581 research outputs found
E-enterprise : business models, architecture, and components / Faisal Hoque.
Includes bibliographical references (p. [265]-271) and index.xx, 284 pages ;E-commerce is still a volatile industry, but each day a new enterprise pops up promising to be the next big thing. The real challenge is to understand what is involved in using the Internet as a means to building a successful business. Rather than coming up with marketing hooks and product innovations, e-Enterprise: Business Models, Architecture, and Components demystifies e-commerce and describes how a business should determine its own future by taking the next step and becoming an agile 'e-enterprise'. Faisal Hoque introduces the concept of high-level abstraction of business processes and application functionality that result in reusable business and technology components. He provides a methodology that is critical for all business leaders and technologists trying to build an enterprise on the internet
Idols, Commodities and Islam, by Faisal Devji
Idols, Commodities and Islam. Conference given by Faisal Devji, held at the Graduate Institute of International and Development Studies, Geneva, 7 May 2019. Faisal Devji is professor of history at the university of Oxford. and Zaheer Kazmi, He is the author of Landscapes of the Jihad: Militancy, Morality, Modernity (Hurst, 2005), The Terrorist in Search of Humanity: Militant Islam and Global Politics (Hurst, 2009), The Impossible India: Gandhi and the Temptation of Violence (Harvard Universit..
Correction to: Thermal decomposition of rice husk: a comprehensive artificial intelligence predictive model
Unfortunately, in the original publication of the article the third author name was misspelled as
Faisal Abnisal. The corrected author name should read as “Faisal Abnisa”. The affiliation of
third author was incorrectly published. The corrected affiliation is given below
Kelompok Kepercayaan Budi Daya (Studi tentang Makna Kepercayaan, Sejarah Perkembangan, dan Pokok Ajaran Kelompok Kepercayaan Budi Daya)
Dimensi Dakwah Islam dalam Budaya Nyepuh
Nyepuh culture is a blend of local wisdom and universal Islamic teachings. The strong interrelation between culture and religion in the reality of Ciomas Village community life seems to be a single dual that is difficult to distinguish. Knowledge is integrated with trust and values, which determines the situation and behavior conditions of Ciomas Village community members. This study aims to reveal the dimensions of Islamic da'wah in the culture of the Nyepuh from the aspects of ideafacts, artifacts, and sociofacts. The theoretical basis of this study refers to the theory of the Three Cultural Beings of J.J. Hoenigman, namely: Ideafacts, Artifacts, and Sociofacts. The findings in the locus study show that: First, the ideafact culture manifestation in the gild culture which has the dimensions of Islamic da'wah includes Mulung Pangpung, Nalekan, Ngasakan, Clean Village, Nya'angan, and Meungkeut Nyere. Second, the artifact culture manifestations in the gild culture with the dimensions of Islamic da'wah are the Sacred Tomb, Golden Geger Water, Pangpung, Tumpeng Rice, Nyere, and Beubeutian. Third, the form of sociofact culture in gild culture has dimensions of Islamic da'wah: Relationship with Humans, Relationship with Nature, and Relationships with God
Karakteristik Khitabah Jalaluddin Rakhmat (Studi Penelitian Deskriptif terhadap Karakteristik Khitabah K.H. Jalaluddin Rakhmat pada Pengajian Ahad di Masjid Al-Munawwarah, Kiara Condong, Bandung)
Dalam Ilmu Khitabah, materi (maudu’) dan metode (uslub) merupakan aspek penting yang menjadi faktor penentu keberhasilan suatu khitabah. Keberhasilan atau kegagalan mubaligh (pelaku khitabah) dalam melakukan aktifitas khitabah sangat bergantung sekali pada dua aspek tersebut. Selain itu, dua aspek tersebut juga dapat membentuk karakteristik khitabah dari seorang mubaligh. Berbeda dengan mubaligh pada umumnya yang mempunyai karakteristik khitabah yang cenderung monoton, Dr. K.H. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc., seorang mubaligh, cendikiawan muslim, dan sekaligus penulis ini melakukan variasi dan inovasi dalam melakukan aktifitas khitabah, terutama dalam aspek materi dan metodenya. Sehingga aktifitas khitabah yang digelutinya selama ini mempunyai karakteristik tersendiri.
Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui: karakteristik khitabah Jalaluddin Rakhmat ditinjau dari aspek materi; dan karakteristik khitabah Jalaluddin Rakhmat ditinjau dari aspek metode. Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa beragamnya tema materi khitabah dan beragamnya jenis metode khitabah. Selain itu, ada beberapa prinsip komunikasi dalam Al-Qur’an dan teknik retorika yang bisa dijadikan metode dalam melakukan khitabah. Penggunaan metode yang tepat, akan menghasilkan proses khitabah yang komunikatif dan efektif.
Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif, yakni memaparkan situasi dan peristiwa. Dalam hal ini, memamparkan situasi dan peristiwa ketika Jalaluddin Rakhmat melakukan khitabah sebagai sumber data primernya. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: observasi, studi pustaka, dan wawancara. Untuk penarikan kesimpulan pada penelitian ini diperlukan analisis data, dengan cara: proses satuan, kategorisasi, analisis data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan pengamatan di lokasi penelitian dan analisis data hasil penelitian, diperoleh beberapa kesimpulan. Bahwa, yang menjadi karakteristik khitabah Jalaluddin Rakhmat dari aspek materi ialah: ia lebih banyak menyampaikan materi dengan tema muamalah dan tasawuf. Sedangkan, yang menjadi karakteristik khitabah Jalaluddin Rakhmat dari aspek metode adalah: 1) menggunakan kisah/cerita yang menyentuh pikiran dan perasaan; 2) menggunakan bahasa yang komunikatif dan efektif; 3) menyisipkan humor yang edukatif dan reflektif. Dari karakteristik khitabah yang dimilikinya itu, berpengaruh pada keberhasilan khitabah yang dilakukannya. Dari hasil informasi yang didapatkan dan diamati, keberhasilan khitabahnya ditentukan oleh tiga faktor: 1) waktu yang digunakannya; 2) materi yang disampaikannya; 3) metode yang dipraktikannya
Kelompok Kepercayaan Budi Daya (Studi tentang Makna Kepercayaan, Sejarah Perkembangan, dan Pokok Ajaran Kelompok Kepercayaan Budi Daya)
Kelompok Kepercayaan Budi Daya (Studi tentang Makna Kepercayaan, Sejarah Perkembangan, dan Pokok Ajaran Kelompok Kepercayaan Budi Daya)
Komunikasi Organisasi Nahdlatul Ulama (Studi Kasus Tentang Komunikasi Internal Pada Organisasi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat)
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat merupakan struktur organisasi NU di tingkat Provinsi Jawa Barat. PWNU Jawa Barat ini memiliki tingkatan kepengurusan dan susunan kepengurusan yang kompleks serta berbeda dengan organisasi pada umumnya. Penelitian tentang komunikasi internal pada organisasi PWNU Jawa Barat ini bertujuan untuk mengetahui: dimensi komunikasi internal pada PWNU Jawa Barat dan jenis komunikasi internal pada PWNU Jawa Barat. Penelitian ini berlandaskan pada kajian komunikasi internal dalam komunikasi organisasi menurut Onong Uchjana Effendy.
Parenting Communication: Penerapan Komunikasi Empatik dalam Pola Pengasuhan Anak
Pola pengasuhan anak atau parenting dalam suatu kelurga sangat dipengaruhi oleh proses dan alur komunikasi yang dibangun orang tua kepada anaknya. Agar proses pengasuhan anak dapat terlaksana secara efektif, aplikatif dan komunikatif, maka dapat menerapkan prinsip komunikasi empatik. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka studi ini bertujuan untuk mengungkap lebih dalam tentang: (1) Parenting Style: Ragam Gaya dan Pola Pengasuhan Anak; (2) Parenting Communication: Komunikasi Empatik dalam Pola Pengasuhan Anak. Didasarkan atas hasil analisis dan pembahasan, maka ada dua temuan utama dalam studi ini, yaitu: (1) Pola asuh intelektual-otoritatif-atentif merupakan parenting style yang relevan, aktual dan kontekstual diterapkan dalam proses pengasuhan anak di masa sekarang ini; (2) Ada empat prinsip komunikasi empatik yang dapat diterapkan dalam pola pengasuhan anak, yakni memperhatikan anak, mendengarkan anak, memahami anak dan menghargai anak
- …
