5,904 research outputs found
Tadkiku Salasili Ahmad b. Hanbal fi Musnadihi an Man Rava an Ubaydillah an Nafi an Ibn Umar
YÖK Tez No: 485390Ahmed b. Hanbel'in Müsned'inde yer alan "Ubeydullah - Nafi' - İbn Ömer'den gelen rivayetler çalışma alanımızı oluşturmaktadır. Çalışmamızda hem bu üç ravi hem de Ubeydullah ile Ahmed b. Hanbel arasında yer alan ravilerin biyografileri hadis ilmi açısından incelenmiştir. Tespitimize göre Ahmed b. Hanbel'in Müsned'inde bu silsileden 59 raviden gelen toplam 281 hadis bulunmaktadır. Tezimizde cerh ve tadil alimlerinin ve varsa İbn Hanbel'in bu raviler hakkındaki görüşleri incelenmiştir. Çalışmamızda, Ubeydullah ile İbn Hanbel arasında yer alan 58 ravinin, 1087 hoca ve öğrencilerinin, tam adları, yaşadıkları yer ve ölüm tarihleri tespit edilmiş, onlar haklarında kısa bilgiler verilmiştir. Umarım bu çalışma hadis ilmi ve özel olarak Müsned üzerine çalışan araştırmacılara ışık tutup fayda sağlayacaktır.Ahmad ibn Hanbal's chains of Hadith in his Musnad, from those who reported from Ubaydullah who reported from Nafi' who reported from Ibn Umar, a study of the narrators' lives, through their Sheikhs (teachers) and students, and the number of Hadiths narrated by each narrator out of 281 Hadiths for the chain studied in Imam Ahmad's Musnad. So, 59 narrators were collected, in addition to the opinions of the scholars of al-jarh wa al-ta?dil (discrediting and accrediting); and if a saying by Imam Ahmad is available, it is mentioned. Shedding light on the golden chain in Imam Ahmad's Musnad (Ubaydullah reporting from Nafi' reporting from Ibn Umar), which is different from the golden chain of Ibn Hajar al-Asqalani (Malik reporting from Nafi' reporting from Ibn Umar). Studying the narrators before the chain, and considering the opinions of the scholars of al-jarh wa al-ta?dil (discrediting and accrediting) gives a full picture on how reliable the narrated Hadith is and its level. 58 narrators, 280 Hadiths, 1085 Sheikhs (teachers) and students, with their full names and last names, where they lived and when they died, in the hope that it will be beneficial to students and scholars
Aspek kala dalam gaya bahasa nafi dalam Juz ‘Amma / Ahmad Wan Abd Rahman
Kajian ini membincangkan mengenai aspek kala gaya bahasa nafi dalam Juz ‘Amma. Tujuan kajian ini adalah untuk mengenal pasti aspek kala dalam gaya bahasa nafi bahasa Arab dan menganalisis penggunaan gaya bahasa nafi dalam al-Quran al-Karim dan hubung kaitnya dengan unsur kala dalam Juz ‘Amma. Tiga instrumen digunakan dalam kajian ini, iaitu penelitian (istiqrā’), deskriptif dan analisis data. Instrumen penelitian (istiqra’) dan deskriptif digunakan untuk mengenal pasti aspek kala dalam gaya bahasa nafi bahasa Arab, manakala instrumen analisis data digunakan untuk menganalisis penggunaan gaya bahasa nafi dalam Juz ‘Amma dan hubung kaitnya dengan unsur kala. Hasil kajian mendapati terdapat tiga aspek kala yang dapat diterjemahkan untuk dikaitkan dengan sembilan kata peranti nafi iaitu kala lampau, kala kini dan masa hadapan. Keputusan analisis yang dibuat mendapati terdapat lapan daripada sembilan kata peranti nafi dalam Juz ‘Amma yang mempunyai hubung kait dengan ketiga-tiga unsur kala tersebut. Kesimpulannya, pemilihan kata peranti nafi yang tepat dengan binaannya serta unsur kala yang sesuai akan membentuk ayat yang sempurna maknanya dan seterusnya memberi kefahaman kepada maksud yang ingin disampaikan
Peran Kyai Ahmad Badawi (1942-1953M) Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Islam di Ketanggungan Brebes
ABSTRAK
Ilman Nafi Nugraha R, 19086030012. Peran Kyai Ahmad Badawi (1942-1953M) Dalam Penyelenggaraan Pendidikan Islam di Ketanggungan Brebes.
Penelitian ini menjelaskan bahwa peran Kyai Ahmad Badawi di Ketanggungan Brebes sangat besar dalam perkembangan pendidikan Islam. Namun seiring dengan perkembangan zaman, warisan keintelektualannya sudah mulai berkurang. Hal ini mengakibatkan tidak ada lagi yang meneruskan peran Kyai Ahmad Badawi dalam penyelenggaraan pendidikan Islam dan juga berdampak terhadap semakin berkurangnya antusias masyarakat untuk ikut serta dalam kegiatan sosial keagamaan yang merupakan bentuk dari pengamalan pendidikan Islam. Maka sangat diperlukan penguatan kembali atau aktualisasi terhadap peran Kyai Ahmad Badawi dalam pernyelenggaraan pendidikan Islam.
Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode pendekatan history research (penelitian sejarah) dengan beberapa tahapan yang dilakukan yaitu pengumpulan data (heuristik), kritik sumber (verifikasi), heurmeunetik dan penulisan sejarah (historiografi). Pengumpulan data berasal dari sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara mendalam, pengamatan dan studi dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan metode reduksi, metode display (penyajian data) dan metode triangulasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sejarah keintelektualan Kyai Ahmad Badawi didapatkan dari keluarganya dan dari guru-gurunya di Pondok Pesantren Ar-Riyadhoh Desa Panguragan Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Peran yang telah dilakukan yaitu memberikan pendidikan Islam di mushola, mendirikan masjid dan rumah panggung sebagai tempat untuk pendidikan Islam, materi yang diajarkan berkaitan dengan ajaran Islam, sistem pembelajarannya masih tradisional, tujuan pendidikannya yaitu membentuk kepribadian muslim dan melaksanakan beberapa kegiatan sosial keagamaan. Ada beberapa perubahan sosial pendidikan keagamaan bagi masyarakat Ketanggungan, diantaranya yaitu: terbentuknya masyarakat ketanggungan yang agamis dan rukun dalam beragama, terbentuknya perilaku masyarakat Ketanggungan yang ta’dzim (patuh) terhadap kyai, keadaaan sosial ekonomi masyarakat mengalami perubahan dan pendidikan islam di ketanggungan mengalami perkembangan.
Kata Kunci : Peran, Kyai dan Pendidikan Islam
KOMUNIKASI DAKWAH GUS DIAN NAFI’ DALAM MENYAMPAIKAN PESAN-PESAN PERDAMAIAN
Pluralism has become a big problem for some community groups. Along with technological advances, differences on the basis of ethnicity, religion, economy, social and politics appear on the surface to become the forerunner of the problem of radicalism. The city of Surakarta, Central Java and its surroundings, such as the districts of Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, Boyolali, Klaten (SUBOSUKAWONOSRATEN) are still considered as Red Zones in terms of cases of radicalism. The feud between mass organizations was brought to the realm of media wars. Starting from the pulpit of sermons, offline media, print media, to online & on air media, it has turned into a battle arena for contesting views of thought that attack each other on the basis of "little differences". Gus Dian Nafi' became the central figure, because his background came from a santri family but had moderate thoughts. Even his da'wah gait deserves to be investigated in terms of its activities in tackling radicalism, conflict reconciliation, messages of peace, and maintaining tolerance in the SUBOSUKAWONOSRATEN area. In this study, the author uses a qualitative type of research that emphasizes the depth of data quality not quantity, so the authors go directly to research in the field to obtain accurate and comprehensive data regarding Gus Dian Nafi' Da'wah Communication in Conveying Messages of Peace. Determination of the subject using Snawball sampling and data collection techniques using interviews, observation and documentation.
The advantages of Gus Dian Nafi' in each of his da'wah are always making planned materials, good communication methods and strategies, good mastery of mass communication, coupled with extensive networking skills so that they are combined to support his da'wah activities in conveying messages of peace
Implementation of KH Ahmad Dahlan's educational thoughts in the merdeka curriculum
This research aims to see how the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the kurikulum merdeka that is being promoted by the government through KEMDIKBUDRISTEK. The research method used is a literature review where the author collects data on the educational thoughts of KH Ahmad Dahlan, independent curriculum and discusses how it is implemented. The results of the study show that the thoughts of KH Ahmad Dahlan are implemented in the independent curriculum in several aspects including: in the education system, namely the integration of religious and Scientific knowledge curricula, in the aspect of educational goals, namely the formation of students who are religiously knowledgeable and intelligent in insight and scientific views which are reflected in the Pancasila student profile, in terms of technical implementation, namely indications of pending development of educational implementation, in terms of learning methods namely contextual learning which is reflected in intracurricular and cocurricular learning models on independent curriculum. In addition to these four aspects, both KH Ahmad Dahlan and the concept of independent curriculum focus on developing students both individually and socially. The implication of this research is the formation of educational institutions that truly become an answer to the needs of students in facing the development of time, not just schools as a formality to get a diploma. As for educators, they should be more open-minded so that they are ready to develop and ready to become a solution for student development
Perancangan Buku Cerita Bergambar Tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Untuk Anak
ABSTRAK Nafi, Ahmad Aqil. 2017. “Perancangan Buku Cerita Bergambar tentang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia untuk Anak”. Skripsi Program Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Hariyanto, M.Hum. (II) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. Kata Kunci: Perancangan, Buku Cerita Bergambar, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia merupakan Negara yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Hal ini membuat kekayaan alam Indonesia diinginkan oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini telah terjadi sejak lama, beberapa bangsa asing mencoba menguasai kekayaan alam yang ada di Indonesia. Banyak peristiwa yang terjadi sejak dahulu. Namun kemerdekaan Indonesia baru dapat diraih pada tanggal 17 Agustus 1945. Kesadaran terhadap sejarah Indonesia bisa ditanamkan kepada anak dan diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan nasionalisme terhadap Negara Indonesia. Diperlukan model perancangan dalam menyusun produk berupa buku cerita bergambar tentang peristiwa menjelang kemerdekaan Indonesia. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu menggunakan langkah-langkah yang berurutan dan terstruktur dalam menghasilkan produk. Anak-anak dalam rentang usia 7-13 tahun menjadi target audiens dalam perancangan buku cerita bergambar ini. Tujuan dari perancangan ini adalah sebuah media berupa buku cerita bergambar “Menjelang Proklamasi Kemerdekaan” yang berisi tentang peristiwa menjelang kemerdekaan Indonesia. Memiliki konten berupa cerita yang dilengkapi oleh gambar ilustrasi untuk memudahkan pembaca anak memahami apa yang diceritakan dalam buku. Illustrasi pun dibuat menggunakan gaya kartunis sesuai dengan selera anak-anak. Selain itu juga ada beberapa media pendukung dari produk buku cerita bergambar
Implementasi pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok Kalor di kelas VII MTs NU Nahdlatul Athfal Kudus tahun 2009-2010
Ahmad Ainun Nafi’ (NIM: 3104051). Implementasi pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok kalor di kelas VII A MTs. NU. Nahdlatul Athfal Kudus tahun 2009/2010. Skripsi. Semarang: Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo. 2010.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menganalisa tentang implementasi CTL (Contextual Teaching and Learning) pada materi pokok kalor siswa kelas VII MTs NU Nahdlatul Athfal Kudus, (2) mendeskripsikan dan menganalisa tentang implementasi CTL (Contextual Teaching and Learning) guna meningkatkan pembelajaran dan hasil belajar pada materi pokok kalor siswa kelas VII MTs NU Nahdlatul Athfal Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian peserta didik kelas VII A MTs. NU. Nahdlatul Athfal Kudus dengan jumlah peserta didik sebanyak 39 anak.
Proses penelitian dilakukan dalam tiga siklus. Pelaksanaan siklus I sudah direncanakan sebelumnya. Pelaksanaan siklus II merupakan hasil refleksi dari siklus I dan pelaksanaan siklus III adalah hasil refleksi dari siklus II. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan metode observasi secara langsung pada saat pembelajaran dan pengambilan nilai pada tiap akhir siklus. Pengolahan data dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil dari pengolahan data digunakan untuk menggambarkan ketercapaian tindakan terhadap peningkatan pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian, hasil penelitian siklus I ketuntasan belajar mencapai 41,02 % dengan nilai rata-rata kelas sebesar 55,64, pada siklus II ketuntasan belajar mencapai 66,66 % dengan rata-rata kelas sebesar 65,51, sedangkan pada siklus III ketuntasan belajar telah mencapai 89,74 % dengan nilai rata-rata kelas sebesar 83,71. Dari hasil penelitian yang diperoleh berarti terdapat peningkatan dari siklus I ke siklus II dengan ketuntasan 25,64 % dan rata-rata sebesar 9,9, sedangkan peningkatan dari siklus II ke siklus III dengan ketuntasan 23,08 % dan rata-rata sebesar 18,2.
Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan akan menjadi bahan informasi dan masukan bagi mahasiswa, para tenaga pengajar, para peneliti, dan semua pihak yang membutuhkan di lingkungan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang
PEMBUATAN ES KRIM KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARAGENAN
Kedelai merupakan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting
peranannya dalam kehidupan. Kedelai mengandung 35% protein sedangkan kadar
protein pada varietas unggul dapat mencapai 40-43%(Radiyati, 1992).Salah satu
produk olahan kedelai adalah susu kedelai.Susu kedelai ini dapat dikonsumsi sebagai
minuman atau diolah lagi menjadi berbagai macam produk seperti es krim. Bahan
baku es krim susu kedelai terbatas, sehingga untuk mengatasi dan mengurangi nilai
impor Indonesia terhadap kedelai perlu dicari alternatif selain kedelai. Beberapa
bahan lain dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan kedelai yaitu seperti koro
pedang yang memiliki kandungan kimia hampir sama. Pembuatan es krim susu
kedelai dibuat dengan mensubtitusi kedelai dengan koro pedang, dan dalam
prosesnya juga perlu ditambahkan karagenan yang berfungsi sebagai penstabil.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan memperoleh konsentrasi
subtitusi koro pedang dan konsentrasi karagenan yang tepat sehingga dihasilkan es
krim susu kedelai subtitusi koro pedang dengan sifat fisik dan sensoris yang baik.
Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu pembuatan susu kedelai subtitusi koro
pedang dan dilanjutkan pembuatan es krim susu kedelai subtitusi koro pedang.
Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari
dua factor yaitu faktor A adalah variasi rasio perbandingan kedelai dan koro
pedang((75%:25%), (50%:50%), dan (25%:75%)) danfaktor B adalah konsentrasi
karagenan (0,3% dan 0,5%) dengan kontrol yaitu 100% kedelai dan karagenan 0,3%.
Kombinasi dari faktor perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsentrasi karagenan dan
subtitusi koro pedang sangat berpengaruh terhadap overrun, tekstur, kecerahan dan
kecepatan meleleh es krim susu kedelai subtitusi koro pedang. Dan konsentrasi karagenan dan subtitusi koro pedang yang tepat yang paling mendekati kontrol yaitu
pada perlakuan A1B2 merupakan perlakuan subtitusi koro pedang 25% (kedelai 75%)
dan karagenan 0,5% dengan overrun 48,37%, kecerahan 60,37, tekstur
25,84gr/10mm, kecepatan meleleh 28,27%, nilai kesukaan warna 3,68 (agak suka
sampai suka), nilai kesukaan tekstur 3,36 (agak suka sampai suka), nilai kesukaan
rasa 3,04 (agak suka sampaisuka), nilai kesukaan aroma 3,04 (agak suka sampai
suka), nilai kesukaan keseluruhan 3,32 (agak suka sampai suka)
PEMBUATAN ES KRIM KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARAGENAN
Kedelai merupakan sumber protein dan lemak nabati yang sangat penting
peranannya dalam kehidupan. Kedelai mengandung 35% protein sedangkan kadar
protein pada varietas unggul dapat mencapai 40-43%(Radiyati, 1992).Salah satu
produk olahan kedelai adalah susu kedelai.Susu kedelai ini dapat dikonsumsi sebagai
minuman atau diolah lagi menjadi berbagai macam produk seperti es krim. Bahan
baku es krim susu kedelai terbatas, sehingga untuk mengatasi dan mengurangi nilai
impor Indonesia terhadap kedelai perlu dicari alternatif selain kedelai. Beberapa
bahan lain dapat digunakan untuk mengurangi penggunaan kedelai yaitu seperti koro
pedang yang memiliki kandungan kimia hampir sama. Pembuatan es krim susu
kedelai dibuat dengan mensubtitusi kedelai dengan koro pedang, dan dalam
prosesnya juga perlu ditambahkan karagenan yang berfungsi sebagai penstabil.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan memperoleh konsentrasi
subtitusi koro pedang dan konsentrasi karagenan yang tepat sehingga dihasilkan es
krim susu kedelai subtitusi koro pedang dengan sifat fisik dan sensoris yang baik.
Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu pembuatan susu kedelai subtitusi koro
pedang dan dilanjutkan pembuatan es krim susu kedelai subtitusi koro pedang.
Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari
dua factor yaitu faktor A adalah variasi rasio perbandingan kedelai dan koro
pedang((75%:25%), (50%:50%), dan (25%:75%)) danfaktor B adalah konsentrasi
karagenan (0,3% dan 0,5%) dengan kontrol yaitu 100% kedelai dan karagenan 0,3%.
Kombinasi dari faktor perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsentrasi karagenan dan
subtitusi koro pedang sangat berpengaruh terhadap overrun, tekstur, kecerahan dan
kecepatan meleleh es krim susu kedelai subtitusi koro pedang. Dan konsentrasi
ix
karagenan dan subtitusi koro pedang yang tepat yang paling mendekati kontrol yaitu
pada perlakuan A1B2 merupakan perlakuan subtitusi koro pedang 25% (kedelai 75%)
dan karagenan 0,5% dengan overrun 48,37%, kecerahan 60,37, tekstur
25,84gr/10mm, kecepatan meleleh 28,27%, nilai kesukaan warna 3,68 (agak suka
sampai suka), nilai kesukaan tekstur 3,36 (agak suka sampai suka), nilai kesukaan
rasa 3,04 (agak suka sampaisuka), nilai kesukaan aroma 3,04 (agak suka sampai
suka), nilai kesukaan keseluruhan 3,32 (agak suka sampai suka)
Poligini dalam Hukum Perkawinan di Indonesia
Alhamdulillah, penulis panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Ilahi, atas limpahan rahmat dan ridhaNya penulis dapat menyelesaikan karya yang berjudul “Poligini dalam Hukum Perkawianan di Indonesia”. Shalawat serta salam semoga tetap terlimpahkan pada junjungan kita Nabi Muhammad Saw. Atas terselesainya karya ini, penulis menyampaikan banyak terimakasih atas segala bantuan dari semua pihak yang telah mensupport penulis dalam menyelesaikan karya ini. Terutama penulis sampaikan terimakasih kepada sahabat saya fillah Saudara Dr. H. Nafi’ Mubarok, SH., yang telah dengan ikhlas membantu proses penyelesaian karya ini dalam bentuk editing dan proses cetak karya ini. Ucapan terima kasih juga saya haturkan kepada istri tercinta, Luluk Masruroh, yang dengan sabar dan ikhlas merelakan waktunya untuk selalu setia mendampingi, mensupport, dan mendoakan penulis, sehingga dapat terselesaikannya karya ini. Begitu juga kepada anak-anak saya, Shinta Salma Khusniyati (Ema), Syarifah Nur Mufidah (Rifda), dan Ahmad Nabat Aifa’ (Nabat) yang dengan sabar merelakan sedikit waktu belajar dan bermainnya dengan penulis selama proses penyelesaian karya ini. Penulis sadar, bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan, semua ini murni atas keterbatasan kemampuan penulis. Oleh karena itu, saran dan kritik kami harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan karya ini. Akhirnya, hanya kepada Dzat Yang Maha Sempurna, penulis berserah diri
- …
