1,721,851 research outputs found

    Analisis komparatif terhadap aplikasi metode kritik hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub

    Full text link
    Metode kritik hadis pada dasarnya telah dirumuskan oleh para ulama hadis terdahulu. Oleh karena itu di zaman kontemporer ini para ulama hadis hanya mengaplikasikan metode yang telah ada. Walaupun demikian dalam mengaplikasikan metode kritik hadis yang ada, para ulama memiliki perbedaan yang membuat hasil kritik hadis berbeda. Begitu juga dalam metode kritik hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub yang memiliki perbedaan dalam pengaplikasiannya. Penelitian ini dilakukan untuk membahas aplikasi metode kritik hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub. Maka penulis telah merumuskan beberapa pertanyaan terkait dengan penelitian ini yaitu bagaimana aplikasi metode kritik hadis antara Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub? dan apa persamaan dan perbedaan aplikasi metode kritik hadis antara Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi metode kritik hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub serta mengetahui perbedaan dan persamaan dalam melakukan kritik hadis melalui karya-karyanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif-analitis. Adapun sumber primer dalam penelitian ini adalah karya Nasiruddin Albani seperti Silsilah Hadis Da’if dan Maudu’ dan Silsilah Hadis Sahih. serta karya dari Ali Mustafa Yaqub seperti Kritik Hadis dan Hadis-Hadis Bermasalah. Setelah itu penulis mengkomparasikan metode kritik hadis mereka berdua melalui hadis-hadis yang terkait dan terakhir penulis menarik analisis persamaan dan perbedaannya untuk membuat sebuah kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwasanya langkah kritik hadis Nasiruddin Albani dengan mengaplikasikan metode yang telah ada terkait dengan kriteria kesahihan hadis, kriteria keda’ifan hadis dan juga dalam menganalisis sebuah sanad hadis. Begitu halnya dengan yang dilakukan Ali Mustafa Yaqub tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh Nasiruddin Albani. Hanya saja dalam beberapa kajian hadis Nasiruddin Albani dan Ali Mustafa Yaqub memiliki sedikit perbedaan pengaplikasian yang menyebabkan hasil analisis akhir sebuah kajian hadis berbeda

    Islam and education / Nasiruddin Mizy

    Full text link
    Islam is not simply a religion as like as other religions of the world, but it is a complete, comprehensive, pragmatic and scientific religion. All aspect of life is the subject matter of this religion. But the foundation stone of this is laid on education, because the very commencement of this religion is with an imperative instruction to attain education. The very first verse of this religion is ‘Iqra’(read). The subsequent verses are also comprises of the prime element of education…’Qalam’(pen). And then Allah defined education that ‘‘taught man that he knew not’ i.e. knowing the unknowing is education. The very inception of Adam was with education. He was taught by Allah and they were not. So the criterion of his superiority over angels was the knowledge and education. Educating the disciples was the prime duty of the last Messenger of Allah and all other prophet and messengers. All these things manifest the importance of education. But whenever we discuss education relating to Islam, curve out in the mind of the people a scenario of various disciplines of religious thoughts and notions, keeping aloof from the disciplines of knowledge close to the daily life of human being. The main purpose of this paper is to explore the real scenario of Islamic education. The paper will be comprised of the ideological and philosophical basis of Muslim education and the actual cause of the dichotomy of Muslim educational thoughts. Also the paper will portray the effacing process of the dichotomy and the scenario of the integration between so called Deeni and Duniyawi system education. It is very important to mention the role of Muslim intellectuals in this concern. Besides, rulers of powerful Muslim countries and institutions also have a vital concern about exploring the real scenario of Islamic education

    Fundamental of Entrepreneurship ENT300 : Kaby Badminton Court / Abang Nasiruddin Abang Mohd Khalid ... [et al.]

    Full text link
    The name of our company is KABY Badminton Court. The business is in form of enterprise which consists of four members. Each partner contributes certain amount of capital as agreed in agreement. The main business activity is badminton court service which our concepts are healthy and active. Our business operation is at 2 p.m to 1 a.m on weekdays, 11 a.m to 1 a.m on weekends and close during public holiday.There are no sleeping partners and all are entitled to participate in the business management. We agreed that Abang Nasiruddin Bin Abang Mohd Khalid is our General Manager and Financial Manager, Abdul Rahman Bin Abu Bakar is the Administration Manager, Ammar Zaqwan Aizzad Bin Yunus is the Operation Manager, and Nurzirah Binti Ayup as Marketing Manager. The selection of General Manager is based on consensus among all the partners and selected based on the experience, skills and ability

    ENT 530 Social Media Portfolio: Plan With Me / Nur Shazleen Lyana M Nasiruddin

    Full text link
    Plan With Me is an agent of One Syabab Sdn. Bhd., which focuses on selling planner products. This business provides affordable prices for the products by ensuring a variety and specialized of yearly planner are easily accessible and reachable to our target customers. Thus, there are we managed to ensure there are different range of prices available to meet customers’ need and budget. Our target audience are career people or businessmen/businesswomen, and university students. This is because we recognized the need to organize time and schedule for these two groups of people, as they deal with a great number of appointments, assignments, due dates as well as families. The planners are equipped with weekly, monthly, and even daily schedules and their models and benefits vary. With this many options, buyers can find out which planner books themselves will be useful for their activities because everything that is recorded neatly will also increase productivity. This product makes it easier for people to organize their activities to make them more structured to become effective. A person becomes more enthusiastic about carrying out their future activities because all the plans have been arranged well. We chose the planner book product because it can be very useful for people who have busy activities, and it can help people build creativity and organize further activities and important things to remember. Plan With Me is operated online where we promote the items and products and took orders smoothly from the customers. Affect from the COVID-19 pandemic, customers also prefer online shopping more, where no face-to-face deal is involved in preference with the SOP (Standard Operating Procedure) set by the government. We view this opportunity as a significant advantage for us to increase our sales, as long as we stay competitive. At the moment, Plan With Me is owned and run by Nur Shazleen Lyana binti M Nasiruddin. Our business uses Facebook page to attract online customers, gain more awareness and generate more sales while operating 24 hours. We consistently post teasers to gain anticipations, hard sells to convince our target customers and also post soft sells to maintain customer relationships, as well as to gain more trust

    Pemikiran Nasiruddin Al-Thusi tentang Filsafat Islam

    Full text link
    Sampai saat ini, dinamika pemikiran didalam dunia Islam terus berkembang. Dengan adanya suatu sikap keterbukaan, toleran, juga akomodatif kaum muslimin pada hegemoni pemikiran juga peradaban asing, kecintaan pada ilmu, budaya akademik, kiprah cendikiawan muslimin pada pemerintahan juga lembaga sosial masyarakat, perkembangaan aliran dengan mendahulukan rasio juga kebebasan dalam berpikir, bertambahnya kemakmuran di berbagai negeri Islam, persoalan  yang dihadapi Islam sepanjang masa yang semakin memerlukan solusi semakin berkembang lajunya. Pada kenyataannya memungkinkan terjadi adanya doktrin yang menjadikan akal dengan tinggi yang mungkin menjadi salah satu sumber kebenaran juga pengetahuan. Adapun pada Alquran juga Hadis tidak jarang dalam mengeluarkan pentingnya penalaran, penelitian serta pemikiran. Dari doktrin tersebut lahirlah filsafat pada negeri Islam. Dengan adanya beberapa filsuf berkontribusi pada negeri-negeri Islam pada pengembangan tradisi intelektual Barat ternyata banyak yang diakui dari para ilmuwan Barat. Maka muncullah para filsuf di dunia Islam baik dibelahan Timur dan Barat. Dalam tulisan ini dikaji tentang tokoh Nasiruddin At-Tusi dikenal sebagai “filsuf Islam, ilmuwan serba bisa“ atau multitalenta, ilmuwan muslim dari Persia yang telah membuat perkembangan pada bidang-bidang ilmu misalnya Astronomi, Kimia, Biologi, Filsafat, Matematika, Kedokteran  juga ilmu Agama Islam. Inti permasalahan dalam temuan ini adalah bagaimana filsafat, pemikiran dan peradaban Islam menurut Nasiruddin At-Tusi. Peneltian ini menggunakan penelitian kualitatif, maka penelitian ini berjenis kajian pustaka. Yaitu dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca serta mencatat juga mengelola bahan penelitian. Sumber data penelitian ini di cari dari berbagai literatur yang menguraikan mengenai filsafat, pemikiran dan peradaban Islam. Hasil dari penelitian ini untuk mendeskripsikan filsafat dan sejarah pemikiran dan peradaban Nasiruddin At-Tusi sekaligus sebagai tokoh pembaharuan di dunia Islam

    Kolaborasi Hulagu Khan dan Nasiruddin At-Tusi terhadap Pengembangan Dunia Islam Pasca Runtuhnya Dinasti Abbasiyah

    Full text link
    Skripsi ini berjudul Kolaborasi Hulagu Khan dan Nasiruddin At-Tusi Terhadap Pengembangan Dunia Islam Pasca Runtuhnya Dinasti Abbasiyah. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kolaborasi Hulagu Khan dan Nasiruddin At-Tusi terhadap pengembangan dunia Islam pasca penaklukan Baghdad yang meliputi tokoh-tokoh yang berperan dalam hal tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah dan menggunakan penelitian kepustakaan (Library Research). Adapun urutan penelitian ini adalah Heuristik, kritik sumber, Interpretasi dan Historiografi. Selanjutnya, hasil penelitian ini adalah mengemukanya dua tokoh utama dalam pengembangan dunia Islam pasca takluknya kota Baghdad yaitu Hulagu Khan seorang panglima perang pasukan Mongol dan Nasiruddin At-Tusi seorang ilmuwan multi-talenta. Kedua tokoh ini bertemu pada saat penaklukan benteng Alamut oleh bangsa Mongol. Nasiruddin At-Tusi merupakan tahanan di benteng tersebut akhirnya di bebaskan. Hulagu Khan melihat dalam diri At-Tusi memiliki kecerdasan dan pandai bertutur kata di atas rata-rata orang awam, selanjutnya mengangkat At-Tusi menjadi penasehat pribadinya. Kolaborasi antara Hulagu Khan dan Nasiruddin At-Tusi pada akhirnya membuat dunia Islam mampu berkembang kembali

    Kritik Mahmud Sa'id Mamduh terhadap Muhammad Nasiruddin al-Albany dalam Sunan al-Arba'ah

    Full text link
    Kritik hadis sudah dilakukan oleh ulama hadis terdahulu. Tradisi kritik hadis ini terus berlanjut hingga zaman sekarang. Diantara para ulama kontemporer yang melakukan kritik hadis adalah Muhammad Nasiruddin al-Albany. Al-Albany menggunakan metode yang tidak sama dengan para pendahulunya, yaitu dengan mengelompokkan hadis-hadis da‘if pada kitab khusus, serta hadis-hadis sahih pada kitab khusus. Selain itu ketidakkonsistenan al-Albany dalam menghukumi perawi berakibat kepada banyaknya kritik yang bermunculan dari ulama hadis mancanegara. Salah satunya adalah dari Mesir yang dilakukan oleh Mahmud Sa‘id Mamduh. Pada tulisan ini, penulis menitik beratkan pembahasannya kepada tiga poin penting: 1) Apa yang melatarbelakangi Mahmud Sa‘id Mamduh melakukan kritik kepada Muhammad Nasiruddin al-Albany? 2) Bagaimana metode kritik Mahmud Sa‘id Mamduh terhadap Muhammad Nasiruddin al-Albany? 3) Apa implikasi yang ditimbulkan dari kritik Mahmud Sa‘id Mamduh terhadap metode al-Albany? Untuk membedah rumusan masalah di ats, penulis menggunakan jenis penelitian literer atau studi pustaka dengan naskah-naskah, baik dari buku-buku maupun naskah lainnya yang berhubungan dengan persoalan yang dibahas. penulis berusaha mengambil konsep-konsep yang dipaparkan Mahmud Sa‘id Mamduh dalam al-Ta‘rif, serta kritiknya terhadap metode yang digunakan al-Albany dalam setiap kitabnya. Di akhir pembahasan, penulis menyimpulkan hasil penelitian berupa penerimaan atau penolakan kritik Mamduh terhadap al-Albany. Jika kritik Mamduh dinyatakan benar, maka hal tersebut berimplikasi kepada perlunya melakukan revisi kepada kitab-kitab al-Albany. Lebih jauh lagi, status hukum hadis yang ditetapkan al-Albany perlu ditinjau ulang
    corecore