutive sampling yang berjumlah 40 pasien. Sesaat sebelum
ekstubasi, blok infraorbita dengan teknik trans nasal dilakukan dengan
menggunakan bupivacaine 0,5% (1 – 1,5 mg/kg dengan dosis maksimal 100 mg)
ditambah normal saline dan bupivacaine 0,5% ditambah dexamethason (0,1
mg/kg) masing-masing pada kelompok. Pasien yang telah menjalani operasi FESS
dinilai skala nyeri menggunakan VAS (skor 0 – 10) dan kebutuhan terhadap
analgesik ekstra dalam 24 jam pertama.
Hasil: Pada penelitian ini 40 sampel yang diperiksa diantaranya dengan jenis
kelamin laki – laki sebanyak 20 sampel (50%) dan jenis kelamin perempuan
sebanyak 20 sampel (50%). Penilaian nyeri pada T0 didapati data yang tidak
bermakna secara statistik (p>0,05). Penilaian nyeri pada T1 didapati data yang
tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Penilaian nyeri pada T2 didapati data
yang tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Penilaian nyeri pada T3 didapati
data yang tidak bermakna secara statistik (p>0,05). Kelompok B (Bupivacaine +
Dexamethasone) menghasilkan nilai VAS yang lebih rendah dibandingkan dengan
nilai VAS rata – rata pada penelitian ini. Dari uji statistic didapatkan hasil
perbedaan yang tidak bermakna pada seluruh waktu pemeriksaan (p>0,05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang tidak bermakna secara statistik nilai VAS
pada pemberian A (Bupivacain 0,5% + Normal saline) dibandingkan dengan
pemberian B (Bupivacaine + dexamethasone). Penambahan dexamethasone
sebagai adjuvant tidak memberikan banyak perbedaan tingkat nyeri pada
penelitian iniIntroduction: Vasoconstrictors can be used to reduce blood vessels size and reduce
the amount local anesthesia absorption into the blood circulation. Pros and cons of
giving adjuvants that are considered to potentially increase the work of local
anesthetics in peripheral nerve blockade such as dexamethasone
Objective: To assess the effect of using 0.5% bupivacaine and normal saline with
bupivacaine 0.5% and dexamethasone on postoperative pain with infraorbital block
technique in FESS surgery.
Method: This study used a double blind randomized controlled trial from August to
October 2018 at Haji Mina General Hospital. This study used non-probability
sampling with a consecutive sampling method which amounted to 40 patients.
Shortly before extubation, the infraorbital block with a nasal trans technique was
performed using 0.5% bupivacaine (1 - 1.5 mg / kg with a maximum dose of 100
mg) plus normal saline and 0.5% bupivacaine plus dexamethasone (0.1 mg / kg) in
each group. Patients who have had FESS surgery assessed the scale of pain using
VAS (score 0 - 10) and requirement for extra analgesics in the first 24 hours.
Results: In this study 40 samples were examined including 20 male samples (50%)
and 20 female samples (50%). Pain assessment in T0 found data that were not
statistically significant (p> 0.05). The assessment of pain in T1 found data that
were not statistically significant (p> 0.05). The assessment of pain in T2 found data
that were not statistically significant (p> 0.05). Assessment of pain in T3 found
data that were not statistically significant (p> 0.05). Group B (Bupivacaine +
Dexamethasone) produced a lower VAS value compared to the average VAS value
in this study. From the statistical test the results of the differences were not
significant at all examination times (p> 0.05).
Conclusion: There was a statistically significant difference in the value of VAS in
administration of A (Bupivacaine 0.5% + Normal saline) compared to
administration of B (Bupivacaine + dexamethasone). The addition of
dexamethasone as an adjuvant did not give much difference in the level of pain in
this studyTesis Magiste
Perilaku Pemilih Masyarakat Medan Utara pada Pilkada Tahun 2020 (Studi Kasus Kemenangan Bobby Nasution-Aulia Rachman sebagai Walikota dan Wakil Walikota Medan)
A person's political behavior in responding to this election can vary from one another. Some of the things that have been described previously are several forms of individual political behavior. The results of the calculation for the election of the Mayor and Deputy Mayor of Medan were won by the Bobby Nasution-Aulia Rachman pair with 393,327 votes (53.45%) and Akhyar Nasution - Salman Alfarisi 342,580 people (46.55%). This study uses the theory of political participation, the theory of voter behavior and the theory of democracy. The method used in this study is a qualitative approach in the form of interviews as primary data and books, journals, articles, laws as secondary data. In this study the data regarding the profile of the Medan Deli district, the profile of the KPU in the city of Medan, the implementation of the regional election in Medan, the implementation of the regional election in the district of Medan Deli. The results of the analysis in this study found that people basically have a fairly good understanding of politics causing them to have a high enough awareness to actively participate in general elections, especially the election of Mayor and Deputy Mayor of Medan 2020. Voter awareness chooses the Bobby Nasution- Aulia Rachman pair because existence due to the proximity of the environment or living in the same area (sociological). feel close to him and expect new expectations or hopes (psychological), and willing to listen to the aspirations of the community so that development will be carried out in accordance with the wishes of the community (rationality). The behavior of voters in the Medan Deli District in the election of the Mayor and Deputy Mayor of Medan is influenced by several factors, including the existence of a strong interest in the Bobby Nasution- Aulia Rachman couple because they have known since, close to where they live in the Medan Deli sub-district, it has been proven to bring changes to the community. The life of the people of Medan City, especially in the District of Medan Deli and voters chose the pair Bobby Nasution-Aulia Rachman saw that one of the figures was the son-in-law of the head of state of the Republic of Indonesia and H Aulia Rachman had been a spokesman for the Prabowo-Sandi BPN who had long been known to the public.Perilaku politik seseorang dalam menyikapi pilkada ini bisa berbeda-beda satu dengan yang lain. Beberapa hal yang telah dijelaskan sebelumnya merupakan beberapa bentuk dari perilaku politik individu. Hasil perhitungan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan dimenangkan pasangan Bobby Nasution- Aulia Rachman dengan peroleh suara 393.327 jiwa (53,45%) dan Akhyar Nasution - Salman Alfarisi 342.580 jiwa (46,55%). Penelitian ini menggunakan teori partisipasi politik, teori perilaku pemilih dan teori demokrasi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif berupa wawancara sebagai data primer dan buku, jurnal, artikel, undang-undang sebagai data sekunder. Pada penelitian ini data-data mengenai Profil Kecamatan Medan Deli, Profil KPU Kota Medan Pelaksanaan Pilkada Kota Medan, Pelaksanaan Pilkada di Kecamatan Medan Deli. Hasil dari analisis dalam penelitian ini menemukan bahwa masyarakat pada dasarnya memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap politik menyebabkan mereka memiliki kesadaran yang cukup tinggi untuk aktif berpartisipasi dalam pemilihan umum khususunya pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan 2020. Kesadaran pemilih memilih pasangan Bobby Nasution- Aulia Rachman karena adanya karena kedekatan lingkungan atau tinggal di daerah yang sama (sosiologis). merasa dekat dengan beliau dan mengharapkan ekspektasi atau harapan baru (psikologis), dan mau mendengarkan aspirasi masyarakat agar pembangunan yang akan dilakukan sesuai dengan keinginan masyarakat (rasionalitas). Perilaku pemilih di Kecamatan Medan Deli pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adanya ketertarikan kesukaan yang begitu kuat dalam diri pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman karena sudah mengenal sejak, berdekatan tempat tinggal pada wilayah kecamatan Medan Deli, terbukti membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat Kota Medan khususnya di Kecamatan Medan Deli dan Pemilih memilih pasangan Pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman melihat ketokohan salah satu merupakan menantu kepala negara Republik Indonesia dan H Aulia Rachman pernah menjadi juru bicara BPN Prabowo-Sandi yang sudah lama dikenal masyarakat.106 HalamanSkripsi Sarjan
Pengaruh Pemberian Tiamin Terhadap Perubahan Kadar Interleukin-6, Asam Laktat dan Skor Sofa pada Pasien Sepsis di RSUP Haji Adam Malik Medan
Background: Sepsis is a complex and systemic inflammatory process that
associated with an intense inflammatory response as response to injury and
trauma. Increasing morbidity and mortality from sepsis, doctors, and researchers
continue to generate new targets for additional therapy, namely Thiamine. This
study aims to determine the effect of Thiamin administration on changes in levels
of Interleukin-6, Lactic Acid and SOFA scores in sepsis patients at Haji Adam
Malik General Hospital Medan.
Methods: Twenty-four patients treated in the Emergency Unit and Intensive Care
Unit, aged > 18 - 70 years, patients diagnosed with sepsis with qSOFA ≥ 2 or
SOFA score ≥ 2 and received Hour One Bundle Sepsis therapy and other
therapies that support sepsis therapy according to the procedure and lactate levels
≥ 2 mmol/L with a double blind randomized clinical trial design and divided into
treatment groups and control groups. The treatment group was given 200mg
thiamine every 12 hours for 3 days and then examined for Interleukin-6, Lactic
Acid and SOFA Scores. Patients/families of patients refused to participate in the
study and who had received previous Thiamine supplementation included the
exclusion criteria in this study.
Results: In this study, the thiamine effect on levels of interleukin-6 in both groups
was clinically significant, 97± 45.4 (treatment group) versus 459.7± 695.4
(control group) on day-3 monitoring but statistically not significant (p = 0.729).
Lactic acid levels when compared in the both groups were not significant (p>
0.05), but based on time of monitoring from day 1 to day 3 were statistically
significant (p = 0.001). Meanwhile, the effect of Thiamine on the SOFA score
was not significant in the treatment group compared to the control (p> 0.05).
Conclusion: Administration of Thiamine as a single adjuvant doesn’t affect the
inflammatory response (Interleukin-6) and SOFA scores but decreases Lactic
Acid levels in sepsis patients.Latar Belakang: Sepsis adalah suatu proses kompleks dan inflamasi sistemik
yang berhubungan dengan respons inflamasi yang intens sebagai respons terhadap
cedera dan trauma. Morbiditas dan mortalitas yang terus meningkat dari sepsis,
dokter dan peneliti terus menghasilkan target baru untuk terapi tambahan, yaitu
dengan Tiamin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian
Ttiamin terhadap perubahan kadar Interleukin-6, Asam Laktat dan skor SOFA
pada pasien sepsis di RSUP Haji Adam Malik Medan.
Metode: Dua puluh empat pasien yang dirawat di Unit Gawat Darurat dan Unit
Perawatan Intensif, usia > 18 – 70 tahun, pasien yang didiagnosa sepsis dengan
qSOFA ≥ 2 atau SOFA skor ≥ 2 dan mendapatkan terapi Hour One Bundle Sepsis
dan terapi lain yang mendukung terapi sepsis sesuai prosedur dan kadar laktat ≥ 2
mmol/L dengan rancangan uji klinis acak tersamar ganda terbagi menjadi
kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan diberikan Tiamin 200mg
tiap 12 jam selama 3 hari kemudian dilakukan pemeriksaan Interleukin-6, Asam
Laktat dan Skor SOFA. Pasien/keluarga pasien menolak ikut penelitian dan yang
sudah mendapatkan suplementasi Tiamin sebelumnya termasuk kriteria ekslusi
pada penelitian ini.
Hasil: Pada penelitian ini didapatkan pengaruh Tiamin terhadap kadar interleukin-
6 pada kedua kelompok bermakna secara klinis, 97± 45.4 (kelompok perlakuan)
berbanding 459.7± 695.4 (kelompok kontrol) pada pemantauan hari ke-3 namun
secara statistik tidak bermakna (p=0.729). Kadar asam laktat bila dibandingkan
pada kedua kelompok tidak bermakna (p>0.05), tetapi berdasarkan waktu
pemantauan dari hari ke-1 sampai hari ke-3 secara statistik bermakna (p=0.001).
Sedangkan, efek Tiamin terhadap skor SOFA tidak bermakna pada kelompok
perlakuan dibandingkan kontrol (p>0.05).
Kesimpulan: Pemberian Tiamin sebagai adjuvan tunggal tidak mempengaruhi
respon inflamasi (Interleukin-6) dan skor SOFA namun menurunkan kadar Asam
Laktat pada pasien sepsis.86 HalamanTesis Magiste
Ghayat al-amani and the life and times of al-Hadi Yahya b. al-Husayn: an introduction, newly edited text and translation with detailed annotation
The thesis is anchored upon a text extracted from an important 11th / 17th century Yemeni historical work. This text deals primarily with al-Hādī ilā 'I-Haqq, the founder of the Zaydī Imamate in the Yemen that lasted well over a thousand years. AI-Hādīs imamate, of considerable significance in itself, also coincides with one of the most turbulent periods of early Yemeni mediaeval history. The- edited Arabic text, with its accompanying apparatus criticus. Is to be found at the opposite end of this volume. The Introduction considers various aspects of Imam al-Hadī’s life, religious ideas and aspirations and matters directly connected with the edited text and the work of which it forms a part. Among the most important subjects discussed are the MSS used in the production of the edited text, the problem concerning the authorship of Ghāyat al-amānī and the relationship of the latter work to Anbā' al-zaman. A short biography of al-Hādī is provided, together with a treatment of the historical background to ai-Hādīs imamate. The introduction also describes the editorial method followed with regard to the text, and certain key personal names and toponyms are dealt with there. The method employed by the author of the Ghāyat is to record the events of any one year by Itself. I have translated one year at a time and then followed it by the annotations appertaining to it. It is hoped that by means of these annotations. (some of which through necessity are quite detailed ), the text will be better understood. The numerous personages, tribal names and toponyms are considered, as well as problems concerning points of chronology and various matters of historical and religious significance. Specific comment is made upon certain interesting terms or any unusual or striking vocabulary. The thesis concludes with maps, genealogical tables and a comprehensive bibliography
DIALEKTIKA FEMINIS INDONESIA TERHADAP UNDANG-UNDANG POLIGAMI: Nalar Kritis KH Husein Muhammad Terhadap Kompilasi Hukum Islam dalam Perspektif Tafsir Ahkam
This study aims to trace Husein Muhammad’s reason thinking, Indonesian feminist Kyai in the case of licensing polygamy according to the Compilation of Islamic Law. Husein Muhammad is one of the pesantren kiai who is intense in gender issues. The idea offered by Husein Muhammad is reinterpretation of gender-biased legal issues in the hope that it can be used as a guide and guide in dealing with particular problems at the present time. This study seeks to unravel the views of KH. Husein Muhammad on gender justice in polygamy permits. This research is a qualitative research literature (library research). The technique used in analyzing the data in this study, using descriptive-analytical method, to describe in general the thoughts of Husein Muhammad. The data for this research are books written by Husein Muhammad and interviews with him. This study concludes that Husein Muhammad's method of thinking in rejecting the rules for licensing polygamy according to the rules of the Compilation of Islamic Law is based on the concepts of selection (intiqo-iy) and exploration (ijtihad). These two concepts are oriented towards the concept of protecting and providing a sense of justice for women which can be integrated into Indonesian positive law.
Keywords: Feminist kyai, Critical reasoning, Polygamy laws
Daftar Pustaka
Al Amin, Habibi. "Guardians Concept in Qur'an Perspective." Shakhsiyah Burhaniyah: Jurnal Penelitian Hukum Islam 6.1 (2021): 95-114.
Al Amin, Habibi. "Penciptaan Adam; Mendialogkan TafsiR Marah Labid dengan Teori Keadilan Gender." An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial 1.1 (2014): 17-44.
Al Amin, Habibi. "Tafsir Sufi Lata’ if al-Isyarat." SUHUF 9.1 (2016): 59-77.
Al-Husaini, Taqiyuddin Abi Bakar Muhammad, Kifayatul Akhyar Fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Indonesia: Haramain Jaya Indonesia, 2005.
Al-Kasani, Alauddin Abi Bakar bin Mas’ud, Bada’i Sana’i Fi Tartibi Syara’i, Beirut: Darul Kutub, 2003.
Al-Maliki, Alwi Abbas Ibanah al-Ahkam, Beirut: Darul Fikr, 1996.
Al-Qozwaini, Abdullah Muhammad bin Yazid, Sunan Ibnu Majah, Beirut: Darul Fikr, tt.
Al-Syairazi, Abu Ishaq Ibrahim bin Ali, Al-Muhadzdhab, Beirut: Darul Kutub, 1995.
Al-Syarkhasi, Syamsuddin Abu Bakr Muhammad, Al-Mabsuth, Beirut: Darul Makrifah, tt.
Al-Zuhaili, Wahbah, Terj. Agus Effendi dan Bahruddin Fananny, Zakat Kajian Berbagai Madzhab, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.
_________________, Terj. Abdul Hayyie al-Kattani, dkk, Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Jakarta: Gema Insani, 2011.
An-Nawawi, Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf, Al-Majmu’, Beirut: Darul Fikr, tt.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
As’at, Kamran dkk, Fiqh Ibadah, Jakarta: Amzah, 2009.
Ash-Sajastany, Abi Dawud Sulaiman Ibn Ash’as, Sunan Abi Dawud, Beirut: Darul Fikr, 1994.
Ash-Shiddieqy, M. Hasbi, Pedoman Zakat, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2009.
Ash-Syaukani, Muhammad bin Ali bin Muhammad Nailul Author, Beirut: Darul Fikr, 1983.
Taufiqurrahman, Zaky Fajar, and Habibi Al Amin. "Desain Pembelajaran Literasi Kitab Kuning Melalui Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Islam." Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia 6.2 (2021): 1467-1474.Tujuan penelitian ini adalah untuk melacak metode berpikir Husein Muhammad, Kyai feminis Indonesia dalam kasus perizinan poligami menurut Kompilasi hukum Islam. Husein Muhammad merupakan salah satu kiai pesantren yang intens dalam isu gender. gagasan yang ditawarkan oleh Husein Muhammad adalah penafsiran ulang (reinterpretasi) terhadap persoalan hukum yang bias gender dengan harapan bisa dijadikan petunjuk dan pedoman dalam menghadapi permasalahan partikular pada masa sekarang. Penelitian ini berusaha mengurai pandangan KH. Husein Muhammad tentang keadilan gender dalam izin poligami. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif kepustakaan (library research). Adapun teknik yang digunakan dalam menganalisa data dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriptif-analisis, untuk memaparkan secara umum pemikiran Husein Muhammad. Data penelitian ini adalah buku-buku karangan Husein Muhammad dan wawancara dengannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode berpikir Husein Muhammad dalam menolak aturan perizinan poligami menurut aturan Kompilasi hukum Islam adalah mendasarkan pada konsep seleksi (intiqo-iy) dan eksplorasi (ijtihad). Dua konsep ini berorientasi pada konsep melindungi dan memberikan rasa adil bagi kaum perempuan yang dapat diintegrasikan dalam hukum positif indonesia.
Kata kunci: kyai feminis, Nalar kritis, Undang-undang poligami.
Daftar Pustaka
Al Amin, Habibi. "Guardians Concept in Qur'an Perspective." Shakhsiyah Burhaniyah: Jurnal Penelitian Hukum Islam 6.1 (2021): 95-114.
Al Amin, Habibi. "Penciptaan Adam; Mendialogkan TafsiR Marah Labid dengan Teori Keadilan Gender." An-Nuha: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial 1.1 (2014): 17-44.
Al Amin, Habibi. "Tafsir Sufi Lata’ if al-Isyarat." SUHUF 9.1 (2016): 59-77.
Al-Husaini, Taqiyuddin Abi Bakar Muhammad, Kifayatul Akhyar Fi Halli Ghayatil Ikhtishar, Indonesia: Haramain Jaya Indonesia, 2005.
Al-Kasani, Alauddin Abi Bakar bin Mas’ud, Bada’i Sana’i Fi Tartibi Syara’i, Beirut: Darul Kutub, 2003.
Al-Maliki, Alwi Abbas Ibanah al-Ahkam, Beirut: Darul Fikr, 1996.
Al-Qozwaini, Abdullah Muhammad bin Yazid, Sunan Ibnu Majah, Beirut: Darul Fikr, tt.
Al-Syairazi, Abu Ishaq Ibrahim bin Ali, Al-Muhadzdhab, Beirut: Darul Kutub, 1995.
Al-Syarkhasi, Syamsuddin Abu Bakr Muhammad, Al-Mabsuth, Beirut: Darul Makrifah, tt.
Al-Zuhaili, Wahbah, Terj. Agus Effendi dan Bahruddin Fananny, Zakat Kajian Berbagai Madzhab, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.
_________________, Terj. Abdul Hayyie al-Kattani, dkk, Fiqih Islam Wa Adillatuhu, Jakarta: Gema Insani, 2011.
An-Nawawi, Abu Zakaria Muhyiddin bin Syaraf, Al-Majmu’, Beirut: Darul Fikr, tt.
Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta, 2006.
As’at, Kamran dkk, Fiqh Ibadah, Jakarta: Amzah, 2009.
Ash-Sajastany, Abi Dawud Sulaiman Ibn Ash’as, Sunan Abi Dawud, Beirut: Darul Fikr, 1994.
Ash-Shiddieqy, M. Hasbi, Pedoman Zakat, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2009.
Ash-Syaukani, Muhammad bin Ali bin Muhammad Nailul Author, Beirut: Darul Fikr, 1983.
Taufiqurrahman, Zaky Fajar, and Habibi Al Amin. "Desain Pembelajaran Literasi Kitab Kuning Melalui Metode Sorogan dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Islam." Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia 6.2 (2021): 1467-1474.
 
PENDAMPINGAN LITERASI PERGURUAN TINGGI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM PARMERAAN PADANG LAWAS UTARA
Regulasi pesantren salaf membangun sistem pembelajaran mengacu kepada kitab-kitab turast, santri cenderung dibatasi untuk mengakses teknologi sebagai sumber informasi. Karenanya tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan literasi peguruan tinggi kepada santri, dan pengembangan kompetensi guru dalam mengenal kurikulum perguruan tinggi. Metode yang digunakan ialah dengan pendampingan guru dan santri pola active learning opproach. Hasil pendampingan menunjukkan terjadinya perubahan mindset guru dan membentuk pemahaman holistik pembelajaran berbasis keluaran, sementara santri mampu memilih kajian ilmu dan menentukan pilihan perguruan tinggi dalam rencana pembelajaran setelah menempuh Pendidikan di Pondok Pesantren Darussalam Parmeraa
PELATIHAN METODE SAJARAH AL-MÎRÂTS DALAM MEMAHAMI HUKUM WARIS PADA KIYAI PESANTREN DARUSSALAM PARMERAAN PADANG LAWAS UTARA
ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan metode sajarah al-mirast kepada para guru Pondok Pesantren Darussalam Parmeraan Padang Lawas Utara untuk memudahkan dalam memahami hukum waris. Metode yang digunakan dalam pelatihan ialah participat opproach dimana semua guru terlibat aktif dalam kegiatan pelatihan selama dua hari. Dari pelatihan yang dilakukan, semua guru pesantren, baik yang berlatar belakang Pendidikan agama maupun umum, mengerti dan mampu menerapkan hukum waris secara baik. Pelatihan ini juga mendapatkan respon yang cukup antusias karena disambut dengan sebuah rekomendasi untuk melanjutkan program pada pesantren atau Lembaga Pendidikan Islam lainnya. Kata kunci: sajarah al-mirast; mawaris; guru pesantren ABSTRACTThis service aims to provide training in the sajarah al-mirast method to teachers of the Darussalam Parmeraan Islamic Boarding School in Padang Lawas Utara to make it easier to understand the law of warist. The method used in the training is participatory opproach where all the teachers are actively involved in training activities for two days. From the training that was carried out, all of the teachers of the rapid trends, both those with religious and general education backgrounds, understood and were able to properly apply the law of inheritance. This training also received an enthusiastic response because it was greeted with a recommendation to continue the program at pesantren or other Islamic education institutions. Keywords: sajarah al-mirast; mawaris; pesantren teacher
A critical analysis of Mudarabah & a new approach to equity financing in Islamic finance
Financial intermediation serves a valuable purpose, but it can also be structured using equity modes of financing. This can relieve the financee and increase diversity of entrepreneurial undertakings as in debt based commercial financing, there is little room for diversity with obligatory and stipulated servicing of debt. Using Islamic equity modes of financing poses the challenge of the agency problem and moral hazard. The extent of this agency problem in Mudarabah and its impact on economic payoffs between counterparties is analyzed in this study with a simulation model. Based on review of alternate solutions proposed, the author presents two possible covenants which could make Mudarabah mode of financing more acceptable and widely usable in financial intermediation. This would also further the egalitarian objectives of an Islamic economic order.Interest free economy, Islamic Economic System, Mudarabah, Agency Problem, Moral Hazard, Adverse Selection
Implementasi Program kartu Prakerja di Kabupaten Mandailing Natal
Implementasi Program Kartu Prakerja Dalam Mengatasi Pengangguran Di Kabupaten Mandailing Natal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam implementasi Program Kartu Prakerja dalam menurunkan angka pengangguran di Kabupaten Mandailing Natal serta mendeskripsikan dampak Program Kartu Prakerja terhadap pengangguran di Kabupaten Mandailing Natal. Adapun masalah yang timbul yaitu implementasi dari program Prakerja ini tidak efektif menyelesaikan permasalahan pengangguran khususnya di Kabupaten Mandailing Natal. Dalam menjelaskan hasil penelitian disesuaikan dengan teori dari George Edward wilson yaitu Komunikasi, Sumber daya, Disposisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan pertama komunikasi ialah kurangnya sosialisasi dan pendampingan kepada peserta program Kartu Prakerja di Kabupaten Mandailing Natal. Kedua Sumber daya, segi sumberdaya manusia yang ditugaskan untuk mengawal program Kartu Prakerja ini untuk mencapai tujuannya di Kabupaten Mandailing Natal belum memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai apa yang dibutuhkan program ini. Ketiga disposisi atau sikap pelaksana, kurangnya komitmen dari pelaksana program Kartu Prakerja di Kabupaten Mandailing Natal yaitu dinas ketenagakerjaan Kabupaten Mandailing Natal untuk menjalankan peran yang telah ditetapkan dalam Perpres Nomor 36 tahun 2020 tentang pengembangan kompetensi kerja melalui program Kartu Prakerja. Dampak Program Kartu Prakerja terhadap pengangguran di Kabupaten Mandailing Natal yaitu metode pelatihan yang kurang efektif untuk meningkatkan kompetensi kerja peserta program dan sertifikat pelatihan yang didapat dari program ini belum cukup membantu peserta program untuk diterima kerja pada saat melamar pekerjaan
