1,720,966 research outputs found

    HUKUM MENGELUARKAN ZAKAT SAWIT DALAM TINJAUAN FIKIH DAN UNDANG-UNDANG PENGELOLAAN ZAKAT

    No full text
    For certain circles, zakat on palm oil is considered not obligatory to pay zakat, because zakat on palm oil does not include plants for which zakat must be issued, such as dates and grapes, parts of grains, namely wheat, rice, fennel nuts and all selected staple foods, based on this issue. , the first question arises how is the law to issue palm oil zakat in a fiqh review, secondly how is the regulation of palm oil zakat in the zakat management law. In this study, the author uses a normative/doctrinal legal research method, namely discussing and reviewing the law contained in fiqh books or laws. Based on this research, it is known that oil palm can be categorized as a plant for which zakat must be issued. Because in terms of the Syafi\u27i school, palm oil is not a staple food, but includes the type of food that is stored and grown by humans, in terms of the laws and regulations in force in Indonesia. There is one law related to zakat, namely Law no. 23 of 2011 concerning the management of zakat. In Article 4 paragraph 2, zakat mal as referred to in paragraph 1 covers, among others, agriculture, plantation, and forestry. In detail, oil palm is not mentioned, but in Indonesia, oil palm is a plantation product

    A Semiotic Study on Nike's Campaign Video "You Can't Stop Us"

    No full text
    This study about the analysis of icon and symbol in Nike’s Campaign Video. The Researcher conducted this research using semiotic theory to find icon and symbol also to find the meaning of icon and symbol. The purpose of this study is to explain icon and symbol found in Nike's campaign videos and their meanings. There are three Research problems that will be answered by the researcher: (1) what are icon in the campaign videos from Nike. (2) what are the symbols found in the campaign video from Nike. (3) what are the meanings of icon and symbol in the Nike campaign videos.This study applies a qualitative method. From this method, the researcher determines which ones are include to icon and which ones are include to the symbols from the video. Then, the researcher tried to describe, explain and analyze the meaning of each sign found in the video. The data from this study were taken from the Nike campaign video which is on the official YouTube channel from Nike.The results of this study, researchers found icon symbol and its meaning in the video. the researcher also found a meaning about equality, enthusiasm, and distress due to the pandemic. From the findings in this study, it can be concluded that the icon is the image in the campaign video from Nike and the symbol is a sign in the form of writing or a transcript of the sound in the campaign video from Nike. Icon and symbol in the video represent equality, enthusiasm, and hardship due to the Pandemic situation, because the Nike campaign video was uploaded on July 30, 2020 and it has entered the Pandemic period

    Problematka Pengukuran Arah Kiblat Di Kota Binjai Ditinjau Dari Penentuan Utara Sejati Bumi (True North)

    No full text
    Disertasi ini membahas tentang ”Problematika Pengukuran Arah Kiblat di Kota Binjai Ditinjau Dari Penentuan Utara Sejati Bumi (True North)”. Disertasi ini menjelaskan bagaimana cara menetapkan arah kiblat dengan menentukan utara sejati, penulis mengujinya dengan melakukan penelitian di Kota Binjai. Permasalahan yang akan diteliti dalam disertasi ini yaitu bagaimana penentuan Arah Kiblat yang berlaku selama ini di Kota Binjai, bagaimana cara menentukan utara sejati bumi dalam fikih dan ilmu falak, bagaimana penentuan Utara Sejati Bumi berpengaruh terhadap akurasi ketepatan arah kiblat, bagaimana akurasi ketepatan arah kiblat di Kota Binjai setelah diketahui utara sejati bumi Penelitian yang dilakukan dalam disertasi ini adalah Metode penelitian hukum islam empiris (nondoktrinal research) suatu metode penelitian hukum yang berfungsi untuk melihat bagaimana bekerjanya hukum di masyarakat. objek penelitiannya adalah arah kiblat dari masjid dan musala yang ada di Binjai yang berjumlah 179 masjid, dan 169 musala total 348,ini merupakan populasi penelitian. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu 18 masjid dan 18 musala kemudian 6 masjid yang diukur BHR Binjai total 42 dengan menggunakan teknik Sampel Porposive yang merupakan teknik non random sampling. dengan luasnya Kota Binjai dan banyaknya jumlah masjid mengharuskan penulis melakukan penarikan sampel dengan teknik penarikan sampel nonprobabilitas, dalam teknik ini populasi tidak memiliki kesempatan yang sama, sehingga hasil penelitian dengan menggunakan teknik ini tidak dapat menyimpulkan kondisi pola populasi. Berdasarkan hasil hisab penentuan utara sejati diketahui Utara Sejati Bumi untuk wilayah Kota Binjai berada pada posisi sebelah barat dari utara kompas dengan nilai dalam satuan centimeter yaitu 0.7 cm sedangkan dalam azimut kompas 3580 44’ 57”, adapun utara sejati bumi dengan menggunakan theodolit bervariasi nilainya tidak tetap. Arah kiblat dengan azimut kompas berkisar 2920 46’ 11” sampai dengan 2920 48’ 50”. Berdasarkan hasil hisab utara sejati hanya 1 musala saja yang tepat ke ka’bah yaitu musala taqwa kemudian 7 masjid yang arah kiblatnya masih dapat ditoleransi, selebihnya masih mengalami penyimpangan berkisar 1 0 sampai 230 atau dengan nilai 111 Km sampai 3248.61 Km menjauhi ka’bah

    HADIS TENTANG ARAH KIBLAT DAN RELEVANSINYA DENGAN HISAB ILMU FALAK

    No full text
    The discussion about the accuracy of the Qibla direction still continues to be an actual discussion among Muslims, but the discussion is sometimes not argumentative based on the Qur\u27an and the Prophet\u27s Hadith. This paper discusses the status of the prophet\u27s hadith related to the Qibla direction and the relevance of the Qibla direction hadith to astronomy. The type of research is thematic, and the approach used is sanad and matan criticism to see the degree of sanad and matan of a hadith so that it can or cannot be used as hujjah (evidence) in legal decision making (istinbath). The hadiths about the Qibla direction that were found were then selected, and there were two hadiths that were considered to meet the criteria and were representative of a number of hadiths that were found. In this paper, it is found that the hadith that discusses the direction of the Qibla is authentic from the sanad and matan so that it can be used as a legal basis, while the relevance of the hadith of the Qibla direction to astronomy can be seen that the application of the hadith to determine the direction of Qibla can be done in 2 ways in astronomy, namely by the method of astronomy. the shadow of the qibla and the azimuth of the north point.        ABSTRAK   Pembicaraan mengenai ketepatan arah kiblat masih terus menjadi diskusi yang aktual di kalangan umat Islam, namun pembahasannya terkadang tidak argumentatif berdasarkan Alquran dan Hadis Nabi. Tulisan ini membahas tentang status hadis nabi terkait arah kiblat serta relevansi hadis arah kiblat terhadap ilmu falak. Jenis penelitiannya adalah tematik, dan pendekatan yang digunakan adalah kritik sanad dan matan untuk melihat derajat sanad dan matan suatu hadits sehingga dapat atau tidak dapat digunakan sebagai hujjah (bukti) dalam pengambilan keputusan hukum (istinbath). Hadis-hadis tentang arah kiblat yang ditemukan kemudian diseleksi, dan ada dua hadits yang dianggap memenuhi kriteria dan representasi dari sejumlah hadits yang ditemukan. Dalam tulisan ini ditemukan bahwa hadis yang membahas tentang arah kiblat adalah shahih dari sanad dan matan sehigga dapat dijadikan landasan hukum, sedangkan relevansi hadis arah kiblat dengan ilmu falak dapat diketahui penerapan hadis arah menentukan arah kiblat dapat dilakukan dengan 2 cara dalam ilmu falak yaitu dengan metode bayang-bayang kiblat dan azimut titik utara.   &nbsp

    Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Praktik Jual Beli Kulit Hewan Kurban di Mesjid Muslimin Teladan

    No full text
    Abstrak Penjualan kulit hewan kurban pada saat Idul Adha selalu menimbulkan permasalahan hukum di masyarakat, sebagian umat Islam memperbolehkan penjualan kulit hewan kurban dengan alasan kulit tersebut tidak digunakan oleh orang yang menerima daging kurban, jika diberikan kepada mereka maka mereka membuang kulitnya Sementara itu, mengolah kulit hewan kurban adalah pekerjaan yang sulit bahkan memiliki keahlian khusus, untuk itu sebagian muslim menjual kulit hewan tersebut. Adapun sebagian umat Islam lainnya dengan tegas melarang penjualan kulit hewan kurban, dengan alasan segala sesuatu yang berasal dari hewan kurban merupakan bagian yang harus disumbangkan bukan untuk dijual atau dinikmati sendiri setelah kulitnya dijual, salah satunya masjid di Medan. Kota yang telah mempraktikkan Jual beli kulit hewan kurban adalah masjid Teladan Muslimin. Dalam penelitian ini penulis akan mencoba mengkaji dalil dan manfaat pengurus masjid dalam mengamalkan perdagangan kulit hewan kurban

    STUDI ANALISIS TERHADAP PENDAPAT KH. MA. SAHAL MAHFUD TENTANG WALI MUJBIR

    No full text
    Penelitian dengan judul “Studi Analisis Terhadap Pendapat KH. MA. Sahal Mahfudh Tentang Wali Mujbir†ini merupakan hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab pertanyaan bagaimanapemikiran KH. MA. Sahal Mahfudh tentang wali mujbir? bagaimanametode istinbat hukum KH. MA. Sahal Mahfudh? serta bagaimana analisis terhadap pendapat KH. MA. Sahal Mahfudh tentang walimujbir?. Dalam penelitian kepustakaan ini penulis menggunakan teknik dokumenter dengan memakai metode deskriptif dan pola pikir deduktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Menurut KH. MA. Sahal Mahfudh terkait dengan wali mujbir ini, bahwa anak berhak menolak dikawinkan dengan laki-laki yang bukan setara tanpa persetujuannya serta orang tua juga berhak menolak keinginan anak gadisnya untuk menikah dengan laki-laki yang tidak setara. Sedangkan metode istinbat KH. MA. Sahal Mahfudh adalah dengan menggunakan metode tekstual (maz|hab qauly) dan kedua adalah  metode   kontekstual/metodologis (manhajy) sekaligus. Di samping itu, nilai maslahah juga dijadikan istinbat KH. Sahal dalam menggali sebuah hukum. Sementara itu, analisis terhadap pendapat KH. MA. Sahal Mahfudh tentang wali mujbir menyimpulkan bahwa pendapat KH. MA. Sahal Mahfudh tentang hak ijbar oleh orang tua lebih mengedepankan maslahah (kemaslahatan). Menurutnya, meminta persetujuan si anak, selain dianggap baik dari sisi nilai ajaran yang disampaikan Rasulullah SAW, juga didukung kaidah fikih al-khuruj min al-khilaf mustahab, keluar dari perbedaan dengan mengompromikan pendapat yang berbeda beda adalah lebih disukai. Mengingat perkawinan ini merupakan suatu ibadah, maka hendaknya dalam melaksanakan perkawinan tidak hanya memperhatikan kepentingan sepihak semata, namun juga mesti memperhatikan kepentingan semua pihak yang bersangkutan. Dan hal lain yang perlu diperhatikan, manusia tidak terdiri atas jisim semata. Dia juga memiliki jiwa dan perasaan sehingga kebahagiaannya pun hanya akan sempurna jika kebutuhan keduanya terpenuhi dengan seimbang. Maka dalam setiap mengambil keputusan  apapun jenisnya harus dipertimbangkan, tidak terkecuali dalam masalah memilih pasangan hidup yang pada akhirnya bisa tercapai kebahagiaan lahir batin, pernikahan yang penuh mawaddah, mahabbah, wa rahmah

    Manajemen peningkatan mutu pendidikan d Madrasah Tsanawiyah Negeri Seruway Kabupaten Aceh Tamiang

    No full text
    Salah satu syarat sah dalam melaksanakan ibadah salat adalah menghadap kiblat. Bagi orang yang langsung dapat menyaksikan ka’bah, para ulama sepakat bahwa dia wajib untuk menghadap a’in ka’bah. Sedangkan bagi orang yang jauh dari ka’bah yang tidak dapat melihat ka’bah secara langsung, Menurut jumhur ulama (Hanafiah, Malikiah, Hanabilah) dia tidak wajib menghadap a’in ka’bah melainkan cukup baginya menghadap jihat (arah) ka’bah. Berbeda dengan pendapat jumhur di atas menurut Syafi’iah bagi orang yang jauh dari ka’bah tetap wajib baginya menghadap a’in ka’bah. Tesis ini membahas tentang ”Ketepatan Arah Kiblat Mesjid Dan Musalla Di Desa Bandar Setia Percut Sei Tuan”. Tesis ini melakukan observasi arah kiblat di Desa Bandar Setia yang ada di Kecamatan Percut Sei Tuan. Desa ini memiliki 4 mesjid dan 11 mushalla. Permasalahan yang terdapat di desa ini yaitu bagaimana masyarakat melakukan penetapan arah kiblat di Desa Bandar Setia ini kemudian bagaimana akurasi ketepatan arah kiblat mesjid dan musalla yang ada di desa ini berdasarkan hisab falakiah. Penelitian yang dilakukan dalam tesis ini adalah penelitian hukum empiris atau dikenal dengan nondoktrinal research. Dalam penelitian ini, objek penelitiannya adalah arah kiblat dari mesjid-mesjid dan musalla-musalla yang berada di Desa Bandar Setia Percut Sei Tuan. Metode penelitian bersifat deskriptif analisis yaitu dengan menggambarkan objek penelitian pada saat penelitian ini dilakukan berdasarkan data atau fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Hal-hal yang ditemukan sebagai data atau fakta, kemudian dianalisis secara cermat untuk kemudian diuraikan secara sistematis agar lebih mudah memahami dan menyimpulkannya. Adapun cara yang dilakukan untuk menghimpun data adalah dengan metode penelitian kualitatif yaitu suatu pendekatan yang tidak dilakukan dengan mempergunakan rumus-rumus dan simbol statistik. Namun langsung menghimpun data yang ditemukan dari hasil penelitian arah kiblat sesuai tuntutan rumusan masalah yang dikemukakan sebelumnya. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan di Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan bahwa penentuan arah kiblat di desa ini masih menggunakan alat yang sederhana yaitu kompas dan mengarah tepat ke Barat tanpa mengetahui terlebih dahulu letak koordinat masing-masing mesjid dan musalla tersebut yaitu lintang dan bujur tempat Dari penelitian yang telah dilakukan bahwa terdapat 3 mesjid dan 11 mushalla yang arah kiblatnya melenceng dari ka’bah. Hanya ada 1 mesjid yang tepat arah kiblatnya ke ka’bah yaitu Mesjid Jami’ al-Ikhlas. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan bahwa arah kiblat mesjid dan musalla Desa Bandar Setia mengarah ke arah 670 15’ atau 670 16’ dari titik Utara ke Barat, berdasarkan rumus Azimut Titik 88 Utara 2920 43’ atau 2920 44’ dan berdasarkan rumus satuan sentimeter 41.8 atau 41.

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    No full text
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    No full text
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
    corecore