1,199 research outputs found
Mayor Jenderal TNI Nasrun Syahrun,SH:Pejuang Kemerdekaan,Abdi Hukum,Diplomat
24,5 cm; 276 ha
EFEKTIVITAS TERAPI PURSED LIPS BREATHING DAN POSISI SEMI FOWLER TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PASIEN TUBERCULOSIS: LITERATURE REVIEW
Tuberkulosis salah satu penyakit menular penyebab dari bakteri Mycobacterium tuberkulosis dan menyerang organ paru-paru. Pasien dengan TB Paru memerlukan Tindakan penanganan selain terapi farmakologis yaitu dengan Pursed Lips Breathing dan memberikan posisi Semi Fowler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi pursed lips breathing dan posisi semi fowler terhadap penurunan sesak napas pasien tuberkulosis. Studi penelitian menggunakan PICOT dengan pencarian pada Google Scholar sebanyak 830 artikel, Science Direct 1579 artikel, dan PUBMED 173 artikel yang ketiganya dari tahun 2019 – 2022 dengan menggunakan kata kunci Tuberculosis, Pursed lip breathing dan Semi fowler sehingga menghasilkan 10 jurnal yang di review. Hasil Menunjukkan hubungan antara terapi inhalasi sederhana dengan pursed lips breathing dan posisi semi fowler dalam menurunkan sesak nafas pada pasien tuberkulosis.. Disimpulkan bahwa memberikan posisi semi fowler berpengaruh pada penurunan gejala sesak yang dialami pasien tuberculosis. Selain itu penelitian menunjukan terapi pursed lips breathing berpengaruh pada pasien Tuberculosis dalam menurunkan sesak nafas
Transmisi Sanad dan Otoritas Qirâ’ah warsy di Tanah Banjar: Telaah Atas Kitab Fatḥ Al-Ghabsy Ta‘Līq Naẓm Riwayah Warsh Karya KH. Nasrun Thohir
Tradisi Qirâ’ah warsy merupakan salah satu kekayaan bacaan al-Qur’an
yang jarang dikenal luas di Indonesia. Di Tanah Banjar, transmisi bacaan ini tetap
hidup berkat peran sentral KH. Nasrun Thahir, seorang ulama karismatik yang
mewarisi dan mengajarkan bacaan tersebut secara konsisten di lingkungan
pesantren. Keberadaan Sanad yang bersambung hingga Imam Warsy menjadi
fondasi penting dalam menjaga autentisitas bacaan ini. Hal ini menunjukkan
bahwa Qirâ’ah warsy bukan hanya praktik keagamaan, tetapi juga warisan
keilmuan yang patut dilestarikan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses transmisi
Sanad Qirâ’ah warsy berlangsung di Tanah Banjar, serta bagaimana Otoritas
keilmuan KH. Nasrun Thahir dibangun dan diakui dalam konteks tersebut.
Penelitian ini ingin menjawab bagaimana metode pengajaran Qirâ’ah warsy
dijalankan dan apa makna Sanad dalam mempertahankan kemurnian bacaan al
Qur’an.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik
observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Ditemukan bahwa
proses transmisi dilakukan melalui metode talaqqi dan musyāfahah, dengan
seleksi ketat terhadap murid yang berhak menerima Sanad. KH. Nasrun Thahir
tidak hanya dikenal melalui jalur keilmuannya, tetapi juga melalui karyanya, Fath
al-Ghabsy, yang memperkuat posisi keilmuannya dalam Qirâ’ah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sanad bukan sekadar jalur
transmisi ilmu, tetapi juga simbol otoritas spiritual dan sosial. KH. Nasrun Thohir
berhasil mentransmisikan ilmu Qirâ’ah Warsy secara berkesinambungan melalui
pesantren. Hingga kini, sanad beliau masih diteruskan oleh para muridnya,
menunjukkan keberlangsungan tradisi ini. Studi ini juga menegaskan pentingnya
dokumentasi tradisi lokal sebagai bagian dari khazanah Islam Nusantara serta
membuka ruang kajian Qirâ’ah di luar riwayat Hafsh yang dominan
Transmisi Sanad dan Otoritas Qirâ’ah warsy di Tanah Banjar: Telaah Atas Kitab Fatḥ Al-Ghabsy Ta‘Līq Naẓm Riwayah Warsh Karya KH. Nasrun Thohir
Tradisi Qirâ’ah warsy merupakan salah satu kekayaan bacaan al-Qur’an
yang jarang dikenal luas di Indonesia. Di Tanah Banjar, transmisi bacaan ini tetap
hidup berkat peran sentral KH. Nasrun Thahir, seorang ulama karismatik yang
mewarisi dan mengajarkan bacaan tersebut secara konsisten di lingkungan
pesantren. Keberadaan Sanad yang bersambung hingga Imam Warsy menjadi
fondasi penting dalam menjaga autentisitas bacaan ini. Hal ini menunjukkan
bahwa Qirâ’ah warsy bukan hanya praktik keagamaan, tetapi juga warisan
keilmuan yang patut dilestarikan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses transmisi
Sanad Qirâ’ah warsy berlangsung di Tanah Banjar, serta bagaimana Otoritas
keilmuan KH. Nasrun Thahir dibangun dan diakui dalam konteks tersebut.
Penelitian ini ingin menjawab bagaimana metode pengajaran Qirâ’ah warsy
dijalankan dan apa makna Sanad dalam mempertahankan kemurnian bacaan al
Qur’an.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik
observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Ditemukan bahwa
proses transmisi dilakukan melalui metode talaqqi dan musyāfahah, dengan
seleksi ketat terhadap murid yang berhak menerima Sanad. KH. Nasrun Thahir
tidak hanya dikenal melalui jalur keilmuannya, tetapi juga melalui karyanya, Fath
al-Ghabsy, yang memperkuat posisi keilmuannya dalam Qirâ’ah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sanad bukan sekadar jalur
transmisi ilmu, tetapi juga simbol otoritas spiritual dan sosial. KH. Nasrun Thohir
berhasil mentransmisikan ilmu Qirâ’ah Warsy secara berkesinambungan melalui
pesantren. Hingga kini, sanad beliau masih diteruskan oleh para muridnya,
menunjukkan keberlangsungan tradisi ini. Studi ini juga menegaskan pentingnya
dokumentasi tradisi lokal sebagai bagian dari khazanah Islam Nusantara serta
membuka ruang kajian Qirâ’ah di luar riwayat Hafsh yang dominan
Peranan pondok pesantren dalam perkembangan pendidikan Islam di Kerinci, Jambi, Indonesia / Nasrun S.
Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan agama Islam yang wujud serta diiktiraf oleh masyarakat di Indonesia yang berperanan dalam mengembangkan pengetahuan Islam di Indonesia. Maka kajian ini menganalisis sejarah perkembangan Pondok Pesantren di Kerinci, Jambi, Indonesia, kurikulum dan peranannya dalam pendidikan Islam. Kajian ini menggunakan metode kualitatif yang mengabungkan kajian perpustakaan dan kajian lapangan. Dalam pengumpulan data, metode dokumentasi, historis, temu bual dan observasi telah digunakan manakala metode induktif dan deduktif telah digunakan bagi menganalisis data. Berikut merupakan perumusan masalah bagi kajian ini; Bagaimanakah perkembangan pondok pesantren di Indonesia amnya dan di Kerinci Negeri Jambi khususnya? Apakah ciri-ciri dan bentuk kurikulum pondok pesantren di Indonesia dan di Kerinci Jambi? dan Apakah peranan pondok pesantren di Daerah Kerinci, Jambi dalam pendidikan Islam seperti peranan dalam pembelajaran Al-Qur’an dan tafsir, bahasa Arab, kaligrafi, dan aktiviti-aktiviti kepada masyarakat. Hasil daripada kajian ini menunjukan bahawa pondok pesantren di Kerinci telah berkembang dengan pesat dari awal penubuhannya sehinggga sekarang dan menggunakan sistem pendidikan madrasah yang menggabungkan kurikulum pendidikan Islam dan kurikulum pendidikan umum. Selain itu, pondok pesantren telah memainkan peranan utama dalam pendidikan Islam dalam melahirkan para hafizul Qur’an, para pendakwah, ahli kaligrafi yang mahir, para pemimpin dalam masyarakat serta mahir dalam berbahasa Arab. Kesimpulannya, pendidikan yang ditawarkan oleh pondok pesantren telah memberi peluang kepada masyarakat Islam di Kerinci untuk menimba ilmu tentang Islam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka. Selain itu, untuk lebih jelas mengenai pondok pesantren di Kerinci, banyak perkara yang masih boleh dikaji secara mendalam seperti bagaimana implementasi kurikulum umum dalam pendidikan pondok pesantren, bagaimana peningkatan pengetahuan Islam pada masyarakat Kerinci, dan sebagainya
Behavioural intention towards online grocery services in Melaka / Muhammad Nasrun Syahmi Baharun
Since the late 1980s, the online grocery has been around and adopted in regions such as Europe, Australia and Asia. The online grocery trend has been inflamed by the growth of the Internet and now the smart device era. Advanced technology, including Internet technology, is used to communicate, search for information, easily text and send e-mails to anyone worldwide. There are many factors that influence the consumers’ actual usage of e-grocery. This dissertation studies Malaysian consumers and why some of them are willing to use e-grocery, while some do not. Therefore, the research had been conducted to study the behavioural intention of consumers towards online grocery services by determining the factors influence it. The independent variables that had being examined in this study are perceived usefulness, perceived ease of use, perceived risk and social influence that influencing consumers’ behavioural intention towards online grocery. Questionnaires had been distributed to 200 respondents at shopping mall around Melaka City and the respondents are being selected using convenience sampling and 200 target respondents successfully being return and valid questionnaires. Social Sciences (SPSS) for Statistical Package had been employed for data analysis on descriptive, correlation and regression analysis. Based on results, the research objectives and research questions have been answer which is to identify level of behavioural intention on online groceries products, to identify the most influence factors that affect behavioural intention on online groceries products and to identify relationship between perceived usefulness, perceived ease of use, perceived risk, social influence and behavioural intention on online groceries products
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS XI MIA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI SE-KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR
PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS XI MIA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI SE-KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR 1) 2) 3) Nurasmila Nasrun, Muhiddin Pallenari, Hamka Lodang 1) Mahasiswa Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Makassar, Kota Makassar 2) 3) Dosen Jurusan Biologi, Universitas Negeri Makassar, Kota Makassar 1) 2) 3) e-mail: [email protected] [email protected] [email protected] ABSTRAK Keterampilan berpikir tingkat tinggi meliputi keterampilan menggunakan logika dan penalaran, menganalisis, mengevaluasi, mencipta, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan. Keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam penelitian ini meliputi keterampilan menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6) sesuai dengan Taksonomi Bloom revisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI pada pembelajaran biologi materi sistem koordinasi di SMA Negeri se-Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar yang meliputi SMAN 07 Makassar, SMAN 18 Makassar dan SMAN 22 Makassar. Jumlah sampel sebanyak 10 siswa dipilih dari ketiga sekolah secara random. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Pemberian tes dalam bentuk essay yang dinilai menggunakan rubrik penilaian keterampilan berpikir tingkat tinggi yang dikembangkan oleh Diane Hart, 1999. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa pada aspek menganalisis (C4) yaitu 36,59 dengan kategori sangat rendah, aspek mengevaluasi (C5) yaitu 47,97 dengan kategori rendah dan aspek mencipta (C6) yaitu 39,04 dengan kategori sangat rendah. Semua keseluruhan rata-rata keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa yaitu 41,02 dengan kategori rendah. Kata Kunci : Pembelajaran Biologi, Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi, Sistem Koordinas
Tawarruq in Malaysian financing system: A case study on commodity murabahah product at Maybank Islamic Berhad / Nasrun Bin Mohamad @ Ghazali
Tawarruq merupakan antara konsep Shari‘ah yang digunakan dalam sistem
perbankan Islam untuk menyalurkan kecairan tunai. Konsep ini menjadi semakin
popular di Malaysia sebagai alternatif kepada bay‘ al-‘inah. Walaubagaimanapun,
konsep ini yang telah diubahsuai lalu dikenali sebagai Tawarruq Munazzam dan
diaplikasikan ke dalam industri perbankan Islam, telah menjadi perdebatan di mana
penggunaannya telah dilarang oleh Majma‘ al-Fiqh al-Islami al-Duwali disebabkan
wujudnya elemen yang meragukan. Selanjutnya, applikasi tawarruq dalam
kewangan Islam ini berpotensi menghadapi risiko tidak patuh Shari‘ah. Oleh yang
demikian, kajian ini bertujuan untuk menganalisa dan menilai aplikasi tawarruq
dalam sistem pembiayaan di Malaysia menurut perspektif Shari‘ah. Untuk tujuan ini,
kajian kualitatif telah dijalankan dengan menganalisa bahan-bahan fiqh dan
perbankan termasuklah dokumentasi pengawalselia tempatan. Pengsampelan
terhadap implementasi pembiayaan berasaskan tawarruq telah dijalankan di
Maybank Islamic Berhad (MIB) ke atas produk Commodity Murabahah Term
Financing-i (CMTF-i). Sesi temubual dengan pegawai-pegawai MIB dan penaksiran
terhadap dokumentasi telah dijalankan untuk mengumpul maklumat. Kesimpulan
yang dapat dibuat dari kajian ini ialah, pertama, initipati terhadap larangan ke atas
tawarruq munazzam ialah wujudnya elemen yang meragukan di mana pengendalian
rapi diperlukan bagi pemprosesan pembiyaan berasaskan tawarruq untuk
mengelakkan sebarang risiko tidak patuh Shari‘ah. Kedua, potensi risiko wujud
dalam beberapa peringkat pemprosesan pembiayaan berasaskan tawarruq di mana
risiko ini boleh membawa implikasi terhadap aspek kewangan dan bukan kewangan.
Ketiga, pemakaian tawarruq dalam sistem pembiayaan tempatan adalah selari
dengan objektif Shari‘ah di atas dasar keperluan. Penulis mencadangkan supaya
v
pihak berautoriti menyelesaikan beberapa permasalahan seperti elemen munazzam
dalam tawarruq, serta qalb al-dayn dalam penjadualan dan penstrukturan semula
pembiayaan. Beberapa garis panduan teknikal harus dikeluarkan untuk menggariskan
keperluan penting dalam pembiyaan berasaskan tawarruq. Bank-bank Islam pula
perlu menambahbaik aspek pentadbiran dan pengawalan, di samping membudayakan
kesedaran terhadap dasar patuh Shari‘ah dan meningkatkan kompetensi pengetahuan
di kalangan pekerja-pekerja mereka. Dengan menjalankan peranan dan
tanggungjawab masing-masing, pihak pengawal selia dan pihak bank dapat
mengukuhkan asas perbankan Islam di masa hadapan
- …
