599 research outputs found

    Effect of lithium bis(trifluoromethylsulfonyl)imide salt-doped UV-cured glycidyl methacrylate

    No full text
    A study is carried out on solid polymer electrolytes (SPEs) based on UV-curable glycidyl methacrylate (GMA) reactive mixtures to determine the lithium bis(trifluoromethylsulfonyl)imide (LiTFSI) effect at different weight percentages. These polymeric systems are discussed considering several factors such as chemical interaction, structural and thermal properties, ionic conductivity, and lithium transference number. Samples are prepared using solution casting technique and are analyzed using Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), X-ray diffraction (XRD), differential scanning calorimetry (DSC), and electrochemical impedance spectroscopy (EIS) characterization methodologies. FTIR spectra show that interaction occurs between electronegative atoms in polymer host and TFSI− ions. XRD diffractogram indicates the amorphous aspect of SPEs, without the presence of LiTFSI peaks. Doping with LiTFSI salt reduces the glass transition temperature of SPEs and increased their ionic conductivity. Identified as the ideal salt concentration for poly(glycidyl methacrylate) (PGMA)-LiTFSI SPE system is 30 wt.% LiTFSI doping level, thus achieving a ionic conductivity of 3.69 × 10−8 S cm−1 at ambient temperature and 1.23 × 10−4 S cm−1 at 373 K. The ionic conductivity behavior obeys the Vogel–Tamman–Fulcher equation with an activation energy of 0.054 eV

    Chitosan as a paradigm for biopolymer electrolytes in solid-state dye-sensitised solar cells

    No full text
    Biopolymers are among the most promising electrolyte hosts for different electrochemical devices in the energy conversion and storage fields. In this work, the potential of chitosan as a biopolymer laden with NaI salt is explored and applied as solid polymer electrolyte for dye sensitised solar cells. The chitosan-NaI electrolyte is successfully prepared via a simple and upscalable solution casting technique. Infrared spectroscopy analysis highlights interactions between chitosan and NaI, that weaken the semi-crystalline domains of chitosan and favour the conduction of the redox shuttle ions between cell electrodes. At room temperature, the best ionic conductivity was obtained for the samples laden with NaI 30 wt%, with values equal to 1.11 × 10−4 S cm−1. Na+ transference number determination indicates that only 0.9% of the ionic conductivity is determined by these cations, thus highlighting that I− anions represent the active species in the newly proposed solid-state electrolyte. This result is highly desired considering that these anions are those responsible for the regeneration of oxidized dye molecules in the cell and, overall, for the cell efficiency. Current-voltage measurement of solid-state photovoltaic devices under simulated sunlight led to a reproducible and stable power conversion efficiency of 0.06%, along with a short-circuit current density of 0.32 mA cm−2, an open circuit voltage of 0.7 V and a fill factor 0.3

    Hukum Jual Beli Air Susu Ibu Analisis Pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik

    No full text
    In the view of the fuqoha, the practice of buying and selling breast milk is different about whether it is permissible or not. Imam Abu Hanifah is of the opinion that breast milk should not be traded because it includes human flesh. Meanwhile, Imam Malik is of the opinion that breast milk may be traded for sacred reasons. In this case the author uses the library research method-qualitative by using the theory of ta'arud fair and maslahah mursalah. The results of this study determined that the law of buying and selling breast milk both had in common, namely using the qiyas method. In this case, Imam Abu Hanifah sees the buying and selling of breast milk more on the sanctity of objects and the harm that occurs when this sale and purchase is carried out. Meanwhile, Imam Malik sees it from the side of the benefit of goods being traded. 

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN FLANEL TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI PEMBUATAN CELANA PANJANG PRIA DI SMK N 2 GODEAN

    No full text
    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN FLANEL TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSI PEMBUATAN CELANA PANJANG PRIA DI SMK N 2 GODEAN Oleh: Hanifah Isnaini 11513242003 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) tingkat pencapaian kompetensi pembuatan celana panjang pria di SMK N 2 GODEAN, (2) pengaruh penggunaan media pembelajaran papan flanel terhadap pencapaian kompetensi pembuatan celana panjang pria di SMK N 2 GODEAN. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI busana SMK N 2 GODEAN sebanyak 96 peserta didik. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling diperoleh sampel sebanyak 64 peserta didik. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Instrumen penelitiannya tes hasil belajar aspek kognitif, aspek psikomotor dan aspek afektif. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif dan uji t (t-test) Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pencapaian kompetensi pembuatan celana panjang pria pada kelas non intervensi kategori tuntas sebanyak 25 peserta didik (78,2%) dan pada kelas intervensi kategori tuntas sebanyak 32 peserta didik (100%) dilihat dari segi nilainya pada kelas intervensi nilai tertinggi 98 dan nilai terendah 88 sedangkan pada kelas non intervensi nilai tertinggi 91 dan nilai terendah 70. (2) terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran papan flanel untuk pencapaian kompetensi pembuatan celana panjang antara kelas intervensi dan kelas non intervensi di SMK N 2 GODEAN, hal ini ditunjukkan pada hasil mean yaitu kelas intervensi sebesar 93,09 sedangkan mean kelas non intervensi sebesar 87,62. Kemudian dibuktikan dengan hasil perhitungan uji t (t-test) diperoleh t hitung 13,532 > t tabel 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran papan flanel terbukti berpengaruh terhadap pencapaian pembuatan celana panjang pria pada kelas XI di SMK N 2 GODEAN. Kata kunci: media pembelajaran papan flanel, model pembelajaran langsung dan pencapaian kompetens

    Identifying factors for assessing regional readiness level to manage natural disaster in emergency response periods

    No full text
    Disaster preparedness is an effective, realistic and coordinated planning program with risk reduction measures, reducing the impact of disasters, saving lives optimally, and returning the community to normal conditions in the shortest possible time. Sleman Regency has a volcanic eruption of Mount Merapi potensial. The agency of the emergency response should manage the emergency response period effectively and efficiently both concerning victim handling, and disaster logistics management. This study aims to identify factors for assessing regional readiness in disaster management. The analytic hierarchy process was employed to accomplish the objective of this research. There are 11 factors for assessing regional readiness in natural disaster management, namely: strengthening the legal framework for disaster management, mainstreaming disaster risk reduction in development, enhancing multi-party partnerships in disaster management, implementing Good Governance in disaster management, increasing the effectiveness of disaster prevention and mitigation, improving preparedness and handling disaster emergencies, increasing disaster recovery capacity, understanding disaster risk, strengthening risk governance, DRR investment for resilience, and improving risk management

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN FLANEL PADA MATA PELAJARAN MEMBUAT LENAN RUMAH TANGGA BAGI SISWA TUNAGRAHITA SMPLB DI SLB NEGERI PEMBINA YOGYAKARTA

    No full text
    ENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN FLANEL PADA MATA PELAJARAN MEMBUAT LENAN RUMAH TANGGA BAGI SISWA TUNAGRAHITA SMPLB DI SLB NEGERI PEMBINA YOGYAKARTA Oleh: Hanifah NIM. 10513241003 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengembangkan media papan flanel pada mata pelajaran membuat lenan rumah tangga bagi siswa tunagrahita SMPLB di SLB Negeri Pembina Yogyakarta, (2) mengetahui kelayakan media papan flanel yang layak digunakan pada mata pelajaran membuat lenan rumah tangga bagi siswa tunagrahita SMPLB di SLB Negeri Pembina Yogyakarta. Penelitian ini merupakan Penelitian dan pengembangan (R & D) dengan model pengembangan yang dikemukakan Sugiyono. Penelitian dan pengembangan ini melalui 10 tahapan yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi para ahli materi dan ahli media, (5) revisi produk, (6) uji coba terbatas, (7) revisi produk, (8) uji coba lapangan, (9) revisi produk, (10) hasil akhir produk. Penelitian dilaksanakan di SLB N Pembina Yogyakarta dengan subjek penelitian siswa kelas VII yang berjumlah 5 siswa. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian diketahui bahwa : (1) pengembangan media papan flanel melalui 10 tahapan menghasilkan produk media papan flanel yang layak digunakan pada proses pembelajaran membuat lenan rumah tangga di SLB N Pembina Yogyakarata. Media papan flanel ini menggunakan kain flanel hitam berukuran 1,56 m x 0,91 m, kain yang digunakan untuk membuat item papan flanel yaitu kain katun motif batik. (2) kelayakan media papan flanel dalam pembelajaran membuat cempal pada mata pelajaran membuat lenan rumah tangga berdasarkan ahli materi, ahli media dan uji lapangan. Hasil validasi oleh ahli materi dinyatakan 100% layak, hasil validasi oleh ahli media dinyatakan 100% layak. Berdasarkan uji lapangan, media papan flanel dikategorikan sangat layak 45%, layak 37%, dan kurang layak 18%. Kata kunci: media papan flanel, lenan rumah tangga, tunagrahit

    PERBEDAAN HASIL PENGUKURAN TEKANAN INTRAOKULAR MENGGUNAKAN TONOMETER SCHIOTZ DENGAN NON CONTACT TONOMETER PADA PASIEN MATA DI SURAKARTA

    No full text
    Rizky Hanifah Nadiawati, G0012192, 2015. Perbedaan Hasil Pengukuran Tekanan Intraokular menggunakan Tonometer Schiotz dengan Non Contact Tonometer pada Pasien Mata di Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Pendahuluan: Tekanan Intraokular adalah tekanan dalam bola mata yang diukur dengan alat yang disebut tonometer. Dikenal beberapa jenis tonometer, antara lain tonometer schiotz dan non contact tonometer (NCT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil pengukuran tekanan intraokular menggunakan tonometer schiotz dengan non contact tonometer pada pasien mata di Surakarta. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada November 2015 di Solo Eye Center Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Subjek penelitian adalah pasien di Solo Eye Center usia >20 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan tekanan intraokular menggunakan tonometer schiotz dan non contact tonometer. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Mann Whitney dan uji kesesuaian Kappa. Hasil: Rerata usia subjek penelitian adalah 31,84 ± 17,05 (rerata ± SD). Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan rerata hasil pengukuran tekanan intraokular yang bermakna antara penggunaan tonometer schiotz dengan non contact tonometer, dengan p = 0,002 untuk perbedaan hasil pengukuran pada mata kanan dan p < 0,001 untuk perbedaan hasil pengukuran pada mata kiri. Rerata hasil pengukuran TIO dengan tonometer schiotz adalah 17,53 ± 2,56 dan 17,19 ± 3,52. Rerata hasil pengukuran TIO dengan NCT adalah 12,95 ± 3,04 dan 13,08 ± 2,52. Uji kesesuaian Kappa menunjukkan kesesuaian yang kurang baik antara hasil pengukuran kedua alat (ĸ = -0,050). Simpulan: Terdapat perbedaan rerata hasil pengukuran tekanan intraokular yang bermakna antara penggunaan tonometer schiotz dengan non contact tonometer

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KEJURUAN PAKET KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK SMK N 1 PURWOREJO

    No full text
    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KEJURUAN PAKET KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIKSMK N 1 PURWOREJO THE IMPLEMENTATION OF LEARNING OF VOCATIONAL SUBJECT MATTER AT DEPARTMENT  OF INSTALLATION TECHNIQUE OF ELECTRICAL POWER UTILIZATION  Oleh: Hanifah Purwaningtyas, Edy SupriyadiProgram Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri [email protected], [email protected] AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran, dan hasil pembelajaran mata pelajaran kejuruan Paket Keahlian Teknik Instalasi pemanfaatanTenaga Listrik SMK N 1 Purworejo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluasi dengan metode Countenance Stake. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran kejuruan kelas XI Paket Keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMK N 1 Purworejo sebanyak 7 orang, dan siswa kelas XI Paket Keahlian Teknik Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik SMK N 1 Purworejo sebanyak 94 orang tahun pelajaran 2016/2017. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian diketahui bahwa (1) aspek  perencanaan pembelajaran (tahap antecedents) menurut guru termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 73,57 dari nilai tertinggi ideal 88; (2) aspek proses pembelajaran (tahap transaction) menurut guru termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 156,9 dari nilai tertinggi ideal 180  dan menurut siswa termasuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 96,9 dari nilai tertinggi ideal 120; (3) aspek fasilitas pembelajaran (tahap transaction) menurut guru termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 53,71 dari nilai tertinggi ideal 60 dan menurut siswa masuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 48,80 dari nilai tertinggi ideal 60; serta (4) aspek hasil pembelajaran (tahap outcomes) menurut guru masuk dalam kategori sangat baik dengan nilai rata-rata 42,00 dari nilai tertinggi ideal  48  dan menurut siswa masuk dalam kategori baik dengan nilai rata-rata 30,59 dari nilai tertinggi ideal  48. Kata kunci: implementasi, kurikulum, pembelajaran AbstractThis research aims to determine the planning of learning, learning proccess, learning facilities and learning outcomes of vocational subjects matter at Department of Installation Technique of Electrical Power Utilization at SMK N 1 Purworejo. This was a research evaluation with Stake Countenance method. The subjects were seven teachers of vocational courses and 94 students of 11th grade Department of Installation Technique of Electrical Power Utilization, SMK N 1 Purworejo. Data were collected using questionnaires, interviews and documentation. Analysis of the data used was descriptive analysis of both quantitative and qualitative. The survey results revealed that: (1) by the teacher, aspects of the learning plan (antecedents phase) was categorized as excellent with an average value of 73.57 out of 88; (2) by the teachers, aspects of the learning process (transaction phase) was categorized as excellent with an average value of 156.9 out of 180, and by the students, it was categorized as good with an average value of 96.9 out of 120; (3) by the teachers, aspects of learning facilities (transaction phase) was categorized as excellent with an average value of 53.71 out of 60, and by students, it was categorized as good with an average value of 48.80 out of 60; and (4) by the teachers, aspects of the learning outcomes (outcomes phase) was categorized as excellent with the average value of 42.00 out of 48, and by students, it was categorized as good with an average value of 30.59 out  of 48.  Keywords: implementation, curriculum, learnin

    PELAKSANAAN KOMUNIKASI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PELAJARAN PAI DI MTs NEGERI KUNIR WONODADI BLITAR

    No full text
    ABSTRAK Siti Umi Hanifah, NIM 2811133249, Pelaksanaan Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Pelajaran PAI di MTs N Kunir Wonodadi Blitar” ini ditulis oleh Siti Umi Hanifah, dibimbing oleh Dr. Chusnul Chotimah,M.Ag. Kata kunci : Komunikasi, Guru Pendidikan Agama Islam Penelitian ini dilatar belakangi oleh fakta bahwa pendidikan pada saat ini dihadapkan dengan berbagai macam teknologi, informasi dan komunikasi yang semakin canggih. Kesuksesan pendidikan tidak hanya mutlak ditentukan oleh komunikasi, namun bagaimana menemukan kunci penting menjalankan komunikasi yang efektif sehingga hasil pembelajaran sesuai harapan. Proses komunikasi sangat berperan penting bagi guru untuk dapat meningkatkan pemahaman materi dengan hasil yang maksimal. Oleh sebab itu dibutuhkan berbagai hal yang dilakukan oleh guru untuk bisa meningkatkan pemahaman materi pelaajaran PAI di MTsN Kunir Wonodadi Blitar. Fokus penelitian skripsi ini adalah : (1) Bagaimana proses komunikasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran PAI di MTsN Kunir Wonodadi Blitar?(2) Hambatan-hambatan atau kendala guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran PAI di MTsN Kunir Wonodadi Blitar? (3) Usaha-usaha guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan pemahaman materi pelajaran PAI di MTsN Kunir Wonodadi Blitar ? Skripsi ini disusun berdasarkan data lapangan dengan jenis penelitian kualitatif. Data yang dikumpulkan peneliti menggunakan observasi partisipan, wawancara/ indeks Interview dan study dokumentasi di MTs N Kunir. Sedangkan untuk analisisnya, peneliti menggunakan teknik analisis Milles dan Hubberman, yaitu berupa uraian dan gambaran data-data yang terkumpul secara menyeluruh tentang keadaan yang sebenarnya. Hasil penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut : (1) proses komunikasi guru PAI dalam meningkatkan pemahaman materi sarana informatif meliputi : proses yang dilakukan di dalam kelas guru melakukan proses komunikasi dengan penyampaian informasi di ramu sedemikian rupa agar tidak terjadi kesalah pahaman dalam menyampaikan informasi. Sedangkan diluar kelas penyampaian informasi dilakukan dengan media yang berupa mading atau papan pengumuman. 2) Proses komunikasi guru PAI dalam meningkatkan pemahaman materi sebagai sarana edukatif: proses yang dilakukan di dalam kelas guru melakukan proses komunikasi dengan mampu mendidik dan mengarahkan sikap yang positif. Sedangkan diluar kelas memberikan contoh atau sikap perilaku yang positif, misalnya pembiasaan sholat dzuhur berjama’ah sekaligus dzikir. 3) Proses komunikasi sebagai sarana reflektif: proses yang dilakukan di dalam kelas guru melakukan proses komunikasi guru membuat rangsangan-rangsangan terhadap peserta didik berupa tanya jawab. Sedangkan di luar kelas peserta didik dianjurkan untuk mengikuti dzikir setelah shalat berjama’ah, mengikuti ceramah dari guru MTsN Kunir. 4) Proses komunikasi guru PAI dalam meningkatkan pemahaman materi sebagai sarana rekreatif, seperti proses yang dilakukan di dalam kelas guru melakukan proses komunikasi disela-sela menyampaikan cerita dibubuhi dengan lelucon-lelucon. Sedangkaan di luar kelas guru mengadakan kegiatan diluar madrasah seperti outbond/outdor

    The Ruling on Having Intercourse with a Wife who has Completed Her Menses but has not done the Obligatory Ghusl according to Imam Abu Hanifah

    No full text
    The purpose of this study aims to analyze the opinion of imam Abu Hanifah regarding the opinion of having sex with a wife who has finished her period but has not taken the obligatory bath. The type of research used is library research, with qualitative analysis methods using data in the form of verses of the Qur'an and hadith in various books of interpretation that contain related information. In this case, the author selects the data to be included in the writing according to the existing rules so that it can be easily understood regarding the sequence of the data to be analyzed using interpretation, through the data by using the rules of fiqh, while in analyzing the data collected through deductive and inductive methods, to implement the problem of menstruation when taking the opinion of imam Abu Hanifah based on the Qur'an and hadith. The conclusion of this research is the opinion of Imam Abu Hanifah that if the husband wants to have intercourse with his wife who has finished menstruating but has not taken a bath, it is permissible to have sexual intercourse even though he has not had time to take a janabah bath. The most important thing is that the blood has really stopped and does not come out again according to the conditions that have been determined. This research is expected to contribute to increasing understanding of the importance of understanding the relationship between wife and husband in the household. The findings of this study can be a reference for related parties, including family members, communities and educational institutions in realizing a good family
    corecore