1,723,731 research outputs found
NASRUL SIDDIK: BIOGRAFI SEORANG TOKOH PERS SUMATERA BARAT (1961-2003)
Skripsi ini berjudul “Nasrul Siddik: Biografi Seorang Tokoh Pers Sumatera Barat 1961-2003”. Penulisan biografi ini bertujuan untuk melihat sosok Nasrul Siddik secara deskriptif naratif, dan mengungkapkan latar belakang kehidupan Nasrul Siddik sebagai seorang wartawan. Batasan awal penulisan ini adalah tahun 1961 karena pada tahun ini Nasrul Siddik memulai karir kewartawanannya di Harian Respublika. Batasan akhir skripsi ini tahun 2003 karena salah satu media yang didirikan Nasrul Siddik Mingguan Canang berhenti terbit. Meskipun begitu Nasrul Siddik tidak berhenti menulis sehingga ia menghasilkan beberapa tulisan di Harian Singgalang.
Penelitian ini termasuk kedalam penulisan biografi tematis, yaitu bentuk penulisan biografi yang ditekankan tema-tema tertentu dengan mengkaji perjalanan Nasrul Siddik sebagai wartawan di tiga zaman. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik (pengumpulan sumber), kritik (kritik ekstern dan kritik intern), interpretasi (penafsiran sumber), dan historiografi (penulisan hasil penelitian). Pengumpulan sumber dilakukan dengan dua cara, yaitu penelitian pustaka dan wawancara. Penelitian pustaka bertujuan untuk mendapatkan sumber primer dan sumber sekunder. Wawancara bertujuan untuk mendapatkan informasi secara lisan yang dibutuhkan untuk mendukung penulisan skripsi ini.
Nasrul Siddik adalah seorang tokoh pers yang berkiprah sejak Orde Lama, Orde Baru, serta Era Reformasi yang memiliki pengalaman dan prestasi dalam dunia jurnalistik. Nasrul Siddik memulai karir kewartawanannya pada masa Orde Lama di Harian Respublika hingga ia menjabat sebagai redaktur seni budaya. Pada Masa Orde Baru Nasrul Siddik menerbitkan media lokal berbentuk Bahasa Minang diantaranya Mingguan Singgalang dan Mingguan Canang. Kedua surat kabar ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat Sumatera Barat karena misinya membangkitkan harga diri daerah melalui Bahasa Minang. Selanjutnya di Era Reformasi Nasrul Siddik masih bekerja di Mingguan Canang sebagai pemimpin redaksi. Ketika Mingguan Canang berhenti terbit pada tahun 2003 tidak menyurutkan semangat Nasrul Siddik untuk menulis sehingga ia masih tetap menulis di surat kabar Harian Singgalang. Tulisan-tulisannya yang berfokus pada permasalahan baik politik, pemerintahan, sosial, dan seni budaya yang bersifat kritis ini menjadikan ia sebagai wartawan yang berintegritas. Berkat usahanya dalam dunia jurnalistik ia pun mendapatkan beberapa penghargaan yang pernah diterima dari beberapa lembaga atau instansi.
Kata kunci: Wartawan, Nasrul Siddik, Pers
PENANAMAN IDEOLOGI NASRUL SIDDIK MELALUI ANTOLOGI CERPEN SAPUTANGAN SIRAH BARAGI KEPADA MASYARAKAT MINANGKABAU KAJIAN HEGEMONI ANTONIO GRAMSCI
Penelitian ini mengkaji antologi cerpen Saputangan Sirah Baragi dan ideologi Nasrul Siddik pada antologi cerpen Saputangan Sirah Baragi, menggunakan teori Hegemoni Antonio Gramsci. Objek kajian adalah teks-teks yang mengandung nilai-nilai ideologi yang terikat pada common sence dan nostalgia Nasrul Siddik. Setelah itu penelitian disertai dengan menemukan ideologi Nasrul Siddik dan cara Nasrul Siddik menanamkan ideologi di ranah kesusastraan modern Minangkabau, kemudian, menemukan epigon-epigon sebagai bentuk komparasi untuk membuktikan keberhasilan Nasrul Siddik di dalam mensosialisasikan ideolonginya. Dalam melihat proses hegemoni Nasrul Siddik pada penelitian ini dituntun oleh tiga pertanyaan, pertama, nostalgia apakah yang mempengaruhi Nasrul Siddik dalam melahirkan antologi cerpen Saputangan Sirah Baragi?; kedua, ideologi apakah yang ditanamkan Nasrul Siddik sebagai intelektual di dalam antologi cerpen Saputangan Sirah Baragi?; ketiga, apa saja proses yang dilakukan Nasrul Siddik dalam menanaman ideologi itu kepada para epigon-epigonnya? Hasil penelitian menunjukkan bahwa ingatan masa lalu berkenaan dengan agama, dan sosial budaya bagi Nasrul Siddik mempengaruhi kehadiran Saputangan Sirah Baragi. Dalam proses hegemonik, Nasrul Siddik melahirkan ideologi realisme humanis dan agar ideologi ini berterima, melahirkan epigon, Nasrul Siddik melakukan sosialisasi tanpa henti melalui surat kabar Respublika
Austerity kills prisoners in England
Nasrul Ismail argues that imprisonment and austerity are expressions of unsubstantiated political ideologies - they are not social and economic necessitie
Austerity kills prisoners in England
Nasrul Ismail argues that imprisonment and austerity are expressions of unsubstantiated political ideologies - they are not social and economic necessitie
Analisis Efektivitas Implementasi Budaya Literasi di MI Nasrul Haq Makassar
Penelitian ini membahas tentang analisis ektivitas impementasi budaya literasi di MI Nasrul Haq Makassar.Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui gambaran implementasi budaya literasi di MI Nasrul Haq Makassar, (2) untuk mengetahui efektifitas implementasi budaya literasi di MI Nasrul Haq Makassar, dan (3) untuk mengetahui apa kendala implementasi budaya literasi di MI Nasrul Haq Makassar. Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti memilih jenis penelitian kualitatif dengan desain evaluasi program model CIPP, dengan pendekatan pedagogis, dan pendekatan sosiologis. Untuk memperoleh data, penulis melakukannya dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: implementasi budaya literasi ditandai dengan adanya pembiasaan kegiatan membaca
surah-surah pendek dan doa-doa harian sebelum pembelajaran dimulai dan setelah pembelajaran berakhir. Untuk kegiatan menulis dan berhitung masuk pada proses pembelajaran dimulai, baik itu kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dalam pembelajaran. Kemudian efektivitas implementasi budaya literasi di sekolah ini mengalami penurunan dikarenakan sarana dan prasarana seperti fasilitas sekolah yang tidak difungsikan dengan baik sehingga menjadi pemicu kemalasan peserta
didik dalam melaksanakan kegiatan budaya literasi di sekolah tersebut. Adapun kendala yang dihadapi dalam kegiatan budaya literasi ditandai dengan adanya faktor pendukung dan penghambat, dimana faktor pendukungnya ialah: buku pembelajaran dan buku berjenjang, ruangan perpustakaan dan ruang kelas. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya ialah: buku-buku perpustakaan yang tidak difungsikan dengan baik sehingga membuat peserta didik kurang berminat masuk kedalam perpustakaan, lalu ruangan yang masih dibagi menjadi 2 dalam 1 ruangan
KONSTRUKSI PANGGILAN “AYAH” DALAM MEMBANGUN BRANDING NASRUL ABIT PADA KAMPANYE PILKADA SUMATERA BARAT 2020
Menjelang Pilkada Sumatera Barat 2020, salah satu calon gubernur yaitu Nasrul Abit berusaha membangun personal branding dengan panggilan “Ayah”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dari panggilan “Ayah” yang diperlihatkan dalam unggahan akun media sosial Nasrul Abit dengan pendekatan analisis wacana kritis Van Dijk, dan untuk mengetahui bagaimana kinerja Nasrul Abit serta tim sukses sebagai aktor di belakang akun media sosial untuk tujuan kampanye. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif- naratif. Penelitian difokuskan pada analisis personal branding yang berusaha dibentuk oleh Nasrul Abit melalui panggilan “Ayah”nya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nasrul Abit melalui akun @nasrulabit mengoptimalkan unggahan yang mengandung wacana “Ayah” baik melalui foto maupun video. “Ayah” baru diperkenalkan pada publik diawal masa kampanye. Personal branding yang ingin dibentuk dalam panggilan “Ayah” adalah sosok pemimpin yang dapat membimbing masyarakatnya. “Ayah” disini juga diartikan sebagai sosok yang mengerti dengan kebutuhan masyarakat termasuk kalangan usia muda. Namun, dari hasil suara keseluruhan yang didapatkan terlihat bahwa isu jargon “Ayah” kurang memberi pengaruh. Berbeda dengan hasil suara di Pesisir Selatan yang merupakan daerah asal Nasrul Abit menjadi penyumbang suara terbanyak. Data ini menunjukkan bahwa isu kedaerahan lebih berpeluang mendatangkan suara dibanding dengan isu jargon “Ayah” yang digunakan
EON Inspirasi - Edisi Mohamad Nasrul Ashraf Abdul Malik / Nursyazni Abdul Rahim
“Ada nampak Encik Nasrul tak, baru-baru ini?” Terpacul soalan pertama dari mulut penulis sebaik sahaja bersua wajah dengan suami setibanya di rumah. Bekerja di kampus yang sama di Kampus Kuala Pilah, penulis dan suami rata-ratanya memang mengenali hampir semua staf yang turut berkhidmat di sini. Apatah lagi dengan sosok Encik Mohammad Nasrul Ashraf Abdul Malik, yang kerapkali kami berurusan berkaitan hal ehwal peperiksaan pelajar. “Tak ada pula. Kenapa?” Suami penulis kembali melontarkan soalan. Dalam kepala penulis pula sedang ligat membayangkan bilakah kali terakhir penulis bersua secara bersemuka dengan Encik Nasrul, sebelum terserempak semula dengan beliau ketika dalam perjalanan menuju ke kereta sebentar tadi
ANALISIS EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI BUDAYA LITERASI DI MI NASRUL HAQ MAKASSAR
Penelitian ini membahas tentang analisis ektivitas impementasi budaya literasi di MI Nasrul Haq Makassar.Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui gambaran implementasi budaya literasi di MI Nasrul Haq Makassar, (2) untuk mengetahui efektifitas implementasi budaya literasi di MI Nasrul Haq Makassar, dan (3) untuk mengetahui apa kendala implementasi budaya literasi di MI Nasrul Haq Makassar. Dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti memilih jenis penelitian kualitatif dengan desain evaluasi program model CIPP, dengan pendekatan pedagogis, dan pendekatan sosiologis. Untuk memperoleh data, penulis melakukannya dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: implementasi budaya literasi ditandai dengan adanya pembiasaan kegiatan membaca surah-surah pendek dan doa-doa harian sebelum pembelajaran dimulai dan setelah pembelajaran berakhir. Untuk kegiatan menulis dan berhitung masuk pada proses pembelajaran dimulai, baik itu kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dalam pembelajaran. Kemudian efektivitas implementasi budaya literasi di sekolah ini mengalami penurunan dikarenakan sarana dan prasarana sepertifasilitas sekolah yang tidak difungsikan dengan baik sehingga menjadi pemicu kemalasan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan budaya literasi di sekolah tersebut. Adapun kendala yang dihadapi dalam kegiatan budaya literasi ditandai dengan adanya faktor pendukung dan penghambat, dimana faktor pendukungnya ialah: buku pembelajaran dan buku berjenjang, ruangan perpustakaan dan ruang kelas. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya ialah: buku-buku perpustakaan yang tidak difungsikan dengan baik sehingga membuat peserta didik kurang berminat masuk kedalam perpustakaan, lalu ruangan yang masih dibagi menjadi 2 dalam 1 ruangan
PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM PENGOLAHAN DATA PESERTA DIDIK DI MI NASRUL HAQ
Abstract: The purpose of this study are:1) To find out the implementation of the operational system of data processing of students by using a management information system in the Madrasah Ibtidaiyah Nasrul Haq Makassar. 2) To find out the data processing process of students in the Madrasah Ibtidaiyah Nasrul Haq Makassar. 3) To find out the impact of the use of management information systems on data processing of students in the Madrasah Ibtidaiyah Nasrul Haq Makassar. The type of this study is a qualitative field research using data collection methods, namely interviews, observation and documentation. Data processing of students in Madrasah Ibtidaiyah Nasrul Haq based on management information systems is carried out using the online EMIS application, the process of data processing of students in the Madrasah Ibtidaiyah Nasrul Haq follows four main steps, namely data collection, data input, information storage and retrieval to be used and the use of management information systems in the management of student data in Nasrul Haq Ibtidaiyah Madrasah provides benefits in the form of ease of data storage, information retrieval processes, data security and access to student information wherever and whenever needed
Nasrul Arif Zakaria Puspanita Community Care Award recipient
Time management is the key to the success for Pahang-born Nasrul Arif Zakaria, 23, Bachelor of Computer Science (Software Engineering) with Honours who holds the Dean's Award every semester
- …
